
Hai kakak-kakak .... Kita sambung lagi ya.🤗
Ketika pintu ruangan itu terbuka, Cheril kaget bukan main, karena di dalam ruangan tersebut beberapa sahabat juga keluarga Cheril yang kemarin hadir di acara pernikahannya dan Elvano sedang berkumpul di sana. Dan mereka berteriak dengan suara yang sangat keras.
"SURPRISE ....
Sontak membuat Cheril mengangkat kedua tangan untuk menutup mulutnya yang terbuka lebar. Cheril kaget, sangat kaget. Tapi pastinya juga sangat bahagia.
🎶 Happy birthday to you ....
Happy birthday to you ....
Happy birthday, happy birthday,
Happy birthday to you. 🎶
Setelah berteriak surprise, mereka semua juga menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuk Cheril sambil membawa kue ulang tahun. Yang dibawakan oleh Kak Adriela di hadapan Cheril.
Cheril melirik ke arah Elvano sesaat sebelum meniup lilin. Seolah-olah ia sedang berterimakasih pada lelaki itu, karena sudah memberikan kejutan yang sangat indah itu. Sementara Elvano mempererat tangannya yang sedang memeluk pundak Cheril. Lalu memberi nya kode dengan memajukan mulut supaya Cheril segera meniup lilin pada kue ulang tahun yang dipegang oleh kak Adriel.
"Eh, tunggu dulu. Sebelum tiup lilin, kamu harus make a wish dulu Cheril." Ucap Kak Adriela sambil tersenyum.
Cheril terlihat menuruti perkataan kak Adriel. Ia melipat kedua tangannya lalu memejamkan mata dan mengucap doa, setelah itu baru meniup lilin.
Kira-kira apa ya doa Cheril?🤔
Baiklah, sekarang acara tiup lilin sudah selesai, Cheril, Elvano dan juga Niko ikut masuk ke dalam ruangan. Menikmati pesta kecil yang diadakan untuk merayakan hari ulang tahun Cheril.
Dan obrolan santai pun dimulai.
"Bagaimana kalian semua bisa berada di sini? Ayah juga .... Bukannya Ayah bilang ada pekerjaan yang harus diselesaikan? Kok Ayah tidak ke kantor?" Cheril mengawali pembicaraan.
"Soal itu ya. Ayah memang ada perkejaan, tapi Ayah sempatkan untuk menghadiri pesta kecilmu ini dulu, sebentar lagi juga Ayah akan ke kantor." Jelas Ayah Cheril.
Mendengar penjelasan itu, Cheril langsung berhambur memeluk ayahnya.
"Terimakasih ya, Ayah sudah mau meluangkan waktu untuk Cheril." Ucap Cheril sambil memeluk ayahnya erat.
Elvano turut senang melihat Cheril begitu bahagia. Walaupun merasa sangat tidak rela harus berbagi dengan ayah mertuanya, Elvano berusaha menahan diri untuk tetap bersikap normal. Padahal jika diturut, dia sudah sangat ingin memarahi semua orang yang mendekati istrinya itu. Termasuk cupika cupiki yang Cheril dapatkan dari anggota keluarga Elvano juga keluarga Cheril dan kedua sahabatnya Tania dan Nikita. Yup, aslinya, Elvano tidak menyukai itu semua. Dia kan memang tidak ingin berbagi dengan siapapun. Istrinya hanya miliknya seorang. Namun, bagaimanapun, kebahagiaan Cheril adalah hal yang utama bagi Elvano.
Sementara Niko, ia sedang duduk di samping Nikita. Nah, ini juga bagian dari rencana Elvano ya.
Dia sengaja meminta Erik mengatur semua ini. Supaya Niko bisa dekat dengan Nikita.
Sebenarnya Niko juga menyadari hal ini. Ia tau, wanita itu sepertinya menyukainya. Hanya saja, Niko sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap Nikita.
Niko santai saja duduk di samping Nikita, sedangkan Nikita, jangan ditanya lagi. Jantungnya sudah berdetak tak beraturan. Sesekali Nikita melirik ke arah Niko dengan tatapan malu-malu kucing, membuat lelaki itu merasa cukup risih.
"Nona, kenapa kamu terus menatapku?" Niko akhirnya membuka pembicaraan. dan semua mata kini tertuju pada dirinya dan Nikita.
"Eh ....
Tentu saja ucapan Niko membuat Nikita merasa sangat malu. Dia sudah tidak tau lagi harus menjawab apa.
Tania yang menyadari sahabatnya salah tingkah, ia segera mencairkan suasana dengan mengalihkan topik.
"Niki .... Kamu mau minum wine? Sini aku tuangkan untukmu ya." Ucap Tania asal.
"Eh .... I-iiiya ... Boleh." Hehehe
Jawab Nikita cengengesan. Ia tau Tania sedang menyelamatkan dirinya.
Terimakasih Tania. Kamu sungguh sahabatku yang baik.
Gumam Nikita dalam hati.
Sedangkan Elvano malah sudah mengerutuki Niko di dalam hati.
Begitupun dengan Cheril. Ia lebih merasa kasihan pada Nikita. Namun juga tidak bisa berbuat apapun selain meminta bantuan Elvano untuk membujuk Niko.
Yup, gagal lagi deh rencana mereka ingin menyatukan Niko dengan Nikita. Tapi tentu saja mereka tidak akan menyerah semudah itu.
"Nik, apa kamu juga ingin wine?" Tawar Erik.
"Tidak. Aku tidak suka minum." Jawab Niko ketus.
"Ah, dasar sok suci kamu. Biasanya kamu yang paling heboh." Tanggap Niko
Dan kali ini Niko hanya terdiam. Memang kenyataannya begitu. Hanya karena Nikita saat itu sedang mengkonsumsi wine saja, jadi Niko merasa gengsi melakukan aktivitas yang sama dengan gadis itu. Entah kenapa, Niko jadi sangat tidak menyukai Nikita gegara sahabat-sahabatnya yang ingin menjodohkan dirinya dengan Nikita.
_
_
Oh iya, di hotel Belle, tempat acara ulang tahun sederhana Cheril sedang berlangsung saat itu, tidak terlihat kehadiran Ibu Anita, Elvano jadi bertanya-tanya di dalam hati, padahal jelas-jelas Elvano sudah berpesan pada Ibu Anita untuk menghadiri pesta kecil ini.
"Eh ... Rik ... Ibuku kok tidak ikut ke sini ya?" Tanya Elvano tiba-tiba.
"Oh ... Iya, katanya sedang tidak enak badan No. Mungkin karena kecapean." Jelas Niko.
Tentu saja Elvano kaget mendengar itu.
"Apa? Ibuku sakit?" Tanggap Elvano panik.
"Ya, sepertinya begitu. Tapi tidak parah kok. Mungkin karena kecapean saja. Kamu tenang saja No, ada Ibu aku yang temani Ibu Anita di sana."
Erik mencoba menenangkan Elvano.
Elvano memang merasa sedikit lega mendengar itu. Namun tetap saja masih terselip rasa khawatir di dalam hatinya.
Setelah pembicaraan itu, Elvano terlihat sangat gelisah. Dan jelas Cheril menyadari hal ini.
"Sayang, apa lebih baik kita sudahi saja acara ini. Kita ke rumah Ibu saja sekarang." Ajak Cheril.
"Tidak apa-apa sayang, kamu pasti belum puas berkumpul bersama keluargamu."
Elvano sangat bingung, ia hampir tidak bisa memilih antara mementingkan Ibu Anita atau istrinya.
"Aku tidak apa-apa kok. Masih ada kesempatan di lain waktu. Bagaimanapun kesehatan Ibu jauh lebih penting." Ucap Cheril bijak.
Elvano tersenyum mendengar itu.
"Terimakasih sayang, kamu sangat pengertian. Aku sangat mencintaimu." Tanggap Elvano, lalu mengecup kening Cheril penuh kasih yang membuat iri semua orang.
"Baiklah, kalian teruskan saja acara ini. Kami jalan dulu." Tambah Elvano sekaligus pamit.
Setelahnya, Elvano dan Cheril sudah beranjak hendak meninggalkan ruangan tersebut. Melihat itu, Niko juga segera beranjak mengikuti mereka dari belakang.
"Kamu mau kemana Nik?" Tanya Elvano ketika menyadari Niko mengikuti mereka.
"Mau ikut dengan Tuan Muda." Jawab Niko penuh wibawa.
"Tidak perlu .... Kamu tetap di sini saja. Kami bisa pergi dengan sopir." Tanggap Elvano.
"Tapi .... "
"Tidak ada tapi, tapi. Ini adalah perintah. Kamu tetap di sini. Temani mereka. Setidaknya kamu bisa mewakili kami di sini." Tita Elvano. Yang membuat Niko tak berkutik.
Niko hanya terdiam tak bergeming. Dia tau, ini pasti hanya akal-akalan Elvano saja. Yang masih mencoba mencari cara supaya Nikita memiliki kesempatan untuk dekat dengan Niko. Jika Elvano sudah mengeluarkan perintah, apalagi yang bisa dia perbuat. Nihil. Niko hanya bisa menerima keputusan yang diputuskan sepihak oleh Elvano.
Kemudian Niko pun tetap tinggal dengan wajah dingin serta wajah cemberut. Sementara Cheril dan Elvano segera berlalu dari hotel menuju kediaman Ibu Anita dengan perasaan tak menentu.