Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 249


Guru dan murid itu mengobrol banyak hal. Mereka saling bertukar cerita mengenai banyak hal. Guru Raymon yang baru mengetahui tentang status Elvano yang bukan merupakan anak Pak Rangga juga segera menuntut Elvano menceritakan semua yang terjadi. Ya, Guru besar itu sudah mengetahui semuanya sejak kedatangan Niko waktu itu. Setelah kepulangan Niko dari gunung Elang Muda, Guru Raymon mencari tahu semuanya. Dan dia begitu terkejut mendapatkan kenyataan tersebut.


Usai Elvano menceritakan semua mengenai dirinya, Guru Raymon juga dituntut oleh Elvano menceritakan tentang semua yang telah terjadi di gunung Elang Muda hingga peta itu menghilang.


Begitulah mereka menghabiskan waktu hingga 2 jam lamanya untuk saling bertukar cerita satu sama lain.


"Guru, maafkan aku tidak dapat membawa kembali peta itu kemari," sesal Elvano.


Guru Raymon tersenyum mendengar itu.


"Kamu sudah berusaha keras Jeong Shu. Aku bisa mengerti semuanya. Dan tenang saja. Peta itu tidak jatuh ke tangan yang salah. Seseorang sedang di dalam perjalanan membawa itu kembali ke sini saat ini."


Jawaban guru Raymon jelas membuat Elvano mengangkat kembali wajahnya yang sedang tertunduk lesu setelah mengucapkan kalimatnya tadi.


"Maksud Guru?" tanya Elvano mengerutkan dahi.


"Ya ... Peta itu ada di tangan yang benar. Seseorang telah mengamankan peta itu sewaktu kejadian di kastil Red Rose saat itu.


Mereka tak lain adalah orang kita sendiri. Jadi kamu tidak perlu merasa khawatir soal itu," jelas Guru Raymon.


"Benarkah?"


Elvano terlihat semakin kebingungan mendapatkan kenyataan ini. Jika peta yang didapatkan oleh orang gunung Elang Muda, bukankah seharusnya Cheril juga ada di tangan mereka?


"Jika memang demikian, bukankah berarti Cheril juga seharusnya ada bersama dengan mereka? Tolong katakan padaku Guru. Apa Cheril ada di tangan mereka?"


Setitik harapan datang menghampiri Elvano.


Dia sangat berharap pemikirannya saat ini benar adanya.


Dan ya, sesungguhnya Cheril memang sedang berada bersama orang-orang itu. Inilah yang menjadi rahasia Guru Raymon petang nanti. Dia akan mencegah kepergian Elvano dengan mendatangkan Cheril kepada Elvano petang ini.


Awalnya Guru Raymon belum ingin menceritakan semuanya. Namun apalah daya, semua juga sudah terbongkar. Guru Raymon pun akhirnya membatalkan semua rencana kejutan itu. Guru Raymon memutuskan untuk menceritakan semuanya saat itu juga.


Flashback on


Kembali lagi ke 4 hari yang lalu. Saat dimana para mafia dari berbagai penjuru mendatangi kastil Red Rose milik Elvano.


Tertuju pada kejadian paling menonjol yaitu mengenai saat dimana seorang anggota mafia itu sedang mengacungkan senjatanya di tengah-tengah kening Bibi Nois.


Setelah itu beberapa dari mereka mengarahkan Bibi Nois serta Cheril menuju ke dalam kamar. Usai melakukan hal ini salah satu dari mereka menembak titik kamera CCTV yang ada di sana untuk menghilangkan jejak. Dan kembali mengurusi kedua wanita yang ada di hadapan mereka.


Jika Bibi Nois bisa bersikap lebih tenang, berbeda dengan Cheril yang sangat ketakutan. Tubuh Cheril bergetar hebat saat itu. Kondisi Cheril sedikit mengkhawatirkan mengingat dirinya yang sedang mengandung.


"Katakan! Dimana letak peta itu?" tanya anggota mafia yang kini memindahkan senjatanya ke arah kening Cheril. Sebab pertanyaan tersebut ditujukan pada Cheril.


Saat itu posisi Cheril dan Bibi nois sedang terduduk di atas tempat tidur.


"Ak-aku tidak tahu Tuan!" jawab Cheril gugup.


"Jangan coba-coba membohongi ku. Atau aku tembak kalian berdua. Cepat katakan, dimana benda itu?" cecar orang itu.


Cheril semakin bergetar hebat. Rasa ketakutannya semakin memuncak. Melihat itu bibi Nois menjadi tidak tega. Bibi Nois yang akhirnya bersuara.


"Kurang ajar! Aku tidak bertanya padamu. Kenapa kau yang bersuara Nenek tua?" sergah orang itu memotong.


Yang terjadi adalah dia marah karena Bibi Nois mengambil alih pembicaraan. Sontak orang itu melepaskan 2x tembakan yang tertuju ke atas langit-langit kastil. Mendengar suara tembakan ini membuat Cheril semakin ketakutan dan syok berat. Yang pada akhirnya menyebabkan gadis itu terjatuh di atas tempat tidur dan tidak sadar diri.


Pada saat yang bersamaan, datanglah 2 orang memasuki kamar tempat penyekapan sedang berlangsung. Mereka tak lain adalah orang yang dimaksudkan oleh Guru Raymon.


BUG! BUG! BUG!


Dalam sekejap beberapa orang di sana terjatuh seketika setelah mendapatkan pukulan dari kedua orang ini.


"Kalian?"


Raut kekhawatiran Bibi Nois perlahan tenggelam berubah menjadi kelegaan. Bibi Nois memang mengenal jelas kedua orang yang datang itu. Tentu saja Bibi Nois tahu persis siapa mereka. Terutama dia yang berperawakan lebih dewasa. Hanya saja saat Bibi Nois menatap laki-laki yang lebih muda dia sedikit terperangah tak percaya karena tidak mengerti kenapa laki-laki yang lebih muda ini bisa bersama dengan laki-laki yang lebih dewasa ini. Yang jelas Bibi Nois mengenal mereka berdua dengan sangat baik. Hanya saja pada tempat, waktu serta kejadian yang tak serupa. Jika peria yang lebih dewasa dikenal oleh Bibi Nois dengan perawakannya yang baik, maka yang lebih muda malah ia kenal sebagai seorang pecundang.


"Ayo kia pergi dari sini!" ajak salah satu dari mereka.


Pria yang lebih muda tadi yang bertugas memapah tubuh Cheril. Sedangkan pria yang lebih dewasa mencoba membongkar kamar tersebut untuk mencari keberadaan benda rahasia yang sedang diburu itu. Setelah menemukannya, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.


Namun saat mereka baru saja tiba di ruang tamu, seorang anggota mafia yang menodongkan sejata pada Bibi Nois tadi berhasil bangun dan berusaha mengejar dan menahan kepergian mereka. Sehingga laki-laki itu pun kembali dilumpuhkan oleh pria dewasa yang sedang berpihak pada Cheril saat itu dengan sigap ia membalikkan badan menghajar orang itu hingga babak belur.


Anggota mafia inilah yang ditemukan oleh Dirly waktu itu. Dia memang tidak meninggal saat itu. Sebab pria dewasa itu tidak membunuh orang itu secara langsung.


Usai melakukan hal ini mereka pun melangkah pergi dari kastil Red Rose dengan membawa serta peta, Cheril dan Bibi Nois bersama dengan mereka.


Flashback off


Dan Elvano akhirnya bisa merasa lega usai mendengarkan penjelasan dari Guru Raymon.


Satu hal lagi, Guru Raymon juga mendapatkan kabar tentang penyergapan yang terjadi pada Elvano beserta teamnya dari penjelasan pria dewasa itu.


Selama 4 hari Guru Raymon menyelidiki kasus itu. Beliau baru bertindak ketika mendapat laporan dari salah satu muridnya yang ia kirim untuk memata-matai tempat itu. Kemudian Guru Raymon memilih mengirim Gemilang beserta 2 orang muridnya yang lain menuju ke sana untuk membebaskan Elvano dan yang lainnya.


***


Ruangan Valen


Hari mulai petang. Belum ada tanda-tanda kedatangan keempat orang yang diutus oleh Guru Raymon untuk menjemput kesembuhan bagi Valen. Tentu hal ini membuat Elvano merasa sangat khawatir. Sementara keadaan Valen sudah mulai menurun drastis. Tubuh Valen sedingin Es. Dahinya juga sangat panas. Elvano terlihat begitu gelisah.


Yang ia lakukan saat itu, ia membantu mengompres Valen dengan air hangat. Lalu sesekali juga mengusap-usap kedua lengan tubuh tak berdaya itu berharap dapat memberi kehangatan. Dan sesekali dia juga beranjak mondar-mandir di dalam ruangan tersebut menanti kepulangan mereka berempat yang entah ada dimana saat itu.


Mengenai Cheril yang kata Guru Raymon akan kembali malam itu hampir dilupakan oleh Elvano karena saking khawatirnya Elvano terhadap Valen saat itu.


Sedangkan di luar ruangan Valen, tepatnya di ruangan bagian depan kastil Elang MUda, Guru Raymon juga tak kalah gelisahnya. Pintu kastil terbuka lebar saat itu, terlihat Guru Raymon juga sedang berjalan mondar-mandir di dalam ruangan tersebut. Hatinya tak bisa tenang memikirkan mereka yang ia utus belum juga kembali. Apalagi tiba-tiba saja Yuka datang menghampirinya sambil terteriak,


"Guru ... Guru ... Gawat! Kondisi Valen semakin kritis. Tubuhnya kejang-kejang saat ini."


Seketika Guru Raymon menjadi sangat panik. Bagaimana tidak? Itu adalah tanda-tanda fase terakhir telah terjadi. Jika dalam waktu 5 menit lagi mereka yang dinanti belum juga kembali, Valen dipastikan akan kehilangan nyawanya.


Dengan langkah tergesa-gesa Guru Raymon pergi dari ruangan tersebut memilih menghampiri ruangan Valen.