Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 247


Elvano mengerjapkan matanya beberapa kali. Dia baru saja bangun dari tidur panjangnya yang sudah ia habiskan selama 3 hari lamanya.


Saat mata itu terbuka utuh, Elvano mengedarkan pandangan ke seluruh sudut ruangan tempat dimana ia berada saat ini. Sebuah tempat asing, tapi juga begitu familliar.


"Dimana ini?" Gumamnya pelan di dalam kebingunan,


Pada saat yang bersamaan seorang wanita muda memasuki ruangan. Dan mata Elvano pun sontak tertuju ke arah pintu yang berbunyi.


"Kamu siapa?"


Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja dari mulutnya.


Rasa penasaran yang tak terbendunglah yang menuntut laki-laki gagah ini melemparkan pertanyaan itu.


"Eh, Tuan sudah bangun?"


Elvano kemudian mencoba menegakkan kembali tubuhnya. Namun ada sesuatu sensasi yang ia rasakan pada dada sebelah kirinya. Sensasi sakit yang luar biasa.


Dan tentu wanita muda tadi kaget melihat hal ini. Dia segera berlarian kecil menuju ke arah Elvano lalu juga sambil bersuara dari kejauhan.


"Lebih baik Tuan jangan bergerak dulu. Keadaan Tuan masih sangat lemah. Apalagi sudah 3 hari terbaring di sana. Pasti akan terjadi ketidakseimbangan pada tubuh Tuan." Gadis itu menjelaskan sambil terteriak pelan.


"3 hari? Jadi aku sudah tertidur di tempat ini selama 3 hari? Apa yang telah terjadi sebenarnya?" tanya Elvano mengerutkan dahi.


Saat itu wanita muda itu sudah berada di dekat Elvano. Dia sedang membantu Elvano berbaring kembali.


"Iya Tuan. 3 hari yang lalu Tuan dibawa oleh kak Gemilang menuju ke sini dalam keadaan tak sadarkan diri ....


Lalu pikiran Elvano pun mulai berkelana. Perlahan ia mencoba mengingat-ngingat apa yang sudah terjadi 3 hari yang lalu.


Flashback on


3 hari yang lalu adalah hari dimana orang berjubah putih datang menolong Elvano dan yang lainnya.


Suasana begitu mencekam saat itu.


Elvano, Niko, Valen dan ketiga pengawal khususnya berjalan mengikuti langkah 2 orang yang menuntun mereka keluar dari sana. Baru sekitar 50 langkah mereka berjalan, Terlihat kobaran api cukup besar menyala pada ruangan yang digunakan untuk menahan mereka tadi.


"Eh, ada yang terbakar di sana, apa tempat itu merupakan ruangan yang digunakan untuk menahan mereka ini?"


Salah satu dari orang berjubah putih itu melempar pertanyaan saat ia tanpa sengaja melirik ke arah belakang dan melihat kobaran api.


Mereka semua yang ada bersama orang itu pun ikut membalikkan tubuh mereka melihat ke belakang. Dan sepertinya mereka sependapat dengan laki-laki itu.


Kobaran api yang sedang menyurut memang seperti berasal dari titik tersebut. Dimana sebuah ruangan yang memang letaknya terpisah dan satu-satunya di markas Blood team. Mungkin inilah fungsinya. Ruangan tahanan tersebut sengaja dibangun terpisah dan sedikit menjauh supaya bisa dibakar jika mereka hendak melenyapkan orang yang mereka tahan di tempat itu. Kenyataannya memang hal inilah yang terjadi. Entah sudah berapa kali tempat itu dibakar, diledakkan, dan setelah itu dibangun kembali. Entah sudah berapa banyak korban yang berhasil mereka lenyapkan di sana. Sesuai dengan apa yang dikatakan orang-orang selama ini, Blood team memang terkenal akan kekejamannya. Dan memang itulah adanya.


"Iya. Itu memang ruangan yang mereka gunakan untuk mengurung kita tadi. Dan pemandangan seperti ini sudah terjadi sejak puluhan tahun lamanya," timpal Jack.


Kedua orang berjubah putih itu saling memandang untuk sesaat. Kemudian salah satu dari mereka yang lainnya melemparkan pertanyaan.


"Bagaimana anda bisa mengetahui sedetail itu?" Salah satu dari mereka melempar pertanyaan.


Tentu saja mereka berdua merasa heran. Sebab yang mereka tahu Blood team teramat pintar dalam menjaga rahasia strategi mereka. Hingga hari ini, tak ada seorang pun yang tahu tentang mereka. Bahkan tentang keberadaan markas tersebut. Kedua orang ini saja yang tinggal cukup dekat dengan bukit Delima baru hari ini mengetahui tentang keberadaan markas tersebut.


"Hei, bagaimana dengan orang yang menolong kita tadi?"


Belum sempat Jack memberikan jawaban atas pertanyaan tadi, Elvano lebih dulu bersuara yang pada akhirnya malah berhasil mengalihkan topik pembicaraan yang ada.


"Tenang saja Tuan. Sebentar lagi Kak Gemilang juga akan kembali. Tidak perlu mengkhawatirkan dia. Lebih baik ayo kita segera keluar dari ini!"


Dan benar saja, saat mereka tiba di depan pintu keluar markas, mereka semua telah dihadang oleh segerombolan pengawal yang sedang bersiaga di sana.


Dengan sangat terpaksa langkah pun harus terhenti.


"Bagaimana sekarang? Mereka bersenjata," ucap Zum panik.


"Tenanglah, kita lawan bersama." Rein memberi ide sambil melirik ke arah yang lainnya. Dan mereka semua mengangguk setuju.


Kemudian terjadilah baku hantam antara penembakan, adu senjata tajam dan kungfu. Sebuah pertunjukan yang bisa dikatakan semakin menegangkan. Yang turun tangan melawan para pengawal itu adalah ketiga pengawal khusus Elvano dan 2 orang berjubah putih itu. Sementara Niko tidak ikut bertarung karena selain ilmu beladirinya yang kurang memadai, dia juga lebih diprioritaskan untuk menjaga keselamatan Valen dan Elvano.


Pertarungan sengit terjadi di depan mereka bertiga. Kombinasi suara yang terdengar dari mulut kelima teman mereka juga dari suara senjata pihak lawan begitu mendominasi.


Satu-satunya orang yang sangat ketakutan adalah Valen. Apalagi pada saat Zum tertembak di area kakinya.Valen berteriak histeris kemudian pingsan tak sadarkan diri. Tentu saja suasana pun menjadi semakin panik dan mencekam.


Elvano dan Niko menjadi sangat kebingungan harus menolong yang mana.


Dan pada akhirnya Elvano pun meminta Niko mengurusi Zum, dan dirinya yang mengurus Valen.


Namun apa yang terjadi sungguh diluar dugaan. Ternyata, penyebab pingsannya Valen bukan hanya sekedar terkejut belaka, melainkan racun pada tubuh gadis itu yang mulai bekerja. Dan tentu saja Elvano mengetahui ini. Valen harus segera mendapat pertolongan. Pikiran inilah yang mendominasi otak Elvano saat itu.


Pria gagah ini kemudian bangkit bagaikan raja singa yang mendapatkan kekuatan baru. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama lagi. Musuh-musuh itu harus dikalahkan saat itu juga demi keselamatan Valen.


Semua teman-teman mereka begitu kaget sewaktu mendapatkan kenyataan laki-laki perkasa ini maju dengan gagah berani memasuki area pertarungan. Tentu saja mereka sangat terkejut. Pasalnya keadaan Elvano tidak begitu baik untuk mengikuti pertarungan ini.


"Tuan, biarkan kami yang melawan mereka. Nanti luka Tuan semakin parah," komentar Rein.


Namun apa yang terjadi? Elvano tak menjawab Rein. Matanya menyala-nyala bagai api. Ekspresi wajahnya bagaikan iblis begitu menyeramkan. Langkah Elvano sudah tak terhentikan lagi. Sekali maju, tak akan ada satu orang pun yang mampu membuat ia melangkah mundur. Demikianlah laki-laki yang merupakan suami dari Cheril beraksi.


Satu per satu tembakan yang terlepas dihindari dengan gerakan indah, dan satu per satu senjata yang ada di tangan lawannya juga dijatuhkan dengan sempurna.


Setelahnya pemilik-pemilik senjata itu juga satu per satu bertumbangan begitu saja.


Mereka yang menyaksikan begitu terkejut. Ternyata orang-orang banyak itu bertumbangan hanya dengan kemampuan Elvano seorang.


Padahal sejak tadi kelima orang yang terlibat ke dalam pertarungan begitu kesusahan dalam menghadapi lawan mereka.


Namun itu sama sekali tak berlaku bagi seorang Elvano.


Dia terlalu santai dalam hal ini.


Dalam sejejap Elvano berhasil menumbangkan semua pengawal yang menghadang jalan mereka.


Dan sayangnya, usai melakukan itu, dirinya juga ikut tumbang begitu saja. Walau sehebat apapun dirnya, tubuh itu tetaplah lemah. Elvano telah menghabiskan terlalu banyak tenaga. Tak hanya tenaga, darah yang mengalir melalui dari bekas luka tembak itu juga menambah kelemahan Elvano.


"TUAN!" teriak Rein dan Jack secara bersamaan.


Mereka berdua segera menghampiri Elvano.


Keadaan menjadi semakin menegangkan. Sebab ada 3 orang yang terluka cukup parah saat ini. Bahkan 2 orang di antaranya tak sadarkan diri. Sementara kondisi yang lainnya juga tidak begitu baik. Mereka juga mengalami beberapa luka gores akibat terkena senjata tajam dari pihak musuh saat bertarung tadi.


Beruntung, pada saat mereka sedang sangat kebingungan, tenaga tambahan akhirnya tiba. Orang berjubah putih di atas loteng tadi kembali berkumpul dengan mereka. Tentu saja pria itu datang bersama Dirly. Dan terlihat jelas ketiga pengawal Elvano beserta Niko memandang sinis ke arah laki-laki sial*n itu.


Pria yang menyebabkan tragedi tragis ini terjadi. Itupun masih beruntung tidak ada korban yang berjatuhan.


Flashback off