Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Elvano mendapat laporan dari Villa


Acara nonton bareng yang mereka lakukan bisa dikatakan berjalan dengan lumayan lancar. Walaupun ada saja insiden yang sangat menggelitik baik di awal memasuki Mall Z tadi, ataupun saat sedang berada di dalam bioskop. Sebab, selama di dalam bioskop, Geral masih saja menguji kesabaran Elvano dengan sesekali menatap Cheril lekat. Beberapa kali, ia juga berpindah tempat duduk, mencari tempat yang paling strategis supaya bisa lebih dekat dengan Cheril. Jelas saja Elvano merasa sangat terganggu.


"Nik, usir orang ini. USIR!" perintah Elvano.


Namun tentu saja hal ini tidak benar-benar terjadi. Ketika Niko sudah hendak beranjak, Elvano sudah mencegahnya.


"Kamu tetap di sana, nanti si kunyuk itu bisa dengan mudahnya melihat Cherilku,"


"Tuan Muda, jika aku hanya berdiam di sini, bagaimana cara mengusir dia?" Niko sungguh dibuat pusing 7 keliling oleh majikan sekaligus juga sahabatnya itu.


Ini sih bukan sedang ingin mendekatkan Nikita dengan Niko, yang ada juga Niko hanya dijadikan pengawal oleh Elvano untuk menjaga mereka dari gangguan Geraldo.


"Ya sudah, tidak perlu diusir, biarkan saja dia di sana. Tapi awasi dia," perintah Elvano.


Sejak tadi juga saya sudah mengawasi dia.


Niko sudah saat ingin meneriaki Elvano denagn kalimat tersebut.


Pokoknya tempat duduk mereka diatur oleh Elvano dengan sangat teratur. Awalnya Geral diminta oleh Elvano duduk di barisan paling belakang. Namun ketika Elvano melirilk ke arah nya, ternyata saat itu Geral sedang menatap ke arah Cheril yang duduk membelakanginya di kejauhan. Sontak membuat Elvano murka.


"Hei, menatap punggung istriku juga tidak boleh, kau sungguh ingin mencari mati ya?" bentak Elvano saat itu.


Akhirnya jadilah NIko mendapat perintah untuk membawa Geral menempati posisi barisan terdepan. Ya tetap saja, lebih parah lagi. Sebab pada saat Geral memutar wajahnya, Ia malah bisa langsung menatap ke arah wajah Cheril. Jadilah pada akhirnya Elvano mengatur formasi yang cukup ketat supaya Geral tidak dapat menatap istrinya itu. Baik punggung maupun wajahnya. Makanya pada saat Niko hendak beranjak tadi, Elvano segera mencegahnya.


Sedangkan NIkita terlihat cukup puas melihat NIko yang sudah kalang kabut seperti itu. Ia merasa seakan-akan Elvano sedang mengerjai laki-laki itu. Sesekali Nikita juga tertawa kecil melihat ekspresi Niko yang tidak bisa diartikan. Sementara Cheril, malah merasa sangat malu dengan perbuatan suaminya yang sangat posesif itu. Sesekali Cheril juga terlihat membujuk Elvano supaya ia menghentikan kelakuannya yang sangat memalukan tersebut. Namun tentu saja Elvano tidak menghiraukan Cheril sama sekali. Yang ada juga ia mengancam Cheril.


"Jika kamu terus membela laki-laki itu, aku akan menyeretmu pulang dan memaksamu mengenakan pakaian yang dibelikan oleh Niko tadi."


Dan jelas, Cheril sudah langsung terdiam. Pokoknya, Elvano tidak boleh ditantang. Jangan berpikir laki-laki gila itu tidak sungguh-sungguh melakukan hal tersebut, pikir Cheril.


Selama 1 jam 25 menit film yang mereka tonton berlangsung. Tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menikmati film tersebut dengan tenang. Apa bisa dikatakan acara menonton tersebut lancar? Sepertinya Author salah ya? Hehehe.


Sesaat setelahnya, mereka semua keluar dari ruangan bioskop dan rencananya mereka akan pergi makan. Namun semua itu tidak terlaksana dikarenakan Niko mendapat laporan dari para pengawal yang ada di Villa perihal kamar tempat Elvano dan Cheril menginap telah dimasuki oleh beberapa orang tak dikenal. Sontak Elvano pun meminta Niko untuk membawa mereka kembali ke Villa. Mendapatkan kabar demikian tak hanya membuat Elvano kaget, Geral yang bisa mendengar apa yang disampaikan oleh Niko dengan suara pelan pada Elvano, ikut tersentak.


"Rik, kalian lanjutkan saja acara kalian, kami ada urusan mndadak, jadi kami tinggal dulu ya," ucap Niko.


"Ehm? Kalau begitu kita semua pulang saja," ide Erik yang juga disetujui oleh Nikita dan Tania.


"Jangan! Kalian tetap harus melanjutkan acara kalian. Ajaklah Geral bersama kalian. Lagian kamu sama Geral kan sudah lama tidak bertemu," cegah Elvano.


Sebenarnya Elvano memang memiliki alasan tersendiri. Bukan sepenuhnya hanya karena alasan ini ia meminta Geral tetap tinggal bersama Erik dan yang lainnya untuk melanjutkan acara makan-makan yang sudah mereka rencanakan sejak awal. Tepatnya Elvano merasa curiga akan keterlibatan Geral di dalam kasus penyelinapan yang terjadi.


Elvano merasa jika Gral tetap di luar, dirinya dan para pengawal bisa lebih mudah menyelidiki kasus itu.


Merasa apa yang dikatakan oleh Elvano ada benarnya, Erik pun berpikiran untuk tetap melanjutkan rencana makan-makan itu.


"Iya benar kata Erik. Rasanya sangat tidak adil jika kami tetap melanjutkan acara selanjutnya tanpa kalian," pendapat Geral. Nikita dan Tania juga ikut menganggukan kepala mereka tanda menyetujui apa yang diucapkan oleh Geral.


Sepertinya semua kejadian ini memang ada hubungannya dengan Geral.


Dan karena Geral yang terlihat begitu ngotot untuk tidak ingin melanjutkan acara mereka yang selanjutnya, Elvano pun semakin mencurigai Geral.


"Tentu saja tidak apa-apa. Pergilah! Nikmati makan siang kalian denagn sukacita," pinta Elvano.


"Ehem ... Baiklah jika memang itu yang menjadi keinginanmu. Tinggalkan Cheril ya untuk menemaniku!" ejek Geral yang membuat Elvano kembali membulatkan matanya.


"KAU ..., "


"Sudahlah sayang, ayo pergi dari sini!" ajak Cheril secepatnya dan langsung menarik tangan Elvano dengan kekuatan penuh. Tujuannya adalah untuk mencegah Elvano yang sudah pasti akan kembali murka.


Sungguh keterlaluan si Geral ini. Sudah hendak berpisah pun ia masih saja mengusik ketenangan Tuan Muda Elvano.


Pada akhirnya, Erik dan yang lainnya tetap melanjutkan acara makan-makan yang akan mereka gelar. Sementara NIko, Evano dan Cheril segera beranjak menuju ke Villa tempat mereka menginap.


"Nik, apa kamu mendapatkan informasi dari pengawal mengenai motif dari orang-orang yang menyelinap itu?" tanya Elvano ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Entahlah No, kata pengawal mereka sepertinya tidak membawa benda apapun, sebab semua barang berharga yang ada seperti laptop dan tablet milikmu masih berada di atas meja," jelas Niko.


Kali ini Elvano sudah semakin yakin, sepertinya semua itu ada hubungannya dengan benda yang diberikan oleh pria tak dikenal untuknya tadi pagi. Dan karena Geral juga sempat berusaha mencari tau tentang benda tersebut, Elvano merasa sangat yakin Geral pasti terlibat di dalamnya. Apalagi keadaan Villa juga penuh dengan pengawal, jika bukan orang dalam, tidak mungkin ada yang bisa masuk, pikir Elvano.


"Sepertinya mereka mencari ini. Untung saja aku membawanya," ujar Elvano sambil menatap sebuah kotak kecil yang baru saja ia keluarkan dari saku jasnya.


"Itu apa No?" tanya Niko sambil melirik ke arah spion.


"Entahlah, seperti sebuah peta," jawab Elvano sambil memperlihatkan kebingungannya.


"Ehm? Darimana kamu mendapatkan itu?" tanya Niko penasaran.


"Laki-laki tadi pagi yang memberikan ini padaku sebelum dia terjatuh pingsan. Sepertinya benda ini sangat berharga. Dan jujur Nik, aku merasa Geral juga mengincar benda ini," pendapat Niko.


"Oh iya, pantas saja pagi ini dia sempat menanyakan padaku, apa orang yang jatuh pingsan di kamarmu itu ada memberikan sesuatu padamu atau tidak," ungkap NIko yang membuat Elvano semakin yakin bahwa Geral terlibat di dalam semua ini.


"Jadi dia juga menanyakan hal itu padamu?"


"Iya," tanggap NIko singkat.


Dan setelahnya mereka sudah tidak membahas apapun lagi.


Cheril yang sejak tadi menyimak dalam diam karena tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi, seakan tidak bisa mempercayai ucapan Elvano yang menganggap Geral solah-olah adalah seorang penjahat dalam hal ini. Wajar sih, yang Cheril tau Geral adalah pria baik-baik. Sebenarnya hal ini juga sangat sulit dipercaya oleh Elvano. Dirinya juga mengenal Geral sebagai sahabatnya yang memiliki kepribadian sangat baik. Kekurangan Geral hanya itu tadi, kehidupannya sangat misterius. Termasuk juga keluarganya.