Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kampus


Sedangkan Cheril sebelum meninggalkan Rumah Sakit, ia mampir lagi ke kasih Rumah Sakit. Besok pikirnya Ibu Elvano pasti sudah diperbolehkan pulang. Ia sangat yakin kali ini karena bahkan Sandi tadi juga bilang begitu. Jadi ia mau menyelesaikan semua administrasi ibu Elvano.


Cheril menanyakan perkiraan keseluruhan biaya perawatan ibu Elvano sampai keesokan paginya. Mengingat waktu itu ia juga sudah pernah meninggalkan uang deposit sebelumnya, ia ingin memastikan sekali lagi, apakah deposit itu cukup atau tidak. Dan ternyata memang sudah sangat menipis, mungkin bisa jadi cukup tapi bisa juga kurang. Akhirnya Cheril kembali meninggalkan sejumlah uang yang sengaja ia lebihkan dengan berpesan jika ada kelebihan maka pihak Rumah Sakit bisa mengembalikan kepada Elvano.


Setelah itu Cheril pun kembali ke rumahnya.


Sesampainya di rumah, ibu Cheril sedang tidak ada di rumah, jadi ia tidak disidang oleh ibunya perihal laki-laki yang mengantarnya pulang semalam.


Sedangkan ayahnya juga tidak terlihat, mungkin sedang ada acara dengan rekan bisnisnya, karena Cheril sempat menanyakan ke Bibi Jum, dan Bibi Jum menjawab Tuan tadi pergi setelah mendapat telepon.


Cheril akhirnya kembali ke kamar.


Ia menghabiskan hari itu dengan bermalas-malasan di kamarnya seperti biasa.


Hingga menjelang malam Cheril hanya turun untuk makan malam setelah itu ia naik lagi ke lantai 2 menuju kamar.


Cheril memilih makan malam pada hari itu karena ia tidak makan siang.


Sedangkan ibu Cheril baru kembali ke rumah pada pukul 8 malam. Ayah Cheril bahkan belum terlihat menampakkan dirinya.


Begitulah dengan keluarga Cheril, mereka lebih sibuk dengan diri mereka masing-masing.


mungkin inilah alasannya kenapa Cheril merasa sangat nyaman dengan ibu Elvano.


Tiba-tiba Cheril jadi teringat dengan ibu Elvano.


Malam itu Cheril memang tidak ada rencana hendak ke Rumah Sakit. Lagian dia berpikir ibu Elvano juga sudah baikan. Makanya ia berpikir tidak perlu mengunjungi nya lagi. Lebih baik membiarkan ibu Elvano beristirahat lebih banyak.


Sedangkan di Rumah Sakit, Ibu Elvano juga sedikit merindukan kehadiran Cheril, setidaknya ada yang menemani nya mengobrol. Ya, Anak gadis memang lebih bisa menghibur daripada seorang anak laki-laki. Yang ada juga Elvano hanya bisa memberikan perhatiannya saja, tidak seperti Cheril bisa mengajak ibu mengobrol tentang banyak hal.


Malam itu pun kedua orang yang tidak ada ikatan apa-apa itu malah saling merindukan satu sama lain.


**********


Keesokan pagi


Cheril yang sudah memasang alarm di hapenya bangun cukup pagi, karena ia harus kuliah hari ini.


Tepat pukul 5 pagi, alarm ponsel sudah berbunyi, Cheril segera bersiap-siap karena ia ada jam kuliah pukul 7 pagi hari ini.


Tepat pada jam 6 pagi, ia sudah rapi dengan dandanan tipis di wajahnya. Pagi itu ia mengenakan pakaian yang sangat sopan seperti biasa nya. Cheril memang tidak pernah tampil dengan pakaian sexy seperti gadis kebanyakan, ia lebih suka berpenampilan sopan dan rapi.


Sekalipun begitu ia tetap terlihat cantik. Tubuhnya yang bak model juga selalu mendukung penampilannya. Pakaian apapun yang ia kenakan selalu cocok untuk dirinya.


Dan pagi itu Cheril memilih sarapan di kampus, karena masih terlalu pagi untuk sarapan di rumah. Ia tidak biasa makan sepagi itu.


Namun sebelum ia berangkat ke kampus ia sempatkan diri untuk meneguk 1 gelas susu hangat yang sudah disediakan oleh Bibi Jum untuk nya di meja makan.


Cheril berangkat ke kampusnya dari rumah tepatnya jam 6.10.


Sementara pada saat ia berangkat, ibu dan ayahnya belum terlihat di meja makan mau pun ruang santai. Sepertinya mereka masih terlelap.


Dan perjalanan menuju kampus memakan waktu 30 menit.


Setibanya ia di kampus, Cheril masih bisa sedikit santai sebab pelajaran pertama baru akan dimulai 20 menit lagi.


Cheril memilih kursi di taman kampus untuk ia bersantai sejenak.


Baru saja ia duduk tiba-tiba ada yang mengejutkan Cheril dari belakang.


"Rilll .... " Tania memanggil Cheril dan menepuk pundak nya dari belakang.


Eh, Tania .. " Jawab Cheril sedikit kaget lalu langsung membalikkan badan.


Tania kemudian melangkah dan duduk di samping Cheril.


Tania adalah salah satu sahabat terdekat Cheril, sekaligus 1 ruang dengannya. Dan masih ada satu lagi sahabat mereka namanya Nikita.


"Tumben kamu pagi sekali hari ini Ril?"


Tania memulai pembicaraan


"Biasa saja kali Nia, aku kan memang selalu datang pagi Tania sayang ... " Jawab Cheril membela diri


"Masa sih? Bukannya kamu ratu telat ya?" Hahahaha


Ucap Tania sambil tertawa mengejek sahabatnya itu.


"Iiihhhhh ... Jangan kenceng-kenceng juga kali Nia ... "


Mereka pun tertawa bersama


Cheril memang mendapat julukan si ratu telat oleh kedua sahabatnya itu, karena Cheril memang selama ini sering sekali telat. Ya tidak bisa dikatakan telat-telat amat sih. Setidaknya Cheril selalu tiba di kampus pada saat pelajaran belum dimulai dan bahkan ia terlalu sering berlarian mendahului dosennya yang baru melangkah dari kejauhan menuju kelas. Hehehehe


Tidak lama kemudian datanglah sih ratu heboh, Nikita.


"Cheril, Tania .... "


Nikita berteriak dari kejauhan


Mereka langsung melemparkan pandangannya ke arah Nikita secara bersamaan.


"Kalian kok tega sih bermesraan tanpa aku?" Protes Nikita sambil memasang wajahnya yang manyun.


"Ih ... Apa-apaan sih Niki ... Gemes tau ga sih dengan pipi chubymu ini, apalagi dengan ekspresi seperti ini ... " Tanggap Tania sambil mencubit pipi Nikita dengan gemes yang saat itu sudah jongkok di hadapan mereka berdua.


"Mmmm ... Taniaaaaa .... Pipi aku bisa rusak tau .... " Teriak Nikita


Hahahaha


Tania tertawa lepas melihat Nikita yang sedang membela diri.


"Ya siapa suruh punya pipi ngegemesin seperti ini?" Tania semakin mengejek sahabatnya itu


"Biarin ... Tapi kamu suka kan? Ayok ngaku!" Ujar Nikita meminta pengakuan Tania


"Ih apaan ... Kagaaakkk!" Jawab Tania tegas


"Buktinya kamu masih pegang-pegang!" Nikita membela diri.


Tania langsung melepaskan tangannya dari pipi Nikita.


Mereka pun tertawa lagi bersamaan


Hahahaha


Sedangkan Cheril hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kedua sahabatnya itu. Begitulah dengan kedua sahabatnya ini setiap hari. Selalu bertengkar mesra jika bertemu.


"Ih .... Nikiiii ... Apa-apaan sih?" Teriak Tania tiba-tiba.


"Kamu tuh terlalu chuby tau ga sih? Ga muat ah ... " Lanjut Tania berbicara dengan nada keras, membuat orang yang lewat di depan mereka pun tertawa kecil melihat tingkah kedua orang itu.


Nikita masih berusaha memaksakan diri untuk duduk di tengah-tengah mereka yang jelas-jelas kursi itu memang hanya muat untuk diduduki 2 orang saja.


Ia memang sengaja ingin mengejek Tania, karena ia tau Tania pasti akan murka, berbeda dengan Cheril yang selalu bersikap tenang.


Masih dalam posisi berebutan tempat duduk, datanglah idola kampus lewat di depan mereka.


Kedua sahabat Cheril itu langsung terdiam dan menatap ke arah Sang Idola kampus dengan mata tak berkedip.


"Ganteng nya .... " Ucap mereka di dalam hati bersamaan.


Sedangkan Cheril ya seperti biasa, Ekspresinya biasa saja. Ia sama sekali tidak tertarik dengan pangeran tampan itu.


Laki-laki itu tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat di hadapan Cheril. Laki-laki ini memang sedikit mengagumi Cheril yang tidak pernah merasa terusik dengan ketampanannya, padahal semua wanita di kampus ini sangat antusias ketika ia lewat seperti kedua sahabat Cheril itu.


"Hai cewek manis .... " Erik Sang idola kampus menyapa Cheril sambil memegang dagu Cheril.


"Lepaskan tangan mu!"


Cheril menepis tangan Erik yang sedang berada di dagunya dengan kasar.


Sifat Erik yang seperti inilah yang membuat Cheril semakin tidak suka dengan laki-laki itu.


Sedangkan kedua sahabat Cheril sudah semakin gemas dengan tingkah Erik yang sedang menggoda Cheril.


Kemudian dengan sigap Cheril langsung berdiri dan menarik tangan Tania dan Nikita yang berada di samping kiri kanannya dengan kedua tangannya.


"Ayo kita pergi dari sini!" Ucap Cheril sambil menarik tangan kedua sahabatnya yang masih belum melepaskan pandangan mereka terhadap Erik. Mereka bahkan memutar kepala mereka ke arah belakang ketika ditarik Cheril pergi.


Mereka masih ingin melihat wajah tampan yang mereka puja-puja itu.


Ciiiiih


Cheril malah merasa jijik dengan sikap kedua sahabatnya itu.