
Pemeriksaan pun segera di mulai. Seperti sebelumnya, hal penuh dramatis terjadi pada saat pemeriksaan sedang berlangsung. Jika sebelumnya Elvano membiarkan suster yang lebih dulu menuangkan gell maupun melakukan pemeriksaan terhadap Cheril, kali ini pastinya lebih parah. Elvano sendiri justru melakukan semua itu sendiri. Lalu apa pengaruhnya coba Dokter Johnson dengan dokter wanita yang akan memeriksa Cheril?
Sejujurnya ini seharusnya memang tidak ada pengaruh yang terlalu signifikan. Toh yang melakukan USG tetap suster wanita juga toh. Dokter Johnson hanya menjelaskan hasilnya saja. Memang dasar Tuan Muda ini saja yang terlalu posesif.
Beberapa saat setelah pemeriksaan telah berakhir, Cheril dan Elvano duduk berhadapan dengan Dokter Johnson. Dan Dokter itupun menjelaskan hasilnya. Perasaan mereka berdua saat itu sedikit deg-degan mengingat perkataan dokter sebelumnya belum ada pertumbuhan di sana. Mereka sedikit mengkhawatirkan Cheril tidak sungguh-sungguh hamil.
"Tuan Muda, dan Nona Cheril, dari hasil USG kali ini, saya menyimpulkan sebenarnya Nona Cheril ...,
"Apa Dokter? Cepat katakan! Jangan bertele-tele!" sergah Elvano.
Wajah Elvano terlihat sedikit panik saat itu. Ia sudah tidak sabar untuk menunggu lebih lama lagi.
Begitupun dengan Cheril. Jantung Cheril serasa berdetak dengan sangat tak beraturan.
Sedangkan Dokter Johnson jelas dia harus berhenti sesaat ketika Elvano berbicara tadi.
Dan Kemudian melanjutkan kembali pembicaraannya sesegera mungkin.
"Dari hasil USG kali ini, di rahim Nona Che ...,"
Drrrt drrrt drrrt
Bunyi ponsel milik Dokter Johnson membuat mereka semua tersentak seketika. Termasuk 2 perawat dan Manager Jill. Lebih-lebih Elvano dan Cheril. Jelas laki-laki penuh kuasa itu murka seketika.
Dengan sigap ia yang meraih ponsel tersebut dan menjawab panggilan itu.
"Hei! Mau cari mati ya? Tidak tau sedang ada pemeriksaan penting? Jangan telepon lagi jika kamu masih menyayangi nyawamu!" sergah Elvano.
Lalu ia pun menekan tombol merah pada ponsel itu untuk mematikan ponsel tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.
Mereka semua yang berada di dalam ruangan pemeriksaan begitu terkejut menyaksikan perbuatan Elvano yang sudah sangat keterlaluan ini. Sungguh sudah di luar batas pikir mereka. Mereka saling bertatapan satu sama lain untuk sesaat. Namun juga tidak berani berkomentar apapun. Kecuali Cheril yang segera menegur Elvano.
"Sayang, tidak baik berbuat seperti itu. Mungkin saja yang menelepon itu sedang membutuhkan pertolongan dari Dokter Johnson. Seharusnya kamu tidak melakukan hal ini," nasehat Elvano.
"Memangnya apa yang lebih penting dari kamu?" jawab Elvano melempar pertanyaan.
"Tentu saja ada. Mungkin saja orang itu sedang benar-benar membutuhkan pertolongan. Bisa saja kan orang yang menelepon itu adalah seorang wanita yang sedang hamil besar dan hendak melahirkan? Bisa berbahaya Sayang jika memang itu benar," jelas Cheril.
Ekspresi Elvano berubah seketika saat itu. Membuat dirinya membayangkan Cheril yang mengalami hal tersebut. Dan ia pun segera bersuara.
"Hei Dokter mesum, cepat telepon balik nomor yang tadi. Tanyakan apa itu memang benar? Tangani saja dia lebih dulu jika itu memang benar. Aku tidak ingin ini menjadi karma yang buruk,"
Cheril tersenyum mendengar itu. Ia senang Elvano mau mendengarkan dirinya. Selain Dokter Johnson, yang lainnya juga ikut tersentuh mendengar ucapan Elvano ini. Mereka semua mengagumi sifat Elvano yang satu ini. Selain sangat posesif, tegas, dan suka bertindak sesukanya, mereka tak menyangka ternyata Elvano juga memiliki sisi kebaikan seperti ini.
"Eh, ti-tidak perlu Tuan Muda. Itu memang tidak terlalu penting kok. Bukan seperti yang dikatakan oleh Nona Cheril,"
Dokter Jonhson sedikit gugup dalam menjelaskan ini. Ia tau persis yang nelepon itu siapa. Itu sama sekali bukan telepon dari pasien, melainkan dari seseorang yang juga tidak penting sama sekali baginya. Yaitu dari seorang wanita yang mengejar-ngejar cinta dokter ini sejak beberapa bulan terakhir. Jika boleh jujur, Dokter Johnson malah seharusnya berterima kasih pada Elvano sudah membantu menegur wanita itu untuknya. Dokter Johnson sesungguhnya juga sudah sangat kwalahan dalam menghadapi wanita itu.
Sementara Elvano, mendengar jawaban Dokter Johnson justru membuat dirinya lega. Iapun sudah tidak mempersoalkan masalah itu lagi.
"Kalau begitu lanjutkan penjelasan yang tadi!" titah Elvano dengan nada rendah.
"Baik Tuan Muda," tanggap Dokter Johnson singkat.
Ia lebih dulu mematikan ponsel miliknya supaya ponsel itu tidak berdering kembali pada saat dia sedang melakukan kegiatan penjelasan. Entah apa yang akan terjadi pikir dokter itu jika ponsel miliknya itu kembali berdering. Ia tau persis, wanita yang menelepon tadi tidak mungkin hanya menelepon 1 kali saja.
"Tuan Muda dan Nona Cheril, saya ucapkan selamat pada kalian berdua!" ucap DokterJohnson sambil tersenyum
Elvano dan Cheril saling bertatapan sesaat, kemudian Cheril yang mengambil alih menanggapi ini.
"Maksud Dokter?"
"Dari hasil Usg kali ini, saya sudah dapat melihat adanya proses pertumbuhan janin di sana. Jadi bisa dipastikan, Nona memang sedang hamil," jelas Dokter Johnson.
Senyuman lebar merekah di wajah Elvano dan Cheril. Perasaan mereka saat itu benar-benar tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Seketika saja Elvano sudah membayangkan betapa lucunya anak itu. Perasaan Elvano sungguh sangat senang tiada terkira.
Namun sesaat kemudian raut Elvano kembali berubah pada saat membayangkan betapa sulitnya proses yang harus dilalui oleh Cheril selama 9 bulan ke depan. Belum lagi Cheril juga harus mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anak baginya.
"Kenapa Sayang? Kamu kok murung?" tanya Cheril heran.
"Ehm? Tidak apa-apa kok. aku hanya sedang berpikir kamu mungkin akan mengalami sangat banyak kesusahan dalam mengemban tugas ini. Maaf ya Sayang, harus menyusahkanmu!"
"Eh ...,
Apa yang dikatakan oleh Elvano jelas membuat Cheril terharu. Wanita itu sangat tersentuh. Apalagi pada saat sedang hamil seperti ini, perasaan Cheril jauh lebih sensitif. Cairan bening bahkan dalam sekejab memenuhi pelupuk matanya.
"Aku tidak apa-apa kok Sayang. Aku malah senang bisa mengandung anakmu, melahirkan untukmu. Membayangkan betapa lucunya mereka pun sudah membuatku sangat puas. Bagaimana aku bisa merasa terbeban dalam menjalani proses ini?"
Satu tetes cairan bening itu turun membasahi wajah Cheril, yang dengan segera ia menyekanya cepat.
Saat ini Elvano menandang Cheril lekat. Entah perasaan seperti apa yang sedang ia rasakan saat ini. Ada setumpuk kebahagiaan yang berkumpul di dalam hatinya, tapi juga sedikit rasa kesedihan di sana.
Brek!
Elvano meraih tubuh Cheril untuk ia rangkul.
"Terima kasih ya sudah menjadi wanita yang begitu sempurna untukku!" ucapnya.
Elvano sangat ingin menangis saat itu. Namun ia masih menahannya karena di sana terlalu banyak orang yang sedang menyaksikan mereka. Ia bisa saja memperlihatkan kemesraannya kepada mereka semua, tapi tidak dengan tangisannya. Dengan sekuat tenaga Elvano menahan itu.
Sedangkan Cheril malah hanya bisa pasrah tanpa bisa menahan rasa harunya lagi. Air matanya telah jatuh membasahi pipinya. Membiarkan semua orang melihat itu.
Sementara sesungguhnya semua yang ada di sana saat ini memang juga ikut berlarut di dalam suasana haru tersebut. 2 perawat dengan jenis kelamin wanita itu juga ikut meneteskan air mata haru mereka.
Di dalam hati, mereka malah diam-diam mengharapkan suatu hari nanti bisa memiliki suami yang seperti Elvano. Yang begitu tahu caranya menghargai seorang wanita.
Begitulah pemeriksaan hari ini pun selesai sudah. Penjelasan dari Dokter Johnson yang singkat padat dan jelas telah berhasil mengukir kisah indah di dalam ruangan
ini. Sebuah pemeriksaan yang penuh dramatis juga diakhiri dengan kisah penuh dramatis nan romantis. Cinta Elvano dan Cheril lengkap sudah saat ini.
Hanya saja sayangnya, tugas Elvano masih terlalu banyak saat ini. Mala bahaya masih mengintai mereka sewaktu-waktu.