
~Terkadang kita baru akan merasa seseorang itu sangat berharga ketika kita sudah merasakan kehilangan.
Sesaat setelah ciuman panas tersebut Elvano pun membiarkan Cheril turun dari mobil. Lalu Niko dan dirinya segera meluncur kembali ke gedung Astra Investama Group untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang masih menumpuk.
Saat semua pekerjaan kedua laki-laki ini selesai, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"Nik, apa masih ada kerjaan yang sangat mendesak?" Tanya Elvano.
"Sepertinya sudah selesai semua No. Mau pulang sekarang?"
"Iya, boleh .... Aku juga sudah sangat lelah!"
"Sama, aku juga." Ucap Niko sembari mengangkat tangannya keatas dan sedikit menekannga kuat untuk meregangkan otot-ototnya.
"Ayo kita jalan!" Ucap Elvano kemudian sembari meraih jasnya yang tergantung pada senderan kursi kebesarannya.
Kemudian kedua sahabat ini segera melangkahkan kaki mereka keluar dari ruang kerja Elvano dan menuju lift khusus.
Sesaat kemudian mereka pun sudah tiba di lantai bawah. Dan segera menuju kearah mobil yang terparkir di depan gedung Astra Investama Group.
Setelah di dalam mobil Niko kembali melemparkan pertanyaan pada Elvano.
"No, kamu tidak ingin menjemput Cheril untuk ikut kamu pulang ke rumah?"
"Eh, tidak usah Nik, aku juga belum menceritakan pada Ayah dan Ibuku tentang wanita itu."
"Oh .... Baiklah l!"
"Jadi kamu mau sampai kapan membiarkan Cheril tinggal ditempat itu?" Tanya Niko lagi.
"Entahlah ...." Tanggap Elvano singkat.
"No, apa kamu serius hanya ingin bermain-main dengan wanita itu?" Niko kembali melempar pertanyaan.
Untungnya mood Elvano juga sedang bagus, ia sama sekali tidak murka walaupun Niko terus melemparkan pertanyaan yang bertubi-tubi.
"Aku juga tidak tau Nik .... Aku sendiri juga masih bingung dengan perasaanku ini.
Jujur, aku masih belum rela ketika memikirkan dia sudah pernah menikahi laki-laki si*l*n itu.
Rasanya aku tak akan mampu menyentuh dirinya lebih dari sekedar c**man." Ucap Elvano mencurahkan semua isi hatinya.
Mendengar itu Niko pun terdiam sesaat. Ia bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh sahabatnya itu. Mungkin jika ia berada diposisi Elvano saat itu, ia juga akan memiliki perasaan yang sama dengan yang Elvano rasakan.
"Tapi No, kasihan juga wanita itu jika kamu terus bermain-main dengan nya seperti itu. Jangan-jangan dia juga akan berharap lebih darimu jika kau terus memberinya harapan yang sangat berlebihan melalui sikap mu." Jelas Niko panjang lebar memberi nasehat.
Maksud Niko adalah, jika memang kau tidak ingin bersamanya, lebih baik lepaskan saja. Hanya saja Niko berusaha menggunakan bahasa yang sehalus mungkin untuk menyampaikan maksudnya itu.
Kali ini giliran Elvano yang diam. Ia sedang memikirkan apa yang dipikirkan oleh Niko. Semua yang dikatakan oleh Niko memang benar adanya. Sikap nya hari ini memang sudah terlalu berlebihan jika hanya sekedar ingin bermain-main dengan wanita itu. Dia sepertinya juga bisa menangkap makna dari ucapan itu.
"Sudahlah Nik. Setelah ini mungkin kita akan jarang menemui nya lagi!" Ucap Elvano kemudian.
Suasana hening pun tercipta setelah jawaban Elvano tadi. Hingga mereka tiba di kediaman keluarga Setiono.
Setelah memastikan Elvano sudah benar-benar masuk ke dalam rumah, Niko pun juga segera bergegas kembali ke kediamannya.
***************
Sementara Cheril, ia sudah merasa sangat bosan saat itu. Seharian sejak usai makan siang tadi, ia hanya menghabiskan waktunya untuk menonton acara televisi yang sudah ia gonta-ganti sejak tadi.
Cheril memang sedikit berharap Elvano akan muncul saat ini. Setidaknya mungkin mengajaknya makan malam atau hanya sekedar menemaninya mengobrol di rumah sewa itu. Ntah kenapa, Cheril memang sedikit merindukan kehadiran Elvano.
"Kenapa aku terus memikirkan laki-laki itu? Jelas-jelas aku tau dia hanya ingin bermain-main dengan ku saja." Gumam Cheril pelan.
"Rasanya memang sangat sepi tidak mendengar suara laki-laki itu ... " Gumamnya lagi.
Huuuuuuuuh
Sesekali Cheril masih melirik ke arah pintu berharap melihat sesosok yang ia tunggu berdiri disana. Namun seberapa sering pun ia menatap pintu itu, ia tetap tidak menemukan sosok itu.
"Mungkin dia memang tidak akan datang."
Cheril terlihat menundukkan kepalanya, lalu sesaat kemudian ia mengangkatnya kembali.
Lebih baik aku jalan-jalan diluar saja, bosan sekali di rumah ini!" Ucap Cheril lagi sembari mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu.
Kemudian Cheril pun melangkahkan kakinya menuju pintu.
Jegrek!
Cheril membuka pintu pelan.
Mendengar suara pintu yang terbuka, kedua pengawal segera membalikkan tubuh mereka, dan memberi hormat pada wanita itu dengan menundukan badan mereka.
"Eh, Selamat malam Pak!" Jawab Cheril membalas sapaan Kedua pengawal itu.
Lalu ia pun melangkah keluar dari rumah.
"Anda mau kemana Nona?" Tanya salah satu dari mereka.
"Mau mencari angin segar Pak! Rasanya sangat membosankan berada didalam sendirian." Tanggap Cheril kemudian sambil melipat kedua tangannya didada, lalu membuang nafas kasar.
Huuuuuuuuh
Kedua pengawal ini tentu saja bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Cheril. Sendirian di dalam hanya berteman dengan televisi seharian jelas akan sangat membosankan.
"Jika Nona ingin jalan-jalan disekitar sana boleh kok, kami akan menemanimu !" Tawar salah satu pengawal itu sembari menunjuk sebuah taman kota yang terletak di seberang jalan.
"Eh, benar Pak?"
Cheril terlihat sangat girang mendengar ucapan pengawal itu.
"Iya Nona, benar!" Jawab pengawal itu lagi sambil tersenyum.
"Baiklah, kita kesana ya!" Ajak Cheril sembari menunjuk taman kota yang ditunjuk oleh pengawal tadi.
Kemudian Cheril pun segera melangkahkan kakinya menuju taman itu. Dan kedua pengawal mengikuti nya dari belakang. Cheril melangkah dengan penuh kegembiraan. Setidaknya ia bisa sedikit menghibur dirinya supaya fresh kembali.
Namun ketika Cheril baru saja berada di taman itu, tiba-tiba datanglah beberapa pria dengan postur tinggi besar menyerupai kedua pengawal yang menemani dirinya itu.
Dan mereka berjalan mendekati Cheril.
"Nona .... Kau harus ikut dengan kami!" Ucap salah satu laki-laki tegap itu sembari meraih tangan Cheril.
"Eh, siapa kalian? Jangan coba-coba mengganggu Nona Muda kami!" Tukas salah satu pengawal Cheril sembari menepis tangan laki-laki itu.
Cheril sendiri sudah sedikit ketakutan, apalagi ia melihat jumlah mereka yang cukup banyak.
"Heh! Wanita ini harus ikut dengan kami! Bos kami menginginkannya!" Tambah Laki-laki itu lagi.
Seketika Cheril pun teringat dengan laki-laki di tempat hiburan itu. Iya, pasti mereka adalah orang suruhan Bos Baron. Pikir Cheril. Jantungnya sudah berdetak semakin kencang saat itu.
"Jika kau ingin membawa Nona, kau harus berhadapan dengan kami dulu!" peringat pengawal Cheril.
Hahahahaha
Mendengar Ucapan pengawal Cheril, Mereka malah tertawa keras. Jelas tidak mungkin dua pengawal ini mampu melawan mereka yang sebanyak itu. Para pria dengan tubuh tegap itu berjumlah 7 orang.
"Urus mereka! Aku akan membawa wanita ini!" Ucap laki-laki yang tadi kepada teman-temannya. Dan ia segera meraih tangan Cheril dengan paksa.
"Jangan sentuh aku! Lepaskan tanganmu! Lepaskan!" Tukas Cheril setengah berteriak ketika laki-laki itu sudah berhasil memegang tangannya kuat.
Lalu tiba-tiba Cheril terpikir untuk menggigit laki-laki itu. Ia pun segera beraksi dengan menggigit laki-laki itu sekuat mungkin. Membuat nya mengerang kesakitan. Dan seketika ia pun melepaskan tangannya.
Namun Cheril tetap tak bisa berlari darinya, sesaat kemudian Cheril yang sudah mencoba lari sekencang-kencangnya kembali tertangkap oleh pria itu. Dan kali ini pria itu sedikit murka karna Cheril sudah menggigit nya.
"Dasar wanita SI*L*N!"
Praaaakkk!
Satu tamparan keras mendarat dipipi Cheril. Membuatnya terjatuh seketika dan tak sadarkan diri.
Kedua pengawal Cheril juga tidak dapat melakukan apapun saat itu, karna mereka sendiri sudah terlibat dalam perkelahian sengit dengan beberapa orang suruhan Bos Baron yang lainnya.
Melihat Nona mereka terjatuh salah satu dari mereka segera berlari kearahnya. Namun ia sangat kaget ketika ia memegang leher wanita itu dan ia tidak menemukan detak nadi disana. Tentu saja pengawal itu sangat panik.
"Dia tidak bernafas!" Ucapnya sedikit keras. Membuat anak buah Bos Baron yang memukul Cheril tadi tersentak seketika.
Kemudian ia pun segera memberikan kode kepada teman-temannya yang lain untuk segera pergi dari sana.
Meninggalkan kedua pengawal itu bersama dengan Cheril yang sudah tak berdaya.
"Ayo kita bawa ke Rumah Sakit terlebih dahulu!" Ujar salah satu dari mereka panik.
Kebetulan waktu itu sedang ada mobil yang melewati jalan itu, mereka pun segera menghentikan mobil tersebut dan membawa Cheril ke rumah sakit terdekat.
Setelah berada di Rumah Sakit, barulah kedua pengawal itu memberi kabar pada majikan mereka.
Elvano yang baru saja merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur terperanjat seketika setelah mendapatkan kabar itu.
Ia pun segera bergegas turun kembali dari tempat tidurnya menuju rumah sakit yang diberitahukan oleh pengawalnya tadi bersama dengan supir.
Tidak lupa, ia juga segera menghubungi Niko untuk memberitahukan padanya tentang kondisi Cheril saat itu. Niko pun tak kalah kagetnya, dan ia juga segera meraih kembali kunci mobilnya yang baru saja ia letakkan diatas meja. Lalu pergi menuju rumah sakit menyusul Elvano.