Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 125


Para Dokter dan perawat yang masih berada diluar ruangan ICU juga sudah sangat panik ketika melihat lampu ruangan ICU itu menyala. Sebelum Niko membuka pintu untuk memanggil Dokter, Tim medis itu sudah lebih dulu masuk kedalam ruangan.


"Dokter .... Tolong Cheril Dokter! Selamatkan dia!" Ucap Elvano ketika melihat tim medis berada di ruangan itu


"Baik Tuan Muda, kami akan melakukan yang terbaik yang kami bisa! Kami juga meminta Tuan Muda bantu doakan kami!" Jawab salah satu Dokter yang ada di sana. Hanya kalimat itulah yang dapat ia ucapkan walaupun dia sendiri sudah tidak yakin Cheril akan selamat. Namun mungkin masih ada mukjizat yang akan terjadi. Pikir Dokter itu.


Sementara Elvano hanya bisa mengangguk pelan sambil mulutnya komat-kamit mengucap doa sesuai dengan apa yang diminta oleh Sang Dokter.


Sementara mesin yang merekam detak jantung Cheril juga sudah menunjukkan detak jantung Cheril yang sangat lemah. Garis yang tertera pada layar mesin itu sudah hampir rata tak bergelombang.


Sesaat kemudian garis pada layar mesin itu memang benar-benar rata yang menimbulkan bunyi yang sangat keras.


Tiiiiiiiiiiiit !


Dan seisi ruangan menjadi sangat ricuh. Tak hanya suara Elvano yang berteriak panik, para tim medis pun ikut panik.


"Ambilkan alat pemacu jantung itu!" Teriak Dokter senior pada perawat yang ada disana.


Dan salah satu perawat itu pun segera mengambilkan alat tersebut untuk nya.


Setelah mendapatkan alat itu ia segera meletakkannya di dada Cheril dan mengangkatnya kembali. Hal itu dilakukannya berulang kali untuk memacu detak jantung Cheril yang sudah hilang supaya kembali berdetak. Namun sayangnya tidak ada perkembangan yang terlalu signifikan. Detak jantung Cheril hanya kembali sesaat saja, belum 3 detik sudah menghilang kembali. Dan terus seperti itu.


Pada akhirnya Dokter itupun sudah angkat tangan.


Ia memberikan kode kepada rekan-rekannya bahwa ia sudah tak mampu menolong Cheril.


Tentu saja Elvano bisa mengerti bahasa isyarat yang ditunjukkan oleh Dokter itu. Seketika ia pun kembali naik pitam.


"Anda tidak boleh menyerah Dokter .... SELAMATKAN ISTRI SAYA!" Teriak Elvano dan kembali menarik pakaian Dokter itu.


Karena Elvano yang masih memaksa, akhirnya Dokter itupun tidak memiliki pilihan lain selain kembali meraih alat pemacu jantung yang sudah diletakkannya itu. Lalu kembali mencoba memberikan pertolongan pada Cheril sekali lagi.


Pada saat yang bersamaan, Elvano juga mendekatkan wajahnya ke arah Cheril. Lalu berbisik di dekat telinganya bermaksud memberinya semangat.


"Cheril sayang, dengarkan aku, kamu harus segera bangun .... Kamu pasti bisa sayang!"


"Aku mohon padamu! Jangan tinggalkan aku sendiri disini. Aku juga tidak ingin hidup lagi jika kamu pergi sekarang. Aku akan menyusul mu sayang!" Ucap Elvano sambil mengusap pipi Cheril penuh kasih sayang.


Lalu ia kembali beranjak dan mengecup b*b*r Cheril dengan lembut di depan semua orang yang ada di sana. Mereka yang menyaksikan hal itu bukannya merasa hal tersebut memalukan, namun malah merasa hal itu sangat menyedihkan. Sebagian dari mereka bahkan sudah ada yang matanya mulai berkaca-kaca.


Dan sesaat kemudian detak jantung Cheril tiba-tiba kembali berdetak. Tidak hanya berdetak, tapi malah berdetak dengan sangat beraturan. Terdengar jelas dari suara mesin yang terpasang.


Para tim medis pun merasa sangat heran melihat kejadian yang bisa dikatakan ajaib itu.


Sekaligus juga merasa senang, akhirnya Cheril bisa melewati masa kritis nya yang sangat menegangkan.


Fiuuuuuh


Semuanya bisa bernafas lega saat ini.


Termasuk kalian juga kan Readers? Hehe


Author juga kok. Sejak tadi rasanya sangat menegangkan. Awalnya saya hanya akan up 3 episode, tapi karna tak tega melihat Cheril yang masih kritis serta Elvano yang sangat sedih serta panik, saya putuskan untuk melanjutkan kembali up satu episode lagi.😆


------------ Kembali pada cerita ~


Jika tim medis juga Niko merasa sangat senang, lebih-lebih Elvano. Ia malah sudah ingin melompat kegirangan.


Ia sudah memeluk tubuh Cheril saat itu. Dan kembali memberikan kecupan lembut diseluruh wajah Cheril. Terakhir ia memberikan kecupan lembut di telapak tangannya.


"Terimakasih sayang, kamu sudah mau kembali untukku! Terimakasih kamu sudah mau berjuang! Aku mencintaimu Cheril ... Lebih dari apapun!" Ucap Elvano masih memegang tangan Cheril lembut setelah kecupan yang ia berikan.


Setelah itu ia juga kembali beranjak dari tempat duduk nya kemudian melangkah mendekati para tim medis yang masih berada di ruangan itu.


"Dokter .... Terimakasih juga karena anda dan rekan-rekan lainnya sudah mau mendengarkan saya. Terimakasih untuk pertolongan yang telah kalian berikan untuk istri saya!" Ucap Elvano lalu menundukan tubuhnya dihadapan para tim medis.


"Eh ....


Tentu saja mereka semua merasa tidak enak melihat Tuan Muda mereka melakukan hal itu terhadap mereka. Dokter senior tadi pun bersuara.


"Jangan begini Tuan Muda, Ini sudah menjadi kewajiban kami. Dan bukan kami yang menyelamatkan istri Tuan Muda, justru Tuan Muda sendiri lah yang telah menyelamatkan Istri Tuan Muda sendiri!" Ucap Dokter Senior itu.


"Istri Tuan Muda juga pasti sangat mencintai Tuan Muda, sehingga ia segera kembali ketika Tuan Muda berkata akan menyusul nya." Tambah salah satu perawat yang memang mendengar jelas apa yang diucapkan oleh Elvano tadi.


"Iya Tuan Muda, saya lihat Tuan Muda juga sangat mencintai Nona Muda, jadi karena cinta kalian lah Nona Muda selamat!" Sambung perawat lainnya.


Akhirnya suasana yang menegangkan tadi sudah berubah menjadi suasana yang penuh haru dengan ungkapan hati yang diutarakan oleh para tim medis pada Elvano.


Sementara Niko, ia hanya tersenyum kecil menyaksikan semua itu. Dia juga ikut senang, Cheril akhirnya bisa melewati masa kritis itu.


Sesaat setelahnya salah satu Dokter kembali maju ke arah tempat tidur Cheril untuk memastikan sekali lagi kondisi Cheril saat ini.


Dokter itu lalu mengeluarkan stateskop yang berada dikantongnya untuk memeriksa Cheril, ia ingin memastikan sekali lagi bahwa kondisi Cheril memang baik-baik saja sebelum dirinya beserta tim medis lainnya benar-benar meninggalkan ruangan itu.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Sang Dokter terlihat tersenyum puas. Ia sudah sangat yakin saat ini, kondisi Cheril memang sudah semakin membaik. Detak jantungnya juga sudah berdetak dengan sangat beraturan. Selain itu, nafasnya juga sudah kembali normal. Ventilator yang terpasang pun sudah boleh dicabut.


"Sus, lepaskan saja ventilator itu supaya pasien bisa lebih nyaman." Perintah Dokter itu pada salah satu perawat ketika ia sudah sangat yakin Cheril sudah tidak memerlukan alat itu lagi.


"Apa tidak terlalu cepat Dok melepas alat itu?" Tanya Elvano karena merasa takut jika alat itu dicabut kondisi Cheril malah kembali memburuk.


"Tidak apa-apa Tuan Muda. Alat itu fungsinya hanya untuk melancarkan pernafasan yang terganggu. Dan saat ini Nona Muda sudah bisa bernafas dengan sangat baik, jadi alat itu sudah tidak dibutuhkan lagi." Jawab Dokter sambil tersenyum.


"Begitu ya Dok .... Syukurlah!" Ucap Elvano singkat. Dari wajahnya ia juga tampak sangat senang mendengar pernyataan Sang Dokter.


"Tuan Muda, sekarang kami permisi dulu ! Jika ada perlu apa-apa silahkan panggil kami !" Ucap Dokter itu lagi sembari pamit dan memberi kode pada rekannya yang lain untuk segera meninggalkan ruangan itu.


Mereka memang tidak meminta Elvano untuk keluar dari ruangan ICU itu, lagian Cheril sudah melewat masa kritisnya, jadi mereka memperbolehkan Elvano untuk tetap tinggal disana supaya bisa menemani Cheril.


Sesaat setelah tim medis itu pergi, Elvano juga memberikan perintah supaya Niko juga segera pulang. Karna hari yang sudah semakin larut.


Dan kali ini Niko sudah langsung menuruti perintah yang diberikan oleh Elvano. Ntah kenapa ia malah merasa jika dirinya terus disana, justru akan menggangu malam pertama pasangan ini.


Ada-ada saja ya pemikiran Niko. Apa bisa disebut malam pertama jika Cheril malah harus terbaring tak berdaya diatas tempat tidur ruang ICU sementara Elvano hanya bisa menunggu nya di tempat tidur lainnya yang juga terdapat diruangan itu. Atau mungkin ia justru akan duduk disamping Cheril lalu tertidur disana hingga pagi.