
Elvano berjalan sempoyongan menuju pesawat dibantu oleh Niko. Saat itu Elvano berusaha dengan sangat keras untuk melawan efek dari obat ini yang sudah semakin menguasai dirinya hampir sepenuhnya. Untungnya ia masih cukup pintar mengendalikan dirinya, jika tidak mungkin ia akan mencumbui Niko yang saat itu sedang memapah dirinya masuk ke dalam pesawat. Kondisi Elvano sungguh sangat memprihatinkan.
Sang Pilot juga terlihat heran ketika melihat Elvano yang seperti itu. Namun ia segera mengerti ketika Niko memberikan sedikit penjelasan pada nya.
Sesaat kemudian pesawat pun segera take off menuju ke kota X.
"Nik, bagaimana ini? Aku rasanya sudah tak tahan lagi .... " Ucap Elvano tiba-tiba ketika mereka sudah duduk di dalam pesawat.
"Eh ....
Aku juga tidak tau harus bagaimana.. Kenapa malah menanyakan aku tentang hal ini..
Niko terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ka-Kamu sabar dulu No, sebentar lagi kita akan segera tiba." Niko hanya bisa memberikan semangat pada Elvano. Ia bahkan sedikit gugup ketika mengucapakan kalimat tersebut.
"Apa ada sesuatu yang bisa aku minum untuk mengurangi efek obat si*l*n ini?" Tanya Elvano.
"Eh, tunggu sebentar, aku akan mencari sesuatu di dalam lemari es .... " Ucap Niko kemudian.
Niko pun beranjak dari tempat duduknya, lalu mencoba mencari sesuatu di dalam lemari es yang terdapat di dalam pesawat tersebut. Dan Niko memang menemukan sekaleng minuman yang isinya berupa susu steril.
Minuman ini pasti bisa membantu Elvano..
Niko bergumam dalam hati dan segera meraih minuman itu, lalu membawakannya kepada Elvano.
"Ambil ini! Sepertinya ini bisa mengurangi efek obat itu." Kata Niko sambil menyodorkan minuman tersebut ke arah Elvano. Dan Elvano pun segera meraihnya, lalu meneguknya tanpa jeda. Membuat Niko yang melihat menelan ludah.
"Heh! Kenapa kamu menatapku seperti itu? Mau aku mangsa?" Ucap Elvano mengejutkan Niko setelah ia sudah selesai meneguk minuman kaleng yang diberikan Niko padanya.
"Eh ... Kamu sudah gila? Aku bukan Cheril!" Ujar Niko sambil menutup dadanya dengan melipatkan kedua tangannya.
Hahahahahaha
Elvano malah tertawa keras melihat tindakan Niko yang sangat menggelikan baginya.
"Heh! Tenang saja ... Aku masih waras kok. Lagian siapa juga yang akan suka dengan dada lapangmu itu." Hahaha
Elvano merasa cukup terhibur kali ini, setidaknya setelah tertawa, ia bisa merasa sedikit lebih baik dari sebelumnya.
Eh ... Masih bisa bercanda juga pada situasi seperti ini ya ... Dan, dia juga terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Niko mulai memikirkan cara untuk membuat Elvano tertawa. Karena ia berpikir, mungkin tawa bisa mengurangi Efek obat itu atau bahkan menghilangkannya. Jadi Niko pun berusaha membuat sahabatnya itu tertawa di sepanjang perjalanan mereka. Ia menceritakan banyak sekali hal lucu, sehingga mereka berdua tertawa di sepanjang perjalanan. Sesungguhnya hal ini sama sekali tidak dapat mengurangi ataupun menghilangkan efek obat tersebut, namun setidaknya cara tersebut sangat efektif untuk membuat Elvano sedikit melupakan efek dari obat itu. Sehingga perjalanan mereka yang cukup panjang itupun bisa terlewati begitu saja.
20 menit kemudian, pesawat yang mereka tumpangi sudah landing kembali di bandara kota X.
Akhirnya Niko pun bisa bernafas lega saat itu.
Fiiiiiuuuuuh
Tiba juga akhirnya..
Gumam Niko dalam hati.
Lalu Niko kembali menuntun Elvano turun dari pesawat, kali ini dibantu oleh pilot. karena saat itu, Elvano sudah sangat kehilangan tenaganya. Elvano terlihat sangat tersiksa dengan hal ini. Niko yang melihatnya jadi merasa sangat iba.
Ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil, Niko pun segera melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju apartemen.
Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka juga sudah tiba di depan apartemen. Dan keduanya segera masuk saling berdampingan.
Tok tok tok tok
Niko mengetuk pintu apartemen ketika mereka berdua berada di depan pintu apartemen milik Cheril.
"Eh, siapa yang datang?" Gumam Cheril pelan saat mendengar suara ketukan. Dan ia juga melangkahkan kakinya ke arah pintu.
Sebelum membuka pintu tersebut, tak lupa Cheril lebih dulu mengintip siapa yang datang. Karena itu adalah pesan dari Elvano.
Jegrek
Pintu terbuka perlahan.
Cheril sedikit kaget saat melihat penampilan Elvano yang sangat acak-acakan.
"Eh ... Apa yang sudah terjadi?" Ucap Cheril sambil melemparkan pandangannya ke arah Niko.
Sementara Niko hanya terdiam tak bisa menjelaskan apapun. Ia seperti tak mampu berbicara saat itu.
Cheril pun semakin kebingungan.
Eh, kenapa dia malah menatapku seperti itu ....
Cheril baru menyadari Elvano sedang menatapnya lekat dengan tatapan yang tak dapat diartikan.
"Kamu kenapa Vano?" Tanya Cheril lagi.
Elvano masih tak terlihat ingin menjawabnya, yang ada juga Elvano sudah mulai berjalan mendekati Cheril membuat Cheril sedikit memundurkan langkahnya.
"Eh ....
Mau apa dia .... Kenapa dia aneh begini .... Apa yang sudah terjadi sebenarnya ....
Cheril terus bertanya-tanya di dalam hatinya.
Elvano masih terus maju mendekati Cheril, dan Cheril juga terus memundurkan langkahnya hingga ia mulai terpojok sama persis seperti kejadian pada waktu pertama kali Elvano mencium Cheril di perusahaan Indos Perkasa beberapa waktu yang lalu.
Saat Cheril sudah terpojok, Elvano pun menempelkan kedua telapak tangannya ke tembok lalu mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Cheril. Padahal saat itu, pintu masih terbuka lebar, dan Niko juga masih berdiri di depan pintu.
Entah kenapa saat itu Niko malah berdiri di sana tanpa memiliki keinginan untuk pergi sama sekali. Yang ada juga ia malah sedang menatap kedua insan itu lekat.
"Heh! Kamu mau apa? Itu, masih ada Niko di sana!" Ucap Cheril kemudian sembari menahan wajah Elvano yang sudah semakin mendekati wajahnya.
Elvano pun membalikkan tubuhnya dan menatap Niko lekat seakan berkata padanya,
Heh, kenapa masih di sana? Pergilah dari sini ...
Namun Niko malah sama sekali tak mengerti dengan kode yang diberikan oleh Elvano saat itu. Membuat Elvano sedikit murka.
"Heh! Kamu masih belum mau pergi?" Ucap Elvano kemudian dengan nada yang agak tinggi membuat Niko tersentak seketika.
"Eh .... I-iya ... Aku pergi!" Jawab Niko gugup. Dan segera membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan tempat itu. Namun belum sempat ia melangkah, Elvano sudah kembali meneriakinya.
"Heh! Tunggu!" Tambah Elvano lagi. Membuat Niko Kembali membalikkan tubuhnya.
"Ada apalagi Tuan Muda?" Tanya Niko sedikit kesal.
Tadi suruh pergi, baru mau pergi, malah dipanggil lagi ... Apa mau mu Tuan Muda ....
Gumam Niko dalam hati.
"Kamu masih nanya?" Elvano malah melemparkan pertanyaan.
"Eh ....
Niko terlihat sangat kebingungan. Ia memang tidak mengerti apa maksud Elvano saat itu. Hingga Elvano memberikan kode pada nya sambil berkata;
"Kamu ingin kami menjadi tontonan orang-orang di apartemen ini? Tutup pintunya!" Ujar Elvano sambil menganggukkan kepalanya memberikan kode.
"Dan kunci pintu itu dari luar! Aku masih memiliki kunci lainnya." Tambah Elvano lagi.
Akhirnya Niko pun mengerti, ia segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Elvano. Ia menutup pintu itu, lalu menguncinya dari luar. Dan Setelahnya, ia pun segera berlalu dari apartemen tersebut.