Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Pertarungan antar Dirly dan Elvano


~Back to real story~


Jika Niko dan Valen ikut kaget saat melihat Elvano melakukan aksi melepaskan diri tadi, Dirly malah kebalikannya. Dia sama sekali tak merasa heran Elvano dapat melakukan itu semua. Sebab ia sangat tahu siapa Elvano sesungguhnya.


Dia justru heran kenapa laki-laki yang ada di hadapannya saat ini tidak melakukan itu sejak awal.


Dirly tersenyum kecut saat mendapatkan pertanyaan dari Elvano. Dirly tahu, tanpa dia jawab pun Elvano pasti sudah tahu apa yang sudah ia lakukan terhadap Valen karena ucapan Valen tadi sudah menjawab semuanya.


"Baiklah, jika kamu sangat ingin mendengar dari mulutku, akan aku katakan padamu. Kau tahu? Aku sudah merebut semuanya dari adikmu itu. Aku sudah berhasil menanamkan benih di sana. Tapi kau tenang saja, jika dia tidak meninggal karena racun itu, aku pasti akan bertanggung jawab atas semua itu."


BUG!


Satu pukulan keras dari tangan Elvano membuat Dirly jatuh tersungkur. Darah segar mengalir dari sudut bibir dan hidung Dirly.


Dan Dirly masih bisa memperlihatkan senyuman sinis itu dari sudut bibirnya.


Sekalipun dipukuli oleh Elvano, Dirly belum berpikir untuk melawan. Dirly malah sepertinya senang saat mendapati wajah kesal Elvano yang sudah merah padam saat itu.


Sedangkan Valen, Niko dan yang lainnya sedikit tersentak saat mendengar kata racun yang diucapkan oleh Dirly tadi.


Jadi obat yang diberikan oleh Dirly waktu itu adalah racun?


Batin Niko saat itu.


Sementara Valen masih belum paham betul. Namun perlahan ia bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi padanya di Food Court waktu itu. Mungkin pikirnya racun yang dimaksudkan oleh Dirly adalah obat itu. Obat yang berhasil membuat dirinya tak sadarkan diri.


Dirly kemudian menggerak-gerakkan otot-otot wajahnya sebelum dia kembali bangkit.


Lalu setelah itu, Dirly pun berusaha bangkit. Dan Elvano seperti tidak membiarkan Dirly melakukan hal tersebut. Elvano sudah kembali melayangkan satu pukulan ke arah Dirly. Namun ternyata pukulan tersebut berhasil ditahan oleh laki-laki itu. Kali ini dia tidak membiarkan dirinya dipukuli Elvano lagi.


Dirly melakukan perlawanan. Dan terjadilah pertarungan di antara mereka. Pertarungan yang teramat seru nan menegangkan. Elvano dan Dirly sangat sebanding. Kungfu mereka sama-sama hebat. Dan kebanyakan jurus yang mereka keluarkan memang sama. Semua gerakan yang mereka keluarkan seolah-olah mereka berdua terlihat sedang menari-nari dalam satu irama yang sama mengikuti alunan musik yang ada. Begitu senada. Seolah-olah mereka bukan sedang bertarung, jauh lebih mirip dengan dua orang yang sedang belajar kungfu saja.


Bagaimana tidak? Mereka memang berasal dari guru yang sama. Kungfu yang diturunkan oleh guru mereka pun sama terhadap satu sama lain. Ketiga pengawal Elvano yang mengerti persoalan kungfu pun terpanah seketika. Ketiga orang ini terlihat seperti orang yang sedikit mendapatkan kejutan.


"Bagaimana bisa? Kenapa kungfu kedua orang ini bisa sama persis seperti itu? Kecuali mereka memang satu perguruan."


Demikianlah batin mereka saat itu.


Pertarungan di antara mereka berlangsung cukup lama. Menghabiskan waktu sekitar 1 jam barulah pertarungan itu berhenti. Itupun bukan karena ada yang kalah di antara mereka, melainkan karena kelelahan.


"Mana jurus rahasiamu itu? Kenapa tidak kau keluarkan? Apa kau takut aku diam-diam mempelajarinya?"


Pertanyaan Dirly seakan kembali mengejutkan ketiga pengawal khusus itu dan sekaligus menjawab rasa penasaran mereka.


Apalagi Valen? Gadis polos itu sungguh tak mengerti apa yang sedang terjadi sebenarnya.


Hanya Niko yang terlihat biasa saja karena dia mengetahui semua rahasia itu.


Sekarang giliran Elvano yang memperlihatkan senyuman sinis dari sudut bibirnya sebelum menjawab Dirly.


"Entah harus berapa kali aku mengatakan ini padamu. Sampai kapan kamu akan merasa iri padaku?"


"Sudah ku katakan padamu Guru tak pernah pilih kasih terhadap kita. Tapi kenapa kau bed*bah ini masih saja menganggap Guru telah mewariskan ilmu tertingginya itu?" jelas Elvano kembali menjeda.


Dan penjelasan Elvano inipun berhasil mengurai semua benang kusut yang ada di dalam pikiran ketiga pengawal khusus itu. Mereka terlihat mengangguk-angguk pelan mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi.


Namun, Elvano tak terlihat baik kali ini. dia terlihat sangat lemah. Mungkin karena kelelahan dan terlalu banyak mengeluarkan darah dari luka tembak tadi.


Dan terlihat jelas, kelicikan Dirly saat itu yang langsung melayangkan sebuah tendangan maut ke arah Elvano. Tentu tendangan Dirly berhasil merobohkan The lion king itu dalam sekejap.


Valen tampak terkejut dan berteriak keras menyaksikan hal tersebut. Wanita ini segera berlarian memeluk tubuh kakaknya, juga melemparkan tatapan kilas ke arah Dirly penuh kebencian.


Niko juga ikut melakukan hal yang sama. Dia ikut menghampiri Elvano.


Ikatan Niko sudah terlepas sejak tadi yang dilepaskan oleh Jack sesaat sebelum Elvano dan Dirly memulai pertarungan tadi.


Melihat hal tersebut, ketiga pengawal khusus itu pun tak tinggal diam. Kini mereka bertigalah yang menjadi lawan Dirly.


Saat itu pintu ruangan terkunci dari dalam. Jadi pengawal Blood team tidak bisa memasuki ruang tahanan itu. Segerombol anak kunci yang melekat pada kedua pengawal yang dilumpuhkan oleh Elvano tadi telah turut dibawa masuk ke dalam ruangan tersebut oleh Elvano. Jadi Blood team saat ini benar-benar tidak memiliki kunci yang lain lagi. Pintu yang terbuat dari baja tersebut juga tidak mudah dihancurkan. Buktinya sedari tadi mereka mencoba menghancurkan tempat itu, tapi belum berhasil hingga saat ini.


Pertarungan kembali dimulai. Entahlah akan dimenangkan oleh siapa. Jika satu lawan satu sudah pasti Dirly yang akan menjadi pemenang. Namun jika 3 lawan satu, rasanya mereka masih bisa dikatakan seimbang. Sebab kungfu ketiga orang ini juga cukup tinggi.


Pertarungan mereka berlangsung sengit. Sejauh ini mereka telah menghabiskan waktu selama 30 menit di dalam sebuah pertandingan kungfu yang sangat indah. Kaki dan tangan mereka menari dengan indah. Sesekali jugaterdengar dari mereka ada yang meringis kesakitan karena terkena pukulan dari lawan. Namun sama sekali tidak menumbangkan satu sama lain. Hingga terdengar suara panggilan dari atas atap barulah pertarungan itu berhenti.


"Hei, kalian semua harus segera keluar dari sini. Jika tidak kalian semua akan mati konyol," ucap seseorang dari balik atap.


Seorang pria dengan berpakaian serba putih lengkap dengan penutup wajah berbicara pada mereka yang sekaligus menghentikan pertarunagn sengit 3 lawan 1 itu.


"Apa maksudmu Tuan?" tanya Rein.


"Saat ini tempat kalian sudah dikepung. Pemimpin Blood team sudah tahu mengenai pemilik peta itu sekarang. Mereka akan meledakkan ruangan ini beserta isinya karena merasa kalian semua tidak penting lagi untuk mereka."


Selain Valen, tentu saja mereka semua dapat memahami apa maksud dari perkataan laki-laki berjubah putih itu. Dan mereka pun mengerti dengan apa yang dikatakannya.


"Ayo cepat pergi dari sini!"


Rein kemudian membantu Valen dan Elvano lebih dulu. Setelah itu giliran Niko yang memanjat. Dan kemudian terakhir barulah mereka bertiga naik ke atas bersamaan. Namun sebelum melakukan itu, Satu tendangan keras mereka rencanakan terhadap Dirly.


BRUG!!


Tendangan yang mereka bertiga lakukan bersamaan berhasil membuat pria itu terkapar tak berdaya di sana.


Usai melakukan hal ini, mereka bertiga pun memanjat naik ke atas loteng.


"Tunggu! Kalian tidak bisa meninggalkan Dirly, Aku masih belum selesai dengan nya. Bawa dia juga!" titah Elvano mengejutkan mereka semua kecuali manusia berjubah putih itu.


"Ta-tapi Tuan ...,"


Rein seolah tak terima dengan keputusan Elvano. Begitupun dengan kedua temannya yang lain.


"Iya Tuan, lebih baik biarkan dia mati sendiri di sana," timpal Zum.


Mendapatkan perdebatan tersebut membuat Manusia berjubah putih itu bersuara.


"Sudahlah, kita tidak memiliki waktu lagi untuk berdebat di sini. Kalian jalan dulu, aku akan urus laki-laki itu." Pria itu berkata dengan nada tegas.


Lalu mereka pun mendengarkan laki-laki itu.


Ternyata di atas loteng masih ada 2 teman dari manusia berjubah putih yang menolong mereka. Kedua orang yang juga berpenampilan sama dengan pria tadi yang bertugas menuntun mereka keluar dari tempat Blood team. Tempat yang sangat berbahaya itu.