
Tepat pukul 19.00 semua tamu undangan telah memenuhi ruangan yang sudah disediakan. Beberapa rekan bisnis Dedy Senjaya, karyawan Indos perkasa dan juga karyawan butik juga sudah berada di dalam ruangan pesta.
Ayah Cheril mondar-mandir kesana-kemari menyambut tamu undangannya, sesekali ia juga menemui keluarga Elvano yang duduk dimeja khusus yang berada dibarisan terdepan sebelum panggung.
Sedangkan Cheril, ia masih belum turun dari ruangannya.
Bagian Wedding Organizer naik keatas panggung dan bersiap untuk membuka acara pertunangan. Pertama-tama mereka mengucapkan selamat datang pada semua tamu undangan yang telah hadir. Setelah itu ia mempersilahkan Cheril untuk turun dari lantai atas menuju keatas panggung karna acara inti akan segera dimulai.
"Baiklah, Selamat malam untuk para hadirin semuanya! Kami ucapkan selamat datang untuk tamu undangan semuanya. Dan selamat menikmati semua hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah di tempat ini."
"Dan saat ini, acara pertunangan akan segera kita mulai, untuk itu saya mempersilahkan untuk calon dari pihak perempuan untuk segera naik ke atas panggung!"
Demikianlah yang diucapkan oleh petugas MC.
Mendengar suara dari salah satu Wedding Organizer yang bertugas dibagian MC, Cheril pun keluar dari kamarnya menuju anak tangga untuk turun ke bawah.
Cheril terlihat sangat cantik dengan balutan gaun malam yang ia buat sendiri sebagai tugas kampusnya yang waktu itu ia tanyakan pada Cindi. Sedangkan ibunya mengandeng tangan Cheril menuntunnya turun.
Semua tamu undangan melemparkan pandangan mereka ke arah tangga sembari memberikan tepuk tangan yang meriah untuk menyambut kedatangan Cheril di ruangan pesta yang dipandu oleh MC.
Mereka semua memandang Cheril kagum. Ia sangat cantik malam ini. Termasuk juga Elvano, ia juga sangat kagum melihat kecantikan yang ditampilkan oleh Cheril malam itu. Cheril terlihat sangat sempurna untuk acara malam ini. Ia pun sudah tiba dilantai bawah saat ini.
Kemudian Cheril berjalan dengan sangat anggun melangkah maju kedepan panggung, ketika melewati Elvano, Cheril sedikit tegang. Ia melirik ke arah Elvano dan tersenyum tipis ke arahnya dengan senyuman yang tidak dapat diartikan.
Sedangkan Elvano hanya memandang wajah cantik Cheril dengan raut wajahnya yang datar dan penuh rasa kagum.
Setelah Cheril sudah berdiri di atas panggung tepatnya di samping pembawa acara, MC itu kemudian juga segera memanggilkan nama calon dari pihak laki-laki.
"Baiklah, sekarang kami panggilkan juga untuk pasangan Nona Cheril, yakni ...,"
"Tuan Muda ...," bagian MC berhenti sesaat karena merasa ragu dengan nama yang tertera pada pada kertas yang ada di tangannya.
Ia kemudian berbisik di telinga Cheril, menanyakan apa benar nama itu yang menjadi pasangan prianya.
Cheril pun mengangguk pelan mengiyakan.
Melihat tingkah MC yang agak aneh menimbulkan kegaduhan kecil sesaat di dalam ruangan pesta yang sebelumnya hening sebelum semuanya tenang kembali saat MC kembali bersuara.
"Baiklah! Kami ulangi, kami panggilkan kembali untuk pasangan prianya, Tuan Muda Jimmy ..., " lanjut petugas MC kemudian.
Petugas MC itu memang sedikit bingung, karena yang ia tau pria itu bernama Elvano, sekarang malah berubah menjadi Jimmy.
Seketika Elvano melototkan matanya mendengar ucapan MC itu karna kaget. Ibu Anita beserta rombongan mereka juga tidak kalah kaget mendengar nama yang MC itu sebutkan.
Elvano pun beranjak dari meja khusus yang ia tempati dan segera keluar dari ruangan pesta yang disusul oleh rombongannya yang lain. Mereka semua merasa sangat prihatin dengan apa yang sudah terjadi pada Elvano saat itu.
Beberapa karyawan Indos Perkasa juga membicarakan hal ini, mereka jelas tau Cheril seharusnya bertunangan dengan Elvano, bukan dengan Jimmy. Mereka juga turut prihatin melihat kondisi Elvano.
Maafkan aku Vano, aku juga terpaksa melakukan ini semua.
Mata Cheril mulai berkaca-kaca menyaksikan Elvano yang meninggalkan ruangan pesta, sebelumnya Elvano sempat melirik ke arah Cheril menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Vano ... Ayah minta maaf atas semua kejadian ini!" ucap ayah Cheril berusaha mencegat kepergian Elvano beserta rombongannya di pintu keluar.
Namun Elvano sama sekali tidak menghiraukan laki-laki paruh baya itu, Niko, dan yang lainnya malah melemparkan pandangan membunuh kearahnya.
Padahal Ayah Cheril juga tidak kalah kagetnya dengan pengumuman yang diucapkan oleh petugas MC. Ia memang tidak mengetahui tentang semua ini.
-------------
Last night
Ibu Cheril tidak sengaja mendengar perbincangan suaminya dengan Manager Billy tentang perusahaan mereka yang mulai goyah di ruang kerjanya yang ada di rumah.
Waktu itu suaminya menyebut Bram telah mencabut semua sahamnya dari perusahaan Indos Perkasa dengan alasan Dedi Senjaya sudah membatalkan perjodohan Cheril dengan Jimmy.
Ibu Cheril sangat syok dengan berita yang ia dengar itu, karena itulah ia pun menghubungi Jimmy.
Jimmy berjanji pada ibu Cheril, ia akan menanam kembali sahamnya di Perusahaan Indos Perkasa asal pertunangan Cheril dan Elvano yang diadakan besok diubah skenarionya seperti yang baru saja terjadi.
Ia sengaja membiarkan Elvano tetap hadir di acara itu dan tetap membiarkannya duduk di meja khusus yang sudah disediakan oleh panitia sebagai meja spesial untuk keluarga calon tunangan Cheril karena ia ingin membalas dendam pada Elvano yang sudah mempermalukannya di restoran waktu itu.
Setelah mendengarkan instruksi yang diberikan oleh Jimmy, ibu Cheril pun menuju kamar Cheril dan membicarakan semuanya dengan anak perempuannya itu.
Awalnya Cheril sangat tidak setuju dengan rencana gila yang diatur oleh Jimmy. Setidaknya jika ia tetap akan dijodohkan pada Jimmy ia ingin membatalkan acara pertunangan nya dengan Elvano secara baik-baik bukan dengan cara yang sangat tidak terpuji seperti ini. Tentu saja hal ini akan membuat Elvano terluka, tidak hanya Elvano, Ibu Anita pun akan merasakan hal yang sama.
Cheril sudah meminta Ibunya menghubungi Jimmy kembali, Ibu Cheril walaupun ia tidak begitu menyukai Elvano. Namun ia juga masih memiliki hati nurani, ia juga sebenarnya tidak sampai hati melakukan ini semua jika bukan karena Jimmy yang bersikukuh tetap dengan pendiriannya.
"Terserah kalian, ya sudah jika kalian tidak mau mengikuti semua rencanaku. Aku tidak akan menanam sahamku kembali di Perusahaan Indos Perkasa dan kehancuran Indos Perkasa akan segera terjadi." Hahaha
Demikianlah jawaban yang mereka dapatkan.
Pada akhirnya Cheril pun tidak bisa berbuat apapun lagi, ia juga tidak ingin membiarkan Perusahaan ayahnya yang sudah susah payah dirintis selama puluhan tahun itu hancur begitu saja.
Ia pun memilih mengorbankan perasaannya dan juga terpaksa harus melukai perasaan orang yang ia cintai demi ayah dan ibunya yang sudah membesarkannya.