Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Masa lalu 2


Pak Rangga dan Ibu Anita pergi sangat jauh dari rumah Tuan Besarnya


Mereka bahkan pindah ke kota lain, kota lain yang cukup jauh dari kota tempat tinggal Tuan besarnya.


Setelah itu Ibu Anita dan Pak Rangga memilih mengikat hubungan mereka dengan ikatan suci supaya tidak ada yang berprasangka buruk pada mereka. Mereka lalu mendaftarkan hubungan mereka dibagian Capil sebagai Suami Istri dan Elvano sebagai anak mereka.


Dengan uang 500 juta yang diberikan oleh Nyonya Besar, mereka kemudian membeli sebuah rumah yang bisa dikatakan lumayan besar walaupun masih jauh dari kata mewah, dan rumah itu adalah rumah yang ditempati oleh Ibu Anita dan Elvano sampai dengan saat ini.


Sisa dari pembelian rumah mereka gunakan semua nya untuk membuka sebuah toko bangunan.


Namun naasnya baru 1 minggu toko itu beroperasi toko mereka kebakaran dan semuanya habis terbakar.


Sejak saat itulah Pak Rangga harus bekerja serabutan, apa saja ia kerjakan demi menghidupi keluarga kecilnya.


Sebenarnya Pak Rangga bisa saja menjual kembali rumah yang sudah ia beli sebelumnya, mengingat rumah yang memang tidak bisa dikatakan mewah sih, tapi masih bisa dikatakan sangat besar jika hanya ditinggali mereka bertiga saja, dan hasil penjualannya bisa mereka gunakan untuk membeli rumah yang lebih kecil, sisanya pun bisa untuk keperluan lain seperti membuka usaha lain, namun itu tidak ia lakukan. Karna ia tidak tega melihat Elvano yang seharusnya hidup dalam kelimpahan itu malah harus tinggal di sebuah rumah yang kurang layak.


Pak Rangga pun akhirnya lebih rela bekerja lebih keras.


Pak Rangga dan Ibu Anita memang sangat setia pada majikan mereka, terbukti dari kasih sayang yang mereka berikan kepada Elvano kecil.


Ibu Anita dan Pak Rangga bahkan memutuskan mengabdikan diri mereka pada Elvano. Mereka tidak berniat untuk menambah keturunan sama sekali, semata-mata hidup mereka hanya untuk membesarkan Elvano saja karna mereka tidak mau jika mereka memiliki keturunan, kasih sayang mereka akan terbagi-bagi dan mereka sangat takut akan berlaku tidak adil terhadap Elvano.


Sebenarnya bukan tanpa ada alasan mereka begitu setia, itu semua karena mereka berdua juga sangat banyak berhutang budi terhadap Keluarga Setiono.


Pak Rangga sebelum masuk ke rumah besar keluarga Setiono, dulunya hanya tinggal di jalanan. Ia tidak sengaja bertemu dengan Kakeknya Elvano di sebuah mall yang melihat Pak Rangga saat itu sedang meminta makanan pada salah satu food court di mall itu. Kakek Elvano menghampiri nya dan menyuruh nya untuk duduk di salah satu meja food court itu serta membelikan makanan yang sangat banyak kepada Pak Rangga, kemudian menawarkan Pak Rangga untuk bekerja di rumahnya.


Demikian juga dengan Ibu Anita yang saat itu sudah menjadi yatim piatu. Ia bertemu Kakeknya Elvano ketika ia masih tinggal di sebuah panti asuhan. Ibu Anita sempat sakit keras waktu itu. Penyakit yang sama dengan penyakit jantung nya yang saat ini sedang kumat. Bahkan ia tidak menceritakan kepada Elvano mau pun Dokter waktu masih remaja ia pernah mengalami penyakit yang sama dengan saat ini.


Dengan alasan penyakitnyalah ia masuk ke dalam keluarga ini.. Kakek Elvano yang membawa nya ke rumah sakit, mengobati nya hingga ke luar negeri. Ketika Ibu Anita sudah sembuh, Ibu Anita pun diminta bekerja di rumah besar itu.


Termasuk juga semua karyawan yang bekerja untuk perusahaan Astra Investama Group. Selain dibayar dengan gaji yang tinggi, mereka juga sebagian besar adalah orang-orang yang pernah ditolong oleh Direktur Utama Perusahaan itu. Mungkin karna alasan itulah Perusahaan itu terus berkembang menjadi Perusahaan yang tidak ada tandingan nya karena semua karyawannya terkenal sangat berkomitmen dan setia. Bahkan mereka rela mempertaruhkan nyawa mereka demi kepentingan Perusahaan Astra Investama Group.


Demikianlah akhirnya Pak Rangga dan Ibu Anita berusaha semampu mereka membesarkan dan memberikan kehidupan yang layak untuk Elvano cucu dari majikan mereka yang sangat baik itu.


Hinggah suatu hari, Pak Rangga harus meninggalkan Ibu Anita dan Elvano akibat kecelakaan kerja, Pak Rangga yang saat itu bekerja di sebuah proyek pembangunan. Ketika ia sedang berada di ketinggian sekitar 10 meter tiba-tiba pijakan yang menopang tubuhnya roboh dan Pak Rangga terjatuh ke bawah, seketika ia pun meninggal di tempat.


Sementara Perusahaan tempat Pak Rangga bekerja sangat tidak bertanggung jawab, mereka tidak memberikan sedikit pun bantuan atau kompensasi apapun pada Elvano dan ibunya. Sejak saat itulah Ibu Anita pun terpaksa harus bekerja keras menjadi kuli cuci dan kadang-kadang ia juga berjualan gorengan demi mencukupi kebutuhan mereka berdua. Ibu Anita sama sekali tidak mau Elvano membantu nya mencari uang, ia hanya meminta Elvano fokus pada sekolahnya saja.


Saat itu Elvano sudah mulai remaja, ia sudah duduk di bangku SMP, Elvano sangat pandai, ia selalu mendapat nilai terbaik di sekolahnya, membuat diri nya selalu mendapatkan beasiswa, itulah sebabnya ia selalu mendapat bagian di sekolah-sekolah favorit, termasuk saat SMU. Ia pun bersekolah di SMu favorit


Sebuah sekolah swasta yang terkenal mahalnya dan disanalah tempat ia bertemu Cheril dan selama 1tahun ia satu sekolah dengan Cheril yaitu saat ia sudah kelas 9, Cheril waktu itu baru masuk kelas 7.


Selama bersekolah di sana, Elvano memang tidak pernah membayar uang sekolah sepersen pun, karena kepintarannya ia selalu mendapatkan beasiswa prestasi.


Waktu duduk di bangku SMU ia sering ditunjuk oleh sekolahnya untuk mengikuti berbagai kompetisi pendidikan yang diadakan oleh Perusahaan-perusahaan besar seperti Perusahaan Astra investama Gruop, milik keluarganya. Hanya saja memang tidak ada yang mengenali nya sebagai bagian dari pemilik Perusahaan itu.


Dan ia juga beberapa kali sempat menjadi juara satu yang membuat nya berjabat tangan langsung dengan Direktur Utama Perusahaan


Astra Investama Group yang saat itu adalah Ayah kandungnya sendiri. Lagi-lagi Ayah kandungnya juga tidak mengenali nya sama halnya dengan Elvano yang juga sama sekali tidak tau tentang kepribadian nya yang sebenarnya. Sedangkan saat ia mengikuti kompetisi ia juga hanya menceritakan inti nya saja kepada Ibu Anita, ia tidak pernah menyebut Perusahaan apa yang menyelenggarakan, jadi Ibunya tidak pernah tau Elvano pernah mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Perusahaan milik keluarganya sendiri, ia bahkan pernah menjabat tangan dengan Ayahnya sendiri.


Setelah lelah dengan lamunan panjang nya, yang membuat dirinya ikut tenggelam dalam suasana masa lalu itu Ibu Anita pun tertidur dengan sangat nyenyak.


Elvano sempat masuk ke dalam kamar Ibunya pukul 8 malam, ia mencoba membangunkan ibunya untuk makan dan minum obat sesuai anjuran dokter 3x1 hari. Namun beberapa kali Elvano memanggil ibunya, tapi ia sama sekali tidak bergeming, hingga membuat Elvano tidak tega membangunkan nya lagi.


Ia pun membiarkan ibunya tertidur hingga keesokan harinya.