Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Cheril siuman


Alangkah senangnya ketika mentari kembali terbit. Pertanda alam mulai kembali bernafas. Dimana orang-orang mulai bangun dari tidurnya untuk memulai berbagai aktifitas yang sudah menanti.


Dan Elvano yang sedang terlelap pun juga mulai membuka kembali matanya secara perlahan. Tapi bukan karna cahaya mentari yang membangunkannya, melainkan jemari Cheril yang bergerak membuat Elvano merasa seperti ada yang menggelitik wajahnya.


Dan pada saat yang bersamaan Cheril juga sedang mengigau. Ia menyebut nama Elvano beberapa kali sembari berkata-kata.


"Vano.. Vano.. Kamu dimana? Aku takut Vano.. Aku takuuuut ! Tolong aku..." Ucap Cheril dengan matanya yang masih terpejam.


"Cheril.. Kamu kenapa sayang? Aku ada disini.. Aku disini sayang.. Kamu tidak perlu takut.. Aku akan selalu menjaga mu disini." Jawab Elvano seketika masih berusaha membuka matanya lebar dan kembali menggenggam tangan Cheril erat.


Sesaat kemudian Cheril seperti orang yang sedang sesak nafas. Elvano pun menjadi sangat panik.


"Kamu kenapa sayang? KAMU KENAPA?"


"DOKTER... SUSTER... DOKTER... SUSTER..."


Teriak Elvano panik.


Mendengar teriakan Elvano salah satu Dokter dan 2 orang perawat yang bertugas semalam segera masuk ke dalam ruangan itu. Mereka memang berjaga-jaga di depan ruangan ICU itu semalaman takut Tuan Muda Elvano membutuhkan mereka.


"Ada apa Tuan Muda?" Tanya Dokter itu ikutan panik.


"Tolong istri saya Dokter ! Saya juga tidak tau, tiba-tiba dia sudah sesak seperti ini." Jawab Elvano masih dengan ekspresinya yang sangat panik.


Kemudian Sang Dokter segera mendekati Cheril, dan Elvano pun menyingkir memberikan ruang untuk Dokter itu.


Setelah selesai dengan pemeriksaan yang ia lakukan, ia terlihat sedikit mengerutkan dahinya.


"Ada apa Dokter? Apa terjadi sesuatu lagi pada Cheril? Tolong Dokter ! Anda harus selamatkan dia !" Ucap Elvano melemparkan pertanyaan sekaligus memohon.


" Dari hasil pemeriksaan saya, keadaan Nona Muda semuanya baik.. Sepertinya Nona Muda sedang mengalami trauma yang sangat dalam Tuan Muda !" Ucap Dokter itu kemudian.


Elvano sedikit merasa lega mendengar itu. Namun kembali panik setelah mencerna kata trauma yang dalam yang telah diucapkan oleh Dokter tadi.


"Apa itu berbahaya Dok? Dan Kenapa Cheril seperti sangat susah bernapas?" Elvano kembali bertanya.


"Seharusnya tidak membahayakan nyawanya. Tapi lebih kepada kejiwaannya. Mungkin karna Nona Muda sudah mengalami hari yang sangat buruk, dan membuatnya sangat trauma. Tapi Tuan Muda tenang saja, semua itu akan berlalu seiring berjalannya waktu." Ucap Sang Dokter menjelaskan.


Dan kali ini penjelasan Dokter yang panjang itu membuat Elvano kembali lega. Dan napas Cheril saat itu juga sudah kembali normal dengan sendirinya.


"Tuan Muda, sepertinya sebentar lagi Nona Muda akan segera siuman." Ujar Sang Dokter lagi.


"Oya?"


"Iya Tuan Muda. Biasanya jika pasien koma sudah menggerakkan anggota tubuhnya seperti jemari misalnya, atau bahkan mengucapkan beberapa patah kata maka ia akan segera bangun dari tidur panjangnya.


Baru saja selesai Dokter itu berucap, Cheril memang sudah mulai mencoba membuka matanya.


Elvano pun segera mendekati Cheril dan memegang tangannya lalu mengusap lembut tangan itu.


"Cheril.. Kamu sudah bangun?" Ucap Elvano sambil tersenyum senang. Hatinya sangat girang saat itu.


Sementara Cheril masih berusaha mengumpulkan semua rohnya. Ia masih merem melek berusaha membuka matanya lebar. Satu tangannya yang tidak dipegang oleh Elvano sudah akan diangkat olehnya untuk mengucek matanya. Namun tentu saja segera dicegah oleh Elvano. Karna tangan itu terpasang jarum infus.


"Kamu kenapa sayang? Mana yang sakit?" Elvano mendekatkan wajahnya ke arah wajah Cheril lalu mengusap pipi Cheril lembut.


"Vaa-noo..." Ucap Cheril pelan ketika melihat wajah Elvano yang sudah sangat dekat dengan nya.


"Iya, ini aku Cheril.." Jawab Elvano menanggapi. Sambil tersenyum manis.


Cheril juga ikut tersenyum.


"Aku senang kamu di sini !" Tambah Cheril lagi, masih dengan suara yang agak berat.


"Iya, aku juga senang melihat kamu sudah bangun Cheril.." Balas Elvano masih sambil tersenyum manis.


Dan ia seperti sedang mencoba mengingat sesuatu yang membuat dirinya merasakan sakit kepala yang sangat hebat. Cheril pun melepaskan tangannya dari genggaman Elvano dan memegang kepalanya.


"Kamu kenapa Cheril? KAMU KENAPA?" Tanya Elvano Panik sembari mengusap kepala Cheril. Sementara Cheril masih mengerang kesakitan. Lalu mengeluarkan beberapa patah kata lagi,


"Aku takut Vano.. Aku takut... Orang-orang itu sangat menakutkan !" Ucap Cheril setengah berteriak


"Cheril kenapa Dokter? Kenapa tiba-tiba dia seperti ini?" Elvano melemparkan pertanyaan kepada dokter sambil melirik kearahnya.


Terlihat Dokter juga sedikit panik menyaksikan Cheril yang seperti itu. Namun dia masih bisa bersikap tenang. Lalu dokter itu melangkah mendekati Cheril. Dan mencoba menenangkannya.


"Nona Muda.. Nona tenang dulu ! Tenang ! Iya begitu Nona.. Tenang ! Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan kembali.." Ucap Sang Dokter sembari menuntun Cheril melakukan latihan pernapasan. Dan Cheril juga mengikuti perkataan Dokter.


Sesaat kemudian Cheril pun sudah kembali tenang. Sakit kepala yang ia rasakan juga perlahan menghilang.


Elvano juga bisa kembali bernapas lega.


"Jadi begini.... Nona Muda, anda jangan terlalu banyak berpikir dulu untuk saat ini. Karna Nona baru saja bangun dari koma."


"Koma Dokter?" Cheril terlihat sedikit kaget mendengar kata koma yang diucapkan oleh Dokter.


"Iya.. Nona saat ini sedang berada di rumah sakit. Dan semalam Nona mengalami koma. Jadi saya berharap, Nona jangan berpikir terlalu banyak dulu untuk saat ini. Jika tidak, Nona Muda bisa kembali mengalami sakit kepala hebat seperti tadi !" Dokter memberikan penjelasan pada Cheril.


"Iya sayang... Kamu harus tenang ya. Dan jangan takut lagi, ada aku disini. Aku janji, aku akan menjagamu dengan baik. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi !" Tambah Elvano menyambung pembicaraan Dokter yang sudah selesai diucap sembari menggenggam tangan Cheril erat. Saat itu Elvano sudah kembali duduk di kursi samping tempat tidur Cheril. Karna Dokter sudah menjauh dari tempat tidur Cheril.


Mendengar ucapan Elvano membuat Cheril tersenyum manis. Ia merasa sangat bahagia diperlakukan demikian oleh Elvano.


"Terimakasih Vano !" Ucap Cheril sambil tersenyum manis.


Dokter dan kedua perawat itu juga ikut tersenyum melihat hubungan pasangan ini yang terlihat sangat bahagia.


"Oh iya, Tuan Muda, jika dilihat dari perkembangan Nona Muda, nanti siang Nona Muda sudah boleh pindah ke kamar rawat. Dan semua peralatan yang tertempel ditubuh Nona juga sudah boleh dilepas saat ini." Ungkap Dokter sambil sesekali menatap mata Elvano karna sedang mengajaknya berbicara.


Elvano hanya menyimak dalam diam, sesekali ia juga mengangguk pelan. Karena Elvano tidak mengeluarkan sepatah kata pun, lalu Dokter pun kembali melanjutkan pembicaraannya. Kali ini Dokter memberikan perintah.


"Sus, tolong bantu Nona Muda melepaskan semua peralatan itu !" Ucap Dokter memberi perintah.


"Baik Dok !" Jawab kedua perawat yang ada di sana bersamaan. Lalu mendekati Cheril dan melepaskan semua peralatan yang tertempel disekujur tubuh Cheril. Sementara Elvano kembali beranjak dari tempat duduknya supaya kedua perawat bisa melakukan tugasnya dengan lebih leluasa.


Setelah semuanya selesai Dokter kembali berbicara untuk berpamitan.


"Baiklah ! Sekarang kami keluar dulu ya Tuan Muda. Jika anda memerlukan kami, silahkan panggil kami !" Ujar Dokter pamit sambil sedikit membungkukkan tubuhnya kearah Elvano dan Cheril. Kedua perawat juga ikut menundukan tubuh mereka memberi hormat.


"Baik Dokter !" Jawab Elvano singkat.


Lalu ketiga anggota tim medis tersebut segera berlalu dari kamar ICU khusus itu.


--------


Tok tok tok tok


Baru saja tim medis itu keluar, sudah terdengar bunyi suara pintu.


"Siapa?" Tanya Elvano.


"Ini Ibu, Vano !" Ucap Ibu Winda.


Ia datang bersama Ayah William.


Mendengar suara Ibu Winda, Elvano tersentak seketika.


Bagaimana Ibu bisa tau aku ada disini..