
Sesaat kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Cheril dan Elvano telah tiba di depan rumah Ibu Anita. Kedua orang ini segera turun dari mobil dan melangkahkan kaki mereka dengan sedikit terburu-buru menuju ke arah rumah Ibu Anita.
Tok tok
Baru 2 kali diketuk, pintu sudah terbuka. Membuat Elvano sedikit kaget, karena hampir mengetuk kening orang yang membuka pintu tersebut. Dan yang membuka pintu itu adalah Ibu Erik.
"Eh, maaf Bu." Ucap Elvano sambil menganggukkan kepalanya sopan.
"Iya, tidak apa-apa Vano." Hehehe. Jawab ibu Erik cengengesan.
"Selamat siang Tante." Sapa Cheril.
"Selamat siang Cheril." Balas ibu Erik.
"Kalian berdua kok bisa ada di sini? Bukannya kalian sedang ada acara di hotel?" Tanya ibu Erik heran. Tak lupa juga ia mengucapkan selamat ulang tahun pada Cheril.
"Terimakasih Tante, kami datang kemari karena mengkhawatirkan keadaan Ibu Anita." Jawab Cheril sekaligus memberikan penjelasan.
"Oh, jadi kalian sudah tau ya, Ibu sedang sakit? Dia tidak apa-apa kok. Hanya kelelahan saja." Tanggap ibu Erik sambil tersenyum.
Mendengar suara keributan, Ibu Anita yang saat itu sedang berada di kamarnya segera beranjak mencari tau apa yang sedang terjadi.
"Ada apa Er? Kok ribut sekali?" Tanya Ibu Anita pada ibu Erik yang bernama Erna.
"Eh, Kak, ini ....
Ibu Erna belum selesai berbicara Ibu Anita sudah melihat Elvano dan Cheril sedang berdiri di depan pintu yang setengah terbuka.
"Ternyata kalian .... Kok kalian ada di sini? Bukannya sedang berpesta?" Ucap Ibu Anita sembari mengerutkan dahinya.
"Ibu, Ibu tidak apa-apa kan?" Elvano malah sudah nyerobot masuk ke dalam rumah.
Dan langsung memeriksa keadaan ibunya. Elvano memegang kedua bahu Ibu Anita, lalu melihat Ibu Anita dari atas kebawah dan sebaliknya.
"Eh, kamu ini kenapa? Ibu baik-baik saja kok." Ujar Ibu Anita kebingungan melihat tingkah Elvano yang terlihat sangat khawatir.
"Tadi Erik bilang Ibu sakit, makanya Vano dan Cheril segera menuju kemari." Jelas Elvano.
"Oh .... Ibu tidak apa-apa kok. Ibu baik-baik saja. Hanya sedikit kelelahan saja." Tanggap Ibu Anita sambil tersenyum.
Bagaimanapun Ibu Anita merasa sangat senang, ternyata Elvano masih sangat mengkhawatirkan dirinya. Itu artinya Elvano masih sangat menyayangi nya.
Tentu saja Elvano tidak langsung percaya begitu saja. Ia masih terlihat panik. Elvano mengangkat tangannya memegang dahi Ibu Anita, ingin memastikan ibunya itu memang sedang baik-baik saja.
Tidak panas.
Gumam Elvano di dalam hati.
"Bu, dada Ibu apakah sakit?" Ucap Elvano sambil memegang dada sebelah kirinya. Dimana yang merupakan letak salah satu organ vital yang disebut jantung.
Belum puas dengan dahi ibunya yang tidak panas, Elvano kembali mengkhawatirkan hal lainnya.
Cheril yang menyaksikan ini sedikit terharu. Sejak awal hingga sekarang, cinta Elvano terhadap Ibu Anita tetap sama. Walaupun dia sudah mengetahui bahwa Ibu Anita bukan ibu kandungnya, ia tetap sangat mencintai wanita paruh baya itu.
Demikian juga Ibu Erna, ia merasa bangga, melihat cinta Elvano terhadap kakaknya.
Ternyata jasamu tidak sia-sia Kak. Kamu sudah menjadi Ibu yang berhasil.
Gumam Ibu Erna dalam hati.
"Ibu tidak apa-apa Vano. Tidak ada yang sakit. Semuanya baik-baik saja. Hanya kelelahan saja. Seperti yang sedang kamu lihat sekarang." Jelas Ibu Anita meyakinkan putranya itu, sambil sedikit membusungkan dadanya, memperlihatkan pada Elvano bahwa semua memang sangat baik.
"Benar Ibu tidak apa-apa? Atau kita ke dokter saja yuk!" Ajak Elvano.
"Tidak perlu Vano, Ibu kan sudah bilang. Ibu baik-baik saja. Ibu tidak apa-apa. Sudahlah ... Jangan dibahas lagi. Ayo masuk ke dalam!" Ibu Anita berusaha mengalihkan topik.
Kemudian mereka semua melangkahkan kaki mereka menuju meja tamu. Lalu bercengkrama kecil di sana.
Yup, seperti yang kalian pikirkan, Elvano masih terus menanyakan tentang kesehatan ibunya. Ibu Anita saja sudah sangat kewalahan dalam menanggapi putra angkatnya itu.
Cheril dan Ibu Erna yang menyaksikan semua itu juga menggeleng-gelengkan kepala mereka.
"Oh iya, Ibu sampai lupa, selamat ulang tahun ya Nak Cheril. Semoga kalian segera diberikan keturunan." Ucap Ibu Anita sambil tersenyum tipis.
"Terimakasih Ibu atas ucapan dan doanya." Balas Cheril malu-malu mendengar isi doa yang lontarkan oleh Ibu Anita.
"Jika kalian mau kembali ke hotel juga tidak apa-apa kok Vano. Kasihan Cheril. Dia pasti belum puas bersilahturahmi dengan keluarganya." Sambung Ibu Anita kemudian.
Mendengar perkataan ibu, Elvano hanya bisa melirik ke arah Cheril, ia ingin tau bagaimana tanggapan Cheril. Rasa khawatir yang ada di dalam hati Elvano memang sudah lebih terkontrol, jadi jika Cheril memang ingin kembali ke hotel, Elvano akan memenuhi itu.
Menyadari Elvano yang meliriknya, Cheril pun tau, lelaki pujaannya itu sedang meminta persetujuan darinya.
"Tidak apa-apa kok Bu, kami di sini saja. Menemani Ibu. Nanti agak sore Cheril akan mengunjungi rumah Ayah dan Ibu." Ujar Cheril bijak.
"Tapi ....
Sementara Ibu Anita, ia masih belum bisa menerima pernyataan Cheril.
"Cheril tidak apa-apa. Ibu tidak perlu memikirkan tentang pesta itu lagi ya?!"
Cheril kembali meyakinkan Ibu Anita.
"Baiklah .... Terserah kalian saja."
Akhirnya Ibu Anita pun mengalah.
Setelah itu, mereka berempat terlibat dalam obrolan santai yang lumayan panjang. Banyak hal yang mereka bahas hingga menanyakan tentang rencana bulan madu pasangan pengantin baru ini.
"Jadi kalian akan berbulan madu dimana?" Tanya Ibu Erna tiba-tiba yang membuat Cheril dan Elvano saling menatap satu sama lain.
Mereka berdua memang belum ada rencana untuk hal yang satu ini.
"Apa ada tempat yang ingin kamu kunjungi Cheril?" Bukannya menjawab pertanyaan ibu Erik, Elvano malah melemparkan pertanyaan pada Cheril.
"Eh ....
Sementara yang ditanya juga kebingungan harus menjawab apa.
"Terserah kamu saja Vano. Tidak pergi bulan madu juga tidak apa-apa kok. Lagian kamu kan sangat sibuk." Tanggap Cheril kemudian.
"Apa boleh seperti itu? Sesibuk apapun aku, tentu saja harus meluangkan waktu untuk itu.
Baiklah, nanti biar aku minta Niko yang mengatur semuanya." Ujar Elvano sambil mengernyitkan wajahnya lalu berganti tersenyum tipis setelahnya.
Ucapan Elvano ini juga sekaligus menjadi penutup dari pembicaraan mereka.
Setelah pulang dari kota XX nanti, jadwal berikutnya adalah rencana bulan madu. Sebuah planning yang sangat penting bagi pasangan yang baru saja menikah.
Wah .... Bulan madu pasangan ini pasti akan sangat heboh. Mengingat sifat Elvano yang agak posesif itu.
Hem .... Rasanya tidak sabar menunggu hari itu tiba. Bagaimana dengan anda? Apakah juga merasa tidak sabar? 😃