Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Niko kaget dengan kenekatan Elvano


Cheril sudah tak tahan lagi dengan tingkah laku Elvano yang seenaknya begitu. Elvano selalu mencium Cheril sesuka hati nya tanpa memedulikan dimana mereka berada, akhirnya Cheril pun bersuara.


"Woi.. BUNGLON Gila, kenapa kamu selalu seenaknya saja sih?" Ucap Cheril setengah berteriak ke arah Elvano


Elvano yang sedang sibuk dengan telpon genggamnya seketika mengangkat wajahnya menatap Cheril Lekat.


"Kamu panggil aku apa tadi?" Elvano meminta Cheril mengulang pernyataannya tadi.


"Eh, BUNGLON GILA !" Cheril mengulang kata panggilan yang dimaksud Elvano dengan suara keras, ia sudah tidak peduli dengan orang-orang yang menatap nya.


Kali ini justru Elvano yang melirik sekeliling setelah mendengar teriakan Cheril. Namun karena ia merasa sangat geli dengan panggilan Cheril yang ia anggap sebagai panggilan sayang itu, ia pun tertawa sejadi-jadinya.


Hahahahahaha


"Eh"


Dia malah tertawa.


Cheril memasang wajahnya yang sangat jutek melihat Elvano tertawa demikian rupa.


"Heh ! Nona, kamu sekarang sudah mulai berani ya?!


Apa kamu mau minta lebih dari yang tadi?


Elvano mulai memasang wajahnya yg cool dan mendekati Cheril membuat Cheril memundurkan langkahnya.


Tampangnya yang seperti itu sungguh membuat aura Tuan Muda nya sangat terlihat.


Jujur saja Cheril pun mengakuinya, gaya Elvano sangat keren.


"Eh, mau apa kamu?" Tanya Cheril melihat Elvano yang terus maju, ia sudah hampir terpojok.


"Mau memberi mu lebih dari yang tadi !" Jawab Elvano masih dengan tampang cool nya. Membuat Cheril merasa sedikit terpesona dengan tampangnya yang seperti itu.


Hahahahaha


Elvano kembali tertawa.


"Kamu bahkan menatap ku seperti itu. Apa kamu memang sangat mengharapkan lebih dari itu ya?" Ucap Elvano dengan merubah wajah coolnya ke ekspresi jahil mengejek Cheril. Ia merasa sangat puas melihat wajah Cheril yang sudah berubah merah padam itu.


Aaaaaaah...Dasar laki-laki bunglonnnnnn.. Ia bisa berubah dalam seketika saja. Benar-benar seperti bunglon..


Kali ini Cheril lebih memilih meneriakkannya didalam hati mencari aman.


"Jangan perlihatkan lagi wajah mu yang sangat menggemaskan itu lagi kalau tidak aku mungkin akan memangsa mu !" Tambah Elvano yang membuat Cheril seketika menutup mulutnya.


"Heh, Bro !"


Seseorang memanggil Elvano.


Cheril dan Elvano pun ikut melirik ke arah asal suara tsb.


"Eh Niko !" Elvano menjawab Niko sambil tersenyum kecil, ia terlihat senang karna yang ia cari dari tadi sudah ada dihadapannya.


Niko beralih pada wanita cantik didepan Elvano, ia menatap Cheril dengan tatapan kagum. Dalam hatinya ia berkata,


Wah, gadis ini cantik sekali, lebih cantik dari yang tempo hari. Bahkan jauh lebih cantik.


Tunggu. Apa Vano mau mengerjai gadis ini lagi.


Melihat tingkah Niko yang menatap Cheril tak berkedip sama sekali ia pun mulai murka


"Heh ! Mata kamu kenapa? Sakit ya? Kenapa melihat Cheril seperti itu" Ucap Elvano dengan nada tinggi membuat Niko dan juga Cheril sedikit kaget.


Oh, jadi nama nya Cheril.


Eh, Tunggu dulu, Tadi Vano marah? Apa itu artinya dia sedang cemburu karna aku memandang gadis ini.


"Hai nona, perkenalkan nama saya Niko !" Kata Niko pada gadis dihadapannya sambil mengulurkan tangan tanpa menghiraukan kata-kata Elvano tadi.


Ia memang sengaja ingin melihat tingkah Elvano akan seperti apa.


Melihat Niko yang semakin menjadi Elvano pun bertambah murka, matanya molotot seketika, dengan segera ia menepis tangan Niko menurunkan posisi tangannya yang sudah terangkat.


Tawa Niko pun meledak setelah melihat tingkah Elvano yang sangat menggelikan itu


Hahahahahahaha


Jadi benar Elvano sepertinya menyukai gadis ini. Ternyata ia bisa mencintai juga.


Hahahahahaha


"Woi, sudah gila ya? Kenapa malah tertawa seperti itu?" Elvano terlihat sangat kesal melihat Niko tertawa sedemikian rupa.


Sedangkan Cheril ia hanya diam saja menyaksikan semua kekonyolan Elvano.


Memang dasar laki-laki aneh nan ajaib.


Gumam Cheril didalam hatinya.


"Sudah, sudah ! Jangan marah-marah terus Bro, nanti gadis didepan mu itu bisa ketakutan melihat tingkah mu yang pemarah itu." Niko akhirnya berusaha menghentikan permainan yang sudah ia mulai.


"Jadi, sekarang kita mau mana?" Lanjut Niko bertanya.


"Ayo pergi dari sini !" Ucap Elvano sambil menarik tangan Cheril, meninggalkan Niko yang masih berdiri disana menuju sebuah mobil angkot milik Niko yang terparkir dikejauhan.


"Eh, mau ke....." Ucap Cheril mencoba bertanya lagi.


Namun Cheril menghentikan ucapannya seketika ketika elvano mulai melirik ke arahnya lekat.


Ah, apakah aku tidak boleh bertanya? Hah.


Ciiiiiiiiih.


"Sombong sekali dia. Hahaha.


Baru juga punya gebetan sudah sombong begitu." Huuuuh ! Niko berkata kata pelan sambil membuang nafas.


"Woi... Kenapa masih disitu?" Teriak Elvano kearah Niko karna ia masih mematung tak bergerak.


"Eh.. Bukannya dia belum menjawab perrtanyaanku tadi, siapa juga yang tau ia mau kemana." Niko berkata pelan.


Haha, begini banget sih bro kalau jatuh cinta. Bahkan aku mau kenalan sama wanita nya saja tidak di perboleh kan.


Niko terus mencerna apa yang sudah terjadi sambil melangkahkan kakinya menuju kearah Elvano dan Cheril dengan senyuman geli diwajahnya.


Setelah tiba diangkot tersebut Niko melihat ada perbedaan perlakukan yang sahabatnya tunjukkan dibanding perlakuan nya terhadap wanita sebelum nya.


Elvano membantu Cheril untuk naik ke dalam angkot dengan perlahan, setelah itu ia juga ikut naik dan duduk di samping Cheril sangat berdekatan.


Niko pun tersenyum melihat kelakuan alvano dan ia sudah yakin kali ini, ternyata benar dugaan nya, Elvano memang menyukai gadis itu.


"Heh bro,, bukannya didalam angkot itu tidak boleh duduk berdampingan?" Niko tergerak untuk mengejek Elvano.


Mendengar ejekan Niko Elvano pun terlihat kesal. Dalam Hati ia berkata;


Kurang ajar kamu Nik. Mau nyari mati apa.


Tentu saja Niko merasa sangat puas melihat wajah kesal Elvano.


Sedangkan Cheril sedikit kebingungan mendengar percakapan mereka berdua yang tidak ia mengerti itu.


Saat ini Cheril hanya bisa berdiam, ia tidak berani lagi bertanya Elvano mau mengajak nya kemana. Walaupun ia tak tau Elvano mau mengajaknya kemana, tapi ntah kenapa ia merasa sangat nyaman bersama dengan laki-laki itu sekalipun sikap elvano sering berubah-ubah seperti bunglon menurutnya.


"Cheril, kamu tidak ingin tau aku mau mengajak mu kemana?" Tiba-tiba Elvano membuka suara nya


"Eh,,"


Tuh iyakan, dia memang seperti bunglon.


Heh ! Bukannya kamu sendiri yang tidak memperbolehkan aku bertanya sedari tadi.


Cheril hanya memilih diam menatap laki-laki disampingnya itu lekat dengan sedikit kekesalan di wajah nya.


Cup !


satu kecupan mendarat kembali dib*b*r Cheril, yang membuat Cheril melototkan matanya dan wajahnya kembali memerah.


Niko pun tak kalah kagetnya melihat kejadian itu dari spionnya.


Kenapa melakukan nya lagi sih? Bukannya aku sudah diam saja? Apa kamu tidak liat tuh supir angkot teman mu itu, matanya sampai melotot begitu.


"Makanya kalau aku bertanya itu jawab !" Ucap Elvano setelah mencium Cheril


Ya.. Memang kamu yang selalu benar. Kalau aku menjawab bukannya kamu juga akan mencium ku.


Huuuuuuh


Cheril menghela nafas kasar


"Heh, masih diam saja? Kamu memang sengaja mau minta aku cium lagi ya? tanya Elvano lagi, membuat Cheril sedikit terpelanggat.


"Eh, i-iya,, kita mau kemana?" Akhirnya Cheril berusaha memasang senyuman manis dan bertanya.


"Hanya itu saja pertanyaannya?"


"Eh..."


'Maksudnya apalagi sih?'