Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kakak perempuan Cheril


Pada siang harinya, Kedua orangtua Cheril, juga kakak perempuan Cheril yang melanjutkan S2 nya di luar negeri juga ikut datang ke kota X dengan menggunakan pesawat Jet yang dikirim oleh Elvano untuk menjemput mereka. Selain mereka bertiga, Ibu Anita, beserta Erik juga kedua sahabat Cheril, Tania dan Nikita juga ikut berangkat bersama mereka dengan menggunakan pesawat jet tersebut. Jelas ini merupakan kejutan bagi Elvano. Yang dia tau pesawat itu hanya menjemput Ibu Anita dan juga kedua orangtua Cheril. Lagian dirinya selama ini juga belum tau Cheril ternyata memiliki seorang kakak perempuan. Demikian juga dengan yang lainnya. Yang mengetahui hal tersebut hanya kedua sahabat Cheril. Ibu Anita dan Erik juga merasa sedikit kaget saat dikenalkan oleh kedua orangtua Cheril pada kakak perempuan Cheril tersebut ketika berada di dalam pesawat jet.


Sementara, ketika mereka tiba di bandara, Elvano juga sudah mengirimkan sopir untuk menjemput mereka. Untungnya Elvano meminta sopir membawa mobil yang agak besar, jadi semua tamu bisa di angkut ke dalam 1unit mobil yang dikirim oleh Elvano. Padahal tujuan awal Elvano mengirim mobil dengan ukuran agak besar adalah supaya ketiga tamunya itu bisa merasa lebih nyaman, bukan untuk mengangkut orang yang banyak.


Sesaat kemudian, mereka telah tiba di kediaman keluarga Setiono. Saat mereka memasuki kediaman keluarga Setiono, mereka semua merasa sangat kagum. Karena rumah itu sungguh sangat besar. Bisa dikatakan 3x lebih besar dari kediaman Cheril. Apalagi ruangan rumah tersebut juga sudah dihias dengan sangat anggun saat itu.


Keindahannya pun berlipat ganda.


Padahal mereka semua masih belum bisa move on dari pesawat Jet yang dikirim Elvano, Saat itu saja mereka sudah merasa sangat kagum. Apalagi ketika tiba di bangunan mewah keluarga Setiono. Mungkin hanya Ibu Anita yang merasa biasa saja. Karena beliau memang sudah sangat familiar dengan rumah mewah tersebut.


Karena pada waktu itu, Elvano masih belum pulang dari kantor, Dan Ibu Winda juga Ayah William baru saja tertidur, Flo dan Valen lah yang ditunjuk oleh Pak Didi untuk melayani tamu-tamu tersebut. Saat itu Flo dan Valen memang baru saja pulang dari aktivitas belajar mereka. Setelah berkenalan dengan yang lain (kecuali Ibu Anita, karena mereka berdua sudah kenal dengan beliau), mereka berdua kemudian mengajak para tamu tersebut berkeliling ke taman belakang sekaligus meninjau persiapan pesta yang akan digelar besok. Terlihat di sana memang banyak sekali para pelayan juga para IO yang sedang mempersiapkan dekorasi serta melakukan kegiatan bersih-bersih di tempat tersebut.


Pesta yang akan digelar di hari esok meliputi ruang tamu hingga perkarangan belakang. Dimana terdapat kolam renang di sana. Elvano sengaja ingin mengambil nuansa taman, makanya ia memilih perkarangan belakang sebagai tempat pelaminan bagi dirinya dan Cheril. Pelaminan tersebut sudah 90% selesai. Terlihat sangat indah. Membuat siapapun yang melihat akan merasa sangat kagum dan mungkin juga sangat iri.


"Indahnya.... Cheril.... Kamu sungguh beruntung bisa menikahi seorang pangeran.." Ucap Nikita sambil memegang kedua pipinya.


"Iya, benar yang kamu bilang Niki, Cheril sangat beruntung bisa menikahi Elvano." Timpal kakak perempuan Cheril yang bernama Adriela yang biasa di panggil dengan sebutan Driel dengan ekspresinya yang juga terlihat ikut berbahagia.


Dan mereka semua yang ada di sana juga menunjukkan hal yang sama dengan kedua orang ini. Dalam diam, mereka juga merasa sangat kagum, bangga, juga ikut berbahagia karena Cheril bisa menemukan seorang pangeran kaya raya yang juga terlihat sangat menyayangi nya. Bukti nyatanya sudah terlihat di dalam persiapan pesta yang sudah pasti menghabiskan milyaran rupiah ini.


"Eh, ngomong-ngomong Cheril kok tidak kelihatan?"


Kali ini Tania yang membuka suara.


"Eh, maaf Kak, Kak Cheril masih belum tinggal di sini. Kak Cheril berada di apartemen milik Kak Vano. Selama ini dia tinggal di sana." Jawab Valen.


"Oh.. Jadi begitu.... Apa kamu tau tempatnya Valen? Aku kangen sekali pada nya." Tambah Tania.


"Iya, aku tau. Tapi.... Sebaiknya Kakak tidak ke sana. Soalnya Kak Vano bilang, Kak Cheril belum mengetahui soal pesta pernikahan ini. Dia ingin memberikan kejutan pada Kak Cheril." Jelas Valen


"Ah.... So sweet banget sih.... Aku jadi semakin iri...." Ujar Nikita sambil memperlihatkan ekspresinya yang terlihat gemas.


Yang lainnya juga menunjukkan ekspresi yang sama dengan Nikita. Senyum-senyum tidak jelas gitu deh.


"Iya Kak, sepertinya Kak Vano memang sangat mencintai Kak Cheril. Pesta ini juga dipersiapkan oleh Kak Vano dengan sangat detail." Lanjut Valen penuh semangat.


Ia juga ikut senang melihat kakaknya bahagia.


"Iya benar, Kak Cheril pasti sangat cantik ya kak Valen." Timpal Flo. Membuat mereka semua yang berada di sana melototkan mata mereka.


Jadi, kedua adik Elvano belum pernah melihat Cheril....


Demikianlah ia hati mereka saat itu.


Valen dan Flo memang belum pernah bertemu dengan Cheril. Mereka tidak diijinkan oleh Elvano menemui kekasihnya itu dengan alasan Cheril yang belum mengetahui identitas aslinya. Ia tidak ingin kedua adiknya malah keceplosan tentang semua itu. Ya, mungkin saja akan membuat semua yang ia rencanakan jadi berantakan.


"Eh, jadi kalian belum pernah bertemu Cheril?" Tanya Adriela.


"Belum Kak." Jawab Valen singkat


"Lho kenapa? Apa Kakak kalian tidak pernah membawa Cheril pulang ke rumah ini?" Tanya Adriela lagi.


"Iya, memang belum pernah."


Jadi Cheril belum pernah dikenalkan di keluarga ini... Aku jadi ragu, apa benar, Elvano serius dengan Cheril...


Gumam Adriela dalam hati. Ia menarik Kembali semua pikirannya tadi, yang menganggap Elvano sangat mencintai Cheril. Elvano bahkan belum mengenalkan Cheril pada keluarganya. Mungkin saja kan Elvano hanya ingin mempermainkan perasaan adiknya itu. Pikir Adriela.


Hmmmm


"Driel.... Vano memang sengaja tidak membawa Cheril pulang ke rumah ini, karena Vano sedang merahasiakan tentang identitas aslinya." Timpal Ibu Berliana.


Ia bisa membaca pikiran putri sulungnya itu, yang pasti sedang mencemaskan adiknya.


"Maksud Ibu?" Tanya Adriela bingung.


"Iya, jadi begini.... Bla... Bla... Bla...


Akhirnya, Ibu Berliana menceritakan pada Adriela tentang semuanya. Dan setelah mendengar penjelasan tersebut, Adreila pun mengerti maksud dan tujuan dari Elvano.


Tak lama kemudian, Elvano sudah kembali ke rumah. Ia memang pulang lebih awal, karena ingin memastikan semua persiapan sudah berjalan dengan baik. Sekaligus juga ingin menemani Ibu Anita juga kedua orangtua Cheril, pikirnya.


Namun alangkah kagetnya dia, ternyata ketika dirinya dan Niko tiba di rumah, Tak hanya ada mereka bertiga di sana. Pertama kali yang mengejutkan kedua pria ini adalah Erik.


"Hei Bro.... Wah.... Keren ya kamu sekarang!" Ejek Erik yang ditujukan pada Niko sembari berjalan mendekati Vano dan Niko.


Walaupun kaget, kedua pria ini tetap bersikap senormal mungkin.


"Ah.... Biasa saja.... Kamu kok tidak bilang-bilang mau kemari?" Ujar Niko sambil menyambut salaman Erik.


"Sengaja ingin memberikan kejutan untuk kalian donk." Jawab Erik penuh percaya diri.


Saat itu Erik menyalami kedua sahabatnya bergantian. Tak hanya itu, mereka juga saling berpelukan.


Dan setelahnya mata Elvano sudah tertuju kepada yang lainnya. Dan terhenti pada sesosok wanita yang agak mirip dengan Cheril.


"Oh iya, Vano, perkenalkan, ini Kakaknya Cheril, Adriela!" Ucap Ibu Berliana.


Ibu Cheril tau, Elvano pasti sedang bertanya-tanya, siapa perempuan yang sangat mirip dengan Cheril itu.


Oh, jadi Cheril memiliki kakak ya. Kok selama ini dia tidak pernah bercerita tentang itu....


"Eh, iya, kenalkan, saya Elvano, suaminya Cheril." Ucap Elvano sopan sambil mengulurkan tangannya mengajak Adriela berkenalan.


"Ah, i-iya.... Saya kakaknya Cheril, Adreila." Jawab Adreila sedikit gugup.


Ia sedikit terpanah dengan ketampanan Elvano.


Eh, Ternyata laki-laki ini sangat tampan.. Cheril, kamu sungguh beruntung bisa mendapatkan pria sesempurna ini..


Adriela berkata-kata di dalam hatinya.


Setelah itu mereka pun saling bercengkrama kecil. Sesaat kemudian Ibu Winda dan juga Ayah William yang sudah bangun dari tidur mereka juga ikut bercengkrama bersama keluarga baru mereka juga beberapa teman Elvano dan Cheril. Para tamu bisa merasakan kehangatan keluarga ini. Mereka semua terutama para sahabat juga keluarga Cheril sudah bisa merasa sangat lega saat ini, karena mereka sudah sangat yakin, Cheril akan hidup bahagia bersama Elvano.