Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Cheril terpanah dengan ketampanan Elvano


Suasana rumah sudah mulai sepi saat ini. Semua tamu undangan telah meninggalkan rumah mewah itu. Yang tersisa kini hanya tinggal para penghuni rumah yaitu Ibu Winda, Ayah William, Valen, Flo, Elvano, serta anggota baru keluarga ini, yaitu Cheril, juga beberapa pegawai dan para pengawal.


Sementara kedua orangtua Cheril dan yang lainnya sudah kembali ke kota XX, dikarenakan ayah Cheril yang tidak dapat meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.


Rasanya Cheril masih belum rela melepaskan kepergian mereka, apalagi besok adalah hari ulangtahunnya. Namun apa mau dikata, bagaimanapun urusan perusahaan ayahnya jauh lebih penting daripada hari ulangtahunnya.


Saat ini Cheril dan Elvano sudah berada di dalam kamar Elvano. Kamar yang juga akan menjadi milik Cheril mulai hari ini. Sebuah kamar yang cukup luas, dan masih terlalu luas untuk ditiduri oleh kedua orang ini.


Yup, kamar tersebut adalah ruangan pertama yang ditunjukkan oleh Elvano pada Cheril tadi.


Cheril memilih duduk di tepi tempat tidur menunggu Elvano membersihkan diri. Sementara dia sendiri juga sudah selesai dengan aktivitas membersihkan diri sebelumnya.


Cheril memandangi sekeliling ruangan itu. Sebuah ruangan yang terasa sangat asing baginya. Namun juga terasa sangat nyaman. Dengan wewangian mawar semerbak juga hiasan yang masih dibiarkan tertempel rapi di setiap sudut ruangan.


Cheril memejamkan matanya, menarik nafas dalam dan menikmati wewangian yang sangat ia sukai itu, rasanya begitu nyaman. Pikirannya sudah mulai melayang-layang. Cheril masih belum bisa mempercayai kenyataan yang terjadi dalam hidupnya saat ini. Ia seperti sedang bermimpi dapat masuk ke dalam kehidupan Elvano hingga sejauh ini. Apalagi ketika ia memikirkan tentang siapa Elvano sebenarnya. Sudah membuat Cheril sangat penasaran. Bagaimana bisa laki-laki pujaan hatinya itu ternyata adalah seorang pangeran. Pikiran rumit yang memenuhi kepalanya tiba-tiba buyar ketika ia mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya. perlahan Cheril membuka kembali matanya.


Dan suara tersebut berasal dari hentakan kaki Elvano yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Cheril memandang laki-laki itu lekat, lelaki itu terlihat sangat keren dengan rambut basahnya yang menutupi sebagian dari keningnya. Apalagi ketika Elvano mengibas-ngibaskan rambut tersebut, membuat Cheril semakin terpanah.


"Cheril .... Sayang .... Cheril .... "


Berulangkali Elvano memanggil Cheril, namun ia sama sekali tidak menggubris, Elvano pun sadar, Cheril pasti sedang terpanah melihat dirinya yang baru saja keluar dari kamar mandi. Membuatnya tersenyum tipis.


"Sayang .... Heh .... "


Panggil Elvano sekali lagi sambil mengguncang bahu Cheril. Barulah wanita itu tersadar.


"Eh .... I-iiiya ... Kenapa sayang?" Tanya Cheril gelagapan.


"Malah nanya, harusnya aku yang nanya, kenapa kamu menatap ku seperti itu?" Tanya Elvano balik. Saat itu ia sudah duduk di samping Cheril.


"Eh ....


Wajah Cheril sudah memerah seketika. Ia sedang menyalahkan dirinya, bagaimana bisa dirinya menatap Elvano seperti itu hingga ketahuan seperti sekarang ini. Mau taruh dimana wajahnya. Cheril masih memiliki gengsi yang cukup tinggi untuk mengakui tentang dirinya yang terpesona dengan ketampanan Elvano.


Sedangkan Elvano, jiwa nakalnya juga sudah bergejolak ketika melihat wajah Cheril yang memerah. Memang wajah merah Cheril selalu menjadi kelemahan bagi Elvano.


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di bib*r mungil milik Cheril.


Membuat wajah Cheril yang sudah merah bertambah merah.


Hasrat Elvano sudah semakin memuncak, namun Elvano masih berusaha menahannya.


"Sayang, apa kamu lelah?" Tanya Elvano.


"I-iya ... Sedikit." Jawab Cheril gugup.


"Kalau begitu ayo kita tidur!" Ajak Elvano.


"Ya tidur .... Apalagi? Hem .... Apa yang sedang kamu pikirkan Cheril?" Ucap Elvano sambil menggoda Cheril dengan senyuman tipis yang terlihat sedikit genit.


"Ah ... Ti-tidak sedang berpikir apapun. Ayo tidur!" Tanggap Cheril yang segera bersiap untuk beranjak dari tempat duduknya. Dan segera ditahan oleh Elvano, lalu menarik tangan Cheril hingga ia terduduk kembali di atas pangkuan Elvano.


Eh ....


Jantung Cheril sudah berdegup kencang saat itu. Walaupun Cheril dan Elvano memang sudah beberapa kali berhubungan, tetap saja Cheril merasa sangat malu diperlakukan Elvano seperti ini. Apalagi Cheril juga masih merasa sangat asing berada di kamar semewah ini.


"Kamu mau kemana sayang?" Tanya Elvano sambil memeluk erat tubuh Cheril.


"Pergi tidur kan?" Balas Cheril.


"Iya, tapi kan tempat tidurnya ada di sini sayang." Ujar Elvano sambil menepuk tempat tidur yang sedang mereka duduki.


Ah .... Iya juga ya ....


"Ta-tapi, apa kamu tidak merasa terganggu jika kita berbagi tempat tidur?" Cheril mengucap asal. Tujuannya hanya untuk menutupi rasa malunya yang lupa bahwa dirinya sedang duduk di tepi tempat tidur tadi.


"Apa maksud mu sayang? Kita memang akan tidur di sini, bersama. Dan aku tidak akan merasa terganggu sama sekali, malah akan merasa senang." Ujar Elvano yang meletakkan dagunya di salah satu pundak Cheril. Saat itu Cheril duduk di pangkuan Elvano saling membelakangi.


"Sayang, apa kamu merasa senang dengan resepsi pernikahan kita hari ini?" Elvano mencoba mengalihkan topik supaya suasana bisa lebih santai.


"Hm mm ... Aku sangat bahagia sayang. Terimakasih ya sudah memberikanku banyak kejutan hari ini." Ucap Cheril sambil membalikkan wajahnya menatap Elvano lekat.


Melihat tatapan Cheril yang tidak bisa diartikan membuat aura nakal Elvano semakin bergejolak. Elvano sudah tidak dapat lagi menahan itu apalagi jarak mereka juga sudah sangat dekat saat itu.


Cup


Kecupan lembut kembali mendarat di bib*r mungil Cheril. Kali ini Elvano mel***t bib*r itu lembut. Dan di balas oleh Cheril. Terjadilah ciu*** yang cukup p***s diantara kedua insan ini, juga berlangsung cukup lama.


Namun aksi mereka memang hanya sebatas ciu*** saja. Elvano tidak berniat mengajak Cheril melakukan lebih dari itu karena ia tau, Cheril pasti sedang sangat kelelahan saat itu.


Kemudian pasangan ini membaringkan tubuh mereka di atas tempat tidur yang masih dipenuhi oleh kelopak bunga mawar itu.


"Tidurlah sayang, selamat malam." Ucap Elvano sambil mengecup lembut kening Cheril.


"Selamat malam juga sayang." Balas Cheril.


Lalu Elvano mematikan lampu yang ada diatas meja dekat tempat tidur mereka. Kedua insan itupun tertidur nyenyak dengan posisi Elvano memeluk Cheril yang membelakanginya.


Keesokan harinya Elvano sudah menyiapkan sebuah kejutan kecil bagi Cheril untuk merayakan hari ulangtahunnya.


Yang pastinya akan membuat Cheril kembali merasa sangat bahagia. Setelah kejutan pernikahan, Cheril juga akan mendapatkan kejutan ulangtahun setelah ini.


Yang jelas Cheril sama sekali tidak kepikiran akan hal ini. Sebab Cheril sama sekali tidak memberitahukan pada Elvano, bahwa besok adalah hari ulangtahunnya. Jadi Cheril masih mengira Elvano tidak mengetahui tentang hal ini.


Kira-kira kejutan apa ya yang akan diberikan oleh Elvano pada Cheril? Ada yang bisa menebak?