Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Keberhasilan rencana pertama Dirly


Awalnya Dirly adalah seorang murid yang sangat baik dan penuh kasih. Ia juga sangat setia terhadap gurunya Raymon. Rasa iri lah yang membuat dirinya kini berubah total. Ia berubah menjadi seorang yang tak dapat dikenali. Sosok iblisnya keluar begitu saja. Dan bahkan menggila hingga haus akan kekuasaan. Hal-hal di luar dugaan terjadi begitu saja.


Dirly memang salah satu murid yang berbakat dan berilmu tinggi. Ilmu bela diri yang diajarkan oleh Raymon padanya setara dengan yang dimiliki oleh Elvano. Raymon tak pernah pilih kasih seperti yang ia katakan. Hanya saja bedanya, Elvano mempelajarinya dengan sangat cepat. Sedangkan dia dan saudaranya yang sudah meninggal itu belajar lebih lambat. Itu saja.


Sudah berulang kali Raymon mengulang penjelasan ini sebelum mereka berdua benar-benar melakukan pemberontakan terhadap dirinya. Kedua murid kesayangannya itu sama sekali tak percaya akan hal ini. Hingga terjadilah pemberontakan dan pembangkangan karena hati yang tertutup akan rasa iri. Sungguh, rasa iri itu begitu membahayakan.


Kendatipun begitu, saat ini Dirly memang tidak mungkin bisa mengalahkan Elvano lagi. Ini bukan mengenai gurunya yang pilih kasih diam-diam menurunkan ilmu rahasianya. Memang masih ada satu kungfu tertinggi yang Raymon simpan sendiri. Sebab bagi Raymon ilmu yang satu ini tidak boleh sembarangan diturunkan. Tepatnya ilmu ini mungkin bahkan tak bisa disebut sekedar kungfu saja. Namun tersimpan berjuta kengerian di dalamnya jika seseorang tak dapat mengendalikannya, bisa-bisa seseorang itu dapat berubah menjadi sosok iblis yang sangat mengerikan.


Dirly masih berpikir Raymon sudah menurunkan ilmu ini pada Elvano. Dan tak ingin menurunkan ilmu tersebut pada dirinya. Hal ini pula lah yang membawa Dirly melakukan pembangkangan terhadap Raymon.


Ya, hingga hari ini Raymon memang belum menurunkan ilmu tersebut pada siapapun, termasuk Elvano. Hanya saja saat ini Dirly bukan lagi tandingan Elvano karena kalung yang dimiliki oleh Elvano saat ini. Sebab barang siapa yang mengenakan kalung tersebut, dia akan menjadi kebal terhadap serangan apapun. Raymon sengaja memberikan itu pada Elvano karena ia tau, tugas yang yang ditanggung oleh Elvano saat ini sangat membahayakan. Benda inilah yang dititipkan oleh Raymon pada Niko saat ia berkunjung ke gunung muda waktu itu.


Dengan alasan ini jugalah kenapa Dirly sangat menginginkan peta rahasia itu. Kini hanya dengan memiliki barang legendaris yang ada di dalam sanalah yang akan membuat Dirly seimbang dengan kekuatan yang dimiliki oleh Elvano.


Pria baik-baik itu kini telah berubah menjadi beringas. Selain rasa iri, dendam, serta kebencian kini juga ada di dalam hatinya. Sosok iblis semakin menjadi. Bahkan tak tanggung-tanggung. Obat yang diberikan oleh dirinya pada Valen sebenarnya jauh lebih berbahaya dari sekedar obat perangsang.


Itu bukan obat perangsang seperti yang dipikirkan oleh Niko. Juga bukan obat tidur yang akan hilang begitu saja efeknya setelah pengaruh obatnya menghilang. Obat tersebut jauh lebih kuat. Bahkan mampu untuk menghilangkan nyawa. Itu adalah racun. Racun yang ia racik dengan campuran yang sangat membahayakan. Barang siapa yang menelan racun tersebut, ia akan meninggal secara perlahan jika tidak menemukan penawarnya dalam waktu 10 hari.


Inilah yang menyebabkan kenapa Dirly sangat ketakutan racun tersebut juga masuk ke dalam tubuhnya saat Valen berhasil menyuapkan satu sendok makan padanya tadi.


---


Kembali ke food court saat ini.


Nyawa Valen sudah hampir terancam. Tanpa adanya rasa kasihan dari Dirly. Ia tetap membiarkan Valen memasukkan makanan yang mengandung racun itu ke dalam mulutnya. Padahal cinta dari Valen begitu besar terhadapnya.


Dengan gerakan yang lambat nan pasti, Valen memang telah berhasil mendaratkan makanan tersebut di dalam mulutnya. Dirly yang menyaksikan itu tersenyum smrik dari sudur bibirnya. Senyum penuh kengerian dan seringai jahat yang tak bisa diartikan ia tampilkan dari balik wajahnya yang sebenarnya begitu tampan. Kulit putihnya, hidungnya yang juga tak kalah mancung dari hidung Elvano, bibirnya yang tipis, juga maniknya yang indah akan membuat semua wanita jatuh hati padanya. Penampilan Dirly juga tak kalah mempesonanya dari Elvano. Hal ini jugalah yang membuat Valen jatuh hati padanya.


Setelah menelan suapan pertama, Valen sudah dapat merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dirinya. Tiba-tiba kepalanya terasa begitu pusing seperti akan kehilangan kesadaran. Sosok Dirly yang ada di hadapannya berubah menjadi sangat banyak saat itu. Valen berusaha menopak dirinya supaya tetap kuat dengan meletakkan kedua telapak tangannya di atas dahi. Juga kedua sikunya di atas meja. Saat melihat itu, Dirly berpura-pura memperlihatkan perhatiannya. Tepatnya, ia hanya ingin memastikan rencananya itu telah berhasil.


"Valen, apa kamu baik-baik saja?" tanya Dirly.


"Kepalaku Dir, kepalaku ini entah kenapa tiba-tiba menjadi sangat pusing seperti ini,"


Dirly tersenyum sinis mendengar itu. Tepatnya tersenyum penuh kemenangan karena merasa rencananya telah berhasil. Ia akan membuat Elvano takluk di hadapannya dengan memanfaatkan adiiknya tercinta.


"Bagus! Sebentar lagi Kakakmu yang super posesif itu akan bertekuk lutut di hadapanku." Gumamnya.


Valen sudah tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh Dirly saat ini. Apalagi suara Dirly begitu kecil. Valen bahkan sudah hampir kehilangan kesadarannya. Ini adalah efek awal dari racun tersebut. Setelahnya, orang itu akan tersadar kembali dalam waktu beberapa jam kemudian seolah tak ada yang terjadi pada dirinya. Namun penyakitnya justru akan kembali memburuk setelah 5 hari kemudian. Setelah 5 hari ini, orang yang terkena racun tersebut akan sangat lemah. Dan terus melemah hingga ajal menemput jika tidak segera mendapatkan penawarnya.


Benar saja, beberapa detik kemudian, wanita itu sudah terjatuh tak berdaya dengan wajahnya yang tertopang di atas meja. Dirly segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa Valen ke dalam mobil dan segera melancarkan aksinya untuk menelor Elvano.


Di Kediaman Setiono


Ibu Winda sedang duduk di taman belakang bersama Ayah WIlliam menikmati teh. Mereka sedang mengobrol santai sambil menikmati teh seperti biasanya. Kedua orang tua ini sedang menikmati masa tua mereka.


"Will, entah kenapa perasaanku ini tiba-tiba merasa sangat tidak nyaman. Dan bayangan Valen muncul begitu saja. Aku jadi mengkhawatirkan dia, Will,"


Winda mengubah topik pembahasan mereka yang saat itu sedang membahas rencana liburan selanjutkan yang akan mereka kunjungi setelah ini. Selama menjalani masa pensiun, William dan Winda memang lebih sering menghabiskan waktu mereka dengan berlibur ke berbagai negara. Tepatnya mereka menjelajahi dunia.


PRANG!!


Tanpa sengaja Winda juga menjatuhkan gelas teh yang ada di atas meja. Tak hanya miliknya, bahkan kedua gelas yang ada di meja ikut terjatuh. Hal ini jelas menambah kekhawatiran di dalam hati Winda. Kata orang-orang, saat tanpa sengaja menjatuhkan sebuah gelas ataupun piring bisa saja menandakan ada sesuatu mala bahaya yang sedang mengintai ornag-orang yang disayangi. Begitulah yang terlitas di pikiran Winda saat itu.


"Mungkin kamu terlalu banyak berpikir Win. Valen sudah dewasa. Dia pasti akan menjaga dirinya dengan baik," tanggap William santai.


"Tapi Will, aku bahkan menjatuhkan dua gelas sekaligus. Aku semakin khawatir ini akan menjadi pertanda bahaya,"


"Ah, kamu berpikir terlalu banyak Win. Tidak akan terjadi apa-apa. Percaya saja!"


Willam sama sekali tidak mengindahkan perasaan aneh yang dirasakan oleh istrinya itu.


"Tapi kan, menjatuhkan sesuatu hingga pecah bisa menjadi pertanda tidak baik,"


Winda masih berusaha meyakinkan Willam.


"Itu hanya mitos Win. Coba kamu pikirkan dengan baik, sudah berapa banyak gelas dan piring yang kamu pecahkan seumur hidupmu ini? Dan apa selalu ada mala bahaya yang mengintai?"


Winda pun terdiam seketika pada saat mendengar itu. Namun perasaannya tetap saja tidak nyaman. Kata orang-orang tentang adanya ikatan batin antara ibu dengan seorang anak memang benar adanya.


"Terserah kamu saja Will. Aku mau ke dalam dulu."


Kemudian Winda berlalu begitu saja meninggalkan William yang masih duduk santai tanpa merasa terusik sama sekali dengan kebisingan yang Winda timbulkan.


Huuuh!


"Aku sungguh heran kenapa seorang wanita begitu percaya dengan sebuah mitos?!" Gumamnya.


William lalu memilih memejamkan matanya sejenak di atas kursi santai yang terletak di dekat kolam renang yang ada di taman belakang.