Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Usaha Tika


1 bulan telah berlalu sejak hari itu. Elvano dan Cheril sama sekali tidak mengetahui bagaimana keadaan Geral saat ini. Sebab Guzman telah memindahkan Geral ke tempat lain pada malam itu juga.


Walaupun Elvano sudah berusaha mengirim orangnya untuk melacak keberadaan mereka, hasilnya masih tetap nihil hingga saat ini.


Mereka tidak dapat menemukan keberadaan ayah dan anak itu. Kehebatan Guzman dalam hal ini memang sudah tidak diragukan lagi. Mungkin ia belajar dari pengalamannya yang pernah kehilangan dua orang yang ia cintai di masa lalu.


"TIDAAAK!! JANGAN!! TIDAAAK!! AAH!!" teriak Elvano keras yang membangunkan Cheril.


"Sayang ... Bangun! Bangun!" ucap Cheril pelan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Elvano pelan.


Sesaat kemudian Elvano pun terbangun dengan keringat yang bercucuran membasahi tubuhnya.


Sejak 1 bulan terakhir, tepatnya sejak peristiwa penembakan itu Elvano kerap kali mengalami mimpi buruk di malam hari.


Mungkin karena terbawa perasaan atau semacamnya, atau bisa juga dikarenakan oleh kalimat peringatan yang pernah diucapkan oleh Guzman yang meminta Elvano untuk menjaga Cheril dengan baik.


Di dalam mimpi itu, Elvano melihat Cheril ditangkap oleh salah satu kelompok mafia tertentu. Dan wanita yang sangat dicintainya itu diikat dan disiksa dengan sangat kejam di hadapan dirinya yang tak berdaya. Elvano sangat ingin menolong, tetapi ia sama sekali tak dapat menjangkau Cheril. Lalu ia akan terbangun dengan keringat bercucuran seperti saat ini ketika dibangunkan oleh Cheril yang terganggu tidurnya.


"Kamu mimpi itu lagi?"


Cheril mengusap punggung Elvano lembut menenangkan dirinya.


Sebelum menjawab Cheril, Elvano lebih dulu manarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan untuk mengatur kembali nafasnya yang ngos-ngosan.


"Maaf, sayang! Sudah membuatmu terbangun lagi malam ini," ucap Elvano sambil mendekap Cheril membuat wanita itu terjatuh ke dalam pelukannya.


"Tidak apa-apa kok. Aku tidak merasa terganggu sama sekali. Apa kamu mau minum? Aku ambilkan minum untukmu ya," tawar Cheril.


"Tidak perlu, sayang. Tetaplah di sini! Aku hanya ingin memelukmu seperti ini,"


Elvano merasa sangat ketakutan saat itu. Mimpi buruk yang terus berulang seperti ini membuat Elvano semakin gelisah.


Mungkinkah ini adalah pertanda buruk?


Pikiran inilah yang mendominasi otaknya.


Sesaat setelahnya Elvano dan Cheril sudah tertidur kembali dengan posisi tangan Elvano yang melingkar di area pinggang Cheril. Karena mereka tidur saling berhadapan.


-


-


BAM BAM BAM!


Pagi telah tiba. Elvano dan Cheril masih tertidur pulas di dalam kamar mereka. Sementara di luar Tika sedang menggedor pintu keras.


Bibi Nois yang sudah tak tahan mendengar itu kemudian membukakan pintu untuk Tika.


"Maaf, Nona! Tuan Muda dan Nona Muda kami masih tidur. Mungkin lebih baik Nona pulang dulu saja," usir Bibi Nois secara halus.


Jelas membuat wanita itu naik pitam.


"Jadi kamu mengusir aku? Berani sekali kamu! Minggir!" bentak Tika yang langsung melangkah menuju ke arah pintu kamar utama.


BAM BAM BAM!


Kali ini Tika menggedor-gedor pintu kamar membuat Elvano dan Cheril terjaga bersamaan.


"Sayang, siapa yang menggedor pintu seperti ini?" tanya Cheril sembari mengucek-ngucek matanya.


"Entahlah ... Ayo kita lihat!" ajak Elvano sembari meraih kaos putih untuk ia kenakan.


Elvano memang sudah terbiasa tidur tanpa mengenakan atasan.


Kedua orang ini kemudian melangkah mendekati pintu dengan perasaan tak menentu. Selain bunyi ketukan pintu, suara kegaduhan seperti ada orang yang sedang terlibat di dalam perdebatan juga terdengar samar.


Itu adalah suara BIbi Nois dan suara tika. Mereka memang terlibat di dalam sebuah perdebatan kecil karena Bibi Nois masih berusaha mencegah Tika yang ingin mengganggu majikannya.


Jegrek!


Blek!


Mata Cheril dan Elvano membulat bersamaan karena Tika langsung memeluk tubuh Elvano.


"Apa-apaan ini? Lepaskan tanganmu!" bentak Elvano yang juga berusaha melepaskan tangan Tika dari tubuhnya,


"Kamu kok galak sih sama aku? Aku kan kangen sama kamu," ucap Tika manja sambil melemparkan tatapan sinis ke arah Cheril.


"Hei, wanita gila! Apa kamu sudah tidak laku di luar sana? Kenapa terus mengganggu suami aku? HAH?" sambung Cheril tiba-tiba.


Pastinya mata Elvano melotot seketika. Ia tidak menyangka Cheril akan mengatakan kalimat itu. Namun kalimat ini juga terdengar sangat keren bagi Elvano.


Ternyata istri bodohku sudah berubah menjadi istri hebat dan perkasa.


Tak hanya Elvano, mata Tika juga hampir meloncat keluar.


"Berani ya kamu sama aku? Kamu yang sudah merebut Elvano dari aku! Dasar perempuan murah*n!"


Saat mengatakan ini, Tika juga sambil mengangkat tangannya hendak menampar Cheril yang langsung di tahan oleh Elvano.


"Sedikit saja dari jari kotormu ini menyentuh istriku, akan aku patahkan kelima jarimu ini!"


Elvano mengucap dengan suara pelan hampir seperti sedang berbisik. Namun terdengar sangat mengerikan. Tentu saja kata-kata Elvano ini membuat Tika sedikit ketakutan. Jika bukan ada misi yang sedang ia jalankan, sudah pasti Tika akan segera ngacir dari kastil itu.


"Katakan! Apa maumu?" tanya Elvano.


"Aku ingin meminta kamu menikahi aku!"


racau Tika.


Sekali lagi kalimat Tika ini berhasil membuat Elvano dan Cheril melototkan kembali mata mereka secara bersamaan.


Mereka berdua juga saling menatap untuk sesaat.


"Kamu ini sungguh sudah gila ya? Aku tidak akan menikahimu! Aku sudah menikah! Paham?" tanggap Elvano.


"Iya, aku memang sudah gila. Gila karena terlalu mencintaimu!"


"Kamu tidak perlu berpura-pura, Tika!


Katakan! Apa tujuanmu sebenarnya? Aku tau, kamu tidak sungguh-sungguh menginginkanku. Kamu pasti mengincar peta itu kan?"


Kali ini Tika sudah terdiam seribu bahasa. Tebakan Elvano tidak meleset sama sekali. Tika memang mengincar benda itu. Saat itu Tika hanya bisa menundukkan wajahnya.


Kenapa semua orang menginginkan benda itu ... Lagian kenapa juga Vano masih menyimpan benda tersebut jika masalah terus berdatangan seperti ini.


"Jika dia memang menginginkan itu, berikan saja padanya!" sambung Cheril yang membuat Tika melototkan matanya dan mengangkat kembali wajahnya yang tertunduk.


"Ehm? Kamu sedang bercanda?"


Tentu Elvano juga kaget mendengar Cheril berkata demikian.


"Ti ...,"


Cheril baru akan menjawab, Elvano sudah lebih dulu mencegah nya dengan memberikan kode. Hingga ia menghentikan gerak mulutnya.


"Lebih baik kamu pergi sekarang! Dan jangan pernah lagi kembali ke sini!" titah Elvano pada Tika.


"Oh iya, katakan juga pada ayahmu ... Jangan bermain-main denganku jika tak ingin aku hancurkan perusahaannya itu!" sambung Elvano.


Kemudian wanita itu pun segera beranjak meninggalkan kastil Red Rose.


Sebenarnya Tika sedang bersekongkol dengan salah satu kelompok mafia untuk melaksanakan rencana pagi ini. Tika yang bertugas mengganggu konsentrasi Elvano, sementara anggota kelompok mafia yang bekerja sama dengan Tika bertugas untuk menyelinap masuk ke dalam kastil untuk mencari peta itu.


Lalu apakah rencana mereka itu berhasil?