Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 115


Saat ini ketiga orang ini sudah berada didalam mobil. Dan Niko juga sudah tau kemana mereka akan pergi. Elvano sudah memberitahukan padanya ketika dalam perjalanan menuju ke rumah sewa tadi.


Kali ini Elvano lebih memilih diam dengan tatapan yang lurus kedepan. Ia tidak lagi berniat untuk mengerjai Cheril. Ntah karna efek perutnya yang kelaparan, atau karna ia masih bisa merasakan suasana melankolis yang tercipta ketika menatap wajah polos Cheril yang sedang tertidur tadi.


Cheril pun juga merasa sedikit heran melihat Elvano yang hanya duduk berdiam diri sambil memasang wajahnya yang dingin.


Diam-diam ia pun mencuri pandang kearah Elvano. Ia mulai menatap Elvano dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Tumben ia hanya berdiam diri, padahal tadi ia begitu cerewet, rasanya sepi juga ia berdiam seperti itu.


Tapi, ia juga terlihat sangat manis saat sedang memasang wajahnya yang dingin begini. Tampan..


Cheril berkata-kata didalam hatinya masih sambil menatap Elvano kali ini lebih lekat lagi.


"Heh ! Kenapa kau melihat ku seperti itu Nona?" Ucap Elvano tiba-tiba membuat Cheril sangat kaget.


"Eh..


Ternyata dia tau aku sedang menatapnya. Ah, bagaimana ini..


"Kau terpanah dengan ketampanan ku ya?" Tambah Elvano lagi, kali ini wajah dinginnya sudah berubah menjadi sedikit konyol.


Ah, lagi-lagi aku harus menyaksikan drama kedua orang ini sepertinya.


Niko berkata dalam hati.


Padahal Niko sudah sangat senang ketika Elvano lebih memilih diam. Eh, malah Cheril yang mencari masalah.


Cheril pun sudah mulai salah tingkah, ia tidak tau harus menjawab apa, memang itulah yang sedang ia pikirkan. Laki-laki itu tampan.


Tapi tidak mungkin juga kan dia berucap sejujur itu. Yang ada juga Elvano akan semakin besar kepala. Dan ia juga sangat menjaga gengsinya.


"Eh, kenapa kamu hanya diam saja? JAWAB !" Elvano mulai murka lagi karna Cheril masih terdiam.


"Eh..


Jawab apa ni.. Aku benar-benar tidak tau harus menjawab apa.


"Kamu mau membawa ku kemana?" Ucap Cheril kemudian.


Tujuannya hanya ingin mengalihkan pembicaraan supaya Elvano tidak tau bahwa ia memang sedang berpikiran dirinya yang sangat tampan itu.


Eh, ternyata daritadi ia menatapku seperti itu hanya karna penasaran aku akan membawanya kemana.


Dan ternyata Elvano malah salah tanggap. Ia berpikir Cheril serius dengan ucapannya itu. Pasti bakal panjang.. Pasti..


"KAMU.. Kamu sungguh ingin tau aku akan membawamu kemana?" Elvano malah balik melemparkan pertanyaan. Wajahnya saat itu sudah sangat merah setelah mendengar pertanyaan Cheril tadi. Elvano marah. Sangat marah.


Ah, kenapa wajahnya jadi semerah itu.


Cheril sudah tidak memiliki keberanian untuk menjawab Elvano, tapi ia juga tidak memiliki keberanian untuk tidak menjawab nya, jadi serba salah kan? Akhirnya Cheril pun mencoba menganggukkan kepalanya perlahan.


"Heem..


Cheril menjawab sambil manggut-manggut.


"Aku akan mengembalikanmu ke tempat itu ! Tempat hiburan itu !" Ucap Elvano kemudian.


Sandiwara apalagi yang ingin kau mainkan Tuan muda..


Gumam Niko sambil tersenyum kecil setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Elvano, jelas ia tau Elvano ingin mengajak Cheril kemana. Yang pastinya bukan ketempat itu.


Seketika Cheril melototkan matanya. Tentu saja ia kaget mendengar itu, dan ia juga sudah sangat ketakutan.


"Kamu serius?" Tanya Cheril.


"Ho-oh !" Jawab Elvano manggut-manggut.


"Tolong Vano, tolong jangan lakukan itu ! Aku mohon ! Aku Mohon ! Aku berjanji akan melakukan apa saja yang kamu inginkan, asal kamu tidak mengembalikan aku ke tempat itu." Ucap Cheril sambil memegang tangan Elvano.


Laki-laki itu sudah kesenangan ternyata ucapannya itu sukses membuat Cheril ketakutan, ia sampai memohon seperti itu.


Apalagi ketika ia melihat tangan Cheril yang sudah menempel ditangannya. Cheril pun segera menyingkirkan tangannya ketika Elvano melihat itu.


"Benar kamu akan melakukan apa saja yang aku mau?"


Semoga saja ia tidak meminta macam-macam.


"I-iya ! Aku akan melakukan apa saja yang kamu inginkan. Asal kamu tidak membawaku ke tempat itu lagi." Jawab Cheril lagi.


Tuh iyakan, ia sedang merencanakan apa coba. Aaaah.. Aku jadi serba salah begini. Mungkin aku lebih baik berkata jujur tadi. memujinya tampan. Mungkin tidak akan jadi begini.


Cheril lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal mencoba mencerna ucapan yang baru saja diucapkan oleh Elvano.


Sesaat kemudian mereka sudah tiba di tempat tujuan mereka. Yaitu di sebuah Restoran mewah yang sangat terkenal di kota itu.


Cheril pun menyadari ternyata Elvano hanya mengerjainya saja tadi. Buktinya ia tidak memberikan perintah apapun pada Niko, Niko sendiri sudah langsung menuju ke Restoran itu. Cheril kemudian memasang wajahnya yang sangat cemberut.


"Kenapa? Kamu tidak senang aku ajak kesini? Atau kamu memang mau kembali ketempat itu?" Ucap Elvano tiba-tiba ketika melihat wajah Cheril yang cemberut.


"Ah, aku senang kok. Senang banget malah." Jawab Cheril kemudian. Ia juga berusaha tersenyum selebar mungkin.


Padahal dalam hatinya Cheril sudah mengumpat kesal.


Dasar laki-laki menyebalkan. Kamu itu sangat menyebalkan..


Sementara Elvano ia tentu merasa puas. Asal ia sukses mengerjai Cheril, ia pasti akan merasa sangat puas.


"Sekarang tepati janjimu !" Ujar Elvano lantang.


"Eh, janji apa?" Tanya Cheril.


"Heh ! Kamu sudah lupa, baru saja mengucap janji tapi sudah melupakannya. Kamu mau aku marah?" Elvano kembali murka.


Ya, masih berlanjut juga. Memang sudah seperti dunia ini hanya milik mereka berdua saja. Aku sudah sangat lapar Tuan Muda dan Nona Muda. Sudahilah sandiwara kalian itu.


Cheril masih berusaha mengingat kembali janji apa yang ia ucapkan tadi.


Oh, mungkin maksudnya yang itu.


"Maaf !" Ucap Cheril.


"Tidak mau ! Aku tidak butuh kata maaf mu."


"Eh..


"Terus apa yang kamu mau?" Tanya Cheril dengan wajah kesal.


"Kenapa kamu memasang wajah cemberut seperti itu lagi? Bertanyalah dengan benar !" Ucap Elvano masih dengan wajah marahnya yang dibuat-buat.


Aaaah.. Sungguh laki-laki menyebalkan.. Kenapa ada laki-laki seperti ini didunia ini..


Tentu saja Cheril hanya berani mengumpat dalam hati. Jika ia berani mengatai Elvano terang-terangan seperti itu, habislah dia.


"Baiklah ! Sekarang apa yang anda inginkan Tuan Elvano?" Tanya Cheril kemudian sambil masang senyuman manis yang ia paksakan.


Sekarang kamu puas kan Tuan Elvano..


"Ok ! Permintaan pertama aku ingin kamu merubah panggilan mu padaku !"


"Maksud kamu?"


"Aku ingin kamu panggil aku sayang ! Panggil aku sayang ! Sekarang !"


Cheril sudah kembali melototkan matanya lagi sembari melirik ke arah Niko yang sudah cekikikan.


"Kenapa masih diam saja? Ayo panggil aku sayang !" Elvano mengulangi ucapannya.


"Ba-baiklah ! Sa-sayang !" Ucap Cheril terbata-bata. Wajahnya juga sedikit memerah.


"Heh ! Panggil yang benar ! Bukan seperti itu !" Elvano masih belum puas dengan panggilan sayang yang diucapkan Cheril yang tidak disertai dengan senyuman malah dengan memasang wajah kesalnya.


Ah.. Salah lagi.. Apa maunya sih laki-laki ini..


Akhirnya Cheril pun terpaksa harus mengulangi panggilan itu lagi.


"Sayang..


Ucap Cheril sekali lagi sambil memasang wajahnya yang tersenyum lebar yang kembali ia paksakan.


Dan sekali lagi Elvano juga kembali tersenyum puas setelah sukses untuk kesekian kalinya mengerjai istri barunya itu.


"Ayo kita turun sekarang !" Ucap Elvano pada akhirnya.


Fiiiiiiuh


Niko pun ikut bernafas lega. Ia memang sudah sangat kelaparan saat itu.