Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Rencana Erik


#Erik dan Elvano memang sudah lama bersahabat, mereka berteman sejak mereka masih kecil hingga saat ini.


Cerita nya, Erik dan Elvano dulunya 1 sekolah waktu masih SD, mereka juga 1 kelas. Erik waktu masih kecil sering sekali dibully oleh teman-teman nya karna ia waktu itu badan nya lebih pendek dibanding murid lainnya. Hanya Elvano lah yang tidak pernah mengejeknya, justru ia yang akan membela Erik ketika ia sedang diejek oleh teman temannya yang lain.


Setiap kali Erik sedang dalam masalah, Elvano selalu ada untuk membantu nya, bahkan Elvano pernah dipukul oleh teman sebaya mereka saat ia sedang membela Erik, karna alasan itu Erik dan Elvano bisa tetap dekat hinggah saat ini.#


________________________


"Eh, para gadis, kalian nonton film apa?" Tanya Erik sambil melemparkan pandangannya ke arah Tania dan Nikita, ia tau jika bertanya pada Cheril pasti ia tidak akan jawab.


"Eh, ini kayaknya yang ini aja ya gaes ?!" Jawab Tania sambil menunjuk selembar poster yang tergantung didinding galery didepannya.


Ah,Tania. diam aja kenapa sih.


Cheril sedikit kesal karna Tania malah mengatakan pada kedua orang ini mereka akan nonton sebuah film yang ingin merek tonton.


"Nggak, kita ga jadi nonton ! Ayo kita pulang !" Ucap Cheril tiba-tiba membuat ketiga orang (Erik,Tania,Nikita) langsung menatap nya kecewa. Sedangkan Elvano ya biasa saja, tetap dengan sikapnya yang sangat cool.


"Ayo pergi dari sini !" Tambah Cheril sambil menarik tangan kedua sahabatnya yang masih bengong dengan keputusan Cheril


Ketika Cheril baru saja meraih tangan kedua sahabatnya, Tania langsung memberontak.


"Ah.. Cheriiiil, sudah sejauh ini kok ga jadi nonton sih?" Ucap Tania dengan nada kecewa.


"Iya Cher, kita kan sudah ada disini, Ayolah Cher ! kita tetap nonton ya !" Nikita ikutan membujuk.


"Bener tuh Cheril, kenapa setiap bertemu dengan ku kamu selalu menghindar? Aku kan hanya mengagumi mu, bukan mau memakan mu.." Tambah Erik, ia juga tidak ingin ketiga gadis itu batal nonton, ia sudah berharap sekali bisa nonton bareng mereka.


Ia juga berpikir Cheril menghindari nya seperti yang sering ia lakukan waktu di kampus.


Cheril memang sering menghindari nya waktu di kampus, tapi kali ini jelas ia sedang menghindari Elvano. Ia tidak ingin yang lain tau tentang kedekatan nya dengan Elvano.


"Yasudah kalau kalian masih tetap mau nonton silahkan ! Aku mau pulang saja ! Jawab Cheril langsung melangkahkan kakinya hendak pergi.


Namun sebelum ia sempat menjauh, Elvano dengan sigap langsung memegang pergelangan tangan Cheril membuat jantung Cheril seketika berdetak dengan sangat cepat, ia sangat takut Elvano akan mencium nya seperti yang sudah sudah.


Erik dan kedua sahabat Cheril juga tidak kalah kagetnya melihat itu. Mereka semua sampai melototkan mata mereka melihat kejadian itu, terutama Erik. Ia sama sekali tidak menyangka Cheril dan Elvano ternyata sudah sejauh ini.


Elvano menatap Cheril lekat, ia memang sudah sangat gemas dengan posisi mereka yang sedekat ini, apalagi hari ini Cheril secantik ini. Rasanya Elvano sudah sangat ingin menciumnya.


Sedangkan Cheril yang melihat tatapan Elvano yang tidak bisa diartikan itu sudah semakin ketakutan.


Yah Tuhan, kenapa dia menatap ku seperti itu sih.


"Hmm.." Erik berdehem


"Mau sampai kapan pegang tangan Cheril seperti itu?" Ucap Erik dengan wajah serius.


Erik memang sedikit cemburu melihat Elvano memegang tangan Cheril begitu.


Apalagi melihat tatapan Elvano, ia lebih tidak suka lagi.


Mendengar perkataan Erik seketika Elvano pun melepaskan tangan Cheril.


Kali ini Cheril memilih berdiam ditempat, ia takut jika ia mencoba kabur lagi mungkin Elvano akan melakukan hal yang lebih nekat dari yang tadi.


"Jadi gimana Ril? kita jadi nonton kan? Please !" Ucap Tania memohon sambil mendekatkan kedua telapak tangannya membentuk 🙏


Akhirnya dengan agak berat Cheril pun mengangguk pelan pertanda menyetujui Tania.


"Jadi kita nonton film yang tadi aja yah !" Tambah Tania memilih sebuah film dengan genre horor dan romance.


Sedangkan Cheril hanya diam saja tanpa berkomentar apapun.


"Kalian berdua apa mau ikut nonton bareng kita?" Tania melempar pertanyaan nya kepada kedua laki-laki tampan dihadapannya.


"Eh,, terserah saja. " Jawab Erik singkat setelah melirik ke arah Elvano dan ia tidak mendapat jawaban apapun dari Elvano, sahabatnya itu masih sibuk menatap Cheril yang sedikit menundukkan wajah nya.


Akhirnya jadilah mereka nonton berlima hari itu. ketika berada di kasir karcis, Erik berebutan membayar uang tiket dengan Tania.


"5 lembar tiket Mba, untuk film XXX, kursi barisan nomor 2 dari belakang ya Mba !


Berapa semuanya?" Tanya Tania


"Biar aku aja yang bayar, berapa Mba? Erik juga bertanya pada Mba penjaga kasir


"Eh, tidak usah kak, berapa Mba?" Kata Tania menolak.


"Sudah gapapa.. Biar aku saja yang bayar" kata Erik lagi, ia sudah mengeluarkan dompet dari sakunya bersiap untuk membayar.


Mba kasir mulai kebingungan dengan kedua orang yang ada didepannya, ia menatap Tania dan Erik bergantian.


"Tidak usah kak.. Kalau begitu Kakak bayar punya kakak saja, biar punya kami bertiga aku yang bayarkan." Ucap Tania memberi solusi


"Sudahlah ! Simpan uang ini ! Ucap Erik lagi sambil memegang tangan Tania dan menyingkirkannya dari arah kasir.


Erik tidak menyadari perbuatannya yang seperti itu justru membuat hati Tania sangat senang, wajah Tania memerah seketika.


Walaupun ia tau Erik hanya ingin menyingkirkan tangannya , ia tetap menganggap laki-laki itu telah memegang tangannya. Dalam hatinya ia sudah meloncat kegirangan.


Dia memegang tangan ku


Mimpi apa sih aku semalam. Ahhhh senangnya.


Dan akhirnya Tania pun menyerah.


"Berapa Mba?" Semuanya..." Kata Erik setelah berhasil membuat Tania menyerah.


"5 lembar ya Kak, totalnya 200rb Kak.." Jawab Mba kasir


Erik kemudian mengeluarkan 2 lembar uang sebesar 200rb dari dalam dompetnya dan memberikannya kepada Mba kasir.


"Ini tiket nya Kak,, Terimakasih. Ucap Mba kasir sambil menyodorkan 5 lembar tiket nonton ke arah Erik.


Setelah mendapatkan tiket mereka pun berjalan kearah ruang bioskop bersama-sama.


Para gadis berjalan didepan dan laki-laki berjalan dibelakang.


Tiba didepan pintu bioskop Erik memilih dan membagikan tiket kepada mereka masing-masing.


Ia merencanakan semuanya dengan sangat baik. Posisi Duduk Cheril ia atur tepat disebelahnya, sedangkan Elvano berada disamping Tania dan Nikita ada ditengah-tengah.


Erik pun merasa sangat puas dengan semua rencana yang sudah ia susun dengan sangat baik.


Akhirnya, aku punya kesempatan untuk dekat dengan Cheril juga.


Ucap Erik didalam hatinya yang sudah berbunga-bunga membayangkan dirinya akan duduk berduaan dengan Cheril.


Lalu apakah rencana Erik akan berjalan sesuai dengan rencananya?