
Lagi-lagi Cheril harus tertinggal di rumah itu sendiri. Namun kali ini Jimmy sudah tidak mengunci pintu dari luar. Jadi Cheril pun bisa bebas pergi jika ia mau.
Cheril kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang keluarga di rumah itu setelah kepergian Jimmy. Dan ia mulai memikirkan apa yang telah diucapkan oleh Jimmy tadi.
"Apa benar yang dikatakan Jimmy tadi? Elvano saat ini sudah menjadi Presdir Astra Investama Group? Tapi bagaimana bisa?"
"Pantas saja malam itu ia berpakaian sangat mewah. Selain pakaian mewah, ia juga ikut mobil mewah itu yang membawa dirinya pergi dari restoran itu."
"Aku jadi penasaran, bagaimana semua ini bisa terjadi dalam waktu yang sesingkat ini?"
Cheril terus berkata-kata sendiri.
Hingga beberapa saat kemudian ia pun mengingat seseorang yang mungkin bisa menjelaskan semua itu pada nya.
"Aku tau harus bertanya pada siapa. Erik, dia pasti tau tentang semua ini. Aku harus menanyakan ini pada Tania. Mungkin Erik juga sudah menceritakan semuanya pada Tania." Gumam Cheril pelan.
Cheril pun segera meraih ponselnya yang terletak di atas meja sofa yang ada di depannya.
Setelah menemukan nama Tania pada kontak telepon genggamnya, ia segera menekan simbol telpon berwarna hijau untuk memanggil sahabatnya itu.
Sementara di kediaman Tania
Saat itu Tania juga sedang bersantai. Hari ini mereka memang tidak kuliah karna mereka sudah 1 minggu ini libur.
Tania pun segera menyadari ada panggilan masuk diponselnya sekalipun ia hanya memasang mode getar saja. Sebab ponselnya itu tepat berada disampingnya.
Ia segera meraih ponsel itu, dan di layar tertulis 'Cheril memanggil .... '
Tania segera menjawab telpon itu. Sudah 1 minggu tidak bertemu juga membuat Tania merasa kangen pada Cheril. Tania pun merasa senang ketika mendapat telpon dari Cheril.
"Hallo Cheril ... Aku kangen banget," ucap Tania di kalimat pertamanya.
"Hallo Nia ... Aku juga kangen kamu," balas Cheril. Sepertinya ia sedikit bersandiwara, padahal ia memiliki tujuan lain.
"Ehm, ngomong-ngomong tumben ni kamu menghubungiku. Ada apa Ril?" tanya Tania.
"Eh, ini Nia. Aku ...,"
Cheril menghentikan pembicaraannya.
"Aku kenapa Ril ?" Tania semakin penasaran.
"Nia, aku mau nanya, apa Erik pernah bercerita tentang Elvano padamu?" tanya Cheril Akhirnya.
"Hah? Maksud kamu Ril?" Tania tidak mengerti apa yang Cheril maksudkan.
"Jadi, barusan Jimmy pulang ke rumah. Terus dia bilang ke aku kalau Elvano sekarang sudah menjadi Presdir di Astra Investama Group. Apa Erik pernah bercerita tentang ini, Nia?"
Bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. Erik kan sudah berpesan untuk tidak menyampaikan ini pada Cheril, karena Elvano tidak ingin Cheril tau tentang semua ini.
"Nia, kamu bisa mendengar aku kan?" tanya Cheril memastikan Tania mendengar nya.
"Eh ... I-iiya, aku dengar kok. Maaf Ril, tapi aku tidak mengerti apa yang kamu ucapkan. Maksud kamu apa ya Ril?" tanya Tania kemudian.
Ia memilih berpura-pura tidak mengetahui semuanya. Karena ia takut Erik akan marah jika ia menceritakannya pada Cheril.
'Jadi Tania juga tidak tau tentang ini? Apakah Erik juga tidak tau? Tapi rasanya tidak mungkin Elvano tidak menceritakan ini pada Erik. Lagian juga Erik juga tidak mungkin tidak menceritakan pada Tania jika ia mengetahui tentang semua ini. Ataukah Jimmy yang mengada-ngada?'
Pikiran Cheril sungguh seperti benang kusut saat itu. Sangat sulit untuk diuraikan.
"Eh, i-iiya ... Aku baik-baik saja kok Nia. Soal pertanyaan tadi, anggap saja aku tidak pernah menanyakannya. Maaf ya sudah menggangu waktu istirahat mu Nia," jelas Cheril juga tak kalah panjangnya.
Fiiiiiiiiuh
Tania bisa bernafas lega kali ini.
Untung saja dia percaya dengan apa yang aku katakan.
"Gapapa kok Ril, kamu ga ganggu kok. Malah aku senang kamu menghubungi aku,"
"Yasudah kalau begitu, udahan dulu ya Nia. Bye!" ucap Cheril sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka.
Tut tut tut
"Eh .... "
"Jadi dia menghubungi aku hanya untuk menanyakan ini? Huh! Kirain dia benaran kangen sama aku. Tapi ya, lebih baik ia mematikan telepon secepatnya sih, setidaknya aku tidak sampai keceplosan."
Setelah selesai berbicara dengan Cheril, Tania pun meletakkan kembali ponsel di sampingnya, lalu ia kembali menikmati siaran TV yang ia tonton tadi.
Sementara Cheril, ia sudah mematikan TV yang masih menyala ketika ia sedang menelfon Tania tadi, dan memilih merebahkan seluruh tubuhnya di atas sofa ruang keluarga itu kemudian ia mulai memasuki ruang pikirannya.
Cheril masih sangat penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Jimmy tadi, apalagi pertemuan malam itu juga masih sangat lekat didalam pikirannya. Yaitu tentang penampilan baru Elvano.
Tapi ia juga tidak yakin sih, lagian sungguh sangat tidak masuk akal semuanya bisa berubah secepat ini. Bahkan Erik saja tidak tau tentang semua ini.
Cheril tau bahwa Erik pasti akan menceritakan semua yang ia tau kepada Tania, dan Tania juga tidak pernah menyembunyikan apapun darinya. Sangat jelas selama ini Tania memang selalu menceritakan semua hal yang ia ketahui pada Cheril.
Tania juga sudah pernah menceritakan perihal Elvano yang tiba-tiba pindah dari kota XX ini. Namun Tania belum sempat menceritakan apa alasan Elvano pindah, karna pada saat Tania sedang bercerita, pembicaraan mereka terpotong oleh kelas yang akan segera dimulai. Cheril juga sudah tidak pernah lagi menanyakan pada Tania soal itu karena ia memiliki persepsinya sendiri.
Saat itu ia mengira Elvano pindah dari kota XX adalah dengan alasan untuk menghindari dirinya gegara kejadian pada hari pertunangan itu.
***********
#Monolog
Jadi sebenarnya, Erik juga sudah tau perihal itu, Ia juga baru tau sih dari Niko tentang Elvano yang sudah menjadi Presdir. Niko juga bercerita tentang dirinya yang akan menjadi Asisten Manager pribadi Elvano. Tentu saja Erik sangat kaget mendengar ini, namun ia juga turut senang karna setidaknya sahabatnya ini sudah tidak perlu lagi menarik angkot setelah ini.
Selama ini Erik dan Niko memang tau bahwa Elvano telah pulang ke rumah orangtua kandungnya. Namun mereka tidak pernah tau bagaimana kelanjutan dari cerita penuh dramatis itu. Karena Elvano sendiri sudah tidak pernah lagi menghubungi mereka setelah berada di kota X tempat orangtua kandungnya berada.
Bukan tanpa alasan, ini semua juga karena kesibukan Elvano. Ia hampir tidak memiliki waktu luang untuk bersantai karena harus mempelajari semua hal tentang Astra Investama Group. Sekaligus juga harus menyelesaikan kuliah khusus yang ia jalani.
Setelah Erik mengetahui semua itu, ia pun menceritakan semuanya pada Tania pada saat mereka bermalam mingguan. Sesuai dengan yang dipikir Cheril, Erik memang selalu menceritakan semuanya pada Tania. Namun, Erik berpesan pada Tania untuk tidak menceritakan semua ini pada Cheril, karena Elvano sudah berpesan pada Niko, bahwa ia tidak ingin Cheril mengetahui tentang statusnya saat ini.
--------------
Hallo my Readers
Maaf ya, saya hanya bisa up 1episode saja untuk saat ini.
Mengingat saya juga masih harus menyelesaikan revisi bab sebelumnya, jadi belum bisa up 2-3 episode seperti biasanya.
Saya hanya tidak ingin kalian merasa kecewa menunggu terlalu lama, jadi saya putuskan, selama revisi, saya akan tetap up, namun hanya bisa 1episode saja. Mohon dimaklumi ya Kakak-Kakak semuanya🙏🙏🙏
I love you all🥰😘