
Tika sudah mulai tidak nyaman berada di dalam angkot yang sangat panas itu.
Sembari mengipas-ngipas tangannya ia juga sesekali mengelap dahi nya yang penuh dengan keringat.
"Vano, masih lama ga sih nyampe rumah aku?"
"Ya, kamu liat sendiri kan kita baru sampai mana. Jawab Elvano santai.
"Aku kepanasan ni. Emank ga ada AC apa ya?"
Tika sudah memasang wajahnya yang sangat kepanasan.
Hahahahaha
Elvano tertawa dalam hatinya sambil berkata
'Rasain ,kamu sendiri kan yang mau maksa ikut aku pulang !'
"Seperti yang kamu lihat" Jawab Elvano dengan gaya coolnya sambil mengangkat kedua tangan yang diikuti kedua bahunya juga serta melemparkan matanya ke seluruh angkot.
Tika ikut melirik sekeliling angkot sembari memasang wajahnya yang sangat masam.
Sedangkan Niko yang juga mendengar apa yang dikatakan Tika bergumam dengan suara pelan dan ekspresinya yang merasa merasa geli.
"Eit dah, dia pikir ini taksi online apa ya pakai acara ad AC segala?!"
"Vano, kepalaku juga agak pusing ni. Lagian ini aneh sekali harus duduk miring seperti ini, kenapa tidak dilurusin sih kursi nya."
"Kalau kamu pusing, kamu duduk didepan saja !" Jawab Elvano santai
"Iya Nona, duduk didepan saja, biar enakkan. Niko ikut menjawab.
Ih, kok malah disuruh duduk di samping tukang angkot itu. Aku ga mau.
"Tapi kepalaku pusing banget." Tika berkata dengan suara pelan sambil memegang kepalanya.
Ia masih belum memberikan jawaban.
Elvano yang melihat sejak tadi tidak begitu memperhatikan Tika seketika merasa hibah, tapi ia masih mempertahankan sifatnya yang sangat dingin, lagian ia tidak ingin gadis itu merasa besar kepala dan salah sangka jika ia menunjukkan perhatiannya.
"Sudah, sana kamu pindah kedepan saja !"
Kata Elvano dengan wajah datar.
"Vano, kamu lebih perhatian kek, mijitin kepala aku kek atau peluk aku gitu. Malah nyuruh aku kedepan terus." Tika menjawab Elvano dengan wajah manja
Elvano kembali mengangkat alisnya tidak menghiraukan ucapan gadis itu membuat Tika semakin kesal.
Sedangkan yang di depan hanya tertawa diam-diam.
Hahahahahahah
Saat ini Tika sudah benar-benar tidak tahan lagi, isi perutnya seperti protes keras ingin meloncat keluar.
"Ok ! Baiklah ! Aku mau pindah ke depan !" Ucap Tika sambil melihat Elvano.
Akhirnya dia menyerah.
"Nik, tolong berhenti dulu sebentar. Tika mau pindah ke depan." Elvano berkata dengan suara agak keras supaya Niko mendengar dengan jelas.
"Baik No !"Jawab Niko singkat kemudian menepikan kendaraannya.
Tika akhirnya dengan berat hati turun dari angkot itu dan duduk dikursi depan.
Kalau tau begini aku tidak akan mau pulang bersama Vano, bukannya berduaan dengan Vano, aku malah harus duduk berdampingan dengan supir angkot ini.
Huuuuuuuuh
Tika membuang nafas kasar
Suasana hening pun tercipta.
"Gimana Nona? Sudah merasa baikan?" Niko memulai pembicaraan mencairkan suasana yang sangat sepi itu.
"I-iya, sudah lebih enakan kok !" Tika menjawab dengan wajah datar.
Ia lebih berharap Elvano yang menanyakan keadaannya bukannya supir angkot itu.
Elvano masih terlihat cuek dan memilih memejamkan matanya sembari menjatuhkan tubuhnya di belakang senderan kursi angkot yang sudah agak usang itu seolah-olah ia sedang sangat menikmati perjalanan yang lebih panjang dari biasanya itu.
Tidak lama kemudian mereka pun tiba di Cempaka Perak, perumahan mewah yang di tempati Tika.
Niko pun harus menghentikan mobilnya didepan pos keamanan, karena satpam perumahan itu menghentikan mobilnya, ya tentu saja satpam itu merasa curiga dengan keberadaan angkot itu. Sebelumnya memang belum pernah ada angkot yang masuk ke dalam perumahan mewah itu.
"Selamat siang Pak !" Niko menyapa Satpam yang menghampiri nya
"Selamat siang Pak !" Balas Pak Satpam
Belum sempat Satpam itu melanjutkan kalimat berikutnya ia melihat Nona yang duduk disamping supir angkot itu.
"Nona Tika?" Ucap Satpam itu sedikit melototkan matanya kaget.
"Selamat siang Pak Jono !" Tika menyapa Satpam itu sambil memaksakan untuk tersenyum.
Tentu saja Pak Jono bisa mengenali Tika dengan sangat jelas, Tika adalah anak pemilik rumah terbesar di perumahan ini.
Mobil angkot pun melaju masuk kedalam kawasan perumahan elit tersebut.
'Wow.. Rumah di sini benar-benar mewah.' Gumam Niko kagum sambil melirik sekeliling.
Ia memang belum pernah masuk ke dalam perumahan mewah itu termasuk juga Elvano.
Elvano juga merasa kagum melihat rumah yang ada di sana,,
Rumah Nona Cheril seperti apa ya, Apa juga semewah perumahan disini.
Elvano seketika malah teringat Nona Cheril yang kemudian segera ia usir.
Tika memberi kode kepada Niko, ia menunjuk rumah yang ada didepan,,
"Itu rumah ku." Kata Tika
Niko kemudian memperlambat laju nya dan berhenti tepat di depan rumah Tika yang sangat besar itu.
'Wow..' Sekali lagi Niko terkagum2 melihat rumah Tika memang yang paling besar dari rumah lain nya.
Terlihat ada 2 Satpam pribadi yang berdiri di depan gerbang rumahnya, awanya mereka merasa heran kenapa bisa ada angkot yang berhenti di rumah mewah itu.
Kemudian mereka pun mengerti dan segera membukakan pintu ketika melihat ada Tika, majikan mereka dikursi bagian depan angkot.
Kenapa Nona Tika bisa naik angkot, bukan nya tadi sudah di jemput oleh supir.
Kira-kira seperti itulah kalimat yang berbunyi didalam hati kedua Satpam itu.
Setelah pintu terbuka, salah satu Satpam itu membukakan pintu untuk Tika.
"Silahkan turun non ! Hati hati ! Kata Satpam itu sambil menundukkan badannya.
'Jadi orang kaya itu turun dari mobil pun harus menunggu pintu mobil dibukakan ya?'
Gumam Niko lagi didalam hatinya.
Sedangkan Elvano sudah biasa melihat pemandangan seperti ini di kampus nya, hanya saja baru pertama kali melihat pintu angkot juga dibukakan, ia sedikit tertawa kecil merasa pemandangan itu merupakan pemandang yang cukup langka.
"Vano, aku masuk dulu ya, kamu hati hati !" Ucap Tika sambil melambaikan tangan ke arah Elvano dikursi belakang.
Membuat kedua Satpam pribadi itu mengerti alasan Tika yang lebih memiliki naik angkot ketimbang ikut dengan Pak supir yang menjemput.
Elvano membalas lambaian itu dengan sedikit senyuman diwajahnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun
Hanya mendapat lambaian tangan yang di Sertai senyuman dari Elvano saja sudah membuat Tika merasa luar biasa senang, karna biasa nya Elvano bahkan tidak pernah menghiraukan nya.
Kemudian Niko memutar mobilnya dan melaju ke arah yang berlawanan.
Tika masih berdiri di depan gerbang menunggu angkot itu berlalu.
"Apa liat-liat? Kata Tika sambil melotot dan melemparkan pandangan nya ke arah kedua Satpam itu bergantian.
Kedua Satpam yang memang melihat Tika dengan tatapan heran itu pun tertunduk dan meminta maaf.
"Maaf non !" Mereka meminta maaf bersamaan.
Tika dengan sifat angkuh nya berlalu begitu saja tanpa menanggapi permintaan maaf mereka.
Tidak lama kemudian supir pribadi Tika pun tiba di rumah Tika. Pak supir memang sengaja mengikuti angkot dari belakang, ia takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada majikan nya, makanya ia memilih mengikuti nya dari belakang.
Sementara angkot yang ditumpangi Elvano beserta Niko juga berpapasan dengan mobil Tika dipintu masuk perumahan.
Niko sejak tadi juga tau mobil itu mengikuti nya, dan ia mengerti ternyata itu mobil pribadi milik Tika.
"Eh... Vano.... Kamu sengaja mengerjai gadis cantik yg tadi ya?" Niko bertanya dengan wajah penasaran
"Ah... Kamu kok tau sih?" Elvano menjawab dengan nada datar
"Ya iya lah, masa iya didalam angkot tidak boleh duduk berdampingan?
Hahahahahahah
Mereka tertawa bersamaan mendengar kata-kata milik Tika yang diulangi Niko.
"Habisnya cewek itu setiap pulang kampus selalu menunggu ku di depan kelas dan mengajak pulang bersama, sekali-kali aku kerjain juga !" Ucap Elvano
"Lagian, cewek secantik itu masih tidak kamu tanggapi." Kata Niko membalas ucapan Elvano.
"Selain cantik tajir lagi, kalau aku jadi kamu, aku jadin istri !" Tambah Niko.
"Dasar mata duit !"Ujar Elvano menanggapi Niko
"Eh, jaman sekarang itu semua serba duit bro, lagian yang bagaimana lagi sih yang kamu cari Vano? Lagian gadis tadi juga lumayan cantik kok."
"Kalo kamu suka, buat kamu aja !" Ucap Elvano tegas.
"Yaelah bro. kalau dia mau sama aku mah udah aku Embat kali bro !" Jawab Niko sadar diri.
Elvano sudah tidak lagi menanggapi Niko, membuat suasana hening kembali tercipta.
Ntah kenapa ia tiba-tiba kepikiran tentang Cheril, membuat dirinya merasa sedikit gugup mengingat sore ini adalah hari pertama ia bekerja di Indos Perkasa.