
Masih belum selesai dengan perihal ciuman ya gaes..
Ok ! Sekarang semua orang sudah memalingkan wajah mereka. Tidak melihat ke arah pasangan ini lagi, ya walaupun mereka masih melirik sedikit sedikit melalui sudut mata mereka.
"Lakukan lagi yang tadi !" Ucap Elvano lagi.
"Eh.. Yang mana?" Tanya Cheril pura-pura lupa.
"Heh ! Ka....
"Baik ! Baik ! Aku akan melakukannya !" Ucap Cheril secepat mungkin sebelum laki-laki itu kembali murka lagi.
Cup ! Cup ! Cup !
Kali ini Cheril melakukannya lebih pelan. Supaya Elvano puas, dan tidak lagi memintanya mengulangi ciuman itu untuk yang ketiga kali lagi.
Benar saja, Elvano merasa puas kali ini. Ia merasa Cheril sudah melakukannya dengan penuh kasih sayang jadi ia pun tidak lagi menyuruhnya mengulangi itu. Yang ada juga ia sedang senyum-senyum sendiri karna sekali lagi ia sudah sukses mengerjai istrinya itu.
"Tu....
Cheril sudah hampir keceplosan lagi hendak memanggil Elvano dengan sebutan Tuan Elvano. Namun ia segera memperbaikinya ketika ia tersadar. Sementara laki-laki yang ada disampingnya itu sudah berubah lagi raut wajahnya.
"Sayang... Sekarang apa bisa membatalkan pesanan itu?" Ucap Cheril kemudian.
"Baiklah !" Jawab Elvano singkat. Kemudian ia memanggil kembali pegawai yang melayani mereka tadi. Gadis itu sedang berdiri tak jauh dari meja mereka saat itu.
"Heh ! Nona, Kemarilah !" Ucap Elvano sambil mengangkat satu tangannya.
Pegawai yang melihat Elvano sedang memanggil nya segera menghampiri meja khusus itu kembali. Dalam hati ia berkata ;
Dia mau minta apalagi sekarang, bukannya semua menu sudah ia pesan..
Dengan langkah yang sedikit berat, pegawai itu melangkahkan kakinya menuju meja khusus itu.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan Muda?" Ucap gadis itu bertanya.
"Batalkan pesanan yang tadi !" Jawab Elvano lantang.
Gadis itu sedikit menaikan alisnya, ia sedang berpikir, kenapa laki-laki ini bisa memesan dan membatalkan pesanannya dengan seenaknya saja. Ya kalau ini bukan restoran miliknya sendiri pegawai itu pasti akan memakinya. Dan meminta ia tetap membayar sesuai dengan yang sudah ia pesan tadi. Setidaknya para pegawai di dapur pasti sudah menyiapkan sebagian dari pesanannya itu.
"Heh ! Kamu tidak mendengar apa yang aku katakan?" Ucap Elvano lagi karna gadis itu masih diam tanpa merespon apapun selain menaikan alisnya dan juga mengerutkan dahinya.
"Ba-baik Tuan Muda !" Ucap gadis itu kemudian dan segera mengambil ancang-ancang untuk berlalu dari tempat itu.
Namun belum sempat ia melangkahkan kakinya sebanyak 2 langkah, Elvano sudah berbicara lagi.
"Setelah membatalkan pesanan itu kamu Kembali lagi kesini ! Istriku mau memesan makanannya." Tambah Elvano sambil merangkul bahu Cheril mesra.
Cheril sudah tidak berani berkutik, ia hanya bisa membiarkan laki-laki itu melakukan apa yang ingin dilakukannya. Jika Cheril berani memberontak, ia akan mendapatkan masalah yang lebih besar.
Ciiiiih
Dia malah memamerkan istrinya.. Hahaha..
Niko masih teringat dengan ucapan Elvano yang berkata hanya ingin bermain-main dengan Cheril, tapi nyatanya belum genap 1hari menikah ia sudah melakukan banyak hal yang diluar akal sehat.
Sementara isi pikiran pegawai itu...
Oh, ternyata itu istrinya Tuan Muda.. Tapi kapan ia menikah coba..
"Baik Tuan Muda !" Jawab pegawai itu kemudian dan segera berlalu.
Gadis itu kemudian segera menuju dapur untuk memberitahukan pada para pegawai dapur tentang pembatalan itu.
Para pegawai dapur tentu saja sedikit kesal, namun mereka juga lega, setidaknya mereka tidak perlu melakukan hal yang sangat merepotkan itu.
Dan setelahnya gadis itu pun sudah kembali lagi ke meja yang diduduki ketiga orang itu lagi untuk mencatat makanan yang ingin Cheril pesan.
Kali ini Cheril sudah menyiapkan pilihannya.
Gadis itu pun bisa langsung mencatat pesanan Cheril dan segera kembali lagi ke dapur untuk memberitahukan pada para pegawai dapur tentang perubahan menu tersebut.
Sekitar 5 menit kemudian, semua menu yang mereka pesan sudah tersaji diatas meja.
Di sana terdapat sashimi, sushi, ramen, shabu-shabu dan juga udon.
"Selamat makan !" Ucap Niko sembari meraih ramen pesanannya. Dan menu yang lain adalah milik Cheril juga Elvano.
Akhirnya makan juga.. Ah, cacing dalam perut aku udah pada mengamuk meminta jatah..
Apa Niko bisa makan dengan tenang kali ini?
Drama kedua orang ini sepertinya akan segera berlanjut kembali.
Cheril sungguh telah melakukan kesalahan besar. Ia salah memesan menu. ia sangat kaget ketika melihat di atas meja tersisa sepiring salmon mentah dan beberapa potong sushi. Sementara shabu-shabu dan udon adalah pesanan Elvano.
Makanan macam apa ini.. Aaah.. Sangat menjijikan..
Cheril memandang makanan itu lekat sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Ia sama sekali tidak menyentuh makanan itu.
Tentu saja Elvano menyadarinya.
"Kamu kenapa?" Tanya Elvano.
"Eh, ini.. Aku....
Bagaimana aku mengatakannya.. Jika salah ucap aku bisa mendapat masalah lagi..
Niko sendiri sudah ikut melemparkan pandangannya kearah Cheril ketika mendengar Elvano melemparkan pertanyaan itu.
Tolong jangan mengulanginya lagi Nona. Setidaknya biarkan aku makan dengan tenang.
Gumam Niko didalam hatinya.
"Kamu tidak suka menu itu?" Tanya Elvano lagi ketika melihat Cheril hanya diam saja.
"Ng-nggak kok.. Aku....
Cheril kembali terhenti, ia masih ragu, jika ia menyebut suka, ia tidak akan mampu memakan itu jika Elvano menyuruhnya makan. Tapi jika ia menyebut tidak suka mungkin Elvano akan murka. Cheril sangat bingung harus menjawab apa.
"Apa perlu aku memesan menu lain?" Elvano Kembali bertanya.
"Eh, jangan ! Ini aku makan !" Ucap Cheril kemudian.
Dengan terpaksa ia pun meraih sepasang sumpit yang tersedia di atas meja, lalu mengambil satu potong salmon dan ia celupkan pada saos yang tersedia, lalu dengan raut wajahnya yang sangat aneh ia mengarahkan sumpit itu ke arah mulutnya.
Elvano menyaksikan itu dengan seksama, ia bisa melihat Cheril melakukan itu dengan sangat terpaksa.
"Sini !" Ucap Elvano tiba-tiba sembari meraih tangan Cheril yang sedang memegang sumpit dengan sepotong salmon lalu mengarahkan tangan Cheril ke arah mulutnya.
Hup !
Potongan salmon itu mendarat dengan cantik didalam mulut Elvano.
"Suapkan semua sashimi itu ke mulutku !" Ucap Elvano lagi.
"Eh....
Walaupun Cheril merasa sedikit malu pada Niko yang sesekali menatap dirinya dan Elvano, tapi ia juga cukup lega Elvano mau menghabiskan ikan mentah itu untuknya.
"Baiklah ! Ucap Cheril kemudian.
Lalu ia pun kembali mengambil sashimi yang masih tersisa dan menyuapkannya ke mulut Elvano.
Sebaliknya, Elvano juga menyuapi Cheril dengan Udon yang ia pesan. Walaupun Cheril juga belum pernah melihat menu itu, tapi setidaknya itu hanya mie dan tidak mentah, jadi Cheril pun dengan senang hati membuka mulutnya.
"Enak?" Tanya Elvano ketika suapan pertama berhasil dilahap Cheril.
"Heem !" Jawab Cheril sambil mengangguk.
"Kali begitu habiskan !" Tambah Elvano sambil tersenyum tipis.
Dan Cheril menjawabnya hanya dengan anggukan lagi.
Dan akhirnya, sekali lagi Niko harus menyaksikan pengantin baru ini kembali bermesraan.
Kali ini mereka bermain suap-suapan.
Tapi, masih mending lah, daripada mereka perang lagi kayak tadi. Setidaknya Niko masih bisa makan dengan tenang sambil menyaksikan drama romantis yang mereka perankan.
Setelah ini apalagi ya?😆
Tongkrongin terus ya kakak.😘
Jangan lupa like setiap part nya kak, boleh komen juga ya kak, dan rate nya kak. Tujuan like dan komen itu supaya bisa menaikkan nilai popularitas novel ini. dan rate bintang 5 adalah supaya bintang yang berada di pojok kanan bawah cover bisa full kak. Jadi mohon dukungannya ya kakak 🙏🙏 Terimakasih 🥰