Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Penyamaran Elvano


Pertemuan kali ini memang terhitung cukup penting, karna Elvano berencana untuk membangun sebuah tempat rekreasi dengan pemandangan laut lepas yang bekerjasama dengan pihak hotel bintang lima itu.


Jadi nantinya tempat itu akan dibuka untuk umum dan digratiskan bagi semua warga yang ingin menikmati indahnya pantai tersebut. Hanya saja jika ada yang ingin menginap, pihak hotel juga menyediakan fasilitas inap yang berbayar dengan harga yang tidak terlalu mahal.


Di pantai itu nantinya juga akan dibangun beberapa fasilitas lainnya yang ikut mendukung keindahan, dan juga ramah anak. Seperti Playground, kolam renang khusus anak yang disertai dengan Waterboom mini, hingga ruang menyusui pun tersedia disana.


Elvano terlihat sangat serius ketika membahas proyek yang satu ini didalam pertemuan itu. Elvano memang sudah lama mengimpikan hal itu. Jika suatu hari nanti ia menjadi orang yang berhasil, ia ingin membangun sebuah tempat rekreasi disebuah pantai yang tak terurus. Supaya pantai itu bisa dikenal oleh orang banyak, dan keindahan pantai itu pun bisa dinikmati oleh banyak orang.


Bukan tidak ada alasan Elvano memiliki keinginan seperti itu. Dulu waktu ia masih kecil, usianya sekitar 10 tahun, Elvano diajak Ibu Anita pergi ke salah satu pantai yang ada di kota XX, pantai itu sangat terpencil, sangat sedikit orang-orang yang mengetahui tentang pantai itu karna sangat tidak terurus. Elvano kecil pun merasa sangat sedih. Padahal menurutnya pantai itu sebenarnya sangat indah.


Akhirnya ia pun berjanji dalam hatinya dan juga sempat ia ucapkan didepan Ibu Anita saat itu, isi janjinya adalah ;


Jika suatu hari nanti Vano menjadi orang yang berhasil, Vano akan membangun pantai yang terpencil ini agar bisa dikenal oleh orang banyak.


Dan saat itu Ibu Anita pun tersenyum mendengar ungkapan polos nya.


"Kamu pasti bisa melakukannya Vano ! Karna suatu hari nanti, kamu pasti menjadi orang yang berhasil."


Tentu saja Ibu Anita sudah tau Elvano akan menjadi Tuan Muda suatu hari nanti.


Sayangnya pantai yang dimaksudkan oleh Elvano di kota XX itu sudah lebih dulu dibangun oleh perusahaan lain untuk mengambil keuntungan. Elvano pun tidak dapat membangun pantai itu lagi.


Suatu hari ketika ia sedang melakukan perjalanan bersama Manager Li, ia menemukan sebuah pantai yang tak terurus di kota tempat ia tinggal saat ini. Dan saat itu juga ia berencana ingin membangunnya. Jadilah sekarang proyek itu akan segera berjalan.


Setelah pertemuan yang cukup menguras waktu serta pikiran itu selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 15.00.


Elvano dan Niko pun segera keluar dari gedung mewah itu untuk mencari makan siang.


"Nik, kita makan di tempat biasa saja ya !" Ucap Elvano setelah mereka berada didalam mobil.


Perusahaan tadi sebenarnya sudah menyediakan makan siang untuk mereka, hanya saja Elvano menolaknya, karna ia sedang ingin memakan makanan favoritnya.


Niko pun sudah paham ketika Elvano menyebut tempat biasa itu.


Yaitu sebuah kedai sederhana yang berada di kota X yang menyediakan berbagai menu sederhana pula. Tentu saja ada satu menu andalan yang membuat Elvano selalu merindukan tempat itu. Apalagi kalau bukan Jengkol. Elvano pun sudah mendapat julukan Tuan Muda pecinta jengkol dari Niko.


"Baiklah Tuan Muda pecinta jengkol !" Ucap Niko seperti biasanya.


Elvano sudah mulai terbiasa dengan panggilan tersebut, jadi ia pun sudah tidak menanggapi apapun lagi ketika mendengar kalimat Niko itu.


"Eh Nik, kamu apa ada beli makanan untuk Cheril?" Ucap Elvano tiba-tiba. Ia teringat dengan Cheril di rumah sewa itu.


Seketika Niko menepuk jidatnya. Ia memang melupakan hal itu.


Elvano jelas mengerti apa artinya. Pasti Niko memang tidak membelikan makanan untuk Cheril.


"Aku melupakan hal itu No. Jadi gimana nih? Apa kita menjemput nya saja?" Ujar Niko kemudian.


Elvano terdiam sesaat, ia sedang berpikir saat itu, jika ia tiba-tiba muncul di hadapan Cheril dengan pakaian dan mobil semewah itu pasti Cheril akan merasa sangat curiga. Cheril pasti akan mengetahui identitas aslinya. Akhirnya sebuah rencana muncul didalam otaknya.


"Nik, kita akan menjemput wanita itu. Tapi sebelumnya kita ke toko pakaian dulu !" Ucap Elvano membuat Niko sedikit heran sembari mengangkat alisnya.


Eh, benar juga ya, Cheril kan juga pasti tidak memiliki pakaian.


"Iya, kita belikan dia pakaian juga. Dia kan pasti tidak membawa apa-apa tadi." Jawab Elvano dengan wajah datarnya.


Iya juga ya. aku bahkan juga tidak memikirkan tentang ini.


"Baiklah kalau begitu !"


Niko segera memutar setirnya ke arah butik langganan Elvano.


"Kamu tau Nik kita beli pakaian dimana?" Elvano kembali melempar pertanyaan.


"Ke Butik biasa kan?" Jawab Niko singkat tepatnya kembali melempar pertanyaan juga.


"Ya bukanlah Nik. Di sana kan isinya pakaian mewah semua. Kita ke toko pakaian pinggir jalan saja ! Yang menjual pakaian biasa-biasa." Ujar Elvano setelah mendengar jawab Niko. Ia memang sudah tau Niko pasti akan menuju ke Butik langganannya itu.


Benar juga ya, diakan sedang bersandiwara menjadi orang susah. Hahaha


Niko malah merasa lucu dengan apa yang dilakukan Elvano saat ini. Sudah menjadi orang kaya malah ingin berpura-pura susah. Sungguh orang yang sangat aneh.


"Yasudah, jadi kita kemana?" Niko kembali melempar pertanyaan.


"Toko pakaian yang ada di dekat kedai itu saja !" Jawab Elvano masih dengan wajah datar.


Oh iya ya, disana memang banyak toko pakaian.


"Ok, kita kesana !" Niko kembali memutar setirnya tetap menuju ke arah kedai itu.


10 menit kemudian Elvano dan Niko telah tiba di toko pakaian yang dimaksud oleh Elvano tadi. Letaknya memang tidak jauh dari kedai itu, bahkan masih satu ruko dengan kedai sederhana langganan Elvano tersebut.


Ada beberapa memang toko pakaian disana. Ada yang khusus menjual pakaian wanita, juga ada yang hanya menjual pakaian pria juga ada yang khusus menjual pakaian anak.


"Nik, kamu masuk ke toko pakaian wanita itu, belilah beberapa pakaian untuk Cheril !" Ucap Elvano memberi perintah setelah mereka berdua sudah keluar dari mobil.


"Baik Tuan Muda !" Jawab Niko singkat.


Setelah Niko masuk kedalam toko pakaian wanita, Elvano pun masuk ke toko pakaian pria. Tak lama kemudian ia sudah keluar lagi dari toko itu. Sementara Niko saja masih belum keluar dari toko pakaian wanita yang ia masuki tadi.


Elvano akhirnya memilih menunggu Niko didalam mobil.


Tak lama kemudian Niko juga sudah terlihat keluar dari toko pakaian itu dan sedang berjalan menuju ke arah mobil dengan beberapa tentengan di kedua tangannya.


Dan alangkah kagetnya Niko, ketika ia membuka pintu mobil ia melihat Elvano sudah merubah penampilannya.


'Apalagi yang kamu rencanakan Tuan Muda?'


Elvano mengenakan pakaian yang sudah seperti penampilan seorang salesman saja bagi Niko. ia mengenakan celana jeans yang ia padukan dengan kemeja tangan panjang berwarna putih.