
Keesokan paginya, Pukul 8 pagi Niko sudah mendatangi rumah sewa Cheril.
Ketika melihat Niko kedua pengawal yang berjaga diluar segera menundukkan tubuh mereka.
Pada saat yang bersamaan, tetangga Cheril di rumah sewa itu juga sedang membuka pintu rumah mereka. kebetulan itu memang jam kerja, jadi kedua tetangganya itu hendak pergi bekerja. Mereka pun merasa takjub ketika melihat Niko berdiri mendekati pintu rumah Cheril.
Ketika kedua gadis itu pulang kerja semalam, mereka sudah merasa sangat heran, mereka tidak habis pikir, kenapa di rumah sewa seperti ini bisa ada pengawal yang menjaga pintu. Awalnya mereka agak ketakutan melihat ada 2 laki-laki gagah yang berdiri diluar rumah yang ditempat oleh Cheril yang tepat berada disebelah mereka.
Rumah susun tersebut memang berjumlahkan 3 rumah. Yang berpenghuni hanya 2rumah saja. Satunya yang ditempati Cheril, dan yang satunya ditempati oleh kedua wanita muda yang saat itu sedang menatap Niko dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Mereka sepertinya sangat mengagumi pria itu
Menyadari kedua wanita muda itu menatapnya, Niko pun menganggukkan kepalanya sopan ke arah kedua gadis itu.
Dan kedua gadis itu juga balik menganggukkan kepala mereka membalas sapaan Niko.
"Keren juga laki-laki itu, mungkin dia pacarnya wanita yang ada didalam rumah itu !" Ucap salah satu gadis itu pelan.
Ia sedang mengajak temannya berbicara.
"Iya, benar. Sepertinya dia orang kaya, lihat saja mobilnya, mewah sekali." Balas gadis lainnya.
"Iya benar, dan juga pria ini bahkan menyediakan pengawal untuk menjaga wanitanya. Iiiih, keren ya ! Aku juga mau !" Timpal gadis yang pertama tadi.
Mereka berdua masih berdiri didepan pintu, ingin menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya. Mereka berdua memang mengetahui tetangga mereka itu adalah seorang wanita, karna Cheril sempat keluar ke warung depan untuk membeli minuman serta sedikit camilan semalam.
Tok tok tok
Niko mengetuk pintu sambil sedikit menundukkan wajahnya.
Ia merasa agak canggung karna kedua wanita itu masih terus menatap kearahnya.
Mendengar suara pintu Cheril yang sudah rapi segera membukakan pintu. Ia memang sudah rapi saat itu, karna ia sudah berjaga-jaga takut Niko akan datang menjemput nya mengingat Elvano berkata akan meminta Niko untuk menjemputnya pagi ini. Ya walaupun ia masih sedikit ragu dengan ucapan Elvano, namun setidaknya ia harus bersiap-siap lebih dulu. Dan ternyata memang Elvano bersungguh-sungguh dengan ucapannya itu.
Jegrek !
Ketika pintu terbuka Niko segera mengangkat wajahnya dan mengucapkan salam sambil menundukkan kembali wajahnya kali ini memberi hormat.
"Selamat Pagi Nona !" Ucap Niko
"Eh, Selamat Pagi Nik !" Jawab Cheril membalas ucapan Niko.
Sementara kedua wanita tadi masih terus memperhatikan Niko dan Cheril. Mereka semakin penasaran ingin melihat bagaimana orang kaya berpacaran. Ternyata panggilannya Nona, terus juga harus mengucap salam sambil menundukkan wajah begitu. Pikir mereka berdua dalam hati.
"Nona, Ayo kita pergi sekarang !" Ucap Niko lagi sambil membentangkan tangannya mengarah ke arah mobil.
Lalu Cheril pun berjalan mengikuti arahan Niko. Dan tak lupa ia juga melemparkan pandangannya ke arah kedua gadis tetangganya itu lalu menganggukkan kepalanya menyapa mereka. Yang juga dibalas oleh kedua gadis itu.
Setelah Cheril tiba dimobil, Niko segera membukakan pintu bagian tengah lalu mempersilahkan Cheril untuk masuk kedalam mobil, setelahnya ia juga segera masuk kebagian kursi mengemudi. Lalu mobil pun melaju pergi meninggalkan rumah sewa.
Kedua gadis yang menyaksikan semua itu kemudian saling bertatapan satu sama lain, sambil tertawa kecil karna merasa geli. Sepertinya pikiran mereka masih sama. Yup, kali ini mereka tau, pasti itu bukan pacarnya, laki-laki itu sepertinya hanya supir wanita itu. Setelahnya kedua gadis itu pun ikut keluar dari rumah mereka menuju tempat kerja.
Sementara mobil yang ditumpangi Niko dan Cheril sudah langsung melaju ke arah bridal. Sebuah bridal sederhana atas permintaan Elvano. Niko memang sudah mendatangi bridal itu semalam. Dan ia sudah membuat janji dengan pihak bridal akan datang pagi ini pukul 8 pagi.
Sesaat kemudian mereka pun sudah tiba didepan bridal itu. Dan Niko segera memarkirkan kendaraan mereka lalu mengajak Cheril masuk kedalam bridal. Disana sudah ada pemilik bridal yang menyambut mereka dengan sangat ramah.
Setelah memperkenalkan Cheril pada Pemilik bridal, Niko pun sudah langsung beranjak dari tempat itu menuju kediaman Elvano untuk menjemput nya.
Elvano sendiri juga sudah terjaga dari tidurnya, ia sedang berolahraga saat itu. Elvano memang sudah terbiasa bangun pagi, aktivitasnya selalu ia awali dengan olahraga pagi sebelum melakukan aktivitas lainnya. Niko juga tidak langsung menghubungi Elvano untuk mengabarinya bahwa ia akan segera menuju kediamannya. Karna ia juga tau, Cheril tidak akan siap secepat itu. Setidaknya akan membutuhkan waktu sekitar 1jam untuk mendadak seorang pengantin. Demikian yang ia tau dari Pemilik bridal itu tadi. Jadi daripada menunggu Cheril di salon, lebih baik menunggu nya dikediaman Elvano saja. Pikir Niko.
Tak lama kemudian Niko sudah tiba di kediaman keluarga Setiono, ia segera masuk kedalam rumah dan menuju ke lantai atas. Semua penghuni disana sudah sangat mengenalnya, mereka semua juga sangat menghormati nya, karna tau ia adalah Asisten Manager Elvano. Jadi Niko pun bisa keluar masuk rumah itu sesuka hatinya.
"Eh, Selamat pagi Niko ! Balas Ayah William.
"Kamu pagi sekali sudah kemari?" Ujar Ibu Winda.
Biasanya Niko memang akan datang ke sana pada pukul 09.00.
"Ah, iya Nyonya, tidak terlalu pagi juga, sekarang juga sudah hampir pukul 9 Nyonya !" Jawab Niko.
Ia sudah ingin segera menuju ke lantai atas, karna takut diintrogasi oleh kedua orangtua Elvano.
"Eh, Niko, kebetulan kamu ada disini, saya mau menanyakan sesuatu padamu." Ucap Ibu Winda kemudian.
"Eh, Boleh Nyonya, Apa yang ingin Nyonya tau?" Tanya Niko.
Padahal dalam hatinya ia sudah mengumpat, 'Ah, benar saja, yang aku takutkan akhirnya terjadi juga'
"Apa kamu tau tentang kekasih Elvano?" Lanjut Ibu Winda berantusias.
"Eh...."
'Tuh kan, Ah, Nyonya malah menanyakan hal ini. Apa ia tau ya tentang Cheril. Apa yang harus aku katakan sekarang?'
"Maafkan saya Nyonya, saya tidak tau tentang itu !" Jawab Niko kemudian.
'Sudahlah ! Lebih baik cari aman saja.' Pikirnya dalam hati lagi.
"Oya?" Nyonya Winda terlihat sedikit kecewa mendengar jawaban Niko, tapi ia tidak langsung percaya begitu saja.
"Kamu kan selalu bersamanya, masa sih kamu tidak tau?" Tanya Nyonya Winda lagi.
Ia masih berusaha untuk mengurik informasi dari Niko.
"Eh, benar Nyonya, saya memang tidak tau tentang itu !" Jawab Niko lagi masih tetap pada pendiriannya. Lebih baik mencari aman.
"Apa masih ada pertanyaan lain Nyonya?"
Akhirnya Nyonya Winda hanya menjawab dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia sudah tidak menanyakan apapun lagi. Karna ia tau tidak akan mendapatkan informasi apapun dari Niko.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nyoya, Tuan !" Ucap Niko sambil berlalu.
Niko lalu melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas sesegera mungkin. Ia tidak ingin Nyonya Winda berubah pikiran dan kembali mengintrogasi dirinya.
Sementara Tuan William yang bisa melihat rasa kecewa pada wajah istrinya pun bersuara.
"Kalau kamu memang sangat penasaran, tanyakan saja pada orangnya langsung. Tidak perlu melalui orang lain !" Ucap Tuan William masih dengan kalimatnya yang sama dengan yang kemarin.
"Iya, aku tau, nanti pasti aku tanyakan ke Vano. Apa kamu tidak sadar, sudah 3x kamu menyebutkan kalimat itu !" Balas Nyonya Winda dengan wajah yang sedikit cemberut.
"Eh, habisnya kamu selalu menanyakan hal itu. Sepertinya kamu sangat ingin tau !"
"Ya, aku malah heran padamu, sepertinya kamu sama sekali tidak tertarik dengan kehidupan pribadi putramu."
"Bukan begitu...."
Akhirnya perdebatan kedua orangtua itu pun menjadi sangat panjang. Untung saja Niko sudah pergi dari sana. Jika tidak ntah apa jadinya.