
Sesuai dengan yang dipikirkan oleh Ibu Anita, Keluarga Elvano memang memperlakukan Elvano dengan baik. Malah mereka ternyata sedang menunggu kepulangan putra sulungnya itu.
Setelah Elvano dan Ibu Anita sudah berada di kamar masing-masing, Winda baru teringat untuk mengabari suaminya. Ia segera mengambil ponselnya yang tersimpan di dalam kamar, lalu mencari kontak suaminya dan menekan simbol telpon berwarna hijau.
---------------------
Sementara di gedung utama Astra Investama Group Tuan William sedang beristirahat di ruangan khusus miliknya.
Ia merasa lelah setelah selesai meeting yang diadakan sejak pagi tadi yang cukup menguras otaknya yang sudah tidak muda lagi. Seharusnya jika putra sulungnya ada di sana ia pasti sudah mewariskan semua pekerjaan ini untuk nya. Sudah saatnya untuk dia pensiun.
Bib bib bib
Baru 5 menit ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur suara telpon genggam miliknya yang berbunyi memaksanya beranjak kembali.
Setelah meraih ponsel yang berada di meja kecil dalam ruangan itu ia kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Dilihatnya layar ponsel tertera
Istriku memanggil..
Tuan William pun segera mengangkatnya.
"Hallo Win, ada apa?"
"Yah.. Aku punya kabar gembira untukmu." Jawab Winda sambil tersenyum dibalik telpon
"Kabar gembira? Kabar apa? Sepertinya kamu senang sekali ?!" Ujar tuan William sedikit menaikkan alisnya penasaran.
"Ini tentang anak kita Yah..."
Winda semakin bersemangat.
"Maksud kamu? Valen dan Flo? Ada apa dengan mereka?"
Tuan William mulai berantusias, awalnya ia mulai kepikiran tentang putra sulungnya, tapi segera ia singkirkan pikiran itu karna tidak ingin merasa kecewa.
"Bukan mereka, ini tentang putra kita."
Eh jadi benar tentang Elvano
"Ada apa dengan Elvano Win? Apa ada kabar dari orang suruhan kita?"
"Yah, ayah harus segera pulang, Elvano anak kita sudah berada di rumah kita..." Ungkap Winda dengan nada yang terdengar sangat bahagia.
"Apa? Kamu serius Win?"
Tuan William cukup kaget mendengar apa yang dikatakan Nyonya Winda, ia masih belum dapat mempercayai apa yang ia dengar.
"Iya, bener Yah... Sekarang dia sedang beristirahat dikamarnya, kamar yang sudah kita siapkan khusus untuk nya sejak 1tahun yang lalu.." Jawab Winda semakin antusias membuat Tuan William mulai yakin dengan apa yang dia katakan.
"Baiklah ! Aku akan segera pulang. Aku akan pulang sekarang juga !"
Kalimat tersebut sekaligus menutup pembicaraan mereka.
"Hati-ha... ti !"
Tut tut tut
Belum selesai Nyonya Winda berbicara sambungan telpon sudah terputus.
"Ya, Ayah... Aku kan belum selesai berbicara.. Tapi yasudahlah.. Tuan William Setiono pasti sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putranya."
Nyonya Winda senyum-senyum sendiri membayangkan wajah suaminya yang pasti sangat berbahagia mendapat kabar ini.
Tuan William memang sangat senang, semua lelahnya sudah tak terasa saat ini. Ia segera meraih jasnya yang tergantung pada senderan kursi dan segera keluar dari ruangannya.
"Len, kamu tolong batalkan semua jadwal meeting ku hari ini ! Saya sedang ada urusan penting di rumah. Sekalian kamu telpon ke bawah supaya menyiapkan mobil untukku !" Tuan William memberikan perintah pada sekretaris Helen.
"Ba-baik Pak.." Jawabnya singkat. Perintah Tuan William tentu saja membuat Helen kaget, padahal masih ada 2 meeting dengan klien yang sangat penting setelah ini yang harus dihadiri oleh Tuan William. Ia pun harus mengatur ulang pertemuan tersebut.
"Oh iya satu lagi," Tuan William yang sudah bersiap menuju lift kembali membalikkan badannya
"katakan pada Manager Li, suruh dia yang menghandle semua pekerjaan yang harus saya kerjakan hari ini. Dia sudah tau jadwalnya." Tambah Tuan William.
Setelah selesai bicara Tuan William segera melangkahkan kakinya cepat menuju lift khusus untuk turun ke bawah.
Tidak menunggu lama lift sudah mendarat di lantai paling bawah, Tuan William bergegas keluar dari lift dengan penuh semangat.
Ketika ia melewati meja resepsionis, wanita cantik yang berada dibalik meja segera berdiri dan memberitahukan,
"Pak, mobil sudah siap.. " Wanita itu berkata sambil menundukkan badannya.
"Baik.. Terimakasih Nona !" Jawab Tuan William singkat.
Ketika sampai di tempat parkir, sebuah mobil mewah memang sudah siap di sana berikut sopirnya.
Melihat Majikannya menuju ke arah mobil sang sopir segera membukakan pintu mobil untuk Tuan William dan menutupkan kembali pintu mobil setelah Tuannya sudah masuk ke dalam. Ia sendiri juga segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobil mewah milik majikannya itu.
"Maaf Tuan, apakah kita akan pulang ke rumah?" Tanya pak sopir.
Sebenarnya ia sudah diberitahukan oleh wanita bagian resepsionis bahwan Tuannya mau pulang kerumah, namun ia hanya ingin memastikan saja.
"Iya, kita pulang kerumah." Jawab Tuan William singkat.
Setelah itu mereka tidak berbicara tentang apapun lagi. Tuan William yang berada dikursi bagian tengah terlihat sangat senang selama di dalam perjalanan. Ia senyum-senyum sendiri sudah seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta membuat pak sopir yang diam-diam melirik nya dari kaca spion bagian dalam terheran-heran.
Tuan sepertinya sedang senang. Aku bahkan belum pernah melihat tuan sebahagia ini. Ada apa ya..
Pak sopir bertanya-tanya di dalam hati.
Sesaat kemudian mobil mereka telah tiba di rumah, para pengawal yang sudah mengenali mobil Tuannya segera membukakan pintu gerbang. Setelah pintu gerbang terbuka, mobil melaju pelan masuk kedalam perkarangan rumah.
Tuan William segera turun dari mobil dengan wajah berseri-seri menuju pintu utama. Semua yang melihat nya sudah mengerti kenapa majikannya sesenang itu, karna mereka sudah mengetahui tentang kepulangan putra sulungnya.
Tok tok tok
Dari dalam Pak Didi segera membukakan pintu ketika mendengar suara ketukan.
Jegrek
"Selamat siang Tuan.." Pak Didi segera menundukkan tubuhnya saat mengucapkan salam pada Tuannya itu.
"Iya siang Pak Didi. Dimana Winda? Dan dimana putraku?" Tanya Tuan William penuh semangat.
Belum sempat Pak Didi menjawab salah satu orang yang dicari oleh majikannya sudah berada di sana.
"Eh, Ayah.. Sudah sampai ya?!" Tanya Winda yang muncul tiba-tiba.
"Eh, Win, mana anak kita?" Tuan William langsung melempar pertanyaan pada istrinya.
"Putra siapa Yah?" Tiba-tiba Valencia muncul dari arah perkarangan. Karna pintu utama belum ditutup jadi Valencia menerobos masuk bersama dengan adiknya Florencia. Mereka baru pulang dari menuntut ilmu.
"Eh, kalian sudah pulang?"
"Iya Bu, lagian ada apa si Bu kok pada berdiri didepan pintu begini?" Valencia kembali bertanya.
"Baiklah, kalian duduk dulu sini !" Winda mengajak mereka semua menuju ke arah meja makan.
"Valen dan kamu Flo, Ibu punya kabar baik untuk kalian semua.." Kata Ibu mereka sambil tersenyum lebar
"Kabar apa Bu?" tanya Valen setelah saling bertatapan dengan adik nya Flo.
"Sekitar 1jam yang lalu, Kakak kalian Elvano sudah kembali kerumah ini." Winda menjawab dengan sangat bersemangat.
"Benarkah?" Valen dan Flo bertanya bersamaan
Winda dan William terlihat sangat senang melihat ekspresi kedua putrinya yang juga tak kalah antusiasnya ketika mendengar kakak mereka telah kembali.
"Iya benar sayang. Sekarang dia sedang berada dikamarnya. Kalian bersihkan diri kalian dulu sana, setelah kakak kalian selesai beristirahat ibu akan meminta Pak Didi untuk memanggil nya turun."
"Ya.. Ibu.. " Gerutu Flo.
Valen juga langsung manyun mendengar penjelasan Ibunya itu. Mereka sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan kakak mereka yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
"Nanti juga kalian bakal ketemu kok dengan kakak kalian.. Malah kalian bakal sama-sama terus setelah ini.. Kalian bisa bersama nya setiap hari.. Sekarang kalian mandi dulu ya !" sekali lagi Winda membujuk kedua putrinya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.