
Dan pada akhirnya Cheril hanya tampil alami tanpa polesan make up. Hanya memberikan sentuhan krim siang yang biasa ia gunakan untuk melindungi kulitnya supaya terhindar dari sengatan matahari secara langsung. Serta sedikit sentuhan lipsbalm transparan dengan aroma strawberry kesukaannya. Wewangian khas juga tercium sangat harum dari tubuh Cheril. Wewangian yang juga sangat disukai ole Elvano.
"Hei Nik, apa kamu sudah berhasil membujuk Nikita?" tanya Elvano.
"Tentu saja," jawab Niko yakin.
"Bagus. Ayo jalan sekarang!" perintah Elvano.
"Tidak menunggu Geraldo?" tanya Niko.
"Tidak perlu, paling dia juga sudah ada di Mall Z," pendapat Elvano.
Dia sudah mengenal Geral dengan sangat baik. Laki-laki itu tidak pernah di tunggu oleh siapapun. Jika ada janji pertemuan, dia selalu hadir secara misterius.
Kemudian Niko pun segera melajukan kendaraan mereka menuju Mall Z, mereka akan bertemu dengan Erik dan yang lainnya di tempat pertemuan, yaitu Mall Z. Erik yang mendapat tugas menjemput Nikita dan Tania seperti biasanya.
Dan mereka ternyata juga tiba bersamaan di Mall Z.
Akhirnya ke 6 sahabat ini pun melangkah bersama menuju ke dalam Mall Z.
Saat mereka memasuki gedung mall, di sana memang sudah ada Geral yang sedang duduk manis pada salah satu kursi yang tersedia di sana.
"Hei, itu kan Geraldo. Vano, apa kamu lihat, itu Geraldo?" ucap Erik semangat sambil menunjuk ke arah sahabatnya yang sedang tersenyum ke arah mereka.
Elvano bersikap biasa saja, sedangkan Tania dan Nikita saling berpandangan, mereka berdua juga melirik ke arah Cheril secara bersamaan yang dimana Cheril juga ikut menatap kedua sahabatnya itu. Cheril tau, dari sorot mata mereka Cheril juga sudah dapat melihat apa yang ingin mereka katakan..
"Cheril, itukan mantan pacar kamu."
Ya, itulah kira-kira yang ingin mereka ucapkan. Nikita dan Tania tidak tau bahwa sebenarnya Cheril sudah tau Geral akan ikut mereka nonton bersama dengan mereka.
"Aku sudah tau," jawab Elvano datar.
"Loh, kamu kok tidak kelihatan senang?" protes Erik.
"Bagaimana aku bisa merasa senang? Dia itu mau merebut istri aku," protes Elvano.
Lagi-lagi Tania dan Nikita seperti sedang mendapat kejutan.
Jadi, Elvano sudah tau tentang Cheril dengan Geral ...
Kira-kira begitulah batin mereka saat itu.
"Maksud kamu?" tanya Niko
"Apa pendengaranmu juga terganggu? Kenapa kalian semua memiliki penyakit yang sama?" murka Elvano.
Mendengar itu, Nikita jadi teringat dengan perkataan Niko kemarin yang mengatakan hal yang sama pada dirinya. Ia pun tertegun.
Apa mungkin Niko menceritakan tentang hal yang sangat tidak penting itu pada Elvano.
Nikita berpikir, mungkin saja Niko kesal karena dia sudah menolak acara menonton kemarin, jadi dia laporan ke Elvano.
Dasar, tukang adu ... Kalau bukan karena ancaman dari dia, tidak mungkin aku mau ikut hari ini.
Batin Nikita saat itu. Ia bahkan melemparkan tatapan yang tidak bisa diartikan ke arah Niko. Niko yang menyadari tatapan tersebut menjadi sedikit bingung. Seakan ia sudah ingin berteriak. Hei, kenapa menatapku seperti itu? Hanya saja saat itu Niko sedang tak ingin mencari masalah, jadi dia lebih memilih mengacuhkan Nikita dengan berpura-pura tidak tau tentang tatapan yang ditunjukkan oleh Nikita.
Ancaman yang dimaksud oleh Nikita adalah sebuah pesan singkat yang dikirimkan oleh Niko pada Nikita yang berbunyi;
"Hei, jika kamu membatalkan acara nonton hari ini, aku akan mendatangimu, dan merebut ciuman pertamamu di hadapan karyawanmu yang tidak tau sopan santun itu."
Dan karena alasan inilah, Nikita memutuskan tetap mengikuti acara nonton itu. Dia tidak ingin, laki-laki gila itu sungguh mendatangi dirinya dan melakukan hal tersebut.
----
Erik sudah tak menghiraukan Elvano lagi. Ia lebih memilih untuk menghampiri Geral.
"Hai Bro ... Sudah lama kita tidak bertemu. Makin gagah saja kamu," puji Erik sambil berpelukan dengan Geral.
Hahaha
"Kamu ini ternyata sekarang sudah pintar berkata manis ya," ejek Geral.
Pelukan singkat itupun sudah terlepas.
Dan kini mata Geral sedang tertuju pada Cheril.
Kamu memang cantik Cheril. Pantas saja mampu membuat kami bertiga jatuh hati padamu.
"Hei, matamu itu apa bermasalah juga? Yang lainnya bermasalah pada pendengaran, kamu malah pada penglihatan. Hati-hati ya Bro, itu lebih berbahaya," peringat Elvano dengan wajah serius.
Geral tertawa kecil mendengar itu. Geral baru hendak menggoda Elvano, Erik sudah lebih dulu bersuara. Sepertinya Erik bisa sedikit menangkap apa yang terjadi, walaupun agak ragu.
"Eh Bro, wanita yang masih jomblo di sini hanya tinggal Nikita, jadi kalau kamu mau, kamu boleh menggoda Nikita, kalau yang lainnya sudah ada pemiliknya," ucap Erik yang ditanggapi Geral hanya dengan mengangkat alisnya saja. Geral memang sudah kenal sama Tania dan Nikita. Kalau Nikita yang masih jomblo, artinya Tania adalah kekasihnya Erik.
Oh, jadi Erik berpaling pada Tania ya ... Tapi Nikita sepertinya lebih cocok dengan Niko deh, bukan sama aku.
Batin Geraldo. Geraldo juga masih mengingat dengan jelas. Tentu dia juga kenal sama Tania dan Nikita yang merupakan sahabat dekat Cheril.
"Ehem ... Masalahnya aku hanya menginginkan wanita milik dia," tanggap Geral dengan memancungkan mulutnya ke arah Cheril sambil tersenyum sinis dari sudut bibirnya.
Perkataan Geral tak hanya membuat Erik kaget, Niko, Tania dan Nikita pun ikut melototkan mata mereka. Apalagi Elvano, jangan ditanya lagi. Mata Elvano sudah membulat seketika.
"KAMU ... Dikasih hati malah minta jantung. Aku peringatkan ya, seujung kuku saja kamu menyentuh Cherilku, aku gunting kuku itu," ancam Elvano.
Semua yang mendengar ucapan Elvano tergelak ingin tertawa, masih untung mereka mampu menahannya. Termasuk juga beberapa orang yang kebetulan sedang berada di sana. Di antara mereka juga ada yang mengenal Elvano sebagai pemilik dari mall tersebut yaitu mereka yang merupakan Karyawan yang bekerja di bagian kantor Mall Z.
Karena tak ingin reputasi Elvano jatuh, Niko segera turun tangan dalam hal mencegah Geral bertindak lebih jauh.
"Ayo kita menuju lantai atas sekarang! Filmnya sudah dimulai," ajak Niko.
Memang saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 14.19. Dan film yang ingin mereka tonton seharusnya tayang pukul 14.00.
Kemudian mereka bertujuh segera menuju ke lantai paling atas, tempat bioskop berada.
Mereka berjalan saling beriringan. Sementara Niko dengan sigap sudah merangkul Geral mesra. Untuk mencegah dirinya mengganggu Elvano dan Cheril.
"Sudah aku katakan padamu tadi, aku tidak akan membiarkanmu mengganggu Tuan Muda kami!' bisik Niko tepat di dekat kuping Geral.
Sedangkan Geral, ia hanya menanggapi hal itu dengan senyuman sinis dari sudut bibirnya seperti biasa.
Sesaat kemudian mereka pun telah tiba di dalam bioskop. Dan ruangan bioskop tampak kosong tak berpenghuni. Ternyata Elvano hanya berbasa-basi dengan meminta Niko membeli tiket nonton. Lebih tepatnya, ia meminta Niko supaya membooking ruangan bioskop studio 1 untuk pukul 14.00 hingga mereka selesai nonton. Dan parahnya, Niko juga sempat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghindari Geral kemarin siang.
Walaupun mereka merasa cukup heran dengan ruangan bioskop yang kosong, apalagi saat hendak memasuki ruangan bioskop tadi juga tak ada yang memeriksa tiket mereka. Namun mereka semua memilih tidak menanyakan apapun pada Elvano maupun Niko.
Sementara mereka semua sedang asyik dengan tontonan mereka, di Villa malah terjadi hal yang tak terduga. Tepatnya di kamar tempat Cheril dan Elvano menginap. Terdapat beberapa orang yang entah datang darimana sedang mengobrak-abrik kamar mereka. Orang-orang itu tak lain adalah sedang mencari benda yang diberikan oleh laki-laki tak dikenal untuk Elvano.