
Indonesiaku Tangguh
Kau kuat bagaikan baja
Kau hebat dan tangguh tak dapat dipungkiri
Kau selalu berdiri kokoh nan berani
menghadapi semua persoalan yang ada
Memberikan kemerdekaan yang sesungguhnya.
Hatiku riang, jiwaku bersorak gembira
setiap kali lagu Indonesia Raya dikumandangkan.
Ada suka cita yang entah datang dari mana
kebahagiaan itu selalu ku rasakan
Oh indonesiaku, Doaku selalu yang terbaik untukmu
Bangsamu yang besar menjadi tantangan tersendiri
berbagai suku dan budaya menyatu sempurna
Kaya akan sumber alam menjadi kelebihan tersendiri
Lihatlah betapa tangguhnya Indonesia.
Rasa bangga tak terkira, dapat menjadi bagian darimu
Indonesiaku tangguh
Kau akan selalu menjadi tempatku berlabuh
menjadi tempat terbaik untukku berteduh
Dan selalu menjadi yang terbaik dari segalanya
Dirgayahu Indonesia ke 75
Walaupun ada sesuatu yang berbeda
tetap ku sambut dengan penuh suka cita
Doa yang terbaik selalu ada untuk Indonesiaku tangguh.
***
Elvano bersama ketiga pengawalnya itu ternyata memang telah masuk ke dalam jebakan Blood team. Berulang kali mereka mengulangi perjalanan mereka untuk memanjat, nyatanya mereka hanya berputar-putar di tempat yang sama. Hingga Squash pun mulai merasa lelah karena hampir kehabisan bahan bakar.
Elvano dan yang lainnya pun memutuskan untuk turun dari mobil canggih itu.
Mereka memilih menjelajahi tempat itu dengan berjalan kaki untuk mencari jalan keluar.
Perkiraan Elvano kali ini ternyata meleset. Waktu yang diperkirakan hanya akan memakan waktu 30 menit saja untuk mencapai puncak dari bukit Delima, nyatanya saat ini mereka bahkan sudah menghabiskan 3 jam perjalanan tapi malah belum menemukan markas tersebut. Malah hanya berputar-putar di tempat yang sama. Dan entah sampai kapan mereka akan terus terjebak di tempat itu.
---
~ Markas Bloods team
Valen dan Niko disekap pada satu tempat yang sama. Mereka didudukan di atas kursi dan diikat, serta kedua mata mereka juga ditutup dengan kain hitam. Satu lagi, mulut keduanya juga dilakban.
Saat Valen tersadar dari tidurnya yang telah terlelap selama beberapa jam, ia begitu ketakutan.
Valen tidak mengerti apa yang sedang terjadi padanya. Seluruh tubuhnya terasa remuk saat itu. Lebih-lebih pada saat ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Terasa begitu menyakitkan untuknya. Pandangannya jelas juga gelap gulita. Saat ia hendak bersuara, mulutnya juga tak dapat terbuka. Tentu saja wanita itu sangat ketakutan.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" batinnya saat itu.
Valen berusaha mengingat kembali apa yang sudah terjadi padanya sebelum ini. Perlahan wanita ini membawa memorynya menuju ruang waktu. Dan sesaat kemudian, ia pun dapat mengingat semuanya. Namun tetap saja ia tidak dapat mengerti dengan semua yang sedang terjadi saat ini. Ia dapat mengingat dirinya yang tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri pada saat memakan 1 suap nasi goreng spesial miliknya di food court. Setelahnya ia sudah tidak mengingat apapun lagi.
Saat Valen masih dilanda kebingungan, tiba-tba terdengar suara decitan pintu. Ya, seseorang membuka pintu ruangan yang sangat gelap itu. Valen juga dapat merasakan adanya cahaya yang ikut masuk menyinari kegelapan yang ia rasakan. Rasanya Valen sangat ingin berteriak saat itu, tapi tentu saja ia juga tidak dapat melakukan hal ini. Valen semakin penasaran dengan semua yang ia alami saat itu.
Tap! Tap! Tap!
Derap langkah terdengar begitu menyeramkan. Dan semakin mendekati dirinya yang juga semakin ketakutan.
Ia juga dapat merasakan, seperti ada seseorang yang mencoba melakukan sesuatu di dekatnya. Namun ia tidak tau apa yang orang itu lakukan terhadap dirinya. Valen mencoba menggerak-gerakkan tubuhnya, tapi ia hanya mampu menggerakkan kepalanya saja. Dan saat itu ia bisa merasakan ada sesuatu yang tertahan. Sesaat kemudian, penutup matanya pun terbuka. Ternyata orang itu sedang membuka penutup mata miliknya tadi.
"Frans? Apa yang terjadi sebenarnya?" gumamnya tak jelas terdengar karena mulutnya yang masih dilakban.
Ia juga baru menyadari ternyata dirinya sedang terikat.
Pantas saja tubuhku ini terasa sangat sakit ketika digerakkan.
Batin Valen saat itu.
Dirly tersenyum sinis ke arah Valen. Sedangkan Valen hanya menatapnya bingung. Wanita ini sungguh tak mengerti apa maksud dari semua ini. Ingin sekali dia berteriak, tapi dia juga belum bisa melakukan itu karena Dirly yang ia kenal sebagai Fransisco belum membuka lakban yang masih melekat di area mulutnya.
Sesaat kemudian, Dirly membuka lakban yang tertempel itu. Dan tentu saja Valen segera melempar pertanyaan padanya.
"Apa yang sedang terjadi sebenarnya Frans? Dan dimana aku sekarang?" tanya Valen dengan ekspresi bingung.
"Menurutmu apa yang sedang terjadi Valen?"
Dirly mengucap sambil mengitari Valen. Ia juga membelai lembut gadis pemilik wajah oriental itu. Dirly menyentuh seluruh wajah Valen dengan jemarinya lentik. Seperti seorang pria nakal yang sedang menggoda wanita penghibur.
Sedangkan Valen masih diam tak bergeming. Ia masih terlalu bingung dengan semua yang terjadi saat ini.
Terakhir Dirly menghentikan langkahnya tepat di hadapan Valen. Entah kenapa, Dirly merasa sangat tergoda dengan penampilan Valen yang sedikit acak-acakan itu. Dirly yang aslinya bukan lelaki penyuka wanita, tiba-tiba merasa hasratnya menggebu-gebu. Dirly menatap Valen intens seperti singa yang kelaparan hendak menerkam mangsanya. Lebih tepatnya menerkam mesra.
Dirly semakin mendekat wajahnya ke arah Valen. Ia sudah menyiapkan dirinya hendak melancarkan aksinya menerkam bibir manis milik Valen. Sontak membuat Valen sangat kaget.
Apa dia ingin memperkosa aku?
Ya, hal inilah yang dipikirkan oleh Valen. Mungkin saja Dirly menyekapnya karena ingin memperkosa dirinya. Namun, kenapa? Valen bertambah bingung memikirkan ini. Jika pun Dirly sangat ingin melakukan itu, seharusnya Dirly meminta baik-baik padanya. Walaupun entah apa jawabannya, jika Dirly rela melamarnya dalam waktu dekat, mungkin Valen juga akan mempertimbangkan hal ini. Seharusnya begitu. Dirly tidak harus melakukan hal yang tidak sangat masuk akal seperti ini. Valen sungguh kecewa dengan perbuatan Dirly yang satu ini. Ya, Valen sangat kecewa. Dirinya mulai kepikiran dengan ucapan Elvano padanya beberapa hari yang lalu.
Pantas saja Kak Vano terus memperingati ku supaya aku menjauhi dia. Ternyata Frans memang memiliki niat jahat padaku.
Menyesal? Tentu saja. Valen merasa sangat menyesal karena tidak mengindahkan nasehat kakaknya. Dan sekarang dia pun harus menanggung akibat dari semua ini.
"Frans, kamu mau apa?" tanya Valen lembut.
Dirly tidak menanggap apapun. Ia hanya terus mendekatkan dirinya ke arah wajah Valen.
Melihat itu nada bicara Valen pun meningkat.
"Frans, Tolong jangan lakukan ini! Aku mohon!" lirihnya.
Namun Dirly yang sudah seperti dikuasai oleh roh tak terlihat terus bertindak tanpa memedulikan Valen. Kali ini bibir Dirly telah menempel di dekat kuping milik Valen, membuat gadis itu merinding seketika. Entah perasaan apa yang sedang ia rasakan saat itu. Geli, ya, mungkin bisa dikatakan begitu.
Valen yang mulai sangat ketakutan akhirnya memilih berbicara kembali dengan nada yang sedikit ia tinggikan. Selain berharap Dirly melepaskannya, ia juga berharap ada orang yang datang menolongnya.
"Frans, tolong jangan lakukan ini! Jika tidak aku akan berteriak!" ancamnya.
Mendengar ancaman itu, Dirly pun mengurungkan niatnya. Valen sedikit merasa lebih lega. Namun baru saja ia merasakan kelegaan, ia sudah kembali tegang setelah menyaksikan apa yang dilakukan oleh Dirly sesaat kemudian.
Hahahahaha
"Kamu mau mengancam ku? Hah?"
Hahahahaha
"Gadis kecil sepertimu mau mengancam ku? Sungguh sangat lucu,"
"Hei, dengar ya, jika kau ingin berteriak, berteriaklah! jDan aku akan pastikan tak akan ada satu orang pun yang dapat mendengar mu," ucap Dirly dengan nada suara yang tak beraturan.
Sebentar nada itu sangat tinggi, sesaat kemudian juga menjadi sangat rendah.
Valen yang mendengar itu semakin bergetar hebat. Suara Dirly memang bergema kuat saat ia berucap dengan nada tinggi, dan kembali tenang pada saat ia menurunkan nadanya menjadi sangat rendah. Sangat-sangat rendah sehingga hampir menyerupai berbisik. Namun juga mengandung kengerian di dalamnya. Yang jelas terdengar sangat menyeramkan bagi Valen.
Dan suara Dirly tadi juga berhasil membangunkan Niko yang masih pingsan sejak tadi.
Valen belum menyadari di ruangan tersebut juga ada Niko. Karena Niko berada di belakangnya. Posisi mereka saling membelakangi dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Niko mengerjapkan matanya, tapi semua terasa gelap. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, tapi juga tidak bergeming. Dan pada saat itu ia pun tahu, pasti ada hal yang tidak beres yang sedang terjadi.
Niko mengingat kembali apa yang sudah terjadi sebelumnya. Seperti yang dilakukan oleh Valen tadi, Niko juga membawa pikirannya menyusuri ruang waktu. Sesaat kemudian dia pun mengingat semuanya. Dan matanya membulat seketika. Niko berusaha melakukan pemberontakan saat itu. Dia terus menggerak-gerakkan tubuhnya hingga ia mendengar suara Valen sedang berbicara baru ia hentikan gerakannya itu.
Valen berteriak keras saat itu,
"Apa mau mu Frans?" Pertanyaan tersebut dilemparkan Valen dengan suara keras.
Bersambung ....