Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Tiba di kota XX


Ketika sudah berada di dalam pesawat jet, tentu saja Cheril dan Elvano duduk bersebelahan. Mereka tampak sangat mesra. Melihat itu, Niko lebih memilih memainkan ponselnya. Niko duduk berhadapan dengan pasangan ini, hanya saja posisinya agak ke pojok.


Saat itu Elvano sedang menikmati wewangian rambut Cheri. Entah kenapa dirinya tiba-tiba sangat menyukai aroma tersebut. Sementara satunya digunakan untuk memeluk Cheril erat.


"Sayang, apa aku boleh bertanya sesuatu?" Cheril membuka suara memecah keheningan yang tercipta.


"Hem um. Apa yang ingin kamu tau?" Tanggap Elvano.


"Sayang, aku merasa sangat penasaran dengan kehidupanmu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Bukannya kamu anak dari Ibu Anita?" Tanya Cheril panjang lebar. Cheril sudah sangat penasaran dengan semua itu.


"Hem ....


Sementara Elvano hanya berdehem menanggapi itu. Dirinya memang sedang malas menceritakan kisah hidupnya sangat panjang itu.


"Sayang, kenapa diam saja?"


Cheril masih berusaha membujuk Elvano.


"Hem ....


Sekali lagi Elvano membalas Cheril dengan berdehem.


Membuat Cheril tau, Elvano memang tidak ingin menjawab pertanyaan tersebut. Dia pun memasang wajahnya yang cemberut. Namun bukan Cheril namanya jika dia tidak terus berusaha.


"Sayang, apa kamu tidak bisa menceritakan padaku sedikit saja?"


Cheril masih terus berusaha mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu. Kali ini dia mencoba dengan cara lain. Ia mendekat wajahnya di dekat wajah Elvano, dan mengecup pipi Elvano sekilas.


Membuat Elvano tersentak seketika.


"Eh, sekarang kamu sudah semakin berani ya sama aku?" Tanggap Elvano sambil menatap Cheril lekat.


"Eh ....


Ah, lagian kenapa aku bisa melakukan hal ini.


Pasti dia akan meminta lebih. Aaaah ....


Cheril merasa menyesal dengan semua perbuatannya.


Sementara Niko sudah menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar semua percakapan pasangan ini.


Nona .... Anda memang mencari masalah. Singa yang sedang tidur anda bangunkan kembali.


Gumam Niko di dalam hati.


Saat itu Elvano memang sudah mendekap Cheril semakin erat. Ia juga mendekatkan wajahnya ke arah Cheril.


Baru saja Elvano hendak mencium b*b*r mungilnya, Cheril segera menahan mulut Elvano.


"Sayang .... Ayo kita bicara yang lain. Baiklah, aku tidak akan membahas soal itu lagi. Janji!" Ucap Cheril berusaha mengalihkan perhatian Elvano.


"Tidak mau. Aku mau memakan mu sekarang!" Tanggap Elvano sambil memasang wajah mesumnya. Membuat wajah Cheril memerah seketika.


Niko juga sedikit melototkan mata mendengar ucapan Elvano. Dia yang sebelumnya sibuk dengan layar ponselnya memilih melirik ke arah pasangan ini.


Menyadari Niko memutar wajahnya, Cheril pun memberi kode pada Elvano.


Dan seketika Elvano ikut melemparkan pandangannya ke arah Niko, lalu melototi lelaki tersebut.


"Heh! Jangan lihat-lihat. Aku mau menikmati istriku. Makanya ... Kamu juga cari istri sana!" Ucap Elvano yang membuat Niko memanyunkan wajahnya.


Sementara Cheril malah tertawa kecil.


"Benar kata Vano, apa kamu belum berniat menikah?" Sambung Cheril mengejek.


"Maaf Nona, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu." Jawab Niko tegas.


Niko juga bagaikan pria yang memiliki kepribadian ganda. Terkadang dirinya sangat suka bercanda, terkadang juga bisa sangat serius seperti saat ini. Sungguh sulit untuk ditebak.


"Eh ....


Kenapa masih mengingat soal itu sih ....


Padahal Cheril sudah berharap Elvano melupakan soal tadi.


Elvano kembali mendekatkan wajahnya ke arah Cheril. Sedangkan Niko sudah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Cup


Ya, itulah yang terjadi. Elvano berhasil melakukan aksinya yang tak terpuji di depan sahabatnya. Namun ya tidak melakukan hubungan suami istri juga. Hanya sekedar making out saja kok. Hehehe.


Elvano masih sangat waras, jadi tidak mungkin dia melakukan yang lebih daripada itu di hadapan orang lain.


"Sayang, apa kamu sangat ingin tau tentang kehidupanku itu?" Tanya Elvano setelah selesai dengan aktivitas mereka tadi.


Mendengar ucapan Elvano, Cheril segera mengangguk secepatnya.


"Aku akan menceritakannya, tapi kamu harus membayar mahal untuk itu. Bagaimana?" Tawar Elvano sambil memainkan alisnya atas bawah.


Jelas Cheril kembali memasang wajah cemberutnya.


Dia selalu saja begini. Bagaimana ini ... Aku memang sangat penasaran.


Pada saat yang bersamaan, pesawat jet yang mereka tumpangi telah take off di bandara kota XX. Dan cerita tentang kehidupan Elvano pun kembali tertunda.


Ketiga orang ini segera beranjak bersiap untuk turun dari pesawat jet setelah memperbaiki penampilan mereka masing-masing. Tentu saja Cheril yang paling berantakan, akibat tangan nakal yang menjahilinya tadi. Elvano tampak membantu Cheril merapikan rambut yang sangat dia suka itu.


Dan di bandara sendiri sudah ada mobil yang dilengkapi dengan sopir menjemput ketiga orang ini. Ya, seperti biasa, sopir hotel Belle yang menjemput mereka.


Sesaat setelah ketiga orang ini masuk ke dalam mobil mewah ini, Mobil segera melaju dengan kecepatan sedang.


Sudah lama sekali rasanya aku tidak merasakan angin segar di kota ini.


Gumam Cheril dalam hati. Ia terlihat sangat menikmati perjalanan itu. Padahal saat itu kaca mobil tertutup rapat. Ada-ada saja ya Cheril. Yang ada juga dirinya sedang menghirup udara AC yang sangat dingin.


Elvano bisa merasakan kebahagiaan yang sedang dirasakan oleh istrinya. Ia pun turut senang menyaksikan itu. Elvano masih mendekap Cheril, memeluk wanita itu dengan sangat erat. Saat di dalam mobil, Cheril dan Elvano duduk di barisan belakang. Sementara Niko duduk di barisan depan bersama sopir.


Tanpa sadar, kini mobil sudah tiba di sebuah bangunan mewah. Ya, itu adalah hotel Belle.


"Sayang, kita ada dimana?" Tanya Cheri ketika tersadar mobil telah berhenti.


Tunggu ... Ini hotel Belle kan? Hotel yang paling besar di kota ini.


Cheril tampak kagum memandangi bangunan mewah ini.


"Sayang, kita mau apa ke sini?"


Belum sempat Elvano menjawab pertanyaan pertamanya, Cheril sudah kembali melempar pertanyaan kedua.


"Ayo kita turun. Nanti kamu juga akan tau." Jawab Elvano singkat tanpa penjelasan seperti biasa.


Walaupun penuh penasaran, Cheril hanya bisa menyimpan rasa itu dalam-dalam. Lagian tak lama lagi dia juga akan segera tau.


Kemudian ketiga orang ini beranjak dan turun dari mobil, lalu masuk ke dalam hotel Belle. Cheril merasa sedikit heran, ketika mereka melangkah, semua karyawan yang ada di sana segera menundukkan badan mereka. Mereka semua terlihat sangat menghormati ketiga orang ini. Ya iya lah, Elvano kan bos mereka.


Dan sekali lagi Cheril berdecak kagum saat mengetahui Elvano adalah pemilik hotel mewah ini.


Kejutan kedua yang ingin Elvano berikan ada di hotel ini. Kira-kira apa ya?


Ketiga orang ini terus melangkah memasuki hotel. Kali ini mereka dituntun oleh salah satu karyawan di sana menuju tempat yang akan mereka tuju.


Saat tiba di depan sebuah ruangan, karyawan itu membukakan pintu ruangan dengan menggunakan card-nya. Hotel ini memang menggunakan sistem keamanan tingkat tinggi. Tak semua orang bisa masuk dengan seenaknya saja. Dan pada saat pintu ruangan tersebut terbuka, mata Cheril terbelalak, mulutnya menganga. Dia sangat kaget menyaksikan semua yang sudah disediakan oleh Elvano padanya. Cheril kembali berpikir dirinya sedang bermimpi, hingga ia menepuk pipinya perlahan.


Kejutan apa ya yang membuat Cheril begitu kaget? Nantikan up selanjutnya ya. Hehehe.


Author mau meneruskan pekerjaan di dunia nyata dulu. Nanti kita lanjutkan lagi ya.😘