Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 224


Valen dan Elvano masih berada di dalam ruang kerja saat ini. Mereka sama sekali belum beranjak dari sana. Suasana juga masih hening setelah kalimat yang diucapkan oleh Elvano tadi hingga mencapai hitungan menit. Elvano masih menunggu tanggapan dari adik perempuannya itu.


Karena Valen tidak juga bersuara, Elvano pun akhirnya bersuara.


"Valen, jika Kakak boleh tahu, dimana kamu mengenal laki-laki itu?" tanya Elvano.


Ia memulai dengan melemparkan pertanyaan simple. Dan sebenarnya, dia memang sangat ingin tau tentang ini.


"Ehm?"


Valen menatap wajah Elvano sesaat sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Elvano.


"Valen bertemu dia secara tidak sengaja di depan Mall Hours, Kak," jawan Valen lugas.


Setelah mendengar jawaban Valen, Elvano kembali melempar pertanyaan keduanya.


"Sudah berapa lama kamu mengenal laki-laki itu?"


Valen sedikit gugup saat mendengar pertanyaan kedua yang diucapkan oleh Kakaknya itu. Namun ia tetap menjawab pertanyaan tersebut.


"Jika saling mengenal baru 1 bulan terakhir. Tapi mengenai pertemuan pertama kami, sudah sekitar 1 tahun yang lalu aku bertemu dengan nya. Dan setelah itu kami juga sangat sering bertemu tanpa sengaja di tempat-tempat tertentu," jelas Valen.


Saat memberikan penjelasan, Valen sama sekali tidak berani mengarahkan pandangannya ke arah Elvano.


Sedangkan Elvano malah menatap Valen dengan pandangan yang sangat dalam.


Pertemuan Valen dengan Dirly memang tidak disengaja sekitar satu tahun yang lalu. Namun soal pendekatan dan pertemuan-pertemuan selanjutnya yang dimaksudkan oleh Valen tidak disengaja itu sebenarnya sudah direncanakan oleh Dirly. Saat Dirly sudah mengetahui Valen adalah adik dari Elvano, ia pun memutuskan untuk melakukan pendekatan dan mengajak gadis yang sangat polos itu menjalin hubungan. Dan celakanya Valen memang sangat polos. Walaupun belum mengenal jelas laki-laki tersebut, Valen malah sudah merasa jatuh cinta pada Dirly.


Usai mendengar penjelasan dari Valen, Elvano dapat menyimpulkan dengan baik bahwa Dirly memang sudah membuntuti Valen selama ini. Mungkin sejak awal Dirly sudah merasa curiga pada Valen. Mungkin Dirly melihat ada kemiripan antara wajah Valen dengan Elvano. Awalnya bisa saja Dirly ingin membalas dendam pada Elvano melalui Valen menngingat rasa irinya yang begitu besar terhadap Elvano. Namun ia merubah semua rencananya saat dirinya mengetahui peta itu berada di tangan Elvano sejak 1 bulan yang lalu. Dirly pun memutuskan untuk mendekati Valen.


Elvano adalah seorang pria yang sangat cerdas dalam segala hal. Ia dapat menganalisa dengan baik semua kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan kebanyakan itu memang benar. Jarang sekali perkiraan Elvano meleset dari kebenaran.


"Valen, kamu bahkan baru mengenal laki-laki itu. Kenapa kamu bisa begitu yakin mambawa dia mendatangi rumah kita? Apa kamu tidak pernah berpikir jika dia adalah orang jahat, keluargamu bisa saja mendapatkan masalah,"


Valen sedikit tersentak dengan apa yang diucapkan oleh Elvano.


Benar juga ya apa yang dikatakan oleh Kak Vano barusan.


Demikianlah batinnya saat itu.


Namun seorang wanita yang jatuh cinta terkadang pemikirannya akan sangat tak masuk akal. Walaupun membenarkan ucapan kakaknya, Valen tetap saja lebih berpegang pada keyakinannya sendiri. Keyakinan yang datangnya dari perasaan cinta yang ia miliki.


"Tidak akan Kak. Frans bukan orang yang seperti itu," jawab Valen.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu, Valen?"


Kali ni Valen memberanikan diri mengarahkan pandangannya ke arah Elvano.


Elvano tersenyum geli mendengar apa yang diucapkan oleh adikknya itu dari sudut bibirnya.


Huuuh!


Elvano menghela nafas kasar untuk sesaat.


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu? Apa kamu sangat yakin laki-laki itu mencintaimu dengan tulus?"


Elvano merasa sangat gemas pada Valen, barulah ia bisa menanyakan hal yang terdengar sangat tidak masuk akal baginya itu.


"Tentu saja Kak. Aku sangat mencintai Frans. Dan aku yakin dia juga sangat mencintai Valen. Cinta itu memiliki ikatan yang sangat kuat, mereka saling terikat satu sama lain. Karena alasan inilah, aku yang bisa merasakan cinta dari Frans barulah bisa mencintai laki-laki itu dengan sangat tulus. Jadi aku sangat yakin, Frans pasti juga mencintaiku dengan tulus.


Dengan gagah berani Valen menjawab Elvano. Karena ia merasa begitu yakin jawabannya itu akan merubah pola pandang Elvano terhadap hubungan dirinya dengan Dirly.


Padahal yang ada juga tanggapan Elvano malah di luar dugaan Valen.


Elvano terlihat sedikit frustasi mendengar penjelasan dari Valen yang begitu melankolis. Seolah-olah ia adalah seorang pakar cinta. Elvano bahkan menggaruk kepalanya gusar.


"Kenapa kalian seorang wanita bisa bersikap sepolos ini?" tutur Elvano dengan ekspresi yang tidak bisa diartikan.


Yang dimaksudkan oleh Elvano adalah mengenai Shinta yang kemarin juga dengan mudahnya mengutarakan perasaan pada dirinya. Sekarang dia malah harus mendengarkan adiknya sendiri mengartikan arti cinta yang begitu rumit padanya. Elvano sungguh tak habis pikir dengan kepolosan yang dimiliki oleh seorang perempuan. Beruntung Cherilnya masih bisa memiliki pikiran yang cukup terbuka bagi Elvano.


Sementara Valen yang sebelumnya sudah sangat yakin Elvano akan luluh setelah mendengar penjelasannya tadi sedikit kaget mendengar jawaban Elvano yang malah di luar dugaannya.


"Mak-maksud Kakak?" tanya Valen dengan suara bergetar.


"Valen, dengarkan Kakak. Cinta itu tidak semudah yang kamu ucapkan. Kamu bisa menilai seseorang dari penampilan luarnya jika kamu hanya melihat parasnya saja. Tapi mengenai perasaan, kamu tidak akan dapat melihatnya sama sekali. Kakak hanya berharap kamu tidak diperbudak oleh cinta."


Elvano mengucap sambil menatap Valen. Ia senang saat itu Valen terlihat menyimaknya dengan seksama. Setelah memberikan sedikit jeda, Elvano melanjutkan kembali kalimatnya yang belum selesai.


"Valen, jika kamu masih menghargai Kakakmu ini, belajarlah untuk menghilangkan cintamu itu. Lupakan laki-laki itu!


Percayalah pada Kakakmu ini. Dia bukan laki-laki yang baik untukmu!"


Elvano kembali menghentikan pembicraannya sejenak untuk meyakinkan dirinya bahwa Valen masih menyimak apa yang ia sampaikan itu dengan seksama. Setelah berhasil memastikan itu, Elvano pun meneruskan pembicaraannya lagi.


"Valen, ingatlah! Orang yang tidak akan pernah mengecewakanmu dan orang yang akan selalu menyayangimu lebih dari apapun adalah keluargamu sendiri. Tidak ada orang luar yang memiliki cinta lebih besar dari mereka terhadap dirimu," sambung Elvano.


Setelahnya Elvano segera beranjak dari kursi kebesarannya meninggalkan Valen seorang diri di dalam ruang kerjanya.


Elvano sengaja tidak menceritakan pada Valen siapa Dirly yang sebenarnya. Ia juga tidak menceritakan tentang Dirly yang memberikan identitas palsu pada Valen. Tujuannya adalah karena ia tak ingin adiknya itu terluka. Elvano memilih cara yang lebih lembut untuk menjelaskan semuanya pada adiknya itu. Ia berharap penjelasannya itu dapat ditanggapi baik oleh Valen tanpa harus melukai perasaan Valen. Elvano lebih memilih Valen berpikir dirinya kejam karena berusaha meracuni pikirannya supaya berpisah dengan Dirly ketimbang adiknya itu harus terluka jika ia mengatakan kebenaran yang sebenarnya.


Pada dasarnya Elvano memang seorang laki-laki yang sangat berperasaan. Ia tak akan rela melihat orang-orang yang ia sayangi terluka baik fisik maupun perasaannya.