Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kegagalan rencana Erik


Dari kejauhan Erik sudah menyaksikan semua perbuatan Elvano, ia mulai berpikir, apakah hubungan kedua orang ini memang sudah sangat jauh? Cheril sepertinya tidak bisa menolak Elvano seperti yang biasa ia lakukan terhadap diri nya, dan disaat itulah ia mulai memiliki pikiran sepertinya ia harus menyerah untuk mendapatkan Cheril.


"Heh ! Kamu kok masih diam saja? Ayo berbisik padaku." Elvano kembali mendekatkan wajahnya ke arah telinga Cheril dengan nada yang sedikit manja.


"Eh..." Cheril melirik ke arah Elvano dengan tatapan Kesal.


Dalam hati ia berkata;


Orang ini kenapa senyebelin ini si.


Sedangkan Elvano yang melihat Cheril menatapnya dengan tatapan seperti itu, malah membuat nya semakin gemas.


Cheril Tiba-tiba bangun dari tempat duduknya.


"Eh, mau kemana?" Elvano bertanya dengan suara pelan. Nikita yang sedang fokus dengan layar besar yang ada didepannya juga ikut melirik kearah Cheril.


"Aku mau ke toilet." Jawab Cheril singkat.


Dalam hati ia sedang mengumpat,


Apa aku ke toilet kamu juga mau ikut.


Tapi ya tentu saja dia tidak berani mengatakannya, jangan pernah menantang laki-laki gila itu, ia mungkin akan langsung beranjak mengikuti. Memang begitu kan Elvano?!


Cheril beranjak dari ruang bioskop menuju pintu keluar, yang diikuti mata Elvano yang terus melihat kearahnya hingga kepalnya berputar mengikuti langkah Cheril menuju pintu keluar. Sebenarnya ia sama sekali tidak memiliki niat untuk pergi ke toilet, ia memang hanya ingin menghindari laki-laki gila dihadapannya itu.


Ketika diluar, Cheril mengingat kata-kata Nikita tentang camilan yang memancing kecemburuan Elvano tadi, ia pun kemudian menuju konter yang menjual popcorn dan minuman dingin.


"Mba, aku mau 3 popcorn dan minuman dingin nya 4 ya." Ucap Cheril kepada penjaga konter.


"Baik Mba !" Jawab wanita itu sopan.


"Ini Mba.. Semuanya 150rb !" Ucap wanita itu lagi sambil menyodorkan smua yang sudah ia siapkan ke arah Cheril.


Setelah membayar semua pesanannya ia pun berbalik kembali masuk ke dalam ruangan bioskop.


Jegrek !


Cheril membuka pintu perlahan


Elvano yang sejak tadi sedang menunggu Cheril seketika memutar kepalanya ke arah pintu ketika terdengar bunyi pintu. Dan ternyata yang ia lihat memang Cheril ia pun melebarkan senyumannya.


"Eh, bawa apa dia?" Kata Elvano pelan, reflex ia berangkat dari tempat duduknya ingin membantu Cheril.


Elvano menghampiri Cheril yang sudah hampir tiba di tempat duduk mereka, sambil berkata,


"Sini aku bawakan !"


"Eh, tidak perlu, aku bisa sendiri kok. Lagian ini hanya sedikit sa...ja." Kata Cheril sedikit tersendat. Ia baru ingat lupa membelikan Erik minuman dingin, ia baru ingat ketika melihat punggung Erik dari ruangan itu.


Melihat Cheril berdiri dengan ekspresi bengong sambil menatap punggung Erik, Elvano pun murka.


Kenapa kamu melihat laki-laki itu dengan ekspresi seperti itu? kamu mau aku cium.


Gumam Elvino dalam hati. Ia sedang cemburu.


Dari luar Cheril sudah bisa melihat perubahan ekspresi Elvano yang aneh, hanya saja ia tidak menyadari kenapa tiba-tiba Elvano bisa seperti itu.


Cheril pun segera berlalu dari hadapan Elvano yang masih berdiri bengong. Cheril memilih membagikan camilan yang ia bawakan. 2 popcorn Cheril berikan pada Nikita dan Tania, dan satu nya untuk diri nya sendiri, ia pikir laki-laki pasti tidak menyukai popcorn jadi ia hanya beli 3 cup saja.


Minuman yang ia pegang tadi pun ia putuskan memberikan jatahnya untuk Erik. Ketika ia hendak membagikan ke arah Elvano ia baru menyadari Elvano tidak ada di tempat duduknya. Cheril pun melirik ke arah belakang, ternyata laki-laki itu masih berdiri di tempat yang tadi dengan orang sekeliling yang sudah mulai menatap ke arah nya(Elvano).


Padahal dalam hati Cheril rasanya ia sudah ingin berteriak.


'Woi.... Mau sampai kapan berdiri disana? Ga liat apa semua orang sedang melihat mu !'


Menyadari Kode dari Cheril, Elvano pun melangkah kembali ke tempat duduk nya, ia sama sekali tidak menghiraukan orang-orang yang melihat ke arah nya.


Elvano kemudian duduk di kursi miliknya yang tepat berada disamping Cheril itu, dan Cheril pun menyodorkan 1cup minuman dingin kearahnya.


"Eh, ini untuk ku?" Elvano berucap sambil tersenyum lebar, ntah mengapa ia merasa sangat senang Cheril memberikan nya minuman itu.


Elvano yang memang dasarnya seperti sedikit manja itu mencoba melirik ke arah teman-teman mereka yang lain nya, ia ingin menyelidiki apa mungkin minuman yang Cheril berikan untuk nya tadi ada perbedaan nya dengan yang lain nya, kali aja Cheril memang sengaja membeli minuman yang berbeda untuk nya karna dia itu special. Begitulah pikiran Elvano saat itu.


Sedangkan Cheril menatap Elvano bingung melihat Elvano mendongakkan kepala kedepan untuk melihat ke arah yang lain nya.


Eh, apa yang sedang dia lakukan.


Setelah merasa semua teman-temannya memegang minuman yang sama, Elvano merasa sedikit kecewa, wajah nya yang sebelumnya terlihat sangat ceria pun dalam sekejap berubah murung. Cheril yang masih memperhatikannya pun semakin bertanya-tanya didalam hatinya, ia semakin tidak memahami tingkah laku laki-laki yang ada disampingnya itu.


"Tunggu dulu !" Elvano bergumam pelan. Hanya dirinya sendiri yang dapat mendengar suaranya. Ia merasa ada sedikit kejanggalan dan kemudian ia mulai tersenyum kembali bahkan lebih lebar dari yang tadi.


"Cheril, ternyata kamu membeli 1cup minuman untuk kita berdua ya?" Ucap Elvano dengan wajah berseri-seri.


"Eh..."


Kenapa dia bisa punya pemikiran seperti itu.


Belum sempat Cheril menjawab Elvano sudah menyodorkan 1cup minuman ditangannya yang sudah ia minum lebih dulu sebelumnya kemulut Cheril.


Mau tidak mau Cheril pun menyedot minuman bekas yang secara tidak langsung membuat mereka berciuman itu.


Lagian Cheril kan memang tidak punya pilihan lain, jika ia menolak sudah bisa dibayangkan akan semurka apa Elvano.


Setelah Cheril meminum minuman dingin yang masih dipegang oleh Elvano, Elvano pun segera menariknya dan memasukkannya kembali kedalam mulut nya sendiri sambil tersenyum puas. Dalam hatinya ia merasa sangat berbahagia.


Melihat 1 cup popcorn dipangkuan Cheril, Elvano pun ikut mengulurkan tangannya mengambil popcorn dari cup tersebut yang spontan membuat Cheril kaget. Ia hampir menyentuh tangan Elvano karna ia juga hendak mengambil popcorn itu. Cheril pun melemparkan pandangannya kepada laki-laki itu sambil berkata dalam hatinya, ternyata dia suka popcorn juga ya?


"Kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Elvano ketika menyadari Cheril sedang melihat kearahnya yang sedang memasukkan beberapa butir pop corn kedalam mulutnya.


Eh, dia malah nanya, seharusnya aku bertanya, kenapa kamu bisa berbuat sesuka mu seperti itu.


"Eh, Ng-nggak, kamu suka popcorn ya?" tanya Cheril kemudian.


"Kalau iya kenapa? Dan kalau nggak juga kenapa?" Bukannya menjawab Elvano malah melemparkan pertanyaan pada Cheril dengan ekspresi jahil.


Ciiiiiih..Memang dia pikir dia siapa? Bukannya jawab malah seenaknya melempar pertanyaan lagi.


Cheril terlihat sedikit kesal mendengar jawaban Elvano yang sekaligus merupakan pertanyaan. Membuat Cheril terdiam karna ia tidak tau lagi harus membalas apa.


Kemudian Cheril memindahkan cup popcorn dipangkuannya ke arah perbatasan kursi nya dengan kursi Elvano.


"Ambillah sepuas mu jika kamu suka !" Ucap Cheril akhirnya.


Sedangkan Elvano tidak menjawab apapun.


Sesekali Elvano dan Cheril kembali mengambil popcorn dalam cup disamping tempat duduk mereka yang beberapa kali membuat tangan mereka bertemu didalam cup tsb. Elvano tentu saja sangat senang sedangkan Cheril malah merasa sedikit kesal.


Demikianlah acara nonton berlima yang mereka lakukan sepertinya adalah milik Elvano dan Cheril. Mereka sudah seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran saja.