Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Murid spesial


Obrolan santai menghiasi kebersamaan pasangan ini. Cheril yang sedari tadi sudah sangat penasaran mulai melemparkan pertanyaan.


Belum juga mengetahui perihal identitas Elvano yang dari orang miskin menjadi sekaya sekarang, Cheril sudah harus mendapatkan rasa penasaran yang lainnya. Yaitu tentang guru Raymon.


"Sayang apa aku boleh bertanya?" Cheril memulai pembicaraan.


"Ehm? Mau tanya apa?"


"Tapi janji ya, kamu harus menjawabnya," pinta Cheril.


"Tergantung," tanggap Elvano.


"Kalau tergantung game over sayang," canda Cheril.


"Eh, sudah semakin berani ya? Mau aku hukum?" ancam Elvano.


"Hem? Kamu tidak mungkin melakukan itu sekarang!" tantang Cheril.


"Hei, kamu menantang ku?" Elvano mulai murka. Ia sudah memasang wajah genitnya dan membalikkan tubuh Cheril menghadap dirinya. Saat itu posisi kedua orang ini sedang berbaring di atas tempat tidur dengan saling membelakangi.


Tentu saja Cheril mulai ketakutan.


Apa dia sungguh akan melakukan itu ... Wah, laki-laki gila ini memang tidak boleh ditantang.


"Ah, TIDAK! Maaf!" ucap Cheril cepat yang membuat Elvano tertawa puas.


"Bagus!"


Sreg sreg!


Elvano mengusap rambut Cheril pelan.


Fiiiiiiuh


Cheril bernafas lega.


"Kamu mau tanya apa? Tanyalah!" tawar Elvano.


"Baiklah! Pertanyaan pertama ...,"


"Tunggu! Ada berapa pertanyaan yang ingin kamu ajukan?" tanya Elvano.


"Tidak banyak kok, hanya ada 2 saja," jawab Cheril sambil memperlihatkan senyuman termanis miliknya.


"Ok! Itu artinya kamu harus membayarku dengan 20x ciuman," goda Elvano


"Dasar MESUM!" teriak Cheril sambil meraih bantal di atas kepalanya dan melemparkan itu ke arah Elvano.


"Jadi kamu tidak mau?" tanya Elvano.


"TIDAK! lupakan saja!"


"Baik, berarti kamu harus membayarku dengan 100x ciuman!"


"APA? ELVANO SETOINO ... KAMU SUNGGUH KETERLALUAN!" murka Cheril dengan ekspresi yang terlihat begitu konyol.


Dan pastinya Elvano merasa sangat puas sudah berhasil memancing kemarahan Cheril yang bahkan belum pernah ia lihat sebelumnya.


Batin Elvano sambil meletakkan kedua telapak tangannya yang lipat di samping pipi sebelah kanannya dengan ekspresi terpesona.


Sekali lagi Cheril melakukan penawaran dengan Elvano,


"Jika hanya satu pertanyaan saja, apa aku masih harus membayarmu?"


Dan tentu Elvano memberikan jawaban yang sangat tidak masuk akal.


"Jika hanya 1 pertanyaan, maka kamu harus membayarku dengan 1000x ciuman."


Begitulah, Akhirnya Cheril pun tetap pada keputusannya tadi. Tetap melemparkan 2 pertanyaan pada Elvano.


Yaitu yang pertama adalah tentang identitas Elvano. Cheril meminta penjelasan dari Elvano bagaimana bisa dirinya yang dikenal oleh Cheril yang seharusnya merupakan anak dari Ibu Anita dan Bapak Rangga malah berubah menjadi anak dari pemilik perusahaan raksasa Astra Investama Group. Dan pertanyaan kedua tentu tak lain adalah tentang guru Elvano yang misterius itu.


Sepertinya suasana hati Elvano sungguh sedang sangat baik, atau mungkin ia bersemangat karena ada bayaran yang akan dia dapatkan? Yang jelas, Elvano menjawab pertanyaan Cheril dengan sangat Detail.


Ia juga menceritakan seberapa berat latihan yang harus ia lalui untuk mempelajari ilmu beladiri yang diajarkan oleh Raymon pada dirinya.


Sungguh sangat berat. Elvano bahkan harus dimasukkan ke dalam kandang singa bersama dengan beberapa temannya. Dan saat itu yang selamat dan berhasil menaklukkan singa itu hanya Elvano seorang. Secara tidak langsung sebenarnya Raymon sedang melatih Elvano supaya siap memasuki dunia mafia. Hanya saja Elvano tidak mengetahui tentang hal ini. Dan mungkin memang takdir yang sudah mengatur semua itu untuk Elvano.


Pastinya lagi, Pak Rangga juga tidak tau seberat itu latihan yang diberikan Raymon pada anak majikannya itu. Sebab Raymon mengajukan 1 syarat pada Pak Rangga. Dia akan mengajari Elvano, apabila Pak rangga mengijinkan Elvano tinggal bersama dengannya selama 2 bulan. Dan hal ini juga yang membuat Ibu Anita mengamuk pada Pak Rangga karena mau meninggalkan Elvano untuk tinggal bersama Raymon selama itu.


Selama 2 bulan, Elvano berlatih dengan sangat serius, giat dan keras. Hingga dia bisa mendapatkan PIN Elang Emas yang membuat Raymon sangat bangga pada Elvano. Sebab, Elvano begitu tangguh. Dia bahkan merupakan satu-satunya muridnya yang berhasil mendapatkan PIN tersebut dalam waktu 2 bulan latihan saja. Sementara 2 kakak perguruannya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meraih PIN itu.


Tentu saja itu adalah prestasi yang sangat luar biasa. Raymon bahkan sengaja mendesain PIN yang selalu dibawa oleh Elvano kemanapun ia pergi itu dengan sedikit berbeda dari kedua pin kepunyaan kakak perguruannya. Demikian Elvano pun bisa dikatakan murid yang sangat spesial. Apalagi usia Elvano juga masih cukup dini ketika menerima penghargaan tersebut.


Ada rasa bangga, juga ada rasa menyayat yang Cheril rasakan ketika Elvano menceritakan hal tersebut kepada dirinya.


Cheril tidak pernah menyangka Elvano ternyata setangguh itu. Sudah tampan, kaya, tangguh, romantis, apalagi coba yang tidak dimiliki oleh Elvano?


Sungguh beruntung diri ini bisa menikahi pria seperti Elvano. Gumam Cheril waktu itu.


Elvano saat itu sudah beranjak dari tempat tidur. ia sedang berdiri membelakangi Cheril yang sedang duduk di tepi tempat tidur.


Membuat Cheril menatap punggung kekar suaminya itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Kamu terpanah ya dengan kisah hidupku?" goda Elvano.


Wah, dia memang hebat. Bahkan ia bisa tau aku sedang memperhatikan dirinya sekalipun ia membelakangiku. Aku jadi penasaran, berapa banyak mata yang ia miliki ....


Cheril pun semakin terkagum-kagum dengan kemampuan Elvano. Padahal ia tak tau, sesungguhnya Elvano bisa mengetahui itu adalah dari cermin pada meja nakas. Elvano melihat Cheril sedang menatap punggungnya lekat dari cermin. Makanya dia menggoda Cheril.


Waktu pun berlalu dengan begitu cepat. Elvano memutuskan untuk mngajak Cheril pergi dari Villa itu. Dan Elvano memilih mengajak Cheril menginap di Hotel Belle pada malam ini.


Di Villa memang terlalu berbahaya saat ini, pada waktu subuh kelompok naga putih memang kembali ke tempat itu. Untungnya Elvano bergerak cepat. Jika tidak Elvano dan Cheril pasti sedang dalam bahaya saat itu. Selain itu, Elvano juga tidak ingin mengambil keputusan dengan mengajak Cheril menginap di rumah keluarganya maupun rumah Ibu Anita. Jelas Elvano tidak ingin melibatkan mereka dalam hal ini.


Tak hanya kelompok Naga Putih, beberapa kelompok mafia lainnya yang sudah mengetahui tentang rahasia ini juga mendatangi kamar Villa subuh itu. Dan pastinya mereka cukup marah dan kecewa ketika mendapatkan kamar tersebut sudah tak berpenghuni.


Esok paginya, Elvano mengajak Cheril meninggalkan kota XX sepagi mungkin menuju kota X. Dan pastinya, mereka juga tidak pulang ke rumah keluarga Setiono. Elvano memilih mengajak istrinya untuk tinggal sementara di sebuah kastil miliknya pribadi yang dimana tak seorang yang mengetahui tentang kastil tersebut.


--------


Sementara Niko,


Dirinya harus menginap di hutan bersama para pengawal malam itu. Ternyata jalan menuju ke arah gunung Elang Muda sangatlah curam. Hellykopter yang mereka bawa tidak mampu mendarat di sana. Mau tidak mau, Niko beserta para pengawal pun harus berjalan kaki untuk mencapai tempat itu. Untung saja Niko cukup cerdas dalam hal ini. Walaupun Elvano lupa memberitahukan pada dirinya untuk mempersiapkan bekal beserta berbagai peralatan seperti tenda, ternyata Niko sudah mempersiapkan semua itu sebelum mereka berangkat.