Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 112


Diruang pemotretan sendiri sudah ada Fotografer yang sedang menunggu mereka. Yang juga sudah siap dengan segala peralatan yang dimilikinya yang akan digunakannya selama pemotretan berlangsung.


Sesaat kemudian Pasangan pengantin beserta Niko juga pemilik bridal sudah tiba dilantai atas tempat ruang pemotretan berada. Hanya karyawan wanita tadi yang tetap tinggal dibawah.


Dan sesi pemotretan pun segera berlangsung setelah sesi perkenalan usai.


Pria Fotografer itu juga tampak sangat kagum ketika melihat pasangan ini. Mereka memang tampak seperti pasangan yang sangat cocok. Sangat serasi, sama seperti yang dipikirkan oleh pemilik bridal itu.


Apalagi ketika Fotografer melihat pasangan itu lewat kameranya. Menciptakan pemandangan yang sangat indah dibalik kaca lensa kameranya.


Kemudian Fotografer itu mulai memberikan instruksi berbagai pose yang harus mereka tampilkan untuk mengambil foto terbaik. Mereka berdua juga tampak sangat pandai dalam berpose.


Walaupun Cheril sedikit gugup, tapi ia tetap bisa melakukan apa yang diminta oleh Fotografer itu dengan benar. Fotografer itupun merasa sangat puas dengan semua hasil foto yang telah berhasil ia ambil.


Rasanya tidak perlu diedit pun hasilnya sudah sangat bagus.


Gumam Fotografer itu dalam hatinya ketika melihat ulang foto-foto yang ada didalam kameranya.


Jika dilihat dari sesi foto yang mereka tampilkan, tidak ada yang akan menyadari kalau pasangan ini sebenarnya hanya bermain nikah-nikahan. Keduanya terlihat bergaya dengan sangat natural.


Tibalah pada satu foto mesra yang diminta oleh Fotografer itu. Yaitu keduanya harus saling bersitatap dan bibir keduanya juga harus saling menempel. Kali ini Cheril sungguh sangat gugup, 2x lebih gugup dari sebelumnya. Matanya melotot sangat besar, wajahnya juga memerah setelah mendengar apa yang diucapkan oleh Fotografer itu.


Sedangkan Elvano yang melihat wajah Cheril yang sudah semerah tomat itu jiwa nakalnya sudah kembali bergejolak. Ia pun menatap Cheril lekat. Membuat Cheril yang baru menyadari tatapan Elvano bertambah gugup.


'Kenapa dia memandangku seperti itu?'


Gumam Cheril dalam hati sambil menundukkan wajahnya.


Kemudian Fotografer itu sudah mulai bersiap kembali dibalik kameranya. Dan pada saat yang bersamaan juga bibir Elvano sudah menempel pada bibir milik Cheril. Tentu saja Elvano yang nyosor lebih dulu.


Lebih dari yang diminta oleh Fotografer itu malah. Elvano malah asyik dengan c**man itu setelah ia mengusap b*b*r Cheril untuk membersihkan lipstiknya. Membuat semua yang menyaksikan itu melototkan matanya. Termasuk Niko.


Tidak disangka kamu senekat ini No. Sudah seperti dunia ini hanya milikmu saja.


Fotografer pun tidak ingin menyia-nyiakan momen itu untuk mendapatkan foto terbaik.


Ia segera mengambil pose mesra itu untuk mendapatkan foto terbaik. Selama ini memang belum pernah ada pasangan yang seberani itu didepannya. Bisa dikatakan ini merupakan foto yang sangat langka.


Hingga Fotografer itu sudah selesai dengan pemotretan nya pun c**man itu masih belum juga terlepas.


Cheril saja sudah merasa sangat malu dengan tingkah Elvano itu. Ia berusaha memberontak untuk melepaskan c**man itu yang akhirnya memang berhasil terlepas setelah ia berusaha dengan lebih keras.


Setelahnya Elvano masih bisa kembali memasang wajah datarnya, seperti tidak terjadi hal apapun. Justru hanya Cheril lah yang merasa sangat malu hingga ia terus menundukkan wajahnya.


Dan akhirnya selesai sudah proses yang harus dilalui oleh pasangan itu.


"Nyonya, tolong bersihkan kembali make up istri saya ini! Saya tidak suka wajahnya penuh dengan make up seperti itu." Ucap Elvano sesaat setelah pemotretan usai.


"Eh, Baik Tuan!" Jawab pemilik budak itu sambil menatap Elvano sejenak.


Maksudnya kalau sedang bermake-up kamu tidak bisa mencium seluruh wajah istrimu kan Tuan.


Pemilik bridal berkata-kata dalam hatinya sembari tertawa geli. Ia masih terngiang dengan ciuman panas yang dilakukan Elvano tadi.


Dan ia juga segera memberikan perintah pada karyawannya untuk menghapus make up yang masih terpoles sempurna diwajah Cheril kecuali dibagian bibirnya yang memang sudah memudar karna diusap oleh Elvano tadi.


Niko dan Cheril juga ikut melemparkan pandangannya kearah Elvano karna ia tiba-tiba berkata demikian.


Setelah selesai dengan prihal make up, akhirnya semua proses bermain nikah-nikahan itu pun juga sudah selesai. Mereka bertiga akhirnya juga sudah bisa keluar dari bridal menuju mobil untuk melanjutkan kembali aktivitas mereka masing-masing.


Seperti biasanya saat tiba di mobil, Niko segera membukakan pintu belakang mobil, membuat Cheril cukup heran, ia memang belum pernah menyaksikan hal ini sebelumnya. Ia sendiri juga masih berpikir Niko adalah bos Elvano. Tentu saja ia kebingungan menyaksikan kejadian ini.


"Heh! Kenapa bengong? Ayo masuk!" Ucap Elvano pada Cheril yang masih bengong ketika melihat Niko membukakan pintu mobil.


"Eh, I-iya ... " Jawab Cheril gugup dan segera masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Niko tadi.


Setelah Cheril masuk, Elvano juga ikut masuk, mereka pun duduk berduaan dibarisan belakang. Sedangkan Niko juga segera masuk ke bagian kursi setir lalu melajukan kendaraan mereka menuju arah gedung Astra Investama Group. Niko memang sudah mendapatkan perintah dari Elvano di bridal tadi, mereka akan mengantarkan Cheril lebih dulu ke rumah sewanya yang juga searah dengan gedung Astra Investama Group, setelahnya baru mereka akan kembali ke gedung itu.


"Heh! Ingat ya, sekarang kamu sudah menjadi istriku, jadi kamu juga harus mengikuti semua peraturanku." Ucap Elvano membuka pembicaraan.


"Eh, i-iya!" Jawab Cheril singkat.


'Memangnya apa yang akan kamu lakukan terhadap wanita itu Tuan Muda? Paling pada akhirnya kamu juga yang akan bertekuk lutut.'


Gumam Niko dalam hati ketika ia berhasil menguping apa yang dikatakan oleh Elvano.


Otak Elvano sudah mulai berputar saat ini. isinya adalah ;


'Kira-kira aku harus memulai darimana ya untuk mengerjai wanita ini?'


Ah iya, lebih baik aku kejutin saja dulu ... Haha ...


Sebuah ide tiba-tiba muncul didalam pikirannya, membuat dia mulai cengengesan.


"Heh! Kamu harus bersiap-siap malam ini! ingat, siapkan dirimu dengan baik!" Ucap Elvano tiba-tiba. Selain Cheril yang kaget dengan ucapannya itu, Niko yang ada didepan juga tersentak dengan apa yang ia ucapkan.


Woiii Tuan Muda, jaga ucapanmu. Bukannya kamu berkata hanya ingin main nikah-nikahan saja.


Cheril sendiri wajahnya sudah Kembali memerah.


"Heh! Apa yang sedang kamu pikirkan Nona? Maksud aku malam ini kamu harus siap-siap memijat aku." Tambahnya lagi.


Cheril pun sedikit salah tingkah mendengar pernyataan Elvano itu. Ia memang sudah salah mengartikan perkataan Elvano yang tadi.


"Lihat saja dirimu.. Kamu sampai salah tingkah begitu. Pasti kamu sedang berpikir jorok ya? Ayo ngaku!" Ucap Elvano lagi


"Apa kamu sungguh sangat menginginkan aku melakukan itu? Jangan harap ya Nona, ingat kamu itu sudah pernah dinikmati oleh Laki-laki itu. Aku tidak akan mau menyentuh barang bekas!" Ucap Elvano sekali lagi dengan sangat kasar. Sepertinya ia lupa kemarin ucapan kasarnya yang hampir serupa dengan yang sekarang ini sudah membuat Cheril menangis.


Perkataan Elvano kali ini tentu saja sangat menusuk hati Cheril, wajahnya seketika terasa sangat panas ketika mendengar ucapan Elvano tersebut. Namun ia berusaha mencegah dirinya supaya tetap kuat, pokoknya tidak boleh menangis. Ia sudah berjanji pada dirinya untuk tidak lagi menangis didepan Elvano. Ia tidak ingin Elvano terus menindas nya dengan menggunakan kekurangannya itu.


Jangankan Cheril, Niko saja merasa sangat tidak enak mendengar ucapan itu.


"Heh! Tuan Elvano .... Tolong jaga ucapan anda!" Ujar Cheril tiba-tiba membuat Elvano sedikit murka mendengar itu.


"Eh .... Kamu berani sekali sekarang .... Berani melawan aku? Hah?" Tantang Elvano dengan tampangnya yang sangat galak sembari terus mendekatkan wajahnya kearah Cheril membuat Cheril terus memundurkan wajahnya hingga mentok kedinding mobil.


Wajah Cheril sendiri sudah berubah pucat karna ketakutan.


'Mungkinkah ia akan menamparku?'


Cheril sudah mulai memejamkan matanya.


Hahahahahaha


Elvano malah tertawa sejadi-jadinya melihat wajah Cheril yang sudah pucat dan juga memejamkan matanya.


"Eh ....


"Heh! Kamu bahkan sangat berharap aku akan mencium mu ya?" Hahahaha


Ternyata Elvano malah berpikir Cheril yang memejamkan matanya itu karena ia memiliki pikiran Elvano akan menciumnya.


Siapa juga yang berpikir dirinya akan menciumku. Dasar kepedean.


Cheril lebih memilih berkata dalam hati kali ini. Ia tidak mau membuat Elvano kembali murka.


Nikmatilah mainan barumu itu Tuan Muda.


Ucap Niko dalam hati sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian mobil mereka pun sudah tiba di rumah sewa yang ditempati oleh Cheril.