
"Heh ! Kenapa menatap ku seperti itu?" Ucap Elvano. Niko memang sedang menatap nya lekat.
"Eh, ma-maaf ! Pakaian yang kamu kenakan itu, kenapa kamu berpenampilan seperti itu?" Tanya Niko dengan polosnya.
"Ya apalagi, aku sedang menyamar." Jawab Elvano dengan santainya.
"Ayo masuk ! Kita jalan sekarang !" Ucap Elvano lagi.
Niko pun segera masuk kedalam mobil walaupun masih bingung memikirkan penampilan Elvano.
"Eh Nik, mampir dulu ke kedai itu, kita beli dulu aja makanannya, di bungkus. Nanti makannya dirumah sewa itu saja !"
"Baiklah !" Jawab Niko Singkat.
Niko kemudian melajukan mobil itu ke arah kedai sederhana itu dan berhenti tepat didepannya.
Elvano sih tidak memberitahukan sebelumnya. Padahal kan mereka tidak harus menggunakan mobil, jarak toko pakaian ke kedai itu kan memang sangat dekat.
"Nik, kamu turun sendiri ya, aku tunggu dimobil saja." Ucap Elvano ketika mobil telah berhenti.
Niko hanya menanggapi dengan anggukan.
Niko akhirnya masuk kedalam kedai itu sendirian. Ia kemudian membeli 5 bungkus makanan sekalian untuk kedua pengawal itu juga. Tentu saja menu favorit Tuan Muda tidak ia lupakan. Ah, Tuan Muda pecinta Jengkol, Niko rasanya ingin tertawa karna ia malah tiba-tiba membayangkan wajah Elvano yang sudah berubah menjadi jengkol.
Hahaha
Akhirnya dia malah tertawa kecil membuat pemilik kedai heran melihat nya. Paling dalam hati pemilik kedai itu berkata;
Sepertinya orang ini salah minum obat.
Setelah selesai dengan 5 bungkus makanan yang telah ia beli, Niko pun kembali kedalam mobil. Lalu mobil kembali melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumah sewa itu.
--------------------
Sementara di rumah sewa, Cheril baru saja terjaga dari tidurnya yang cukup panjang.
Cheril perlahan membuka matanya sembari menguceknya pelan. Juga mengangkat tangannya untuk meregangkan otot-ototnya.
"Ah.. Segar sekali rasanya." Ucap Cheril pelan
Cheril kemudian melirik ke arah jam tangannya. Ia pun tersentak, ternyata ia tertidur cukup lama. Dari jam 10.45an sampai dengan pukul 15.35
"Aku tertidur disini hingga selama ini? Pantas saja perut sudah terasa sangat lapar sekarang." Gumam Cheril lagi.
Kemudian Cheril bangun dari sofa itu mencoba mencari makanan. Ia berjalan menuju ke arah dapur. Barangkali Niko meninggalkan sesuatu yang bisa ia makan pikirnya.
Dengan langkah yang berat Cheril pun melangkah kearah dapur, dan tentu saja ia tidak menemukan apapun diatas meja makan. Ketika ia membuka kulkas juga isinya hanya Zonk.
"Minuman pun tak ada?"
Huuuuuuuuuuh
Cheril membuang nafas kasar.
Cheril akhirnya berpikir ia harus membeli sedikit makanan juga minuman diluar sana. Namun ketika ia merogoh saku celananya, ia malah tidak menemukan apa-apa, hanya ada sebuah ponsel yang sudah mati total karna kehabisan batre.
Huuuuuuh
Sekali lagi ia membuang nafas kasar
"Aku bahkan tidak memiliki uang. Bagaimana ini? Apa aku harus menggadaikan ponsel ini saja?" Ujar Cheril sembari memegang perutnya.
Dengan langkah yang berat Cheril kemudian menuju ke arah pintu.
Pada saat yang sama ketika Cheril menuju ke arah pintu, sebuah mobil yang digunakan oleh Niko dan Elvano tiba didepan rumah sewa itu.
Sebelumnya Cheril ingin membuka pintu, namun karna mendengar suara mobil ia pun memutuskan untuk mengintipnya lebih dulu.
Siapa tau itu mobil Bos Baron pikirnya.
Cheril merasa lega ternyata yang keluar dari mobil itu adalah Niko. Sekaligus juga merasa senang sih, setidaknya ia tidak perlu menggadaikan ponselnya untuk membeli sedikit makanan. Ia yakin, Niko pasti datang membawa makanan untuk nya.
Dan pada saat yang bersamaan Elvano juga keluar dari pintu belakang, membuat Cheril melototkan matanya seketika. Ia sangat kaget ternyata Niko datang bersama dengan Elvano saat itu.
"Itu kan Vano ?!" Ucapnya masih dengan mata melotot.
"Dia bersama dengan Niko? Apa dia juga yang meminta Niko untuk menolong ku tadi pagi?" Tambahnya lagi sambil tersenyum tipis.
Ada sedikit perasaan senang yang menyelimuti hatinya saat mengucapkan kalimat itu.
Melihat kedua pria itu, kedua pengawal yang berjaga pun segera menundukkan badan mereka.
Cheril yang menyaksikan semua itu merasa sangat heran. Sepertinya Niko memang memiliki kekuasaan yang tinggi pikir Cheril dalam hati. Tentu Cheril sangat heran, yang ia tau sebelumnya Niko hanya seorang penarik angkot kan.
Saat ini yang ada dipikiran Cheril, Niko lah yang menjadi Bos, karna penampilan Niko sangat berwibawa. Sementara penampilan Elvano hanya seperti bawahan Niko.
Para pengawal juga terlihat sesekali mengangkat wajah mereka melirik ke arah Elvano. Mereka tentu saja heran melihat penampilannya yang tidak biasa itu. Tapi mereka juga tidak berani berkomentar apapun. Apalagi ketika Elvano menatap mereka berdua lekat seakan berkata, Jangan melihat aku seperti itu ! Mereka sudah langsung menundukkan wajah mereka ke bawah.
"Tunggu ! sepertinya ada yang aneh ! Dari penampilannya Niko memang terilhat seperti seorang Bos, sedangkan Elvano sepertinya bawahannya.
Tapi kenapa tadi Niko malah yang menyetir? Dan kalaupun Elvano tidak bisa menyetir ia seharusnya kan tidak duduk dikursi barisan belakang juga. Seolah-olah Niko adalah sopirnya dan Elvano adalah Bosnya saja."
Cheril sungguh sangat kebingungan mengingat pemandangan aneh yang baru saja ia saksikan tadi.
"Tapi yasudahlah yang penting sekarang aku tidak kelaparan lagi. Bodoh amatlah mau siapa Bosnya." Ucap nya lagi.
Ia pun segera membuka pintu yang ia kunci dari dalam itu.
Niko yang baru ingin mengetuk pintu kembali menurunkan tangannya ketika mendengar bunyi seperti ada yang sedang berusaha membuka pintu itu dari dalam.
Dan Benar saja, sekitar 3 detik kemudian pintu itu memang sudah terbuka.
Ketika melihat Cheril berdiri dihadapannya, Elvano menatap Cheril dengan tatapan lekat begitu pun dengan Cheril, ia juga menatap Elvano lekat. Sementara Niko ia lebih memilih menyerobot masuk kedalam rumah itu dengan 2 kantong makanan ditangannya yang berisikan makanan milik nya juga milik Cheril dan Elvano. Sedangkan makanan para pengawal sudah ia berikan pada mereka tadi sebelum Cheril membuka pintu.
"Eh, kalian mau sampai kapan berdiri disana?" Akhirnya Niko bersuara karna kedua orang ini masih diam ditempat.
Keduanya pun tersentak mendengar ucapan Niko dan kemudian keduanya juga melangkahkan kaki kedalam rumah dan langsung menuju kearah Niko dimeja makan.
Sesaat kemudian acara makan siang yang sudah agak terlambat itu pun segera dimulai.
Cheril tentu saja juga sedikit tersentak melihat menu Elvano. Ia juga tidak tau sebelumnya ternyata pria tampan itu menyukai jengkol. Bukan Tidak tau sih, tepatnya ia lupa, sebelumnya Ibu Anita juga sudah pernah menceritakan pada Cheril kan tentang Elvano yang sangat menyukai jengkol ketika ia datang kerumah Elvano waktu Elvano masih tinggal bersama Ibu Anita dulu.
Walaupun Cheril merasa agak lucu, ia juga tidak berkomentar apapun. Ia hanya sesekali melirik ke arah Elvano yang makan dengan lahap saja, karna dia sendiri juga sudah sangat lapar. Lagian ia juga tidak memiliki keberanian untuk mengejek Elvano saat ini. Elvano bersikap sangat dingin padanya sejak tatapan di depan tadi dia sudah menampilkan ekspresi dinginnya. Melihat wajah itu sudah membuat Cheril ciut saja.
Niko yang menyadari Cheril yang sesekali melirik ke arah Elvano malah tersenyum geli. Ia tau Cheril pasti juga sedang heran melihat Tuan Muda itu makan dengan begitu lahap hanya dengan laok favoritnya itu. Ah, dasar Tuan Muda pecinta jengkol. Kalimat itu muncul lagi deh didalam otak Niko.
Sementara Elvano, tentu saja ia tau kedua orang ini melirik kearahnya. Tapi ia sudah tidak menghiraukannya lagi. Elvano lebih memilih asyik dengan menunya ketimbang meladeni kedua orang ini, yang ada juga mood makannya malah menghilang nantinya.
Acara makan siang itu pun berlangsung dengan suasana yang sangat tenang hingga mereka semua menghabiskan menu makan mereka masing-masing.