
Sesaat kemudian mobil Erik telah memasuki kawasan bandara. Erik pun menepikan mobilnya.
Karna barang bawaan Niko lumayan banyak, Elvano pun meminta Manager Li memanggil Kurir bandara untuk membantu membawakan barang-barang itu.
Setelah semua penumpang juga barang bawaan sudah turun semua, Erik pun pamit.
"Bro, kalian save flight ya. Aku doakan semoga kalian selamat sampai tujuan ! Dan satu lagi, buat kamu Nik, semoga sukses ya !" Ucap Erik pada Elvano dan Niko.
Erik juga memeluk kedua sahabatnya bergantian. Ada sedikit rasa sedih yang timbul didalam hatinya. Mengingat kini hanya tinggal dirinya seorang yang berada di kota XX, sementara kedua sahabat dekatnya sudah tidak tinggal di kota ini lagi.
"Thank you ya bro ! Kamu juga semoga sukses. Dan jangan lupa nikahin Tania secepatnya !" Ucap Niko sembari mengejek Erik.
Hahaha
"Kamu bisa saja Nik. Kamu tuh jangan jomblo terus.. Cari cewek ya di sana !" Erik membalas Niko dengan menyuruh nya mencari pendamping juga.
Hahaha
Keduanya tertawa bersama.
Sementara Elvano ya seperti biasa, ia hanya memasang ekspresi datarnya saja. Apalagi kalau ngomongin soal cewek, Elvano malah sudah sangat malas dengan topik yang satu ini. Saat ini ia sendiri sudah tidak bisa mengartikan isi hatinya. Pintu hatinya memang sudah tertutup saat ini sekali pun masih ada sedikit cela yang tersisa karna masih ada cinta lama yang tergores disana. Namun lukanya jauh lebih besar daripada rasa cintanya.
"Yasudah, Aku jalan dulu ya ! Bu, aku jalan ya !" Ucap Erik lagi sekaligus juga berpamitan pada Ibu Niko.
"Iya Rik, kamu juga hati-hati ya !" Jawab Ibu Niko.
Erik pun segera berlalu dari hadapan mereka semua menuju mobilnya yang terparkir didepan bandara.
Lalu Elvano dan yang lainnya juga segera menuju kedalam bandara. Kali ini Manager Li yang berjalan didepan. Karna mereka melewati jalur khusus yang langsung tertuju ke arah pesawat jet milik keluarga Setiono. Jadi hanya Manager Li yang mengetahui ke arah mana mereka harus melangkah.
Saat tiba di pesawat, mereka pun segera naik dan masuk ke dalam pesawat. Sesaat kemudian Pesawat pun segera lepas landas.
Niko pun baru tersadar ketika pesawat itu lepas landas. Awalnya ia memang sudah merasa ada yang aneh. Pesawat yang mereka tumpangi ini memang sudah sangat berbeda dari pesawat lainnya, karna desainnya jauh lebih mewah. Awalnya ia berpikir mungkin mereka menaiki pesawat desain terbaru dengan harga tiket spesial, namun ia baru menyadari sepertinya ia salah. Mungkin l nih daripada yang ia pikirkan. karna penumpangnya hanya mereka ber-4 saja. Niko pun memutuskan untuk menanyakannya pada Elvano.
"Vano, Apa ini pesawat pribadi mu?" Erik akhirnya melemparkan pertanyaan ini pada Elvano yang duduk berhadapan dengan nya. Ibu Erik yang sejak tadi juga merasa ada yang janggal pun ikut tersadar.
"Hm.. Ini bukan pesawat ku, tepat nya ini milik keluargaku Nik !" Jawab Elvano santai sembari melemparkan pandangannya ke seluruh ruangan pesawat mewah itu. Niko dan Ibunya juga ikut melemparkan pandangan mereka menyusuri seluruh sudut ruangan pesawat itu. Mereka berdua sangat kagum dengan kemewahan yang terdapat didalam pesawat itu.
Elvano juga terpanah dengan pesawat ini, ini juga merupakan kali pertama baginya menaiki pesawat pribadi.
'Jadi memang benar, ini adalah pesawat pribadi. Wah, sekaya apa ya keluarga Elvano?' Niko bergumam didalam hatinya.
Posisi duduk mereka didalam pesawat itu sebagai berikut. Niko duduk berdampingan dengan Ibunya, sementara Elvano duduk berdampingan dengan Manager Li, namun Manager Li lebih memilih duduk dikursi paling pojok sehingga tercipta jarak yang cukup jauh antara dirinya dengan Elvano. Jadi ia pun tidak dapat mendengarkan percakapan Elvano dengan yang lainnya karna mereka berbicara dengan suara yang pelan.
Setelah perbincangan singkat tadi, mereka sudah tidak berbicara apapun lagi. Hingga pesawat pribadi itu kembali mendarat kembali ketika sudah tiba di tempat tujuan.
Saat mereka turun dari pesawat, sebuah mobil mewah dengan harga puluhan Milyar sudah menunggu mereka didepan bandara. Niko kembali terkagum-kagum dengan apa yang ia saksikan. Ini masih belum seberapa, Niko masih akan dikejutkan dengan rumah mewah tempat tinggal keluarga Setiono yang sangat mewah itu.
Dan benar saja ketika mobil yang mereka tumpangi tiba di rumah keluarga Setiono, Niko sungguh terpanah dengan bangunan megah itu.
Rumah ini 3x lebih besar, 3x lebih mewah dari rumah Tika. Nona yang pernah dikerjai oleh Elvano dulu. Pikirnya dalam hati.
Didalam halaman juga dipenuhi dengan para pengawal membuat Niko semakin yakin keluarga Elvano sungguh sangat kaya.
"Manager Li, barang-barang Niko tidak perlu diturunkan. Saya hanya ingin mengambil file ku yang yang tertinggal dikamar, habis ini kita akan langsung menujun ke rumah yang kita beli waktu itu." Ucap Elvano pada Manager Li.
"Baik Tuan Muda !" Jawab Manager Li singkat.
Niko hanya menyimak tanpa berkomentar. Elvano memang sudah pernah bilang sebelumnya kan, ia sudah menyediakan rumah untuk nya dan Ibunya.
Nik, Bu, kalian tunggu disini sebentar ya ! Aku tidak akan lama kok." Ucap Elvano kepada Ibu dan anak itu.
Ketika Elvano berjalan, Niko tidak melepaskan pandangannya sedikit pun dari Elvano. Ia kembali terpanah menyaksikan apa yang terjadi. Karna Ketika Elvano sedang berjalan menuju pintu masuk, melewati pada pengawal mereka semua membungkukkan badannya ke arah Elvano.
Dalam hatinya Niko merasa sangat bangga, sahabatnya yang dulunya hanya seorang laki-laki biasa, yang harus terhina pada saat hati pertunangannya, kini semuanya berubah total. Ia bahkan sudah menjadi seorang Tuan Muda yang sangat dihormati. Niko juga merasa sedikit terharu dengan semua itu. Semua yang didapatkan Elvano sungguh sangat setimpal baginya.
Ini masih belum seberapa Niko, setelah ini kamu juga masih akan dikejutkan dengan rumah yang telah Elvano siapkan untuk mu.
Sesaat kemudian, setelah Elvano sudah mendapatkan apa yang ia cari, mereka semua kembali memasuki mobil, dan segera menuju ke rumah baru yang akan ditempati oleh Niko dan Ibunya.
Tak perlu menunggu lama mereka pun telah tiba di sebuah komplek perumahan elit. Jarak rumah Niko memang tidak terlalu jauh dari jarak rumah keluarga Setiono.
Ketika mobil memasuki kawasan perumahan ini, Niko dan Ibunya kembali melemparkan pandangan mereka ke rumah-rumah Yang disana. Rumah-rumah itu memang tidak sebesar rumah keluarga Setiono, tapi masih bisa dikatakan sangat mewah. Kali ini perumahan itu sekelas dengan rumah Nona Tika.
Saat itu Niko masih belum berpikir salah satu perumahan disana adalah miliknya, ia malah berpikir mungkin Elvano memiliki keperluan lain di tempat ini. Jadi mereka menuju ke sini lebih dulu.
Mobil mewah yang mereka tumpangi kini sudah menghentikan lajunya tepat didepan sebuah bangunan yang juga sangat megah.
Elvano pun turun dari mobil setelah pintu mobil telah dibukakan oleh Manager Li. Niko dan Ibu juga ikut turun karna diintruksikan oleh Manager Li.
"Nik, ini adalah rumah baru kalian. Apakah kamu suka?" Ucap Elvano yang membuat Niko kaget seketika. Tak hanya Niko, Ibunya pun ikut kaget.
'Jadi ini rumah yang Vano sediakan untukku dan Ibu?'
"Nak Vano, Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Ibu Niko melemparkan pertanyaan.
"Hm, tentu saja tidak Bu. Ayo kita masuk !" Ucap Elvano sambil tersenyum.
Mereka semua pun masuk kedalam rumah mewah itu. Niko masih belum bisa berkata apapun. Ia masih seperti sedang bermimpi saat ini. Niko memang tidak pernah berpikir Elvano akan menyediakan rumah yang semewah ini untuk dirinya dan Ibunya.
"Gimana Nik, kamu suka rumah ini?" Elvano kembali melempar pertanyaan yang sama setelah mereka berada didalam rumah mewah itu.
Niko masih terdiam. Ia masih berada dalam pikiran nya. Ntah perasaan seperti apa yang ia rasakan saat itu. Bahagia,terharu,kaget, semua bercampur menjadi satu.
"Nik.. Kamu kok diam saja? Rumah ini masih kuran mewah ya? Atau aku ganti yang lain saja !" Timpal Elvano lagi karna Niko masih belum menjawab apapun.
"Eh... Aku suka kok No. Suka banget malah. Terimakasih banyak yang Vano ! Aku sungguh tidak menyangka kamu akan membelikan sebuah rumah semewah ini untuk aku dan Ibuku. Ini sungguh sangat berlebihan No." Ucap Niko kemudian.
Elvano pun merasa lega setelah mendengar pernyataan Niko.
"Syukurlah kalau kamu juga suka. Ibu bagaimana? Ibu suka tidak dengan rumah ini?" Elvano kembali bertanya pada Ibu Niko.
"Suka Nak Vano. Rumah ini begini mewah, bagaimana bisa Ibu tidak suka? Ini bahkan sudah sangat berlebihan." Jawab Ibu Niko.
"Tidak kok Bu. Rumah ini memang sangat cocok untuk Ibu dan Niko." Ucap Elvano meyakinkan Ibu Niko.
"Baiklah, sekarang kalian istirahatlah terlebih dulu, besok Niko baru akan mulai bekerja. Aku pergi dulu ya !" Tambah Elvano lagi sekaligus berpamitan.
"Eh, Iya No, sekali lagi Terimakasih ya !" Ucap Niko sambil memeluk sahabatnya itu. Niko bahkan hampir meneteskan air mata karna rasa haru.
"Iya Nak Vano, Terimakasih untuk semua yang telah kamu berikan pada kamu berdua." Tambah Ibu Niko.
"Iya, sama-sama Bu. Sudah ah ! Kamu jangan lebay begini Nik ! Aku ini bukan seorang wanita Nik !' Ucap Elvano sembari melepaskan pelukan Niko sambil tertawa kecil.
Niko pun sudah ikut tertawa saat itu.
"Yasudah, sekarang aku pergi dulu ya. Masih banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan di kantor." Ujar Elvano lagi, sekali lagi ia berpamitan pada Niko dan juga Ibu.
"Baiklah. Kamu hati-hati No !" Jawab Niko kemudian.
Elvano pun berlalu dari rumah Niko. Kembali ke kantor Astra Investama Group untuk melanjutkan kembali pekerjaannya.