
Waktu menunjukkan pukul 13.00 saat ini. Elvano sudah selesai mengikuti semua pelajaran kuliahnya hari ni. Saat untuk dia pulang ke rumahnya.
Supir angkot langganan nya pun sudah berada di depan kampusnya.
Sekalipun Elvano hanya menggunakan fasilitas angkutan umum, bukan berarti ia menjadi tidak populer, justru ia dikenal sebagai pangeran angkutan umum dikalangan cewek di kampusnya.
Seperti biasanya, sifatnya yang sangat dingin membuat banyak cewek tergila-gila pada dirinya. Selain itu tentu saja ia juga memang memiliki ketampanan diatas rata-rata seperti Pangeran sungguhan.
Tinggi nya sangat ideal serta postur tubuh dan juga kulit putihnya mendukung semua nya. Parasnya sangatlah mempesona. Membuat setiap wanita yang melihat nya sangat ingin memiliki nya. Termasuk juga salah satu wanita yang sangat populer di kampus tersebut.
Dialah Tika.
Tika adalah anak dari seorang pengusaha yang bisa dikatakan cukup besar di kota XX. Ayah Tika dengan Ayah kandung Elvano bahkan juga masih terikat ikatan bisnis. Sebagian saham di Perusahaan milik Ayah Tika merupakan saham dari Perusahaan Astra Investama Group yang bergerak di bidang kosmetik.
Tika termasuk salah satu cewek yang paling tergila-gila terhadap Elvano karna tertarik pada ketampanan Elvano. Namun sifatnya yang angkuh dan sedikit kecentilan justru membuat Elvano sangat tidak suka pada nya.
Dandanan Tika sangat mencolok, ia selalu berusaha menampilkan yang terbaik menurut dirinya, sifatnya yang sombong dan menganggap dirinya paling cantik serta kaya juga membuatnya banyak memiliki musuh.
Seperti anak kuliahan pada umum nya, ia juga memiliki geng nya tersendiri, ya, hanya 3 orang sahabatnya itulah yang selalu mendukung nya.
Ketika Tika melihat Elvano keluar dari kelasnya, dengan sigap seperti biasa nya ia menghampiri Elvano.
Tika memang sengaja menunggu Elvano didekat kelasnya.
"Vano...." Tika memanggil Elvano sambil memeluk lengan Elvano
"Lepaskan tangan mu ! Ucap Elvano dingin
"Nggak mau !" Tika Memeluk Elvano semakin erat.
"Aku bilang lepaskan !" Sekali lagi Elvano berkata lebih keras kali ini.
"Ih... Kamu kenapa sih Vano?" Tika melepaskan pelukannya karna takut dengan nada tinggi Elvano.
Setelah pelukan itu terlepas Elvano pergi meninggalkan Tika begitu saja, membuat Tika melototkan mata tapi ia masih belum menyerah.
"Vano ! Tunggu aku !!" Teriaknya sambil mengejar Elvano
Sedangkan Elvano semakin mempercepat langkah kakinya.
Dengan usaha yang maksimal Tika akhirnya berhasil meraih tangan Elvano.
"Tunggu aku Vano !" Aku mau pulang bareng kamu.."
Kata-kata Tika seketika menghentikan langkah Elvano dan dia juga ikut berhenti.
Seperti nya seru juga kalau aku kerjain ini cewek.
"Kamu serius Tika mau ikut aku pulang?"
Tanya Elvano sambil menatap Tika dengan tatapan jahil nya, namun ntah diartikan apa oleh Tika.
Ah.. Dia menatap ku. Gantengnya.
Buktinya Tika sangat senang, Elvano menatap nya, ya ini memang pertama kalinya Elvano mau meladeni nya. Pipi Tika bahkan sedikit memerah karna saking senang nya.
"Jawab ! Malah bengong." Elvano mulai geram karna Tika hanya diam saja.
Belum sempat Tika menjawab, Elvano sudah berbicara lagi.
"Kalau tidak mau ya sudah !" Ucap Elvano sambil melangkah pergi.
"Eh.... M-mau... mau !"
Tika kembali mengejar Elvano yang sudah melangkahkan kakinya.
Mendengar jawaban Tika, Elvano tersenyum licik, sedikit memancungkan sudut bibir seksi yang ia miliki, ntah rencana apa yang sedang ada dalam otaknya.
Elvano semakin mempercepat langkah kakinya, sehingga Tika hanya bisa mengikuti dia dari belakang.
Tika tau Elvano pulang naik angkot, ia juga sama sekali belum pernah naik angkot sebelumnya, namun pikirnya Lagian kan sama-sama mobil. Pasti sama saja lah dengan mobil pribadi yang biasa ia gunakan.
Mereka kemudian berjalan saling beriringan menuju depan kampus, disana mobil pribadi lengkap dengan supir sudah menunggu Nona Tika.
Tika dan Elvano berhenti sesaat di depan mobil mewah milik keluarga Tika.
Melihat majikannya supir itu pun bergegas membukakan pintu untuk Tika sambil menundukkan badannya tanda hormat
"Eh, Pak hari ini Tika pulang naik angkot !"
Kata-kata Tika membuat supir itu mengangkat wajahnya dan menatap majikan nya lekat.
Naik angkot.
"Maksud Nona? Tanya supir pribadi Tika belum yakin dengan pendengarannya
"Iya, maksudnya aku mau pulang naik angkot sama pacar aku." Jawab Tika sembari menggandeng tangan Elvano
Kali ini Elvano membiarkan Tika melakukan itu.
Sopir Tika memandang mereka berdua bergantian. Terlihat dari paras nya ia sangat kebingungan.
"Ih, apa si liatin kita seperti itu?"
"Ma-maaf nona !"
"Sudah ah. Yuk vano kita pulang !" Ucap Tika sambil menarik tangan Elvano pergi.
Sopir pribadi Tika menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat majikan nya dan laki-laki tampan disampingnya benar-benar menuju ke arah angkot warna kuning yang terparkir tidak jauh dari mobil mewah milik Tika.
Elvano hanya diam saja dan diam-diam ia tersenyum puas sudah mengerjai Tika di depan supir nya.
Ini baru awal Nona, kita lihat saja setelah ini.
Hahahah
Eh, itu kan Vano, siapa yang sedang bersama nya itu.
Niko berusaha memperbaiki penampilannya yang sedikit kurang sopan jika terlihat oleh wanita karna ia duduk sesuka dia.
Wah, baru tadi siang melamun, sudah bawa cewek aja dia.
Hahaha
"Cie... Vano... Ternyata gadis ini yang membuat kamu melamun pagi ini?
"Diam !" Kata Elvano mengancam
Niko hanya senyam-senyum mendengar ancaman itu, sedangkan Tika sedikit memerah wajahnya mendengar ejekan Niko.
"Ayo,naik !"
Elvano menyuruh Tika naik karna ia masih bengong dibawah sedangkan Elvano sudah masuk kedalam angkot yang sedikit lebih tinggi dari mobil pribadi milik Tika.
"Eh i-iya !" Jawab Tika kemudian.
Kelihatannya ia sedikit bingung menaiki nya karna terlalu tinggi dengan roknya yang agak sempit itu tentu saja sangat kesulitan.
"Bantuin wuiiii..." Teriak Niko yang ditujukan ke Elvano
Elvano kemudian mengulurkan tangannya membantu Tika, sesekali ia tersenyum geli namun ia sembunyikan senyuman itu dari Tika.
Saat ini mereka berdua sudah di dalam angkot.
Tika dan Elvano duduk berhadapan.
Jadi angkot itu seperti ini. Jadi harus duduk miring seperti ini.
Tika memandang sekeliling angkot dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.
"Vano, memangnya di dalam angkot itu duduknya tidak boleh berdampingan ya?" Harus berhadapan, Gitu?" Tika bertanya pada Elvano dengan suara kecil.
Namun masih bisa didengar oleh Niko samar-samar. Niko menelan air liurnya mendengar itu, ia tertawa pelan.
Sedangkan Elvano hanya mengangkat alis nya. Ia memang sedang mengerjai gadis itu jadinya ia berpura-pura saja tidak mendengar, lagian suara angkot juga berisik, tidak perlu dijawab pikirnya dalam hati.
Aduh, Panas lagi. Apa tidak ada AC.
Tika mengipas-ngipaskan tangannya kepanasan, ia mulai gelisah.
"Nona, Nona rumahnya dimana?" Niko bertanya kepada Tika
"Eh, di Cempaka Perak bang.." Tika menjawab
"Memangnya kenapa?" Tika balik bertanya
"Tentu saja mau mengantar Nona pulang !" Jawab Niko tegas
"Hah?"
"Aku mau Vano yang mengantar ku." Jawab Tika sambil melemparkan pandangannya ke arah Elvano.
"Maksud nya Nona mau pulang berjalan kaki dari Kuda Putih ke Cempaka Perak? Itu kan jauh Nona !"
Sia*l*n. Benar juga kata dia. Elvano kan tidak mungkin mengantar ku dengan berjalan kaki.
"Terserah Abang aja deh !" Tika menjawab dengan nada sedikit kesal.
Sedangkan Elvano hanya diam saja.
"Aduuuh !!" Tika menjerit kesakitan
Angkot yang ia tumpangi tiba-tiba mengerem mendadak karena ada kendaraan yang melintas di depan mereka.
Suara jeritan Tika yang kuat membuat Niko sedikit kaget, sedangkan Elvano sudah tau itu akan terjadi karna ia melihat sendiri Tika tidak memegang apapun yang ada dimobil itu saat mobil itu memberi tanda-tanda akan mengerem, Elvano yang sudah biasa sudah tau harus berbuat apa.
Ia baru hendak memberi tahukan kepada Tika, tapi sudah keduluan kejedot kepalanya di jendela angkot.
Setidaknya kejadian satu ini memang tidak ada didalam rencananya, ia hanya ingin sedikit memberikan efek jerah saja supaya Nona yang ada didepannya itu tidak lagi selalu menunggu nya untuk pulang bareng.
"Ada apa Nona?"
Malah Niko yang menanyakan Tika apa yang terjadi.
Elvano mah hanya diam saja.
"Kepala ku bang !" Tika menjawab Niko sambil memegang kepalanya yang kesakitan membuat Niko mengerti ia pasti kejedot.
"Hati-hati Non ! Makanya pegangan..'
"Kamu tidak apa-apa?" Akhirnya Elvano bertanya pada Tika.
"Tidak apa-apa bagaimana? Sakit tau ! Jawab Tika manja
"Ah, hanya sedikit juga." Ujar Elvano
"Iiiiih....Vano.... Di belai kek...
Elvano diam tak bergeming, membuat Tika semakin kesal.
Kali ini Niko baru menyadari,sepertinya Elvano sedang mengerjai gadis itu.
"Dasar Vano...." Ternyata kamu sejahil ini ya.
Niko berkata-kata dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.
Perjalanan masih cukup jauh, karna memutar. Masih sekitar 20 menit lagi baru tiba di kediaman Tika.