Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Ruang bioskop


Erik sudah memikirkan semua rencananya dengan sangat matang. Ia berpikir siang itu pasti akan menjadi siang yang sangat indah. Apalagi film yang dipilihkan oleh Tania juga sangat mendukung rencananya itu.


Erik sudah memikirkan ketika Cheril merasa takut dengan adegan seram pada film itu ia akan memeluk Cheril memberikan puk puk di punggung nya supaya ia tenang, jika sedang ada adegan sedih maka ia akan memberikan bahu untuk Cheril bersandar.


Erik membayangkan semua rencana istimewa yang sudah tersusun rapi didalam otaknya pasti akan sangat sempurna.


Namun, akankah demikian?


Setelah melewati pemeriksaan karcis, kelima orang itu pun masuk kedalam ruang bioskop. mereka langsung menuju ke arah kursi barisan dua terbelakang dan mencari nomor yang tertera pada tiket yang mereka pegang.


Setelah menemukan yang mereka cari mereka pun merebahkan tubuh diatas kursi yang sudah tersedia, terkecuali Elvano.


Hanya Elvano yang masih berdiri di depan tempat duduknya seperti sedang mencerna keadaan yang sepertinya sudah diatur dengan sangat sempurna oleh Erik. Ia menatap ke arah Cheril dan Erik yang duduk bersebelahan, sedangkan diri nya berada disisi paling pinggir, disebelahnya ada Tania.


Seketika Elvano pun murka.


Si*l*n, sepertinya Erik sedang mengerjai ku.


Liat saja apa yang akan aku lakukan.


Elvano yang masih berdiri kemudian melangkah menyerempet masuk ke dalam melalui Tania dan Nikita, lalu menarik tangan Cheril hendak membawa Cheril ke arah tempat duduk nya. Melihat itu tentu saja Erik tak tinggal diam.


"Heh bro, apa-apaan ini? Mau dibawa kemana Cheril?" Kata Erik dengan nada yang sedikit tinggi membuat seisi bioskop menatap ke arah mereka, termasuk Tania dan Nikita.


Aduh,ini orang dua kenapa sih. Sudah donk Sudah. Ga liat apa semua mata sudah menuju kesini semua.


Cheril bergumam dalam hati


"Kamu tanya sana sama orang nya, mau duduk disebelah kamu atau sebelah aku?!" Jawab Elvano dengan penuh keyakinan.


"Eh.."


Cheril sedikit menaikkan alisnya.


So sweet banget sih.. Iiiih aku iri banget. Cheril,kamu beruntung sekali bisa sih perebutkan oleh kedua orang tampan ini.


Ucap Tania dalam hatinya.


Nikita juga berpikiran sama dengan Tania, Nikita bahkan menatap ke arah mereka bertiga dengan tatapan terharu sambil memegang kedua pipi nya. Sementara dalam hati Nikita berkata;


Ah, seandainya aku juga diperebutkan seperti itu.


"Ayo pilih, kamu pilih aku atau Erik?" Tanya Elvano menatap Cheril lekat seperti biasanya, tatapannya mengandung arti yang sangat sulit untuk dimengerti.


"Eh.."


Erik tidak bisa melanjutkan kalimat berikut nya, hanya bisa diam membiarkan Cheril memilih, sekali pun sepertinya Erik sudah tau Cheril akan memilih siapa.


Tentu saja Cheril sudah sangat mengerti dengan tatapan itu, jika ia masih diam juga tidak sampai 1 menit mungkin Elvano akan menciumnya didepan srmua orang yang ada didalam ruangan itu.


"Eh,, baik baik !! Maaf ya Erik, aku duduk dengan Elvano saja ya." Jawab Cheril kemudian.


Elvano pun tersenyum puas mendengar jawaban itu, sedangkan Erik ia memang tidak kaget sama sekali dengan jawaban Cheril karna ia sudah bisa menerkanya dengan baik, hanya saja ia tetap merasa sangat kesal, semua rencana yang sudah ia susun dengan sangat sempurna kini sirna sudah.


Elvano yang masih memegang tangan Cheril sama sekali tidak melepaskan genggaman nya, ia menuntun Cheril dengan seksama menuju kursi yang diduduki Tania, setelah Cheril tiba didepan Tania, Elvano pun memberi kode kepada Tania yang masih bengong menatap kedua orang itu untuk segera pindah dari tempat duduk nya.


mengerti dengan maksud Elvano, Tania pun berangkat dari tempat duduk nya dan pindah ke sebelah Erik, yang seharusnya menjadi tempat duduk Cheril yang sudah dipilihkan oleh Erik tadinya.


Beberapa saat kemudian film pun diputar. suasana hening tercipta di dalam ruangan bioskop, sesekali terdengar suara kericuhan saat adanya adegan horor yang menyeramkan dan adegan komedi yang juga mengisi ruang bioskop diikuti dengan ekspresi dari para penonton. Semua yang ada di dalam ruangan sangat antusias dengan setiap adegan yang di tayangkan. Film itu memang sangat bagus, setiap adegan yang ditampilkan didalamnya selalu berhasil mencuri perhatian semua yang menonton film tsb.


Mungkin hanya Cheril Erik dan Elvano yang tidak begitu menikmati film itu. Erik memang sudah merasa kecewa karena kejadian tadi, jadi ia sudah tidak mood lagi menonton film itu, sedangkan Elvano sepertinya dia lebih sibuk memperhatikan Cheril, ia masih terpesona dengan kecantikan Cheril hari itu, sekaligus hatinya juga sangat senang Cheril lebih memilih nya dari pada Erik tadi. Padahal kan Cheril melakukan itu karna tatapan mengancam nya!


Nah kalo Cheril, ia memang kurang suka ya dengan film horor, yang ada juga ia lebih suka bermain film horor-hororan seperti yang pernah ia mainkan bersama Elvano di gedung Indos Perkasa tempo hari. Jadi teringat kan akibat dari perbuatan nya justru membuat dirinya kehilangan ciuman pertama nya? hehehe..


Jadi, Cheril hanya menikmati diadegan lain dari film yang sedang tayang itu, seperti sad, komedi dan romancenya saja. Selain itu ia juga merasa sedikit risih sih dengan tingkah laku laki-laki disampingnya itu yang sedari tadi terus memperhatikan nya.


Apa layar bioskop sudah berpindah ke arah aku ya. Jika tidak kenapa dia terus menatap ku.


Mungkin ada satu orang lagi yang tidak begitu fokus, yup, dia adalah Tania. Tania perasaannya bercampur aduk saat ini. Sejak Erik memegang tangan nya di tempat pembelian tiket tadi ia terus memikirkan Erik. Apalagi saat ini ia duduk di samping laki-laki itu, membuat jantungnya jadi dag dig dug tidak karuan. Sepertinya Tania sudah benar-benar jatuh hati pada sentuhan pertama yang ia dapatkan dari Erik.


Jadi diantara kelima orang itu, hanya Nikita lah yang paling menikmati film itu. Hanya saja ada satu yang kurang bagi nya.


"Film ini bagus banget, tapi sayang sekali tadi lupa beli camilan." Ucap Nikita seorang diri dengan suara pelan, namun perkataan Nikita terdengar oleh Cheril.


"Nik, bener kamu bilang tadi, kenapa kita bisa sampe lupa beli camilan ya tadi, sungguh tidak lengkap ya nonton film tanpa pop corn dan minuman dingin !" Bisik Cheril sambil mendekatkan wajahnya ke arah telinga Nikita.


"Eh, i-iya Ril.." Hehehe. Jawab Nikita cengengesan.


Dalam hati Nikita berkata;


Gara-gara kamu Ril, kita semua sampe lupa dengan cemilan pendamping nonton.


Sedangkan Elvano melihat Cheril begitu dekat dengan Nikita, ia malah merasa iri..


"Cheril, kamu kok hanya berbisik kepada Nikita, sini bisikin ke aku jg !" Kata Elvano sambil mendekatkan wajahnya ke arah telinga Cheril seperti yang Cheril lakukan terhadap Nikita.


Deg


Jantung Cheril seketika berdetak tak beraturan, deru nafas Elvano bahkan dapat ia rasakan dengan sangat jelas ditelinganya saat Elvano berbisik padanya tadi, membuat Cheril merasa sedikit merinding dengan angin sepoi-sepoi yang terhembus dari hidung Elvano.


Tadi dia panggil aku apa? Cheril.


Cheril juga heran dengan tingkah Elvano yang semakin hari semakin berani terhadap nya. kemaren memanggil nya dengan sebutan "kamu" dan sekarang Elvano sudah memanggil nya dengan sebutan "Cheril" tanpa ada kata nona lagi didepannya.