Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Apa yang merasukimu Nona?


Kemudian Elvano pun melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ibu Anita masih tersenyum mengingat kelakuan Elvano yang baru saja ia lakukan. Dan ntah mengapa ia juga sedikit meragukan kata-kata pengakuan yang diucapkan oleh Elvano.


Feeling nya mengatakan Elvano sepertinya belum makan malam. Mungkin itulah yang dimaksudkan dengan adanya ikatan antara Ibu dan Anak. Perasaan seorang Ibu itu sangatlah kuat, tidak mudah untuk dibohongi.


Akhirnya Ibu Anita memutuskan tetap membiarkan makanan yang masih tersisa tetap berada diatas meja makan, jika Elvano merasa lapar dia pasti akan bangun untuk makan. Pikir nya.


Sesaat kemudian Elvano sudah selesai dari kegiatan membersihkan diri, ia keluar dari kamar mandi lalu menuju ke arah kamarnya karna setelah melirik sekeliling ia tidak menemukan sosok yang ia cari. Ia yakin Ibunya pasti juga sudah masuk ke kamar untuk beristirahat, jadi ia pun juga memilih untuk segera beristirahat.


Bruk !


Elvano menjatuhkan diri diatas kasur miliknya.


Fiiiiiiiiuh


Nyaman nya.


Elvano mencoba memejamkan mata, namun ia tidak bisa terlelap. Perutnya keroncongan. Para penghuni didalam perut Elvano sedang mengamuk meminta jatah.


Krok krok krok


Bunyi perut Elvano terdengar jelas didalam kesunyian malam.


Mau tidak mau akhirnya Elvano harus beranjak kembali dari kenyamanan yang baru saja ingin dia nikmati.


Elvano berjalan menuju pintu, membuka nya dengan sangat pelan.


Jegrek!


Pintu terbuka dengan pelan sekali.


Elvano berjalan juga dengan sangat pelan menuju meja makan, disana matanya langsung tertuju pada tudung saji yang tertutup rapi, Elvano pun segera membuka nya.


"Wah... Tumben ni Ibu tidak memasukkan sisa makanan ini kedalam kulkas, biasanya Ibu selalu memasukkan sisa makanan kedalam kulkas, tapi baguslah. Setidaknya aku tidak perlu membuatkan makanan baru lagi atau pun memanaskannya, setidaknya aku tidak akan membuat Ibu terbangun karena terlalu berisik." Elvano berkata dengan suara kecil.


Kemudian ia pun segera melahap makanan yang tersisa itu sampai bersih semuanya.


Iya, benar-benar bersih, Elvano memang sudah sangat kelaparan, membuat nya makan sedikit tergesa-gesa. Hingga menimbulkan bunyi, eeeekkkk.. Pertanda kekenyangan.


Setelah selesai mengisi perutnya, Elvano kembali kekamarnya untuk melanjutkan istirahatnya yang tertunda, tidak membutuhkan waktu lama baginya untuk segera terlelap memasuki ruang mimpi.


'Bisa dibayangkan gaes? Ketika Ibu Anita bangun keesokan paginya, semua makanan sisa yang sengaja ia biarkan tertutup rapi dalam tudung saji pagi itu sudah lenyap semua, kira-kira bagaimana reaksi wanita paruh baya itu?


Tentu saja Ibu Anita akan tersenyum puas karena feelingnya ternyata memang benar.


Mungkin Ibu Anita juga akan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak kesayangannya itu. Mengaku sudah makan, tapi nyata nya semua isi piring bersih tersapu.


Yah, memang demikianlah reaksi Ibu Anita keesokan paginya.


************


Jikalau Elvano bisa dengan mudahnya terlelap begitu saja, berbeda lain halnya dengan Cheril, ia justru tidak bisa tidur. Ia terus kepikiran tentang hal yang baru saja ia alami didalam ruangan kerja Elvano tadi.


Sejak keluar dari ruangan itu pikiran Cheril selalu dibayangi oleh ciuman pertamanya yang direbut begitu saja oleh laki-laki yang tidak ia cintai.


Seorang wanita memang menganggap ciuman pertama itu sangat berarti ya, kebanyakan dari mereka selalu berharap first kiss itu seharusnya bisa menjadi kenangan yang indah yang bisa ia kenang disepanjang hidupnya. Benar atau tidak Readers? Hehe


Selama didalam perjalanan menuju kediamannya, Cheril sudah sangat kesal, ia yang menyetir sendiri itu sudah melakukan hal yang sangat fatal selama dalam perjalanan. Perbuatan Cheril benar-benar tidak layak untuk ditiru.


Terkadang Cheril mengerem mendadak, membuat mobil dibelakangnya kaget bukan main, sekali lagi ia juga tiba-tiba ngebut memotong kendaraan yang berada didepannya, orang itu sampai memaki saking kesalnya melihat kelakuan Cheril.


"Eh, baru belajar nyetir ya?"


"Nyawanya ada berapa Non?"


Begitulah orang yang berpas-pasan dengan nya memaki Cheril.


Masih beruntung tidak ada hal buruk yang terjadi pada nya. Cheril masih dilindungi sama yang diatas hingga ia bisa tiba di rumah dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun.


Ketika tiba di rumah ia juga membuat Bapak Satpam dirumahnya kaget bukan main. Ketika Bapak Satpam yang baru saja membukakan pintu pagar untuk nya, tiba-tiba Cheril melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi masuk ke dalam halaman rumah, Bapak Satpam itu sampai menggeleng-geleng kepalanya melihat kelakuan majikannya itu.


Wah, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres dengan Nona Cheril malam ini.


Bapak Satpam sepertinya bisa mencium ada masalah besar yang sudah dialami majikannya itu


Setelah mengetuk pintu, dan dibukakan oleh Bibi Jum, Cheril langsung masuk menuju meja dapur, tentu saja tidak seperti biasanya hal itu terjadi.


Biasa nya ketika sehabis dari luar, Cheril selalu menuju kamarnya untuk membersihkan diri di dalam kamar mandi pribadi miliknya yang terletak di dalam kamarnya, kali ini gak itu tidak ia lakukan.


"Bibi, tolong bikinin aku susu !" Ucap Cheril sambil merebahkan tubuhnya diatas kursi meja makan.


"Eh, baik Non !" Jawab Bibi Jum sedikit heran


Biasanya Cheril akan meminta Bibi Jum menyediakan susu untuk nya di atas meja kan, atau setidaknya Cheril akan menyuruh nya membawakan kekamarnya.


Setelah susu selesai dibuatkan, Bibi Jum segera memberikannya kepada Cheril yang masih duduk di sana.


"Ini Non susu nya !" Ucap Bibi Jum sambil menyodorkan segelas susu hangat dihadapan Nona Cheril.


"Makasih Bi !" Ucap Cheril dengan ekspresi datar.


Tanpa menunggu lama satu gelas susu hangat sudah ia teguk sampai habis.


Eh...


Bibi Jum sampai tidak mengedipkan matanya melihat Cheril meminum susu itu yang tanpa ia memberi jeda sama sekali.


"Bi,.buatkan aku segelas lagi !


'HAH? Aku ga salah dengar ni?'


Ucap Bibi Jum didalam hati sambil memandang Cheril lekat.


"Iya Bi, buatkan aku segelas lagi !"


Cheril mengulangi perintahnya karna Bibi Jum hanya bengong saja sambil menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Cheril justru bisa mengartikan maksud dari tatapan itu, ia tau Bibi Jum pasti kaget mendengar permintaannya yang tidak biasa itu, makanya ia pun mengulang perintahnya sekali lagi untuk meyakinkan Bibi Jum.


" Ba-baik Non !" Jawab Bibi Jum kemudian dan segera membuatkan kembali susu pesanan Nona Cheril.


Kali ini, Bibi Jum pun sudah sangat dibuat bingung oleh Nona Cheril, belum cukup dengan tegukan tanpa jeda, sekarang malah minta nambah.


Satu gelas susu kembali disodorkan ke arah Nona Cheril,l. Dan Cheril kembali melakukan hal yang sama, meneguknya dalam 1kali tegukan tanpa memberi jeda.


Setelah selesai dengan gelas yang kedua Cheril pun beranjak dari kursi meja makan dan melangkah menuju tangga untuk naik kekamarnya meninggalkan Bin Jum yang masih bengong menatap nya, sekali lagi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


Bibi Jum pun menggeleng-gelengkan kepalanya. Dalam hati ia berkata;


Ntah apa yang merasukimu Nona.