
Hari ini Kenan memboyong istri dan anak-anaknya menuju bandara karena akan segera berangkat ke Bali, Kenan tak jadi memboyong Keluarga kecilnya untuk berlibur ke labuan bajo karena mengingat kondisi putrinya yang baru saja keluar dari rumah sakit.
"By, apa kita enggak akan kerepotan kalau kita enggak ngajak bi Siti ?" Tanya Diva saat dalam perjalanan.
"Tidak yank, aku sengaja enggak ngajak-ngajak bibi, aku ingin menghabiskan waktu berlibur kita hanya dengan kamu dan anak-anak, dan juga aku sangat ingin menikmati momen-momen kebersama anak-anak, tanpa ada gangguan kerjaan." Terang Kenan.
Diva tersenyum mendengar perkataan suaminya itu, Diva pun berpikir kalau yang dikatakan suaminya itu benar juga, karena mereka jarang punya waktu berkumpul bersama jangankan untuk beberapa hari satu hari full saja mereka jarang berkumpul bersama karena Kenan selalu saja di sibukkan dengan pekerjaan, apalagi saat ini Kenan baru saja pulih total atas apa yang telah menimpahnya. Dan yang lebih penting lagi, karena saat ini sudah ada dedek Kia di tengah-tengah mereka.
"Terakhir kali kita Quality time seperti ini kapan ya yank ? Seingat aku terakhir kali saat kita mengajak Abang ke wahana permainan yang ada di pusat perbelanjaan, saat Abang masih berusia satu tahunan kali ya ?" Ujar Kenan mengingat.
"Iya by', dan sekarang kita sudah memiliki anak kedua." Sahut Diva.
"Lagi-lagi aku kurang beruntung yank..." Ucap Kenan.
"Kurang beruntung apa maksud kamu by' ?" Tanya Diva menoleh menatap suaminya yang duduk di sampingnya sambil memangku Abang Khay yang sedang tertidur.
"Aku merasa kurang beruntung yank, karena lagi-lagi aku tidak bisa menikmati masa-masa kehamilan kamu, dan juga saat-saat kamu menahan sakit bahkan mempertaruhkan nyawa kamu untuk kelahiran anak kedua kita." Terang Kenan menatap lurus kedepan.
"By'...." Ucap Diva memegang lengan Kenan.
"Iya yank, semoga saja anak ketiga kita nantinya aku bisa beruntung, dan menikmati momen-momen kehamilan kamu hingga melahirkan." Ujar Kenan menoleh menatap Diva lalu tersenyum.
"By ada yang harus aku katakan ke kamu." Ucap Diva terlihat ragu.
"Lebih baik kamu katakan saat kita sampai ke tempat tujuan kita yank, sekarang kita sudah sampai di Bandara, sebentar lagi juga kita akan berangkat." Ucap Kenan setelah mobil yang di tumpangi tiba di bandara.
Diva terlihat menarik nafas dalam-dalam, kemudian mengaguk. Kenan mengurutkan keningnya melihat ekspresi wajah Diva yang tiba-tiba terlihat murung.
"Apa yang ingin kamu katakan yank, kita masih memiliki sedikit waktu untuk bicara." Ucap Kenan memberikan sedikit waktu untuk istrinya agar mengatakan apa yang ia ingin katakan, karena Kenan merasa ada hal yang penting yang ingin istrinya itu katakan.
"Nanti saja by', setelah kita tiba di Bali, ini tidak penting kok." Ucap Diva menarik kedua ujung bibirnya.
"Benar ?" Tanya Kenan memastikan dan langsung diangguki antusias oleh Diva.
"Ya sudah yuk masuk, sebentar lagi pesawat kita akan take out. !!" Seru Diva merangkul lengan suaminya sedangkan tangan yang lainnya menggendong dedek Kia. Sedangkan Kenan mendorong stoler yang di siapkan dedek Kia namun malah Abang Khay yang menaikinya, untuk barang-barang mereka mereka sengaja tak membawa banyak barang cukup membawa satu ransel yang berukuran sedang berisikan keperluan Abang Khay dan dedek Kia yang akan di perlukan dalam perjalanan.
Untuk masalah pakaian ia bisa membelinya saat tiba disana, kebetulan Kenan juga sudah membuka beberapa outlet Distro yang tersebar di berbagai daerah di Bali.
"Ayah...." Panggil Abang Khay mendonggak melihat Kenan yang sedang mendorongnya dibelakang.
"Apa bang ?" Tanya Kenan menundukkan kepalanya masih terus mendorong stroler putranya itu.
"Kita mau kemana sih ?" Tanya Abang Khay.
"Kita mau naik pesawat bang." Jawab dedek Kia .
"Benelan Yah, Bun ?" Tanya Abang Khay meminta pembenaran.
"Benar bang, kita mau main ke pantai, Abang suka enggak ?" Tanya Kenan balik.
"Suka Yah, Suka, yehhhh belalti kita bisa bikin istana dali pasilkan yah ?" Ujar Abang Khay kegirangan.
"Bisa, tapi Abang harus janji ! Abang tidak boleh nakal, Ok jagoan ?" Ucap Kenan menyatukan jari telunjuknya dan ibu jarinya pertanda OK.
"Ok Yah..." Sahut Abang Khay mengikuti ayahnya.
"Kalau dedek Kia senang enggak di ajak liburan ?" Tanya Kenan beralih pada putrinya lalu mencubit gemas pipi gembul dedek Kia.
"Ceneng dong Yah." Jawab dedek Kia memperlihatkan wajah menggemaskannya.
Mereka pun sudah masuk ke dek keberangkatan, karena pesawat mereka akan segera berangkat.
Dalam perjalanan Abang Khay maupun dedek Kia tertidur, hingga beberapa jam dalam pesawat akhirnya mereka tiba salah satu bandara internasional di Bali, di sana sudah ada sopir yang menunggunya di bandara, karena sebelumnya Kenan sudah menghubungi salah satu kepercayaannya yang mengelola outlet-outletnya yang dibali.
Kenan hanya mengagukkan kepalanya, Kenan kembali dalam mode datar dan dinginnya, berbeda dengan Diva yang selalu memperlihatkan keramahannya di setiap karyawan atau pekerja suaminya itu.
"Langsung antar saya beserta anak istri saya ke hotel !!" Seru Kenan langsung masuk ke mobil sambil menggandeng Abang Khay yang sudah terbangun di ikuti Diva juga sedang menggandeng putrinya.
"Baik tuan." Sahut pak sopir kemudian menutup pintu mobil.
Selama kurang lebih dari sejaman, mobil yang di tumpangi Keluarga Kenan akhirnya tiba di sebuah resort mewah yang langsung mengarah ke laut di lengkapi dengan kolam renang dan fasilitas lainnya seperti gezebo dan halaman yang cukup luas.
"Pak tolong tasnya dibawah masuk ya !" Seru Diva kepada pak sopir.
"Baik nyonya." Sahut pak sopir.
Setibanya di kamar Diva langsung mendudukkan dirinya di Sofa, sedangkan kedua anaknya langsung bermain ke halaman yang ada di kamar mereka.
"Abang, dedek mainnya jangan dekat-dekat kolam, nanti kalian jatuh !!" Seru Diva.
"Biar aku yang liat yank, kamu istirahat saja." Ujar Kenan berjalan kearah dimana anak-anak berada.
"By, coba hubungi pak Andre, bagaimana dengan pakaian kita." Seru Diva
Pak Andre adalah orang kepercayaan Kenan yang ada di Bali, segala keperluan Kenan selama di Bali pak Andre lah yang mengurus semuanya, termasuk resort yang di tempati sekarang.
"Kamu juga sih by', ada ya orang liburan enggak bawa pakaian sama sekali Kecuali yang dikenakan." Oceh Diva kemudian memainkan ponsel Kenan yang ia letakkan di atas meja.
"Semua pakaian kita sudah ada di dalam lemari yank, kalau masih ada yang kurang kita bisa berbelanja nanti." Ucap Kenan menghampiri Diva sambil menggandeng kedua anaknya.
"Ya sudah kalau begitu, ayo anak-anak mandi dulu yuk !!" Ujar Diva mengajak kedua anaknya.
"Aku enggak di ajak yank." Ucap Kenan senyum menggoda.
"Enggak !! Ayo anak-anak." Ucap Diva lalu mengajak kedua buah hatinya masuk kedalam kamar mandi.
Setelah menyiapkan air untuk anak-anaknya mandi, Diva kembali keluar dari kamar mandi untuk menyiapkan baju-baju mereka, sekalian menyiapkan pakaian untuk suaminya.
"Yank..." Ucap Kenan tiba-tiba memeluk Diva dari belakang.
"By', jangan gini dong nanti anak-anak terlalu lama nunggu di kamar mandi." Ujar Diva membalikkan memegang lengan Kenan yang melingkar di perutnya.
"Sebentar doang yank, aku kangen tau." Ucap Kenan menenggelamkan wajahnya di celuruk leher Diva.
"Tapi by'...."
"Sebentar yank...." Sela Kenan mengihirup dalam-dalam aroma istrinya itu.
"Oh iya apa yang ingin kamu katakan tadi ?" Tanya Kenan masih dengan posisinya.
"Yang mana ?" Tanya Diva.
"Yang tadi, pas waktu kita dalam perjalanan ke bandara." Jelas Kenan.
"Oh yang itu..." Ucap Diva.
"Iya apa ?" Tanya Kenan.
"Nanti aja ya by', setelah kita bersih-bersih kasian anak-anak di dalam." Ucap Diva melepaskan pelukan Kenan.
Bersambung......
Jangan lupa terus like, Komen dan juga vote, beberapa episode lagi season 2 akan segera END. author mau minta pendapat readers lanjut di sini atau buat judul baru ??? Pendapat readers tolong di cantumkan di kolom komentar.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️