
#Monolog
Niko masih akan mendapatkan sebuah kejutan dari Elvano setelah semua yang sudah ia terima hari ini. Keesokan pagi nya Niko sudah dikejutkan dengan kedatangan seorang supir yang menjemput nya menuju gedung Astra Investama Group. Dan pak supir berkata bahwa mobil ini nanti akan menjadi miliknya. Sebuah mobil yang bisa dikatakan lumayan mahal dengan harga kurang lebih 500jutaan itu sengaja Elvano berikan pada Niko sebagai akomodasi bagi nya.
Niko sungguh sangat kaget dengan kejutan bertubi-tubi yang ia dapatkan saat ini. Ia sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan semua fasilitas mewah ini. Awalnya ia hanya berpikir mungkin dengan bekerja di Astra Investama Group, setidaknya ia akan mendapatkan pendapatan yang lebih besar daripada pendapatannya ketika menarik angkot. Ternyata semua itu salah. Ia malah mendapatkan jauh melebihi dari apa yang ia pikirkan. Baru kali ini ia merasa beruntung telah menyelesaikan kuliah S1 nya waktu itu.
Tepat pada hari itu, Niko sudah resmi menjadi Asisten Manager pribadi Elvano. Manager Li pun sangat terbantu dengan adanya lelaki ini. Sekarang Niko lah yang akan selalu menemani Elvano kemanapun ia pergi.
Tepat seperti yang dipikirkan Elvano, Niko memang sangat bisa diandalkan. Ilmu yang ia dapatkan diwaktu kuliahnya dulu sungguh sangat berguna baginya. Buktinya Niko dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan sangat profesional hanya bermodalkan ilmu-ilmu yang ia dapatkan semasa kuliah dulu dan sedikit bantuan dari Manager Li yang juga turut campur tangan membagikan pengalamannya pada Niko.
Hari demi hari Niko lalui dengan sangat lancar. hingga minggu pun sudah berlalu menuju hitungan bulan. Elvano juga sangat menikmati hari-harinya kini. Sejak Niko ada disisinya ia terlihat lebih bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaannya.
****************
Hari berganti hari, Minggu berganti minggu, bulan pun telah berganti, kini Perusahaan Jimmy mulai terlihat bergoyang. Perusahaan itu sudah tak mampu lagi bertahan karna satu tiang inti Perusahaan itu telah hilang. Apalagi Jimmy juga hidup berfoya-foya. Ia sangat suka menghabiskan uangnya untuk bermain ke diskotik, juga membelikan barang-barang mewah pada kekasih gelap nya Sari.
Hari ini Jimmy yang sedang berada di ruangan nya tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang penagih hutang dari instansi terkait.
Braaaaakkkk!
Pintu ruangan Jimmy terbuka kasar membuat Jimmy kaget bukan kepalang. Ia sampai beranjak dari tempat duduknya.
"HEH ! APA-APAAN INI?" Teriak Jimmy pada 2 orang laki-laki berparaskan sangat menyeramkan.
Di sana juga ada Sekretaris nya.
"Maaf Pak ! Saya sudah melarang orang-orang ini kemari, tapi mereka memaksa Pak." Ucap Sekretaris itu gemetaran.
"Kamu boleh keluar !" Jimmy berkata lebih manusiawi pada Sekretarisnya sambil mengangkat tangannya mengintruksikan Sekretaris itu ke arah pintu.
"Ba-baik Pak !" Jawab Sekretaris Jimmy masih dengan suara yang bergetar.
Ia pun segera beranjak dari ruangan itu sambil menutup pintu.
"Ada apa ini? Siapa kalian?" Tanya Jimmy.
"HEH ! Kamu jangan berpura-pura tidak tau. Bayar hutang-hutang mu pada bos kami !" Ucap salah satu dari laki-laki itu.
"Maksud kamu APA? HAH?" Jimmy masih belum mengerti maksud laki-laki itu.
Ia sebenarnya sudah bisa menangkap kemana arah bicara laki-laki itu. Dan ia juga sudah bisa menebak darimana dan apa tujuan kedua laki-laki ini. Hanya saja ia masih mencoba untuk bersikap tenang dan sedikit memperlihatkan pada kedua laki-laki itu bahwa ia tidak takut pada mereka dengan bersikap sangat berani.
Kali ini Jimmy sedikit tertegun dengan nama yang disebutkan oleh laki-laki itu .
Ya, Jimmy memang sudah terlibat dalam jalan yang salah. Ia meminjam uang pada salah satu rentenir dengan bunga yang berlipat ganda dalam hitungan minggu. Dan parahnya uang itu hanya ia gunakan untuk berfoya-foya. Sejak Elvano angkat kaki dari Perusahaan nya, ia sudah tidak bisa lagi mengharapkan penghasilan Perusahaan itu. Bahkan Perusahaan itu sudah mulai defisit, bagaimana bisa ia masih bisa mengharapkan penghasilannya. Jadinya Ia pun meminjam uang pada bos rentenir yang bernama Baron untuk berfoya-foya. Selain diskotik dan wanita, Jimmy juga sudah mulai terlibat dengan perjudian karna terobsesi siapa tau ia bisa menang banyak dari hasil berjudi. Dan justru hal itulah yang membuat dirinya semakin terpuruk.
"Jangan bengong saja. Jika kau tidak membayarnya sekarang juga, AKAN KAMI PATAHKAN TULANG MU !" Ujar laki-laki itu lagi.
Mendengar itu Jimmy sedikit murka.
"Besar sekali nyali mu. Kamu tidak tau, ini kantor ku. Atau kalian akan aku laporkan pada Satpam ku !" Ucap Jimmy dengan suara yang tak kalah kuat.
HEH ! Jika kamu takut dengan Satpam B*d*h mu itu, kami tidak akan sampai di ruangan ini ! PAHAM?" Ucap salah satu dari laki-laki itu lagi.
Eh, benar juga ya.
Kali ini Jimmy mulai salah tingkah, nyalinya yang tadinya menggebu-gebu sudah mulai pudar.
"Bayar hutang-hutang mu ! Kamu jangan main-main dengan kami !"
"Tapi saya tidak punya uang !" Ucap Jimmy akhirnya dengan nada yang sedikit lirih berharap dikasihani.
Melihat itu bukannya merasa kasihan, kedua orang itu malah tersenyum sinis. Pikir mereka, akhirnya laki-laki ini mengalah juga. sungguh menggelikan.
"Kami tidak mau tau ! Mana kunci mobil mu, berikan pada kami !" Ucap salah satu dari mereka sambil menyodorkan tangannya meminta kunci mobil pada Jimmy.
Awalnya Jimmy tidak ingin memberikannya. Namun salah satu dari mereka melihat kunci mobil Jimmy diatas meja, ia pun segera mengambil kunci itu. Sehingga terjadi sedikit insiden tarik menarik antara Jimmy dengan salah satu dari mereka. ya, pada akhirnya Jimmy lah yang kalah.
"Ini hanya bunganya saja. 3 hari lagi
kami akan kembali !" Ucap salah satu dari mereka lagi sambil mengakhiri pembicaraan.
Kemudian kedua orang itu segera pergi dari ruangan Jimmy.
Setelah kepergian mereka, Jimmy pun sangat murka. Ia mengamuk diruangannya. Semua barang yang ada di atas meja kerjanya pun menjadi sasaran kemarahan nya.
Baru sekitar 1jam kepergian laki-laki itu, sekarang datang lagi penagih hutang dari pihak bank yang sudah jatuh tempo sejak 2 bulan yang lalu. Namun laki-laki yang satu ini memang cara menagihkan lebih halus. Ia hanya memberikan surat peringatan saja pada Jimmy. Dan ini sudah merupakan peringatan terakhir, Jimmy diminta segera membayar dalam waktu 3hari lagi, jika tidak ia pun harus kehilangan semua aset-asetnya yang akan disita oleh bank.
Akhirnya Jimmy pun sudah tidak tau lagi harus berbuat apa saat ini. Perusahaan ini sungguh akan segera runtuh. Selain Perusahaannya, Perusahaan Ayah Cheril pun mulai terancam.