Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Elvano dikerjai Niko


~Dunia tak selebar daun kelor, namun kenyataannya dunia juga tidak sekecil daun kelor, malah ratusan juta lebih luas dari nya.


Terkadang dalam kehidupan nyata kita juga sering kali merasa dunia ini hanya selebar daun kelor, istilah ini digunakan karna sering terjadinya pertemuan yang tak disengaja antara kita dengan orang yang kita kenal pada suatu tempat yang mungkin merupakan tempat yang sangat asing sekalipun. Namun kenyataannya sudahkah kita semua berhasil menjelajahi seluruh sudut dari dunia ini?


Jika saya boleh menyimpulkan, mungkin belum satu orang pun yang sudah berhasil melakukan hal ini.


Kejadian inilah yang sedang dialami oleh Elvano dan Niko. Mereka sama sekali tak menyangka dapat bertemu dengan Tika di perusahaan ketiga yang mereka kunjungi saat ini. Masih dengan pertanyaan dari Tuan Gunawan yang belum dijawab oleh Tika.


"Eh.... Tadi Tika bertemu dengan mereka berdua di luar Yah! Jadi Tika sekalian mengajak mereka kemari!" Jawab Tika kemudian.


"Oh.. Ayah kira kalian sudah saling kenal." ungkap Ayah Tika dengan raut kecewa karna berpikir pikirannya ternyata salah.


"Tika memang mengenal mereka Yah! Elvano ini adalah teman kuliah Tika. Dan yang kemarin Tika maksudkan sudah memiliki pilihan sendiri itu dialah orangnya." Ucap Tika yang membuat raut wajah kecewa Tuan Gunawan menjadi sangat senang.


Sementara Elvano dan Niko hanya menyimak dalam diam. Elvano juga tidak begitu fokus dengan pembicaraan kedua orang yang ada di hadapannya ini. Yang ada juga di pikirannya saat itu adalah kenapa Cheril begitu lama membalas pesanku.. Apa ia masih marah dengan kejadian tadi pagi ya..


"Oh, jadi kalian memang sudah saling kenal ya.. Baguslah kalau begitu." Ucap Tuan Gunawan sumringah. Ia sangat senang, apalagi ketika mendengar Tika berkata Elvano adalah laki-laki yang ia inginkan. Berarti tidak akan ada kendala yang terlalu berarti pikirnya. Lagian Elvano juga hanya diam saja tanpa ekspresi apapun, saat itu Tuan Gunawan berpikir mungkin Elvano juga menginginkan Tika.


"Eh.. Silahkan duduk Tuan Muda! Oh iya, anda siapa?" Tuan Gunawan memang belum tau tentang Niko. Selama ini yang mendampingi Presdir Astra Investama Group memang selalu Manager Li.


"Eh.. Perkenalkan Tuan, saya Manager khusus Tuan Muda!" Jawab Niko sembari mengulurkan tangannya untuk mengajak lawan bicaranya bersalaman.


Dan Tuan Gunawan pun segera menjabat tangan Niko yang sudah terangkat.


"Oh.. Jadi anda yang menggantikan Manager Li ya. Mari silahkan duduk!" Ujar Tuan Gunawan yang diikuti dengan anggukan Niko. Lalu Ia segera mempersilahkan Niko untuk duduk.


Saat itu Elvano sudah lebih dulu duduk di sofa tamu yang ada di dalam ruangan itu dan sudah memainkan ponselnya. Masih bergelut dengan perihal WhatsApp yang belum dibalas oleh Cheril. Elvano terlihat sedikit khawatir. Ia takut sesuatu kembali terjadi pada pujaan hatinya itu. Elvano sudah kembali mengetik beberapa kata lagi untuk ia kirimkan ke kontak Cheril.


Niko yang masih berdiri pun segera menyusul Elvano dan merebahkan dirinya diatas sofa satu dudukan. Ia sepertinya sengaja ingin mengerjai Elvano. Karna saat itu Elvano duduk di sofa dua dudukan, ia sengaja menyisakan tempat kosong samping Elvano supaya Tika bisa duduk di sebelahnya. Dan memang itulah yang terjadi.


Melihat wajah wajah Elvano yang sangat tidak nyaman membuat Niko tersenyum kecil.


Sementara Tuan Gunawan malah sudah semakin senang melihat pemandangan indah tersebut.


"Jadi bagaimana Tuan untuk perkembangan bulan ini?" Niko membuka pembicaraannya.


Dan terjadilah perbincangan yang sangat panjang membahas seputaran bisnis yang dilakukan oleh Niko dan Tuan Gunawan.


Sedangkan Elvano terlihat menyimak pembicaraan mereka secara seksama. Namun ia juga tidak begitu berkonsentrasi, selain memikirkan perihal Cheril, ia juga sedang sangat risih dengan wanita di sampingnya itu. Yang terus mencoba meraih tangannya untuk dipeluk.


Niko dan Tuan Gunawan juga menyadari hal ini, karna mereka juga sesekali melirik ke arah kedua orang ini.


Hahaha


'Memang enak aku kerjain!'


Gumam Niko dalam hati.


Sama halnya dengan Tuan Gunawan. Ia juga senang melihat pemandangan itu.


Sepertinya perjodohan ini akan berjalan lancar.


Sesaat kemudian urusan bisnis pun usai. Niko sudah merapikan laptopnya dan Tuan Gunawan juga sudah merapikan kembali semua file yang berserakan di meja. Waktu yang mereka habiskan saat itu memang hanya sekita 2 jam saja.


"Ayo kita jalan Nik! Ucap Elvano ketika melihat Niko sudah memasukkan kembali laptop ke dalam tasnya.


Namun dengan sigap Tuan Gunawan segera menahan Nita Elvano.


"Eh.. Kenapa buru-buru? Saya sudah menyiapkan perjamuan untuk Tuan Muda dan Manager Niko. Mari kita nikmati lebih dulu!" Ucap Tuan Gunawan yang membuat Elvano sedikit melototkan matanya.


'Kenapa bisa ada acara perjamuan segala?'


Elvano agak heran, karna pertemuan sebelumnya jelas tak ada acara seperti ini.


"Iya Vano.. Ayo kita makan-makan dulu!" Timpal Tika.


"Saya sudah selesai makan tadi!" Ujar Elvano lantang.


"Tidak apa-apa Tuna Muda, hanya beberapa cemilan saja kok yang kami sajikan!" Tambah Tuan Gunawan.


"Sudahlah! Ayo kita ikut dalam perjamuan itu. Tidak baik menolak rejeki!" Bisik Niko pelan yang membuat Elvano sangat kesal. Jika bukan karna sedang berada di hadapan kolega bisnisnya, ia sudah akan memarahi Niko.


Ia tau, pasti Niko sedang ingin mengerjai dirinya.


"Kami memang baru selesai makan siang Tuan, namun jika hanya sekedar makanan ringan saja masih ada ruang kok." Ucap Niko yang secara tidak sengaja ia menyetujui permintaan Tuan Gunawan.


Si*l*n.. Sepertinya Niko ingin bermain-main dengan ku... Lihat saja nanti....


Elvano sudah semakin kesal saat itu. Ia juga tidak bisa menolaknya lagi karna Niko sudah menjawab seperti itu. Akhirnya mereka pun ikut ke dalam perjamuan yang diadakan oleh Tuan Gunawan untuk mereka.


Banyak sekali pembicaraan yang tak berarti bagi Elvano yang terjadi selama perjamuan berlangsung. Ia lebih memilih diam saja, yang sangat berantusias justru Tika. ia menceritakan banyak hal saat itu. Niko juga melibatkan dirinya mengobrol santai dengan Tuan Gunawan dan sesekali ikut masuk ke dalam cerita yang dibahas oleh Tika. Kelihatanya mereka cocok. Niko terlihat sangat menikmati perbincangan itu.


Sedangkan Elvano malah terus melirik ke arah jam tangannya. Ia sudah merasa sangat risau, karna waktu yang dihabiskan di dalam perjamuan tersebut malah sudah melebihi waktu pembahasan bisnis tadi. Sekarang jam tangan Elvano sudah menunjukkan pukul 17.00.


"Nik, Ayo kita pergi sekarang!" Ucap Elvano tiba-tiba yang mengejutkan mereka bertiga karna masih asyik bercengkrama.


"Eh....


"Tuan Muda, kenapa terburu-buru?"


Tuan Gunawan yang membuka suara.


"Saya masih ada keperluan lain Tuan!" Jawab Elvano singkat dan jelas dengan wajah serius.


"Oh, begitu ya.. Saya juga memiliki kepentingan yang ingin saya bahas dengan Tuan Muda, bisakah Tuan Muda menunggu sebentar lagi?" Tambahnya lagi.


Elvano terlihat mengangkat alisnya karna merasa sedikit bingung. Begitupun dengan Niko. Namun sepertinya Niko bisa mencium bau-bau tidak beres. Lalu sesaat setelah terdiam Tuan Gunawan kembali melanjutkan perkataannya.


"Tuan Muda, maukah Tuan Muda jika saya jodohkan dengan putri saya?" Lanjut Ayah Tika.