Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Elvano bertemu Jimmy di lantai 5 mall Z


Setelah selesai dengan bagian kantor Z, sekarang giliran bagian penjualan.


Elvano dan Manager Li kemudian berjalan menuju ke bagian inti dari mall ini yaitu bagian penjualan.


Mereka berdua kemudian berjalan saling berdampingan menyusuri sepanjang mall yang sangat luas itu. Bukan hanya luas tapi malah bertingkat.


Sebenarnya mereka tidak perlu melakukan ini, sudah cukup jika ingin memantau mall hanya dari CCTV, karna di sana semua aktivitas terlihat jelas, apalagi CCTV di mall ini sudah menggunakan kamera yang paling bagus, setitik semut pun hampir terlihat jelas di sana. Ya, begitulah Elvano, ia maunya berjalan menyusuri mall yang sudah pasti akan sangat melelahkan itu.


Elvano terlihat sangat menikmati perjalanannya. Ia sangat kagum melihat mall yang sangat besar ini, Ia tidak menyangka ternyata mall ini sekarang malah menjadi miliknya.


Mall yang juga penuh dengan kenangan dirinya bersama Cheril ini ternyata adalah milik dirinya sendiri.


Yup, masih ingat dengan acara nonton yang berjalan penuh dramatis? Bioskop mall inilah yang menjadi saksi bisu kenangan manis itu. Tiba-tiba Elvano malah mengingat Cheril, pikirannya lekat akan wanita itu.


Setelah selesai menyusuri lantai satu Mall Z yang dimana yang hanya berisikan food court, mereka kembali naik ke lantai dua menggunakan eskalator menuju ke arah supermaket mall Z.


Di sana terlihat aktivitas jauh lebih padat, beberapa pengunjung sudah mulai berdatangan untuk membeli segala keperluan mereka. Para karyawan juga terlihat sedang mondar-mandir di dalam mall untuk melayani konsumen dan ada juga yang sedang mengisi ataupun merapikan rak pemajangan.


Seperti halnya Karyawan bagian kantor, karyawan bagian penjualan juga hanya mengenal Manager Li sebagai pemimpin mereka, tak ada yang menyangka Elvano yang berjalan bersama Manager Li yang hanya mengenakan pakaian santai dengan harga kaki lima itu ternyata adalah Presdir baru Astra Investama Group. Namun perbedaannya karyawan di bagian penjualan jauh lebih tau caranya menghormati Elvano sekalipun mereka tidak tau itu adalah pemilik mall tempat mereka bekerja. Elvano terlihat puas dan merasa bangga karena karyawan penjualan ternyata berkarakter lebih baik.


Setelah selesai dengan lantai 2, mereka kembali naik lagi ke lantai paling tinggi yaitu lantai 5 mall Z, lantai 3 dan lantai 4 mall Z dilewati oleh Elvano, karna di sana hanya terdapat beberapa toko retail yang bekerja sama dengan mall untuk menjajakan dagangan mereka, ada berbagai toko-toko pakaian, aksesoris, konter handphone serta juga di sana ada pusat permainan anak-anak berupa zona bermain.


Elvano pun memutuskan melewati kedua lantai ini karna merasa kasihan pada Manager Li yang kelihatannya sudah agak kelelahan itu, lagian tidak terlalu penting juga untuk dipantau pikir Elvano, padahal lantai 5 seharusnya juga sama sekali tidak membutuhkan pemantauan, namun Elvano memiliki alasan khusus untuk yang satu ini.


Itu karena lantai 5 adalah lantai yang penuh dengan kenangan manis bagi Elvano.


Manager Li tampak kebingungan ketika Elvano memutuskan melangkahi kedua lantai sebelum nya dan malah loncat ke lantai paling atas yang hanya berisikan ruangan bioskop. Buat apa coba ia meninjau ruangan bioskop? Seperti tak ada kerjaan lain saja pikir Manager Li.


Padahal ia tidak tau Elvano sebenarnya hanya ingin mengenang kembali kenangan manis yang pernah terjadi di sana bukan sedang ingin memantaunya, itu hanya alasannya saja Manager Li.


Ketika tiba di lantai bagian bioskop, mata Elvano pertama kali tertuju pada dinding poster, dimana terjadinya pertemuan secara tidak langsung antara dirinya dengan Cheril waktu itu, yang berakhir penuh dramatis di dalam salah satu ruangan bioskop di tempat itu. Elvano pun terlihat tersenyum tipis teringat dengan kenangan itu, membuat manager Li memandang nya semakin kebingungan.


Sesaat kemudian manager Li pun sepertinya mulai bisa menangkap isi pikiran Tuan Mudanya.


Sepertinya Tuan Muda memiliki kenangan di tempat ini.


Pantas saja ia mengajakku memantau tempat ini, ternyata ini alasannya.


Manager Li pun kemudian memperlihatkan senyuman tipis miliknya yang tentunya tidak terlihat oleh Elvano.


Belum hilang bayangan Cheril, tiba-tiba Elvano dikejutkan dengan kedua insan yang sedang berjalan berduaan di kejauhan.


Loh ... Itu kan ....


Seketika Elvano melototkan matanya ketika melihat pasangan yang ada di kejauhan itu. Ia jelas sangat mengenal laki-laki dari pasangan ini.


"Eh ... Ternyata ada kecebong miskin di sini!" ucap laki-laki itu ketika pasangan ini tiba di hadapan Elvano dan Manager Li.


Ya, laki-laki itu adalah Jimmy. Ia sedang berjalan bersama dengan kekasih gelapnya Sari, jika dilihat dari segi manapun Sari sama sekali tidak ada bandingannya dengan Cheril. Elvano merasa sangat jijik melihat pasangan ini.


Manager Li yang mendengar penghinaan ini sudah hendak bergerak untuk melayangkan pukulan ke wajah laki-laki itu. Namun ia masih bisa menahannya ketika melihat ketenangan dari diri Tuan Mudanya. Ia pun berusaha mengontrol dirinya juga.


Sari pun penasaran dengan sosok laki-laki yang kelihatannya sangat tidak disukai oleh Jimmy.


"Sayang, siapa laki-laki ini?" akhirnya sari melemparkan pertanyaan sambil memandang Elvano dengan tatapan jijik.


"Kamu mau tau dia ini siapa? Dia ini hanya laki-laki miskin yang suka merebut pasangan orang lain!" ejek Jimmy dengan suara keras membuat Sari semakin tidak mengerti dengan jawabannya.


Manager Li sudah tidak bisa menahan diri kali ini.


BUK!


Satu pukulan keras mendarat di wajah Jimmy.


"Aaah!" teriak Sari kaget reflek menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. lalu berusaha mengangkat kekasihnya yang sudah terjatuh dilantai.


"HEH! Kenapa kau memukul pacarku?" bentak sari sambil melemparkan pandangannya ke arah Manager Li.


Elvano pun tak kalah kagetnya melihat Manager Li melepaskan pukulan itu, ia tidak menyangka Manager Li akan melakukan itu.


Jimmy yang sudah bisa berdiri dengan tegak karena dibantu oleh Sari pun menatap Manager Li dengan tatapan membunuh. Namun ia seperti sedang mencoba mengingat sesuatu.


Sepertinya laki-laki ini tidak asing ... Tapi siapa ya.


"HEH! Aku peringatkan padamu ya, jangan coba-coba ikut campur urusanku dengan laki-laki miskin ini jika tidak ingin berurusan dengan ku!" peringat Jimmy sambil menunjuk Manager Li dengan telunjuknya.


"Ehm?


Dia menantangku ya ....


Manager Li sudah hendak melepaskan pukulan keduanya, tapi segera dicegah oleh Elvano.


"Tapi sepertinya, wajahmu ini tidak asing bagiku ... Siapa kamu sebenarnya?" tanya Jimmy yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Manager Li.


Jimmy terlihat kembali berusaha mengingat laki-laki ini tapi ia tidak berhasil mengingatnya.


"Sudahlah Manager Li, ayo kita pergi dari sini! Moodku tiba-tiba hilang untuk melihat-lihat tempat ini." ajak Elvano sambil membalikkan badan.


Manager Li pun ikut membalikkan badannya setelah melototkan matanya ke arah Jimmy yang juga membalas melototkan matanya pada Manager Li, ia bahkan sudah hendak memukul Manager tapi dicegah oleh Sari.


Jimmy masih berusaha keras untuk mengingat siapa laki-laki yang memukul dirnya tadi, sesaat kemudian ia pun bisa mengingatnya dengan jelas karena ia juga mendengar Elvano menyebut nama laki-laki itu tadi.


Oh iya, laki-laki tadi adalah Manager Li yang biasanya selalu mendampingi Tuan William pemilik Astra Investama Group.


Lalu apa hubungan Manager Li dengan laki-laki miskin itu.


Ia bahkan sangat menghormatinya.


Jimmy pun semakin kebingungan.