
1 minggu kemudian,
Covention Hall Hotel Belle yang ada di kota XX yang merupakan milik pribadi keluarga Setiono disulap menjadi sebuah ruangan dengan nuansa ungu. Terlihat sangat elegan dan mewah. Ruangan tersebut terlihat begitu ramai dan indah.
Ya, hari ini adalah hari pernikahan keempat sahabat mereka. Niko dan Nikita, serta Erik dan Tania. Mereka sungguh-sungguh menggelar pernikahan bersama-sama sesuai dengan ide gila yang pernah dilontarkan oleh Elvano.
Tak hanya menjadi penentu hari serta ide gila tersebut, bahkan lebih dari itu. Gedung serta warna dekorasi pun Elvano lah yang menentukan. Cheril menentang keras hal ini, dimana saat Elvano memilih warna ungu yang menurut Cheril dikenal dengan warna janda sebagai dekorasi ruangan pesta bagi keempat sahabat mereka itu. Namun tentu saja Elvano tidak bisa ditentang dengan hal seperti ini. Dan pada akhirnya Cheril juga yang harus mengalah pada Elvano. Sehingga terjadilah dekorasi serba ungu di dalam ruangan pesta.
"Kamu ini terlalu percaya dengan takhayul. Lihat saja, warna ungu ini membuat ruangan pesta menjadi sangat indah. Apa kamu masih menyebutnya sebagai warna janda?" cibir Elvano sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan pesta.
Cheril juga ikut mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Ya, memang tidak bisa dipungkiri. Cheril ikut tertegun dengan keindahan ruangan itu. Sungguh terlihat sangat indh dan elegan. Dan Cheril pun tidak memberikan jawaban apapun pada Elvano lagi.
Mereka berdua berjalan memasuki ruangan pesta. Pesta yang cukup unik dimana terdapat 2 pasang pengantin di atas pelaminan. Semua tamu yang hadir merasa begitu terpesona akan pemandangan unik ini. Tak sedikit tamu-tamu itu mengajak para pengantin berfoto bersama. Dan sesi terakhir dari acara pesta ini juga diakhiri dengan sesi foto-foto antar sahabat.
Dari semua sahabat yang ada, Hanya Geral seorang yang tidak memiliki pasangan. Dan tentu Geral tidak suka dengan hal ini. Mau tidak mau Geral memilih salah satu wanita yang ada di dalam ruangan pesta tersebut menjadi pendampingnya. Seorang wanita dengan gaun malam dengan warna navy menjadi pilihan Geral. Entahlah, Geral sungguh sudah gila. Dia sama sekali tak meminta persetujuan gadis tersebut, dia hanya menarik tangan gadis itu begitu saja menuju ke atas panggung walaupun dengan sedikit paksaan.
Hingga semua mata tertuju pada Geral sejenak sebelum sesi berfoto dimulai.
Pasalnya mereka juga sangat mengenal wanita yang digandeng oleh Gerald itu. Yup, orang itu tak lain adalah Tika.
Dan begitulah. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pertemuan yang menyatukan. Geraldo pada akhirnya menikah dengan Tika 1 bulan kemudian.
Mengenai Cheril dan Elvano, sesuai dengan rencana awal dan juga janji Elvano sebelumnya, Elvano mengajak Cheril kembali ke desa Semut Merah.
Rumah mereka saat itu juga sudah sepenuhnya jadi. Cheril begitu terkejut saat Elvano mengatakan padanya bangunan yang waktu itu dilihat oleh dirinya di dekat pantai adalah rumah mereka.
Sungguh merupakan sebuah kejutan yang sangat luar biasa bagi Cheril.
Senang, jelas Cheril terlihat sangat senang. Dia telah menjelma menjadi seorang wanita yang paling berbahagia saat itu.
Tak pernah dibayangkan oleh Cheril sebelumnya dapat tinggal di tepi pantai seperti saat ini.
Tentang dunia hitam yang pernah digeluti oleh Elvano, ternyata semua uang dari hasil penjualan senjata gelap itu hanya dipakai Elvano untuk membangun desa semut Merah serta sisanya digunakan untuk fasilitas umum lainnya. Seperti pembangunan panti asuhan, pembangunan rumah sakit di tempat-tempat terpencil, pembangunan sekolah, dan lain sebagainya.
Saat ini, Elvano juga sudah menyerahkan bisnis tersebut kepada Ken.
Selain Bisnis hitam yang ditekuni oleh Elvano, bisnis sampingan lainnya yang juga selain daripada bisnis keluarga Setiono yang rencananya ingin Elvano serahkan pada Dirly serta suami Flo pada saat dia dewasa nanti, Elvano ternyata juga memiliki bisnis lainnya yang sedang berkembang pesat saat ini. Sebuah bisnis halal pastinya yang akan ia turunkan pada keturunannya pada suatu hari nanti.
~Apa yang terlihat buruk tak selalu buruk adanya. Dan apa yang kelihatan baik belum tentu sebaik yang terlihat. Realita kehidupan begitu rumit. Tak ada satu hal pun yang sempurna. Setiap ada kelebihan, disitu pasti ada kekurangan. Demikian pula sebaliknya.