Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kejutan di mall Z


Setelah kejadian tadi, Manager Li pun mulai mengerti jalan pikiran Elvano, kenapa ia memilih mengenakan pakaian seperti itu.


Aktivitas mall di pagi hari memang belum begitu banyak, tapi sudah terlihat ada beberapa pelanggan yang masuk ke dalam mall untuk berbelanja.


Manager Li mengajak Elvano menuju ruang khusus pengoperasian mall untuk memantau mall dari ruang CCTV, di sana mereka bisa melihat dengan jelas semua aktivitas yang sedang berlangsung di dalam mall.


Setelahnya mereka juga menuju ke arah ruang kerja bagian kantor untuk memantau perkembangan omzet mall Z selama 1 bulan, karena setiap satu bulan sekali Presdir Astra Investama Group baru akan melakukan pemantauan.


Jika dilihat dari omset, mall yang sangat besar ini memang tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, malah sedikit mengalami penurunan sejak beberapa bulan belakangan.


Elvano pun sepertinya semakin mantap dengan keputusannya untuk mengganti manager sombong itu, selain keangkuhannya manager itu juga tidak begitu becus dalam mengolah mall ini, pikirnya.


"Manager Li, sepertinya lelaki sombong tadi akan saya ganti. Apa anda menyetujuinya?" tanya Elvano sambil meminta pendapat pada Manajer Li.


"Eh ....


Manager Li terdiam sesaat sebelum menjawab.


"Jika Tuan Muda menginginkannya aku akan melakukannya!" tanggap Manager Li kemudian.


"Lakukanlah!" jawab Elvano singkat


"Baik Tuan Muda!" balas Manager Li sambil menganggukkan kepalanya.


Tamatlah riwayatmu dasar manager sombong ...


Gumam Manager Li di dalam hati.


"Manager Li ...," Elvano kembali berbicara pada Manager Li


"Iya Tuan Muda," jawab manager Li singkat


"Cari tau data tentang laki-laki yang kita temui di ruang CCTV tadi!" Elvano memberikan perintah pada Manager Li.


Manager Li terlihat mengerutkan dahinya seperti sedang berusaha untuk mengingat sesuatu,


"Maksud Tuan Muda, Leo?" tanya Manager Li kemudian


Leo adalah karyawan Mall Z di bagian pengoperasian CCTV. Tadi Elvano dan Manager Li memang bertemu dengan nya di ruangan itu.


"Bukan orang itu. Yang satunya lagi," jawab Elvano dengan wajah datarnya.


Maksud Tuan Muda laki-laki yang mana lagi ....


Manager Li berusaha memutar kembali memory otaknya menuju ke ruang CCTV tadi. Setau dirinya yang bertugas di dalam ruang itu hanya Leo saja.


Sesaat kemudian ia pun mengingat memang ada satu lagi laki-laki yang berada di sana saat itu, pasti dialah yang dimaksud oleh Tuan Muda Elvano. Tapi mau apa coba Tuan Muda ingin mencari data tentang laki-laki itu?


Manager Li sepertinya tampak kebingungan.


"Maaf Tuan Muda, apakah yang Tuan Muda maksud adalah laki-laki yang bertugas di bagian cleaning servis itu?" akhirnya walaupun agak ragu, Manager Li pun melepaskan pertanyaannya


"Iya, laki-laki itu yang aku maksud," jawab Elvano penuh semangat.


"Maaf Tuan Muda, jika boleh tau apa yang ingin anda perbuat terhadap cleaning servis itu?" Manager Li kembali melemparkan pertanyaan karna merasa sangat penasaran.


Apakah Tuan Muda bermaksud mengangkat laki-laki tersebut untuk menggantikan manager sombong itu.


Manager Li kembali bergumam dalam hati. Ia merasa sangat penasaran.


Mau berapa kali coba dia menyebut kata maaf padaku, lalu melempar pertanyaan lagi.


Saya lelah Manager Li, saya lelah menjawab pertanyaan anda.


Giliran Elvano yang berkata-kata di dalam hatinya. Elvano malah merasa risih dengan pertanyaan yang terus dilemparkan oleh Manager Li yang disertai dengan ucapan maaf darinya.


"Maaf Tuan Muda, saya sudah lancang," sesal Manager Li sambil menundukkan wajahnya.


Lalu ia pun segera menuju ke arah sekretaris Mall Z untuk mencari tau data diri tentang laki-laki yang dimaksud oleh Elvano.


Setelah mendapatkan datanya ia pun segera kembali ke arah Elvano yang sedang duduk di ruang tamu yang terletak di bagian ruang kerja karyawan kantor untuk menunggunya.


Elvano pun segera membuka map yang berisikan data pribadi lelaki itu, dan tepat sekali seperti yang sudah dipikirkan oleh dirinya. Pekerjaan sebagai cleaning servis sungguh tidak sepadan untuk laki-laki itu.


"Manager Li, anda sudah tau apa yang harus anda lakukan?" tanya Elvano sambil memperlihatkan isi map itu.


Betapa kagetnya Manager Li setelah melihat isi data diri tentang laki-laki yang bertugas di bagian cleaning servis itu. Seketika Manager Li pun melototkan matanya untuk melihat lebih jelas, ternyata laki-laki itu merupakan salah satu lulusan sarjana di bidang management bisnis dengan nilai yang sangat sempurna.


Lalu kenapa dia mau di terima sebagai cleaning servis di mall ini ....


Manager Li sungguh tidak habis pikir.


"Manager Li, apa anda mengerti maksud saya?" Elvano kembali melempar pertanyaan karena Manager Li masih belum menjawab pertanyaannya yang tadi


"I-iya Tuan Muda, saya mengerti. Akan saya lakukan Tuan Muda!" jawab Manager Li kemudian.


"Bagus," tanggap Elvano singkat sambil tersenyum tipis.


Manager Li sepertinya sudah bisa menebak sedikit demi sedikit jalan pikiran Elvano, Sifat Elvano hampir sama dengan ayahnya yang tidak pandang bulu. Namun dalam hal mengambil keputusan Elvano jauh lebih berani.


Sedikit cerita tentang laki-laki cleaning servis yang tadi, ia memang lulusan s1 di bidang management bisnis, salah satu lulusan terbaik di angkatannya.


Lalu kenapa ia mau dipekerjakan di bidang ini? Alasannya adalah karena ia sedang sangat membutuhkan biaya untuk membantu pengobatan adiknya yang sedang sakit keras. Dirinya sudah mencoba melamar di beberapa perusahaan lainnya, tapi tidak ada yang mau menerimanya dengan alasan perusahan-perusahaan itu sedang tidak membutuhkan karyawan.


Ketika ia mencoba melamar di Mall Z, ia pun segera diterima. Namun hanya bisa mempekerjakannya di bagian cleaning servis karna waktu itu Mall Z sedang kekurangan tenaga di bidang ini, daripada tidak mendapat pekerjaan, ia pun akhirnya menerimanya.


Laki-laki ini pun sudah bertahan selama 1 tahun di bidang ini. Walaupun ia hanya seorang cleaning servis, ia selalu melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Hal inilah yang menjadi bahan pertimbangan Elvano, ia bisa melihat ketulusan dari dirinya ketika melihat caranya bekerja di ruang CCTV tadi.


Ntah kenapa perasaan Elvano pun sangat kuat, ia juga merasa cleaning servis itu sepertinya orang yang sangat berpendidikan, karena itulah Elvano meminta Manager Li mencari tau bentang data dirinya.


Pada akhirnya Manager Li kemudian mengatur rapat dadakan hari itu juga, semua disiapkan dalam waktu yang sangat singkat, hanya setengah jam saja persiapan yang dilakukan untuk mengadakan rapat dadakan itu.


Semua karyawan kantor mall Z dikumpulkan di ruangan rapat termasuk juga cleaning servis, kecuali karyawan bagian penjualan yang melayani pelanggan, karena mereka tidak termasuk bagian kantor jadi mereka tetap bekerja, mall tetap beroperasi seperti biasa.


Di dalam rapat ini, selain mengumumkan tentang pergantian Manager Mall Z, Manager Li juga akan memperkenalkan Elvano sebagai Presdir Astra Investama Group saat ini pada seluruh karyawan kantor mall Z.


Manager mall Z yang sombong tadi sudah sangat ketakutan mendengar tentang rapat dadakan yang diadakan itu, ia memang sudah bisa menebaknya, pasti akan ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.


Dan memang itulah yang terjadi. Ia bahkan luar biasa kaget ketika Manager Li mengumumkan orang yang menggantikan dirinya ternyata hanyalah seorang cleaning servis di tempat itu.


Tentu saja tidak hanya dia yang kaget, laki-laki cleaning servis itupun tak kalah kagetnya, termasuk juga seluruh karyawan kantor Mall Z. Mereka tidak pernah menyangka seorang yang selama itu tidak pernah diperhitungkan dalam sekejap bisa naik jabatan meloncat ke posisi yang paling tinggi. Adapun beberapa orang yang bahkan merasa sangat iri pada laki-laki itu.


Selain kaget soal pergantian manager, mereka juga sangat kaget ketika mengetahui orang yang bersama dengan Manager Li yang sebagian dari mereka mengira karyawan magang ternyata adalah Presdir yang menggantikan Tuan William.


Hari ini sungguh banyak sekali kejutan yang terjadi di Mall Z, setelah ini ntah kejutan apalagi yang sedang menanti. Mengingat Elvano dan Manager Li masih akan meninjau di bagian penjualan.