
~ Sepenggal puisi
Aku merasakan desiran ombak begitu nyata, lautan biru di depan mata sungguh sangat memikat mata.
Oh Tuhan, sungguh indah yang Engkau ciptakan ini, membuat jiwaku meronta-ronta kegirangan.
Namun entah kenapa,
berjalan berdua dengan kekasih seperti ini tak membuatku bahagia.
Kurasakan desiran ombak yang menenangkan jiwa,
namun tidak dengan hatiku yang penuh dengan tanya.
Sungguhkah kasih, di hatimu terukir namaku?
Rasanya begitu takut bagiku menanyakan hal itu.
Hanya bisa berharap, kau juga membalas cintaku.
-------
Puisi di atas mewakili perasaan Elvano saat ini. Tiba-tiba saja dia seperti sangat rapuh. Hatinya membeku, jiwanya meronta-ronta, 1 goresan tipis yang terlihat semakin panjang ia rasakan. Sebab Cheril masih terlihat tak begitu menikmati kebersamaan mereka.
"Cheril, kamu kenapa terus melamun begini?" tanya Elvano.
"Eh ....
Maafkan aku Vano, aku sungguh tidak tau perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini.
"Sayang .... " Elvano tak mampu melanjutkan kalimatnya, dan memilih memeluk tubuh Cheril erat di tepi pantai. Rasanya begitu menghangatkan. Namun tidak dengan hati.
Biarkan aku memelukmu seperti ini. Aku harus bisa merubah kenangan manis yang kamu miliki bersama orang lain. Kau hanya boleh mengingat tentang kita setelah ini.
Walaupun ada keraguan di hati, Elvano masih belum mau menyerah. Setidaknya, Cheril sekarang adalah istrinya yang sah. Sementara, laki-laki itu hanya kekasih Cheril yang sudah lama menghilang.
Setelah puas dengan pelukan, Elvano melepaskan tubuh Cheril yang seperti tidak begitu merespon dirinya. Lalu mendekatkan wajahnya ke arah Cheril, dan mengecup bibir itu dan membiarkan bibirnya tetap di sana dalam waktu yang cukup lama.
Oh Tuhan, Cheril, kamu kenapa jadi begini ....
Ya, Cheril sama sekali tidak merespon Elvano. Dirinya sudah hampir menangis. Sepertinya Elvano memiliki sebuah masalah baru. Yaitu harus menghapus nama laki-laki yang terukir di dalam hati Cheril.
Sudah sangat banyak yang aku lakukan untukmu, aku tak menyangka, ternyata dirimu masih sempat memikirkan laki-laki lain. Taukah kamu betapa sakitnya hati ini ....
Sementara batin Cheril saat itu,
Aku sungguh tak tau perasaan apa yang sedang aku rasakan saat ini, kenapa Elvano yang ada di hadapanku, namun hati ini terus mengingat Geral ... Padahal jelas-jelas dia sudah menghilang selama ini. Apa aku ini masih waras ....
Setelah cukup lama, akhirnya Cheril memutuskan untuk mengikuti permainan Elvano. Ia membalas ciu*** yang dimulai oleh suaminya itu dengan irama cepat yang berhasil mengukir setitik rasa bahagia di dalam hati Elvano. Dan tentu Elvano juga segera mengikuti irama yang diciptakan oleh Cheril.
Mereka pun berciu*** cukup lama di tepi pantai.
Terimakasih sayang ... Kamu sudah mau mencoba menerima ku.
Panasnya matahari tidak menyurutkan keduanya untuk terus mengukir kenangan indah. Mereka terus berjalan menyusuri bibir pantai saling berpelukan setelah selesai dengan c**man tadi. Cheril sudah mencoba membuka hatinya saat itu. Ia ingin melupakan semua tentang Geraldo, dan mengukir kenangan yang baru bersama Elvano di tempat ini.
Ketika keduanya merasa puas dengan penyusuran mereka, pasangan ini lalu memilih duduk di tepi pantai yang tak beralaskan apapun. Dengan kedua lututnya yang mereka tekuk dan tangan Elvano tak pernah terlepas dari lengan Cheril. Ia tetap memeluk Cheril dengan sangat erat.
Hal ini juga pernah dilakukan oleh Cheril dan Geraldo sekitar 7 bulan yang lalu.
1 jam lamanya mereka berdiam di sana, menikmati desiran ombak dan keindahan pemandangan laut lepas.
Syukurlah ... Mereka bisa menikmati kebersamaan ini.
Batin Niko puas. Ia ikut bahagia melihat kebahagiaan mereka. Awalnya Niko berpikir mereka akan bertengkar hebat di dalam Villa, dan ternyata pikirannya salah.
Saat jam sudah menunjukkan pukul 16.00, Elvano mengajak Cheril kembali ke Villa. Di pertengahan perjalanan mereka menuju Villa, Cheril dan Elvano harus kembali dihadapkan dengan masalah baru, yaitu kehadiran Geraldo yang tiba-tiba muncul di hadapan keduanya.
"Hai Bro ... Wah, lama tak bertemu ternyata kamu sudah berubah jadi bos ya. Aku dengar kamu sekarang adalah Presdir di Astra Investama Group. Keren!" ujar Geraldo penuh semangat. Ia juga mengajak Elvano berpelukan.
"Ah ... Kamu bisa saja. Bagaimana kamu bisa berada di sini? Bukannya kamu ada di Aussie?" tanya Elvano heran.
"Kamu kayak baru kenal aku saja, aku kan memang bisa muncul kapan saja,"
Hahahaha
Keduanya tertawa bersama.
"Benar juga yang kamu bilang. Waktu itu saja kamu menghilang begitu saja, katanya ke Amerika, 2 hari kemudian sudah muncul lagi di depanku." ucap Elvano membenarkan.
Geral adalah teman kecil Elvano, mereka sering bermain bersama dulunya. Namun keluarga Geral sangat misterius, mereka sangat sering berpindah-pindah tempat tinggal. Hilang dan muncul begitu saja. Hingga suatu hari mereka memutuskan benar-benar pindah dari sekitaran tempat tinggal Ibu Anita. Sejak saat itu Elvano sudah sangat jarang bertemu dengan sahabat kecilnya itu. Jadi menghilangnya Geraldo dari Cheril sekitar 7 bulan yang lalu sesungguhnya bukan karena melanjutkan S2 di luar negeri. Seharusnya Geral baru akan menyelesaikan kuliah S1nya tahun depan.
Hari ini Geral sengaja mendatangi Elvano karena mendapat telepon dari Niko Kemarin siang, yang diperintahkan oleh Elvano untuk membooking Villa milik keluarga Geral. Sebenarnya Geral sangat marah, sebab bukan Elvano yang menelepon sendiri, malah meminta orang lain. Sedangkan Geral dan Niko juga tidak saling kenal.
Jika ada di antara kalian yang menanyakan, loh, kan Cheril tidak bisa menghubungi Geraldo karena nomor Geraldo tidak dapat dihubungi Thor? Iya, itu memang benar. Namun sebenarnya Geral memiliki satu nomor ponsel lain yang hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahuinya. Dan benar sekali, walaupun Geraldo dan Cheril sudah menjalin hubungan selama 1tahun, Geral tidak pernah memberitahukan pada Cheril tentang nomor rahasianya yang satu ini. Maka dari itu, Geral sangat marah mengetahui Elvano yang meminta Niko menghubunginya. Walaupun masih menggunakan nomor ponsel Elvano.
"Bro, aku dengar kamu sudah menikah, mana istrimu?" tanya Geraldo
Sebelumnya Cheril memang sedang berjalan bersama Elvano, namun tiba-tiba ia teringat ada sesuatu yang tertinggal di tepi pantai, jadi ia berbalik untuk mengambilnya dan meminta Elvano menunggu dirinya di tempat pertemuan Elvano dan Geraldo saat ini.
"Ada, tadi memang sedang denganku, sekarang dia kembali ke tepi pantai, katanya ada sesuatu yang tertinggal. Paling sebentar lagi dia muncul," jelas Elvano.
"Hei, tapi kalau berkenalan dengan istriku, kamu tidak boleh menyentuh tangannya. Apa lagi menatap wajahnya," tambah Elvano mengancam.
"Iiish, pelit amat sih Bro ... Bahkan menikah pun tak mengundang ku," protes Geraldo
"Maaf, soal itu aku memang sedikit melupakan mu," Hehehe.
"Parah ... Berani sekali melupakanku!" Sergah Geraldo.
"Aku kan sudah minta maaf, khilaf Bro, khilaf ...," Elvano mencoba membela diri, dan sepertinya Geral tidak terlalu menghiraukannya.
"Eh, ngomong-ngomong, aku jadi penasaran, istrimu kayak apa? Cantik tidak?" ejek Geraldo.
"Pastinya dong. Eh, kamu sungguh tidak tau dengan istriku? Aku kan sudah mempublikasikan dirinya di media massa, bahkan kami sedang menjadi trending topik saat ini," ujar Elvano penasaran.
Hahahaha
Sebelum menjawab, Geral tertawa lebih dulu.
"Kamu sungguh sudah seperti orang yang baru mengenalku ya ... Aku mana pernah mengikuti berita-berita seperti itu,"
Benar juga ya, Geral kan lebih aneh dariku. Laki-laki ini selalu penuh dengan misteri. Aku jadi merasa penasaran dengan kehidupan nya selama ini.
Elvano membatin sembari menatap sahabat kecilnya lekat. Sementara saat itu Geraldo sedang melihat ponselnya karena ada pesan yang masuk.
"Sayang ..., " teriak Cheril dari kejauhan.
"Eh, kamu sudah kembali, aku ingin mengenalkan mu dengan temanku," ucap Elvano pada Cheril dan sudah langsung merangkul istrinya itu.
Sedangkan Geraldo yang ingin dikenalkan oleh Elvano masih sibuk membalas pesan masuk di ponselnya.