
Setelah kejadian tadi, Elvano dan manager Li langsung meninggalkan Mall Z menuju ke arah hotel.
Jadwal berikutnya adalah memantau perkembangan hotel pribadi milik Keluarga Setiono.
Mall Z dan Hotel Belle ini adalah kedua Perusahaan yang berdiri dengan sendiri tanpa campur tangan dari saham manapun. Kedua Perusahaan ini adalah real 100% milik pribadi Astra Investama Group sendiri.
Tidak banyak hal yang terjadi di sana, karena karyawan hotel sangat ramah, Manager hotel juga sangat menghormati Elvano sekali pun ia belum mengetahui dirinya adalah Presdir baru yang menggantikan Tuan William.
Untuk omset sendiri, dari bulan ke bulan selalu terjadi peningkatan, walaupun tidak terlalu tinggi tapi sudah sangat baik karena selalu ada peningkatan pada setiap bulannya. Itu karena manager hotel Belle ini sangat hebat dalam hal managementnya.
Elvano pun merasa sangat puas dengan cara kerjanya.
Pemantauan pun berlangsung sangat cepat, yang diakhiri dengan memperkenalkan Elvano sebagai Presdir baru pada seluruh karyawan yang berada di hotel Belle.
Seluruh karyawan di sana memang terlihat kaget, mereka tentu saja tidak menyangka Elvano adalah seorang Presdir dengan penampilan seperti itu, seisi hotel pun kini membicarakan kesederhanaannya.
Setelah Selesai dengan kedua tugas ini waktu sudah menunjukkan pukul 16.30. Elvano dan Manager Li pun memutuskan untuk pulang ke rumah Ibu Anita.
Selesai sudah tugas hari ini, besok masih ada jadwal yang sangat padat yang sedang menunggu mereka.
************
Keesokan paginya
Pukul 7 pagi, Elvano dan Manager Li sudah rapi, mereka pun segera menuju ke meja makan untuk sarapan di rumah Ibu Anita.
Hari ini Elvano tidak lagi menyamar sebagai seorang laki-laki miskin, ia sudah kembali mengenakan setelan jasnya yang harganya fantastis itu. Membuatnya tampil elegan dan sangat berwibawa.
Jika Manager Li memperkenalkan Elvano sebagai Presdir baru pasti tidak akan ada lagi yang merasa kaget dengan penampilan nya kali ini. Mungkin tanpa diperkenalkan pun sudah ada yang bisa menebak, mungkin laki-laki ini adalah putra Tuan William yang sedang menggantikan ayahnya bertugas.
Setelah selesai sarapan Elvano dan Manager Li kembali melanjutkan perjalanan bisnis mereka menuju ke beberapa perusahaan yang sudah dijadwalkan. Perusahaan-perusahaan yang akan mereka kunjungi ini adalah beberapa Perusahaan yang bekerja sama dengan Astra Investama Group termasuk juga milik keluarga Jimmy.
Karena semuanya harus diselesaikan dalam waktu 1 hari saja, kunjungan mereka pada setiap perusahaan pun berlangsung dengan sangat singkat. Dalam pertemuan ini selain membahas tentang beberapa rencana ke depan atau pun tentang omset perusahaan, tentu saja juga memperkenalkan Elvano sebagai Presdir Astra Investama Group yang baru kepada seluruh rekan bisnis mereka.
Dan perusahaan terakhir yang akan mereka datangi adalah perusahaan milik keluarga Jimmy.
Pukul 3 siang mobil mewah yang ditumpangi Elvano dan Manager Li telah tiba di perusahaan milik keluarga Jimmy.
Jimmy yang memang sudah mendapat kabar tentang tamu penting ini juga sudah bersiap-siap di ruangannya.
Setelah memarkirkan mobil mereka, Elvano dan Manager Li pun melangkah masuk ke dalam area gedung.
Manager Li juga sudah bisa mengingat dengan jelas sekarang,
Perusahaan ini kan milik laki-laki yang menghina Tuan muda di Mall Z kemarin ....
Ketika bagian resepsionis melihat kedua orang ini melangkah masuk ke dalam gedung, mereka pun segera menyambut keduanya dan mempersilahkan mereka untuk langsung naik ke lantai 5 gedung ini menuju ruangan Presdir mereka.
Namun, tidak disangka, Elvano justru menolaknya.
"Nona, katakan pada Presdir kalian, suruh dia yang turun kesini untuk menemui kami!" titah Elvano dengan nada dingin.
"Ehm?
Wanita bagian resepsionis agak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Elvano.
"Nona, apa anda tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Muda kami?" Manager Li juga ikut melemparkan pertanyaan ketika melihat wanita itu hanya berdiam diri.
"Eh, ba-baik Tuan. Akan saya sampaikan pada Presdir kami tentang ini," jawab Wanita itu kemudian.
Kemudian wanita bagian resepsionis itu segera menghubungi Jimmy untuk menyampaikan permintaan tamu mereka itu.
Tenonet tenonet
Bunyi telepon di ruangan Presdir milik Jimmy
Mendengar suara telepon Jimmy pun segera menjawab telfon tersebut.
"Hallo ...,"
"Hallo Pak Jimmy ... Maaf Pak, Manager Li dan Presdir mereka tidak bersedia untuk naik ke lantai atas," ucap wanita itu sekaligus memberikan penjelasan dengan Ekspresi yang sedikit ketakutan.
"APA?"
Wah, kurang ajar ... Apa maksudnya coba ....
"Iya Pak, maaf! Presdir mereka berkata Pak Jimmy yang diminta untuk turun ke bawah menemui mereka," jelas wanita itu sekali lagi.
Ciiiiiiiiiiiih.
Jika bukan karena saham Astra Investama Group sangat berpengaruh pada perusahaannya, sudah pasti Jimmy akan membatalkan pertemuan itu, atau bahkan memutuskan hubungan kerja keduanya. Akhirnya mau tidak mau Jimmy pun harus mengalah demi keselamatan perusahaannya.
"Baiklah, saya akan turun!" jawab Jimmy mengakhiri pembicaraan dan langsung menutup telepon.
Jimmy terlihat sangat kesal. Ia merasa Manager Li pasti sedang mengerjainya. Ia masih belum tau Presdir yang dimaksud wanita bagian resepsionis itu adalah Elvano, dia masih mengira orang itu adalah Tuan William.
Jimmy pun keluar dari ruangannya menuju lift untuk turun ke lantai dasar menemui tamunya. Tentu saja Jimmy melangkah dengan kesal terdengar jelas dari hentakan kakinya.
Ting tong
Lift terbuka kembali, Jimmy sudah berada di lantai bawah saat ini. Ia pun segera keluar dari lift menuju ke arah ruang tamu untuk menemui tamu pentingnya itu.
Setelah tiba di meja tamu Jimmy pun merasa sangat kaget ketika melihat yang bersama dengan Manager Li ternyata adalah Elvano.
Jimmy menatap Elvano lekat dari atas ke bawah. Tak hanya kaget dengan kehadiran nya bersama dengan manager Li, ia juga sangat kaget dengan penampilan Elvano yang sangat berwibawa itu.
Tiba-tiba ia pun mengingat kembali 2 malam kemarin waktu kejadian klakson mobilnya yang tak sengaja tertekan, ia seperti melihat sesosok yang sangat mirip dengan Elvano sedang duduk di dalam sebuah mobil mewah dengan setelan jas seperti saat ini.
Apakah laki-laki miskin ini sungguh Presdir Astra Investama Group..
Tapi bagaimana bisa..
Dan di mana Tuan William..
Jimmy terus berkata-kata didalam hatinya. Ia masih sangat tidak mengerti dengan semua yang sedang terjadi saat ini.
Pantas saja Manager sia*l*n ini sangat menghormati nya.
Aaaaaah..
Jimmy sudah seperti orang yang sedang frustasi melihat semua kenyataan yang terjadi di depan matanya ini.
Sementara Elvano masih diam saja membiarkan Jimmy mencerna semua kenyataan itu.
Dan Manager Li, ia hanya tertawa sinis melihat ekspresi Jimmy yang terlihat sangat menggelikan baginya.
Kali ini giliran mu ternyata ... Habislah kau Tuan yang sombong.