Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Extra part 3


Pagi menjelang, Cheril dan Elvano akan berjalan menelusuri sepanjang pantai. Menikmati indahnya matahari terbit, dan angin pantai yang bertiup sepoi-sepoi. Walau terasa sedikit dingin menusuk hingga tulang, tetap saja kedua insan ini tetap merasa hangat karena saling merangkul satu sama lain. Baginilah kegiatan mereka setiap paginya.


Elvano akan mengajak Cheril menikmati indahnya pagi hari. Tak hanya menelusuri sepanjang pantai, tapi juga sepanjang desa. Dan seperti waktu bulan madu mereka waktu itu, mereka juga sangat sering mampir di kebun kopi.


Kini Cheril juga sudah tahu mengenai kenyataan ini. Kebun kopi yang terletak di pertengahan desa juga tak luput dari bantuan


Elvano. Pemiliknya tak lain adalah Elvano sendiri. Namun tentu saja hasil dari kebun kopi ini sendiri Elvano juga menyerahkan seluruhnya untuk pembangunan desa ini. Desa semut merah yang dulunya hanya merupakan sebuah desa terpencil minim akan segala fasilitas sekarang telah berubah total.


Bahkan di desa sekecil ini, terdapat sebuah rumah sakit dengan tahap internasional. Jika bukan karena Elvano, desa tersebut tidak mungkin bisa menjadi seperti sekarang ini.


Maka dari itulah, masyarakat setempat sangat menghormati seorang Elvano. Tak hanya Elvano, mereka bersikap sangat baik terhadap keluarga kecil hinggal keluarga besar Elvano. Keluarga Setiono kini juga terknal di mata warga desa ini. Jika saja ada orang yang ingin menjatuhkan atau mencelakai keluarga Setiono, mereka telah menyatakan diri siap membela baik hidup maupun mati mereka. Sungguh sebuah ungkapan yang teramat mengharukan bagi keluarga Setiono mendengar ungkapan mereka yang begitu tulus.


Tiap-tiap hari, selalu ada warga desa yang mendatangi rumah mewah mereka. Membawakan makanan, hasil kebun, hasil prakarya, dan apa saja yang mereka hasilkan untuk Cheril dan Elvano nikmati. Mereka semua bersikap sangat baik dan penuh perhatian. Cheril begitu terharu dengan semua itu.


Cheril POV


~ Merupakan kebahagiaan terbesar bagiku dapat menikahi seorang Elvano Setiono.


Dia begitu sempurna di dalam dunia ini.


Tak pernah ku sangka ada seorang pria yang sesempurna ini. Baik, perhatian, penuh dengan kasih, hebat dalam segala hal, apalagi yang kurang? Nothing.


Apa aku salah jika mengatakan dia adalah seorang pangeran dari dunia dongeng yang Tuhan kirimkan untukku? Ya, bagiku Elvano Setiono, suamiku tercinta adalah seorang pangeran yang sangat sempurna. Dialah sang raja di dalam hidupku. Menjadikan hidupku sempurna bak seorang putri dongeng.


Masih ingatkah kalian dengan Manager Mall Z yang sangat sombong ini? Yang waktu itu pernah mengerjai Vanoku dengan mendatangkan seorang wanita yang mengaku hamil anak Vano? Ya, aku begitu terkejut saat melihat dia berada di desa ini saat ini. Dia telah dipekerjakan oleh suamiku itu sebagai seorang Mandor di usaha barunya. Padahal sebelumnya, ku pikir orang itu akan berakhir membusuk di penjara. Ya, dialah suamiku, Elvano Setiono. Tak pernah terpikirkan olehku, dia selalu membalas kejahatan dengan kebaikan


Begitulah Elvano Setiono.


Mengenai Ibu Anita, beliau kini tinggal bersama kami. Vano tidak membiarkan Ibu Anita kembali lagi ke kota XX. Dia memaksa Ibu Anita tetap tinggal bersama kami. Di rumah baru kami yang sangat besar dan nyaman ini. Aku juga senang dengan keputusan Vano yang satu ini, setidaknya pada saat Vano pergi bekerja, aku tidak akan merasa kesepian. Dapat kulihat, kasih sayang Vano terhadap Ibu Anita, Ibu yang mengasuhnya sedari kecil, sangatlah besar. Vano menyayangi Ibu Antia seperti ia menyayangi Ibu kandungnya sendiri.


Pada saat weekend tiba, Flo dan Valen, serta Ayah William dan Ibu WInda, mereka akan datang menghampiri kami. Menginap di rumah kami yang memang masih cukup sekalipun ada 30 tamu lagi yang ingin menginap.


Tak kusangka, ternyata mereka juga baru tahu mengenai pantai ini. Desa semut merah yang tidak pernah mereka jamah sebelumnya, kini malah masuk ke dalam salah satu daftar wisata rutin mereka saat ini. Ibu dan Ayah Setiono juga sangat bangga pada Vano. Tak henti-hentinya mereka memnuji Vano di depanku. Rasa terima kasih yang besar juga tak henti-hentinya mereka ucapkan pada Ibu Anita. Karena mereka merasa Ibu Anita telah berhasil mendidik putra mereka hingga bertumbuh menjadi seorang lelaki tangguh, lelaki yang juga sangat baik prilakunya. Bahkan lebih daripada itu. DIa hebat di dalam segala hal.


Dan beginilah kisahku. Kisah yang berakhir sempurna. Sebuah kisah cinta yang indah. Kuharap, semua insan, semua wanita di dunia ini, semua orang yang membaca kisahku ini, juga dapat menemukan seorang pangeran terbaik di dalam hidupnya.


~ Jangan pernah menilai seseorang hanya dari luarnya saja. Sebab telah ku saksikan sendiri, kebaikan seseorang terkadang justru tersembunyi di balik keburukannya. Begitupun sebaliknya. Sangat banyak orang jahat yang bersembunyi di balik kebaikan yang ia tampilkan.


 


~ Cheril ~


 


Akhir kata, saya mau mengucapkan terima kasih banyak bagi kalian semua yang sudah membaca tulisan saya ini. Mohon maaf juga jika masih terdapat banyak sekali Puebi, typo, serta tanda baca yang kurang tepat.


See you all in the next season ....