
Saat ini Cheril pun sudah terkunci didalam kamar. Untungnya waktu itu Cheril masih memiliki ponselnya yang tersimpan didalam saku celananya.
Ia pun segera merogoh sakunya untuk menelpon seseorang supaya bisa menolongnya. Nama Tania seketika muncul pada saat-saat seperti ini.
Dengan segera Cheril mencari kontak Tania dan menekan tombol simbol telpon berwarna hijau untuk memanggilnya.
Baru saja Cheril menekan tanda panggilan itu dan baru satu kali berbunyi (Tut) tiba-tiba ponselnya mati begitu saja.
"Ah, ya ampuuun ! Aku lupa mengecas hape tadi." Ucap Cheril sambil menepuk jidatnya.
Cheril pun mencoba menghidupkan ponselnya kembali, berulangkali ia mencobanya, namun tetap saja ponsel yang sudah lowbat itu tidak bisa lagi untuk dihidupkan kembali.
Aaaaaaah
"Kenapa harus lowbat pada saat seperti ini?"
Cheril mengumpat dengan suara agak pelan karna takut terdengar oleh yang lain jika ia berkata dengan suara keras. Ia terlihat sangat kesal dengan ponselnya yang tiba-tiba mati itu.
Sementara Tania, ia memang sedang memegang ponselnya pada saat Cheril menelpon tadi. Ia pun merasa sangat heran kenapa Cheril hanya misscall saja. Tania pun berusaha menghubungi Cheril kembali, namun berkali-kali ia mencobanya nomor Cheril malah tidak aktif.
Tania sempat berpikir mungkin saja ponsel Cheril sedang lowbat, ia pun membiarkannya sesaat.
Setelah 5 menit kemudian Tania kembali menghubungi nomor sahabatnya itu, namun tetap saja sama. Hanya ada jawaban dari operator saja.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif !
"Aneh ! Tidak biasanya Cheril misscall begini. Dan ponselnya juga mati begitu saja." Tania berkata-kata sendiri. Ia mulai merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.
"Apa mungkin terjadi sesuatu pada Cheril ya? Mungkin saja Jimmy mengasarinya lagi." Ucap Tania lagi.
"Sebaiknya aku menghampiri rumah nya."
Kali ini Tania segera beranjak dari tempat duduknya lalu meraih kunci mobilnya yang terletak diatas meja tamu dan segera menuju ke rumah kediaman Cheril dan Jimmy.
Disepanjang perjalanan Tania sudah sangat tidak tenang, karna ia masih berusaha menghubungi ponsel Cheril saat di mobil, namun ia tetap saja nomor itu tidak aktif. Tania pun mempercepat laju kendaraannya. Untung saja pada saat itu jalanan sedang tidak terlalu macet.
Sesaat kemudian Tania pun tiba di tempat tujuannya.
Alangkah kagetnya dia ketika melihat rumah itu sedang disegel oleh petugas bank. Tania pun segera turun dari mobilnya lalu menghampiri petugas yang sedang bertugas itu.
"Maaf Pak, kenapa rumah ini disegel Pak?" Tania bertanya pada petugas itu.
"Eh, itu karna pemilik rumah ini tidak dapat membayar hutang-hutangnya Mba, dan tidak Hanay rumah ini saja, semua aset termasuk mobil dan perusahaannya pun sudah disita." Jawab petugas itu sambil menjelaskan secara terperinci.
Tania terlihat sangat kaget mendengar penjelasan dari petugas itu. Dan ia pun mencoba melemparkan satu pertanyaan lagi.
"Lalu, apakah Bapak tau kemana pergi nya pemilik rumah ini?" Tanya Tania
"Maaf Mba, saya tidak tau. Hanya saja tadi Pak Jimmy terlihat sedikit babak belur wajahnya saat saya tiba disini. Dan dia segera pergi tadi, saya pun tidak menanyakan apapun padanya." Jawab petugas itu lagi.
'Apa yang terjadi? Kenapa Jimmy bisa babak belur? Lalu kemana Cheril?'
"Eh, apa tadi Bapak juga melihat seorang wanita bersama dengan Pak Jimmy?" Tanya Tania lagi.
"Tidak Mba, tadi saya hanya melihat Bapak Jimmy saja." Ucap petugas itu lagi sembari menggelengkan kepalanya.
"Baik ! Terimakasih Pak atas informasinya !" Ucap Tania mengakhiri pembicaraannya.
"Iya, sama-sama Mba." Jawab Petugas itu.
Setelah mendengar penjelasan Bapak petugas itu, Tania pun semakin yakin pasti sesuatu telah terjadi pada Cheril.
Ia pun memutuskan menghubungi Erik memberitahukan apa yang sudah terjadi pada Cheril. Ia berharap Erik bisa membantunya menemukan Cheril.
Erik juga sangat kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Tania tentang semua yang telah terjadi pada Jimmy. Saat ini ia juga sangat mencemaskan keadaan Cheril.
Sebenarnya Tania sedikit cemburu mendengar nada suara Erik yang terdengar sangat mengkhawatirkan Cheril. Ya setidaknya Erik memang pernah mencintai Cheril dulunya. Tania memang tidak salah merasa cemburu. Kenyataannya hingga saat ini Erik memang masih menyimpan sedikit perasaan pada Cheril, buktinya Erik selalu tertarik dengan kehidupan Cheril hingga saat ini. Ketika ada satu hal sekecil apapun yang ia tau tentang Cheril, ia pasti akan menceritakannya pada Tania.
Sesungguhnya Erik sendiri juga masih belum begitu yakin dengan perasaannya pada Tania. Ia memilih memacari Tania waktu itu hanya untuk pelampiasan saja. Dibelakang Tania sendiri Erik malah masih sering diam-diam menemui wanita lain yang ia kenal sebelum menjalin hubungan dengan Tania. Erik memang asli nya adalah seorang pemuja wanita. Namun ia juga tidak berniat menyakiti hati Tania. Yang pastinya Erik juga masih sangat bingung dengan perasaannya sendiri.
Kemudian Erik pun segera mengutus orangnya untuk mencaritahu keberadaan Cheril dan mencaritahu apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Jimmy juga Cheril.
Tania walaupun ia sedikit cemburu, tapi ia juga merasa cukup lega, karna Erik mau membantu mencari keberadaan Cheril.
------------------------
Sementara Jimmy, ia sudah pulang ke rumah orangtuanya saat itu. Dan ketika ia menceritakan semua yang sudah terjadi, Ayahnya yang memang sudah mewariskan seluruh kekayaannya pada Jimmy pun tak kuasa mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya itu. Seketika Ayahnya terjatuh ke lantai, membuat Ibunya yang ada disampingnya berteriak ketakutan.
"Ayah !" Teriak Ibu Jimmy.
Jimmy juga tak kalah kagetnya melihat Ayahnya terjatuh begitu saja. Ia juga segera menghampiri Ayahnya dan membawanya keatas sofa. Kemudian mencoba membangunkannya.
Namun Ayahnya sama sekali tidak bergeming. Membuat Ibu Jimmy mulai menangis meraung-raung.
"Bangun Ayah ! Bangun !" Ucap Ibu Jimmy sambil mengguncang-guncangkan tubuh suaminya.
Melihat Ayahnya yang tidak bergerak sama sekali, Jimmy pun mencoba memegang leher Ayahnya untuk mencari detak nadinya. Namun alangkah kagetnya dia, ia sama sekali tidak menemukan denyut nadi disana. Jimmy pun menyadari Ayahnya telah tiada.
Namun Ibunya masih belum bisa menerima apa yang dikatakan Jimmy. Ia malah meminta Jimmy untuk segera menghubungi Dokter keluarga mereka.
Karna Ibunya terus meminta, akhirnya Jimmy pun menghubungi Dokter itu.
Sesaat kemudian Dokter pun tiba dan segera memeriksa kondisi Ayahnya yang sudah terbujur kaku diatas sofa. Dan Dokter juga menyatakan bahwa Ayahnya memang sudah meninggal dunia, membuat Ibu Jimmy menangis semakin kencang. Sedangkan Jimmy ia sudah terduduk lemas diatas lantai sejak tadi. Ia memang sudah sangat yakin Ayahnya memang sudah meninggal sejak ia memeriksa nadinya tadi.
Satu hal yang membuat Jimmy sangat menyesal, yaitu ketika Dokter mengatakan, penyebab kematian Ayahnya adalah disebabkan oleh serangan jantung.
Menyesal pun sudah tak ada gunanya ketika nasi sudah menjadi bubur. Ketika ia sedang diatas awan, ia malah asyik dengan wanita nya, sementara ketika ia sudah tidak memiliki apapun ia justru kembali ke rumah orangtuanya dan membawa malapetaka pada keluarganya.