Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Kejutan ulang tahun


Mentari sudah kembali muncul dari sebelah timur, pertanda pagi sudah tiba. Saat ini, jam di dinding kamar Elvano menunjukkan pukul 6.30. Elvano kembali terjaga dari tidurnya.


Perlahan Elvano membuka matanya. Dan mendapati tangannya masih dalam posisi memeluk Cheril yang sudah berpindah posisi menghadap dirinya. Elvano tersenyum tipis menyaksikan itu. Ditatapnya wajah istrinya yang cantik, Cheril terlihat begitu polos ketika sedang tidur. Rasanya begitu damai. Elvano mengusap rambut Cheril pelan, lalu memainkan ujung rambut itu dengan jari telunjuknya, dan menurunkan jari tersebut menuju wajah Cheril secara perlahan. Ia tidak ingin Cheril terusik tidurnya, jadi Elvano melakukan itu dengan sangat pelan. Terakhir ia mengecup pelan kening istrinya lalu setelahnya ia juga kembali mengeratkan pelukan membuat tubuh kedua orang ini bersatu tanpa jarak.


Dan parahnya, Cheril sama sekali tidak terusik dengan semua kegiatan yang sudah Elvano lakukan. Ketika sedang tidur, Cheril memang selalu begitu. Ia tidak mudah dibangunkan oleh apapun.


Kira-kira 10 menit lamanya, Elvano mendekap istri cantiknya itu dengan sangat erat. Jiwa nakalnya meronta-ronta, ketika merasakan tubuh mereka yang bersatu dengan dirinya tanpa jarak itu. Namun ia segera menyudahi pelukan tersebut, saat teringat harus segera menyiapkan kejutan untuk Cheril mumpung wanita itu masih tertidur pulas.


Elvano melepaskan pelukannya dan segera beranjak dan keluar dari kamar menuju lantai bawah menggunakan tangga.


Tiba di bawah, terlihat para pegawai sedang merubah tatanan hiasan pesta pernikahan kemarin menjadi tatanan hiasan ulang tahun di salah satu sudut ruang tamu, atas perintah Elvano semalam.


di sana juga sudah ada Valen, Flo juga kedua orangtuanya yang bangun lebih dulu.


"Selamat pagi Kak Vano." Sapa Flo yang melihat kakaknya mendekati perkumpulan keluarga itu.


Dan tentu saja sapaan Flo membuat semua yang ada di sana ikut melemparkan pandangan mereka ke arah Elvano.


"Selamat pagi Kak Vano." Valen juga ikut menyapa Elvano.


"Selamat pagi Flo , Valen, Ayah dan Ibu." Balas Elvano sekaligus menyapa kedua orangtuanya juga. Dan dibalas dengan senyuman oleh kedua orangtua itu.


"Pagi sekali kamu bangun Vano? Kamu tidak merasa lelah setelah pertempuran semalam?" Goda Ayah William.


"Issssh ... Ayah ... Tidak sadar ya kedua anak gadis Ayah ini masih di bawah umur?" Gertak Ibu Winda yang membuat suaminya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Ketiga anak mereka tersenyum menyaksikan semua itu. Niat menggoda Elvano, malah dirinya yang dipojokkan. Sungguh nasib Ayah William sedang kurang beruntung. Hehehe


"Kakak, apa kakak ipar masih tidur?" Tanya Flo polos.


"Iya sayang .... Kakak ipar kamu masih tidur. Sepertinya dia sangat kelelahan." Jawab Elvano sambil memberikan sedikit penjelasan. Diusapnya pelan kepala adik kecil itu.


"Eh .... Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?"


Elvano kaget, ketika ia mengangkat kembali wajahnya, kedua orangtuanya serta Valen malah menatap Elvano lekat.


Yup, semua karena kata kelelahan yang diucapkan oleh Elvano. Pikiran mereka sudah kemana-mana.


Elvano sedikit menyadari, ketiga orang ini pasti sedang berpikir yang tidak-tidak. Ia pun kembali menambah penjelasan untuk ucapannya tadi.


"Ya, maksud aku itu, Cheril pasti kelelahan setelah seharian merayakan acara resepsi pernikahan itu." Tambah Elvano.


Walau sudah dijelaskan secara jelas, tetap saja mereka tidak langsung percaya, buktinya ketiga orang ini masih menatap Elvano lekat.


"Ah .... Terserah kalian deh mau berpikiran apa. Ayo Flo bantu Kakak, kita siapin kue ulang tahun buat Kakak ipar mu." Ajak Elvano. Lalu kedua kakak-adik ini berlalu dari hadapan ketiga orang yang masih salah paham itu begitu saja.


_


_


_


Hiasan ulang tahun sudah selesai, kue ulang tahun juga sudah selesai, sekarang tinggal membangunkan Cheril.


Elvano bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Jegrek


Elvano membuka pintu kamar perlahan.


Sementara Cheril masih terlelap. Tidurnya masih sangat nyenyak.


Elvano mencoba membangunkan Cheril, namun ia sama sekali tidak terusik. Sungguh sangat sulit membangunkan Cheril dari tidurnya.


Elvano lalu mencari akal, ia naik kembali ke atas tempat tidur, dan berbaring berhadapan dengan Cheril. Lalu menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya dan mendekap Cheril erat. Setelahnya ia menghujani pipi Cheril dengan ciu*** bertubi-tubi.


Pikiran Elvano sudah mulai liar. Melihat istrinya yang tertidur sangat nyenyak dengan lekukan tubuh sempurna, yang dibalut piyama dengan model minim, membuat Elvano menelan liurnya.


Tangan Elvano sudah mulai nakal. Ia mulai ikut memejamkan mata, dan menikmati kegiatan yang sedang ia lakukan.


Walah .... Cheril ternyata masih belum terusik, malah ia terlihat sangat nyaman. Aduh Cheril ... Tidur sudah seperti orang mati suri saja.


Elvano semakin menikmati kegiatan itu, malah lebih dalam lagi. Wah, kalau terus begini, yang ada juga jiwa nakal Elvano semakin memuncak. Bisa-bisa lilin kue ulang tahun yang sudah menyala itu habis dilahap api.


Saat tangan Elvano sudah berubah posisi, Cheril baru merasakan sesuatu yang aneh, membuat dirinya membuka matanya seketika. Dan alangkah kagetnya dia ketika melihat tangan Elvano sedang menggerayangi tubuhnya.


"Aaaaaaah ....." Teriak Cheril seketika.


Dan membuat Elvano ikut kaget. Lelaki itu tersentak seketika. Saat itu Elvano memang sedang memejamkan matanya menikmati setiap gerakan yang sedang ia lakukan.


"Eh ... Akhirnya kamu bangun juga. Susah banget tau membangunkan mu." Ucap Elvano sekaligus menyudahi aktivitasnya.


"Eh .... Ma-maaf!" Tanggap Cheril dengan wajah merah padam.


Cup


Satu kecupan mendarat di bib*r Cheril dengan sedikit lu****n.


Itu adalah morning kiss yang diberikan oleh Elvano, dan mulai hari itu hingga seterusnya, Cheril akan selalu mendapatkan morning kiss itu.


"Ayo bangun! Semua orang sudah menunggu kita di bawah." Ajak Elvano.


"Eh .... Jadi aku bangun sangat terlambat ya? Bahkan semua orang sudah bangun sebelum aku? Wah .... Aku jadi merasa tidak enak. Bagaimana ini?" Tanggap Cheril panjang lebar.


"Tidak apa-apa kok sayang. Lagian ini juga masih pagi. Hanya kebetulan saja mereka bangun lebih awal. Biasanya juga tidak seawal ini. Ayo jangan bawel. Kita turun!" Ajak Elvano lagi. Sambil menarik tangan Cheril.


"Eh ... Baiklah!"


Akhirnya Elvano berhasil membawa Cheril turun ke lantai bawah sebelum lilin pada kue ulangtahun habis dilahap api.


Saat mereka melangkah turun, Cheril merasa sedikit aneh.


"Sayang, kenapa lantai bawah begitu gelap?" Tanya Cheril heran ketika mereka masih berada di atas tangga.


Mereka memang sengaja menutup semua tirai, juga mematikan semua lampu, membuat ruangan itu menjadi sangat gelap. Apalagi jika bukan ingin memberikan kejutan bagi Cheril.


"Perasaanmu saja sayang. Mungkin karena kamu baru tinggal di sini, jadi masih terasa asing." Jelas Elvano asal.


"Mmm .... Iya juga sih." Tanggap Cheril singkat.


Sesaat kemudian mereka sudah benar-benar tiba di lantai dasar. Dengan tangan Elvano yang merangkul pinggang Cheril erat. Dan tentu saja Cheril semakin heran. Ini bukan perasaannya saja. Ruangan itu sungguh sangat gelap. Tidak terlihat seperti ada orang di sana.


"Sa ....


Baru saja Cheril hendak bersuara, tiba-tiba lampu sudah menyala dan keempat anggota keluarga barunya datang membawakan kue ulang tahun sambil menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Dan Elvano pun segera bergabung dengan keempat orang ini, lalu meraih kue ulang tahun yang dipegang oleh Valen. Dan ikut menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Cheril hingga selesai.


🎶Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga ...🎶


Lagu selamat ulang tahun segera berubah menjadi tiup lilin. Dan Cheril yang masih sangat kaget dengan kejutan itu segera mendekatkan wajahnya ke arah kue ulang tahun yang dipegang oleh Elvano, lalu meniup lilin yang masih tinggal setengah itu.


"Selamat ulang tahun sayang!" Ucap Elvano, lalu memberikan kecupan lembut di kening Cheril.


Setelahnya semua anggota keluarga juga memberikan ucapan yang sama, juga cupika cupiki pada Cheril.


Cheril masih terlihat syok, ia tidak menyangka akan ada kejutan ulang tahun untuknya. Tentu saja ia juga merasa sangat bahagia, walaupun hanya kejutan kecil.


Eiiit, tunggu dulu. Tidak hanya sampai di sini ya kejutannya. Masih ada kejutan lain yang menanti Cheril. Kira-kira apalagi ya? Nantikan up selanjutnya.🥰